
Delfina menatapnya dengan kaget, seluruh tubuhnya juga gemetar, seolah-olah tidak menyangka Mark akan berbuat seperti itu …
Memanfaatkan putranya untuk mengancam dan merebut semua dari sisinya.
Delfina berkata pada Mark. "Mark, kamu memang nggak punya hati! Dia itu juga putramu?"
Apa hak dia setiap kali bisa merebut apa pun sesukanya, sedangkan dirinya hanya bisa merasakan jarahannya?
Ketika melihat mata Delfina yang memerah, Mark pun tercengang, tiba-tiba merasa aneh.
Sejak Delfina kembali, perasaan aneh ini semakin sering.
Pria itu menyipitkan mata, baginya perasaan seperti ini tidak baik, seperti rasa waspadanya pelan-pelan dihancurkan seseorang.
Apa dihancurkan oleh Delfina?
Mark menyeringai, kemudian berkata dengan kejam. "Apa kamu sedang berkata masuk akal padaku? Delfina, apa kamu nggak merasa dirimu sangat konyol? Kamu nggak punya hak untuk memutuskan keturunan keluarga kami akan dirawat siapa."
__ADS_1
Delfina tersenyum mengejek. "Iya, tapi aku sudah merawatnya selama 5 tahun, kamu nggak pernah melakukan pengorbanan apa-apa padanya!"
Setelah mendengar ini, Mark pun tertawa.
Ternyata karena hal ini!
Dia mencibir sambil berkata, "Bagaimana kalau aku memberimu 100 miliar sebagai imbalan kamu telah merawat Alex selama 5 tahun. Kalau mau uang, bilang saja. Delfina, ngapain kamu berpura-pura sombong sih?"
Nada bicara itu sudah memandang rendah dirinya. Seolah-olah menganggap dia sebagai wanita yang menjual anak yang telah dirawatnya.
Delfina tidak mengatakan apa-apa, hanya menatapnya saja.
Dia berdiri, tapi senyumnya sudah menjadi dingin, sepasang mata yang berbinar juga sangat dingin. Kalau tatapan bisa berubah menjadi pisau tajam, dia pasti akan memotong Mark.
Dia membuka bibirnya yang menawan. "Tapi 100 miliar sedikit sekali, kukira orang seperti Tuan Muda Mark akan memberi uang banyak demi putranya, aku saja sudah menyiapkan diri untuk menerima uang triliunan, ternyata baru 100 miliar …"
Delfina menggelengkan kepala sambil mencibir. Lalu, dia melihat ekspresi Mark telah berubah, bahkan berdiri dan berkata, "Delfina … wanita semacammu …"
__ADS_1
"Tuan Muda Mark sebaiknya jangan suka pada wanita sepertiku!"
Delfina menyipitkan mata sambil tersenyum dingin. Meski hatinya masih merasa sakit, tapi rasa sakit itu tidak termasuk apa-apa lagi. 5 tahun lalu, rasa sakit yang lebih parah dari ini, dia pun bisa melewatinya.
Mark, kalau di matamu aku adalah wanita begitu, maka aku akan menuruti kemauanmu. Mulai hari ini, di antara kita hanya ada dendam, tidak ada perasaan apa pun lagi!
"Ingat segera transfer uang itu, dengan begitu aku bisa mempertimbangkan mau memberikan Alex padamu atau gak. Kalau gak, aku akan merasa kamu nggak sanggup membesarkan putra kesayanganku …" Dia tersenyum menawan. Sebelum pergi, dia melihat ekspresi marah Mark, lalu tersenyum lebih dalam.
Mark, kamu masih sama seperti 5 tahun yang lalu, meskipun kamu tetap unggul dan ganteng, tapi sayangnya hatimu masih sama seperti 5 tahun yang lalu.
"Kamu sungguh kejam … Mark."
Sebelum pergi, Delfina berkata seperti itu, sehingga membuat Mark tercengang dan melihat Delfina pergi begitu saja.
Delfina pergi dengan tegak, seperti dia keluar dari kegelapan di 5 tahun lalu, dia selalu sendirian.
Dia tidak mengandalkan siapa pun, Mark mengerti kalau Delfina punya kebanggannya sendiri, jadi dia tidak mungkin membiarkan dirinya yang berbakat mengandalkan pria untuk sukses.
__ADS_1
Hanya saja, seberapa sulit baginya untuk melewati kehidupannya saat ini, setelah dia keluar dari penjara?