Kau adalah Hidupku

Kau adalah Hidupku
Episode 3


__ADS_3

Ketika Delfina berusia 12 tahun, Delfina pernah bercanda dengan Mark bahwa dia ingin menikah dengannya ketika dewasa. Pada usia 22 tahun, mimpi ini akhirnya terkabul, tapi di tahun itu, Bella masuk ke dalam hatinya Mark. Saat itu, dia baru tahu kalau Mark menyukai orang lain.


Sedangkan dirinya, hanya pacar reputasinya.


Kalau Bella adalah wanita yang dia cintai, jadi dirinya termasuk apa? Bukan apa-apa. Pada malam pernikahan, Mark terbang ke luar negeri untuk menemani Bella liburan, sedangkan Delfina duduk di kamar dan menunggunya sepanjang malam.


Sampai hari cerah, Delfina pun mengerti kalau Mark tidak akan kembali lagi, meski menunggunya sangat lama.


Saat itu, dia sendirian menjalani pernikahan ini selama 5 tahun, juga tahu tidak menyerah adalah hal yang sangat menyakitkan.


Mark, aku bisa saja terus menunggumu tanpa memedulikan waktu dan muka, tapi kamu malah berbuat begitu padaku. Pernikahan 5 tahun digantikan dengan imbalan 5 tahun penjara, bagaiman kamu mengembalikan kehidupan aku yang sudah hancur? Bagaimana kamu mengembalikannya?


Delfina terbangun dari mimpi buruk, lalu dia memegang dadanya sambil terus menarik napas dalam. Setiap dia bermimpi, pasti akan memimpikan masa lalu, seperti mimpi buruk yang membuatnya tak bisa melarikan diri.


Ingatan itu selalu datang ketika dia tidak ada persiapan, jadi setiap kali Delfina pasti akan mengalami rasa sakit itu lagi.


"Bu, apakah kamu mimpi buruk lagi?"


Alex dengan patuh menghangatkan segelas susu ketika dia bangun, kemudian menyerahkan padanya, "Perlukah aku menceritakan cerita padamu?"


Alex terlalu patuh dan dewasa, sehingga membuat dia merasa bersalah dan sakit hati.


Delfina mengusap wajah Alex. "Ibu saja yang menceritakan cerita padamu? Apa yang ingin kamu dengar?"


"Aku nggak mau mendengar cerita, kalau ibu mau mendengarnya, aku bisa menceritakannya untuk ibu." Alex berkata pada Delfina. "Paman sudah menceritakan banyak cerita padaku."


Paman yang dibilangnya adalah kakak kandungnya Delfina. Ketika Delfina melahirkan seorang anak di penjara, kakaknya yang berusaha mati-matian untuk menyelamatkan Delfina dari penjara.


"Ini semua salahku, karena nggak ada waktu menemanimu. Memang Pamanmu lebih baik."


Delfina meminum habis susu, lalu meletakkannya di meja samping tempat tidur, "Besok kan akhir pekan, bagaimana kalau kita dan paman pergi ke taman hiburan?"


Wajah Alex benar-benar mirip dengan Mark, tapi tatapan Mark terlalu dingin, sedangkan Alex berbeda dengannya, tatapan Alex sangat cantik dan sangat lembut.


Alex memahami terlalu banyak hal yang dipahami orang dewasa di usia mudanya, itulah sebabnya dia membuat orang kasihan padanya.


Ketika mendengar mau pergi ke taman hiburan, Alex pun sangat senang. Delfina memeluknya sambil memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam.


Malam masih panjang, kemunculan fajar masih lama.

__ADS_1


...


Ketika esok harinya mau keluar, dia mendandani Alex sampai ganteng, seperti pria kecil yang tampan, tampangnya ini membuat Delfina sangat bangga.


"Pasti nggak ada gadis di dunia yang nggak suka dengan putraku!"


"Aku juga merasa begitu!"


Alex memegang dagunya dengan narsis. "Ini semua salah ibuku, karena dia terlalu cantik, jadi putranya pasti sangat ganteng."


"Sungguh pandai bicara, ayo, kita pergi mencari pamanmu."


Sekarang kakaknya Delfina, Bryan membuka studio desain independen. Kebetulan beberapa hari ini, dia baru saja menerima pesanan besar, jadi tidur pun di studio. Delfina menggendong Alex ke dalam mobil, lalu memakaikannya sabuk pengaman, baru mengendarai mobil menuju studio.


Setelah keluar dari penjara, Bryan pun menjemputnya pulang. Mereka berdua juga mencari tahu kabar orang tua mereka sambil mencari nafkah untuk saling menghidupi.


Delfina yang dulunya adalah wanita berbakat dan sangat luar biasa. Ketika dia masih muda, desainnya telah berhasil menarik perhatian merek terkenal di luar negeri, bahkan memintanya untuk berpartisipasi dalam desain kualitas terbaik musim semi. Kemudian, dia pun semakin terkenal di dunia desain.


Mungkin bertemu dengan Mark adalah malapetaka dalam hidupnya. Dia orang yang sangat bangga berubah menjadi leluconnya.


Hanya dipenjarakan 5 tahun saja, sekarang hanya mulai dari awal saja. Siapa pun jangan berpikir bisa menghancurkan topangan terakhirnya.


Delfina merasa beruntung karena dirinya bukan anak orang kaya yang hanya tahu berfoya-foya, dia sangat berbakat dan pintar, jadi dia bisa memulai kariernya kapan saja.


Mark sudah menghancurkannya lima tahun, jadi jangan harap menghancurkannya lagi!


Ketika mengendarai mobil, Delfina membuka radio, Alex yang di samping pun mengganti siaran, alhasil malah mendengar berita tentang Mark ....


"Menurut orang yang mengetahui masalah ini, Tuan Besar Mark akan datang ke kota Axe di akhir bulan untuk bekerja sama dengan PT. Maple, kedua perusahaan ini terdaftar di pasaran lima tahun lalu, sekarang modal kedua perusahaan ini sangat bagus ...."


Sebelum selesai didengar, Alex langsung mengganti siaran.


Delfina pun tercengang, "Em ... apa kamu nggak suka?"


"Aku nggak suka," jawab Alex tanpa berpikir banyak. "Apa Mark itu ayahku?"


Bagaimana kalau anak terlalu pintar? Bisakah menjadi bodoh setelah dipukul? Menunggu jawaban dengan buru-buru.


Delfina tersenyum, "Kok kamu ...."

__ADS_1


"Kok aku tahu?" Alex menunjuk dirinya. "Ibu, aku pernah melihat wajahnya di laporan berita TV, lalu lihatlah wajahku."


Kenyataan membuktikan bahwa anak yang berusia lima tahun saja tahu jawaban!


Delfina melihat Alex, "Agar kamu nggak dibawa pulang oleh Mark, aku memutuskan membawamu ke luar negeri untuk melakukan operasi plastik di tahun baru ini."


Alex berkata, "Nggak ada gunanya, kalau Tuan Besar Mark itu ingin mengenalku, dia pasti akan memeriksa DNA-ku!"


Astaga! Kenapa putranya bisa begitu pintar, jadi ibu memang memiliki tekanan yang besar.


Delfina terus tersenyum canggung, "Hahahaha, kamu sungguh pintar."


Tak lama kemudian, Alex berkata dengan pelan. "Ibu, jangan khawatir. Aku nggak akan ikut dengannya."


Delfina hampir saja menginjak rem, ketika dia menoleh melihat Alex, tangan yang memegang setir pun gemetar. Lalu, dia berkata, "Kok kamu tiba-tiba mengatakan hal ini?"


Alex menatap serius Delfina sambil berkata, "Aku hanya ingin bersama ibu, yang lain aku nggak mau, sekali pun itu ayahku."


Mata Delfina menjadi merah, "Bocah, siapa yang mengajarimu berkata begitu?"


Alex langsung mengkhianati pamannya. "Paman yang mengajariku cara menghiburmu, katanya kalau berhasil akan memberiku jajan."


Delfina menekan klakson dengan kuat, kakak yang jahat kembalikan rasa terharuku!


20 menit kemudian, mereka bertiga berkumpul di depan taman hiburan, Bryan membawa Alex pergi membeli tiket sehingga meninggalkan Delfina sendirian di sana, sedangkan Delfina hanya melihat mereka dengan senyum.


Saat ini, ada mobil Maybach yang melewati belakang mereka ....


Mark pun tercengang, lalu tiba-tiba memerintah supir, "Berhenti!"


Supir segera menginjak rem, sudah tidak ada bayangan orang di jalan raya yang lebar.


Apa dirinya salah lihat? Kenapa dia tiba-tiba bayangan itu mirip dengannya?


Mark menutup matanya dengan kesal sambil menarik napas dalam, lalu berkata, "Jalanlah."


"Baik ...." Supir menyalakan mobil lagi, Mark bersandar dengan tatapan yang penuh makna.


Sudah lima tahun, kenapa dia masih ingat dengannya?

__ADS_1


__ADS_2