
"Apa katamu? Bella?"
John seperti mendengar sesuatu yang aneh, lalu dia mengerutkan keningnya sambil menatap Denny. "Apa wanita yang disukai Mark?"
Denny akhirnya menyalakan rokok dan mengarahkan ke mulutnya, lalu dia berkata sambil tersenyum, "Iya ...."
Bella tidak sebanding dengan Delfina. Hal itu sudah jelas.
Saat itu tidak ada yang bisa menandingi kecantikan dan bakat Delfina. Dalam hal latar belakang keluarga dan pendidikannya, Bella sungguh tidak sebanding dengan Delfina. Satu-satunya perbedaan mereka adalah wajah polos Bella.
Delfina terlalu sombong, dia selalu menunjukkan tampang wanita angkuh dan tidak pernah bisa menunjukkan tatapan jernih seperti air. Sedangkan Bella berbeda, dia terlihat sangat kasihan dan itu membuat semua pria menginginkannya.
Itu mungkin satu-satunya kelebihan Bella yang tidak dimiliki Delfina ....
Denny melihat punggung Delfina yang mulai menjauh, lalu dia menyipitkan mata.
...
__ADS_1
Alex bertingkah sangat baik di rumah hari ini. Dia membantu para pelayan membersihkan ruang tamu dan juga mengelap vas bunga. Para pelayan itu itu sangat gugup sambil memanggil tuan muda mereka karena takut dia tidak dilayani dengan baik.
Lalu Alex berkata, "Kalian nggak usah memanggilku Tuan Muda, belum tentu juga aku akan tinggal di rumah ini."
Dengan tampang yang menghormati, Bibi Atik berkata, "Tuan Muda jangan berkata begitu, ini rumah tuan muda, 'kan?"
"Bukan," jawab Alex dengan tegas. "Ini bukan rumahku." Dari awal memang bukan rumahku.
Linda dan beberapa teman perempuannya yang baru saja kembali dari luar melihat Alex yang berdiri di pintu dengan pakaian rapi. Mereka mengira dia sedang menunggu dirinya, tapi saat mereka mendekat, raut wajah Alex yang berubah.
Dia berpikir bahwa Delfina datang menjemputnya, nyatanya bukan.
"Alex, kenapa berdiri di luar?"
Linda tampak terkejut, lalu dia segera menuju Alex, "Ayahmu akan pulang sebentar lagi, jadi masuklah."
Alex mengerucutkan bibirnya dan tidak menjawab lagi, dia mengikuti Linda yang masuk ke rumah. Pelayan yang ada di dalam memuji Linda dan berkata bahwa dia sangat bijaksana. Dia menyuruh anak itu tanpa menimbulkan keributan dan bahkan mau membantu melakukan pekerjaan rumah.
__ADS_1
Tetapi tak ada seorang pun yang tahu bahwa dia bukannya bersikap baik, tapi hanya ingin menunggu Delfina membawanya pergi dari sini.
Dia tidak bisa tinggal di tempat seperti ini, bahkan hanya untuk sesaat ....
Saat Mark kembali, Alex sedang menonton kartun di ruang belajarnya. Linda menyambut Mark. Mark tidak mengatakan apa-apa dan hanya bertanya, "Di mana dia?"
Dia yang dimaksud adalah Alex.
Linda menjawab, "Hari ini Alex sangat baik dan sekarang dia sedang menonton kartun di ruang belajarnya. Kamu jangan marah dulu, bagaimanapun juga dia itu anakmu …."
Lihat, 'kan, baru beberapa lama, tapi bocah kecil itu sudah mengganggu suasana hatinya!
Baik apanya? Huh, Mark mencibir. Bocah itu pasti sudah mempersiapkan diri saat menghadapinya nanti!
Dia berjalan ke ruang belajar di lantai dua, mendorong pintu dan melihat Alex yang duduk di dalam. Mendengar suara itu, Alex segera mematikan layar TV. Mark melangkah maju dan meletakkan tangannya di bahu Alex, "Sedang menonton apa?"
Alex membuka jendela Ultraman yang ada di depannya. "Menonton Ultraman …."
__ADS_1
Ah, dia 'kan masih anak-anak, jadi pasti menonton yang seperti itu ... Mark mengerutkan kening saat melihat wajah kecil Alex yang sangat mirip dengannya. Namun, seketika wajah mempesonanya berubah menjadi dingin, dia menghadap Alex dan berkata, "Mulai hari ini aku yang akan merawatmu dan saat ada waktu luang, aku akan mengubah namamu serta margamu."
Alex yang mendengar hal itu langsung mendongak dan menatap Mark, lalu dia berkata, "Tuan Mark, memangnya sudah mengurus prosedurnya? Kalau ingin merawatku, harusnya mengajukan gugatan dengan ibuku."