
Di dalam bangsal yang sepi, Delfina membuka matanya. Cahaya yang samar masuk ke dalam matanya, kemudian berangsur-angsur menjadi normal.
Dia melirik ke sekeliling, hingga ada orang yang membuka pintu dari luar dan masuk, dia baru tersentak.
Mark berdiri di depan pintu. Ekspresi di wajahnya tidak jelas. Saat melihat wajah Delfina, mata Mark penuh dengan perasaan yang sulit diungkapkan, pada akhirnya menjadi menghilang dalam tatapan yang suram itu.
Delfina menatap Mark dengan bengong dan tanpa mengatakan apa pun.
Dulu pernah memikirkan segala gambaran saat bertemu dengan mantan kekasih. Dunia ini terlalu kecil, orang yang pernah dicintainya setengah mati akan bertemu di suatu hari. Namun, Delfina tidak menyangka Mark akan memperlakukannya seperti ini.
Mark menggunakan cara yang sadis, membuatnya ke dalam jurang keputusasaan lagi.
Saat melihat Delfina terdiam, Mark tahu bahwa dia tidak ingin berbicara dengannya. Mark mau tidak mau berdeham, lalu berkata, "Kamu sudah bangun."
Delfina menatapnya dengan dingin dan tidak bicara sepatah kata pun.
Mark berjalan kemari. Dia menjulurkan tangan mengangkat dagu Delfina. Saat melihat tatapan Delfina yang penuh dengan kebencian, Mark bahkan tiba-tiba merasa sakit hati yang tidak jelas.
"Kenapa, ngambek padaku?"
Mark tertawa, bagaikan senyuman iblis yang membuat orang ketakutan, "Delfina, aku seharusnya mencekik mati kamu pada lima tahun yang lalu, kamu seharusnya merasa beruntung, karena membuatmu terus hidup hingga sekarang dengan nyawa rendahanmu itu."
Saat mendengar ucapan Mark, Delfina seperti mendengar lelucon. Dia tertawa terbahak-bahak, "Iya, aku harus berterima kasih padamu karena telah mengampuni nyawa rendahanku ini!"
"Kamu merasa sedih?"
Mark juga tersenyum dingin, lebih ironis dari Delfina.
"Kenapa sedih?" Delfina menyipitkan matanya. Wajahnya masih tampak lesu, tetapi sepasang matanya tajam bagaikan pisau beracun dan sangat silau.
Di bawah tatapan itu, Mark bahkan merasa dirinya tidak bisa bernapas.
Delfina tersenyum menawan pada Mark, seolah dunia tak berwarna, "Mark, aku tidak bermaksud untuk berterima kasih padamu! Lima tahun yang lalu, kamu telah menghancurkan kehidupanku, lima tahun kemudian, kamu bahkan masih ingin membunuhku?! Di kehidupan sebelumnya aku pasti melakukan dosa besar, sehingga dihancurkan olehmu pada kehidupan ini!"
Saat mendengar ucapan Delfina, Mark semakin menekan dagunya dengan kuat, "Kamu masih ingin menyangkal? Kematian Bella …."
"Bagaimana kalau kematian Bella tidak ada hubungannya denganku?"
Delfina tertawa gila, seolah dunia ini tidak ada hal yang bisa membuatnya bertahan di sini, seolah tidak ada jalan untuk kembali. Delfina berseru pada Mark, "Mark, aku hanya ingin bertanya padamu, kalau kematian Bella tidak ada hubungan denganku, maka hutangmu padaku, apakah kamu bisa membayarku dalam kehidupan ini?!"
Jika kematian Bella tidak ada hubungannya denganku, apakah kamu bisa membayarku dalam kehidupan ini?!
Pupil mata Mark menyusut. Dia bahkan melepaskan Delfina tanpa terkendali. Dia mundur ke belakang dan menatap Delfina dengan sulit dipercaya, "Apa yang kamu katakan?"
Delfina tiba-tiba berkata dengan nada yang rendah, seolah dia telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan tadi, "Mark, aku tidak membencimu, karena aku merasa kamu sudah begitu kasihan, aku membencimu atau tidak sudah tidak ada artinya lagi."
__ADS_1
Saat dia mendongakkan kepala, mata yang penuh rasa cinta terhadap Mark di masa lalu menjadi kosong dan tidak meninggalkan sedikit perasaan apa pun, semuanya telah ditelan oleh kebencian pada lima tahun yang lalu.
Mark sangat emosi hingga menjadi tertawa. Saat emosi, wajahnya bahkan lebih tampan. Mark memiliki modal membuat seluruh wanita di kota menjadi tergila-gila. Lima tahun yang lalu, dia juga pernah cinta mati padanya bagaikan ngengat yang terbang ke api, tetapi dia tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya. Meskipun rasa simpati, Mark juga malas untuk memberinya.
Delfina menggelengkan kepala seperti menertawakan dirinya, lalu berkata, "Aku tidak menyesal, aku juga tidak membencimu. Bukankah hanya penjara lima tahun saja? Setelah keluar, aku juga masih bisa hidup dengan baik. Tanpa kamu aku juga bisa hidup."
"Terserah kamu bagaimana menyelidikinya atau mengungkit masa lalu. Aku beri tahu kamu Mark …."
Saat mendongakkan kepala, sepasang mata Delfina menjadi tajam dan dingin. Mark seperti melihat nona besar Keluarga Caresta yang cantik dan angkuh pada saat itu. Meskipun keluarganya telah runtuh, Delfina masih tetap memiliki keangkuhan dan kesombongan yang tidak bisa dimusnahkan
Mulut Delfina terbuka dan tertutup berbicara dengan Mark …
"Aku beritahu kamu, lima tahun yang lalu, aku tidak menyesal sama sekali telah menjatuhkan abu Bella di depan semua orang, sebab dia telah membuat keluarga menjadi runtuh. Aku dimarahi oleh orang-orang, karena dia. Aku disiksa setengah mati dan hidup sengsara di penjara selama lima tahun, karena dia, orang yang telah mati! Untung dia telah mati, jadi aku memecahkan kotak abunya tidaklah keterlaluan sama sekali! Aku beri tahu kamu, kalau dia masih hidup, aku juga akan membuatnya menjadi abu!"
"Kamu berani!" Mark sangat marah dan menampar Delfina, lalu berkata dengan suara yang gemetar, "Delfina! Kamu berani! Kamu bahkan berani mengatakan hal seperti ini!"
Rasa sakit bahkan tidak membuat Delfina mengalirkan air mata, mala membuatnya tertawa semakin dalam, bagaikan bunga poppy yang indah. Senyumannya sangat menawan.
"Iya! Aku memang berani! Orang yang telah mati, membuatku menanggung kehidupan yang tidak adil ini. Mark, kalau kamu pernah berdiri diposisiku, maka aku tidak akan menjadi seperti ini! Aku beri tahu kamu, aku tidak pernah menyesali hal yang pernah aku lakukan pada Bella. Aku hanya khawatir, kamu akan membenci dirimu saat mengetahui kebenaran dan menyadari bahwa kematian Bella tidak ada hubungannya denganku!"
Mark merasa merinding karena ucapan Delfina ini. Namun, saat Bella didorong jatuh, dia juga ada di sana. Dia bagaimana mungkin salah melihat? Delfina lah yang melakukannya!
"Jangan berpura-pura seperti orang tidak bersalah di sini, kalau kamu ingin mengatakannya, kamu juga telah mengatakannya pada lima tahun yang lalu!"
"Apakah kamu memberiku kesempatan untuk mengatakannya?"
"Aku hanya mencintai Bella. Menikahimu hanya karena kamu naik ranjangku!"
Mark akhirnya tidak bisa menahan amarahnya, lalu berseru, "Dulu, kamu yang naik ke atas ranjangku!"
"Benarkah? Kamu beranggapan seperti ini? Apakah kamu benar-benar telah melupakan semuanya?!" Delfina tertawa hingga sekujur tubuhnya gemetar. Suara tawanya bahkan menjadi hancur, "Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa … mencintai seseorang terlalu dalam hanya akan menyakiti diri sendiri!"
Mark, anggap saja semua pengorbananku untukmu hanyalah sebuah lelucon. Jika semuanya bisa diulang kembali, aku pasti tidak akan memilih untuk bertemu denganmu!
Dia menyesal, sangat menyesal. Mark, aku hanya berharap kamu akan menyesali segala perbuatanmu!
"Aku tidak takut kamu memperlakukanku seperti ini, aku hanya khawatir kamu akan menyesal di suatu hari nanti."
Setelah mengatakannya, Delfina menunjuk pintu bangsal, lalu meneriaki Mark, "Keluar!"
Kebencian di dalam matanya begitu jelas. Dia bilang tidak membenci dan tidak masalah, tetapi kenyataannya, karena terlalu benci maka merasa memaafkannya atau tidak sudah tidak ada bedanya. Kebenciannya terhadap Mark sangat dalam. Saat Mark memenjarakannya pada lima tahun yang lalu, Delfina sudah menghapus semua rasa cinta dan penantian terhadap Mark.
Dalam perjalanan ini, kamu telah menghancurkanku, membuatku sengsara di dalam jurang maut.
Mark, aku tidak mau penebusanmu, aku mau mengutukmu. Aku berharap kamu tidak akan mendapatkan orang yang kamu cintai dalam kehidupan ini!
__ADS_1
Delfian tertawa terbahak-bahak, ada perawat yang mendengar suara ini dan segera masuk. Saat melihat Delfina seperti ini, perawat segera maju untuk menekan Delfina dengan kuat. Delfina meronta dan mendorong perawat ke lantai.
Perawat menjerit, tiba-tiba di koridor menjadi banyak orang, bahkan ada orang yang berteriak ….
"Obat penenang, obat penenang!"
"Kondisi pasien di bangsal V02 sangat tidak normal!"
"Cepat! Dokter dan petugas keamanan segera kemari!"
"Jangan menyentuhku! Keluar! Keluar semuanya!"
Begitu ada orang yang maju, Delfina langsung melempar barang-barang, seperti gelas, vas bunga, kursi dan semua barang menjadi alatnya untuk melukai orang lain dan melindungi dirinya sendiri.
Delfina menangis sambil tertawa, "Enyah! Enyah semuanya!"
Mark berteriak, "Delfina! Kamu sudah gila!!"
Ucapan ini bagaikan pisau tajam yang menusuk ke tubuhnya dan menembus ke jantungnya. Rasa sakit di dada menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat napasnya menjadi sesak.
Sepasang mata wanita menjadi memerah dalam kegilaan. Dia tiba-tiba berlutut pada Mark dan mengetuk kepalanya dengan kuat.
"Mark, kamu lepaskan aku, aku mohon padamu … lepaskan aku!"
"Aku telah dipenjara selama lima tahun, aku sekarang tidak mirip manusia maupun hantu. Kamu lihat aku! Lihatlah tampangku sekarang!"
Tiba-tiba ada rasa sakit yang tak terlukiskan mulai menyebar dari hatinya. Sekujur tubuh Mark bergemetar dan menatap wanita di depan ini dengan bengong.
Lima tahun yang lalu, Delfina adalah nona besar Keluarga Caresta yang angkuh dan sombong. Lima tahun kemudian, dia menjadi wanita gila yang memiliki catatan kriminal.
Sekujur tubuh Mark bergemetar. Wajah tampannya juga dipenuhi dengan rasa sakit menyayat hati yang melonjak dari jiwanya. Rasa sakit membuat Mark mengerutkan alisnya, "Delfina … kamu kenapa?"
Dia tiba-tiba teringat dengan bekas luka di tangan kanan Delfina yang bergaris-garis. Seberapa putus asanya seseorang hingga memiliki nyali melukai tangan kanan yang paling berharga?
Delfian adalah seorang desainer. Dia lebih menghargai sepasang tangannya ini dari siapa pun. Ini adalah kebanggaannya dan kemuliaannya. Akan tetapi, orang seperti dia … malah memilih untuk menghancurkan tangan kanannya yang paling penting. Hal apa yang telah dialaminya, sehingga tidak bisa menahan kenyataan dan menuju kematian.
Semua orang terkejut. Kenapa Delfina menjadi seperti ini? Begitu rapuh, sensitif dan gila …. Apa yang telah dia alami dalam penjara?
Siapa yang telah menghancurkannya menjadi seperti ini dalam lima tahun ini?
Mark tiba-tiba tidak berani menanyakan jawabannya. Dia takut dirinya adalah … dalang yang membuat Delfina menjadi orang tak waras.
Tidak, Delfina … Delfina begitu mencintai dirinya, bagaimana mungkin ….
Petugas medis yang profesional berlari masuk dan menekan Delfina satu persatu, sedangkan petugas keamanan berdiri di samping untuk menjaga ketertiban. Ada orang yang membantu perawat yang terluka barusan untuk berdiri. Seketika, bangsal menjadi sangat bising dan beberapa orang yang ingin masuk untuk melihat.
__ADS_1
Mark didorong ke samping oleh orang-orang. Dia melihat Delfina ditikam ke atas kasur pasien oleh orang dengan terkejut. Jarum suntik yang berisi obat penenang menusuk ke lengan Delfina. Kemudian, pupilnya melebar, matanya terpejam dan tidak sadarkan diri.