Kau adalah Hidupku

Kau adalah Hidupku
Episode 4


__ADS_3

Hari ini Alex bermain dengan senang di taman bermain, dibandingkan dengan tampak dia yang dewasa sehingga membuat orang sakit hati, tampaknya sekarang lebih mirip seperti anak-anak yang tertawa dengan senang, seolah-olah tidak ada kekhawatiran apa pun.


Setelah mereka bertiga selesai bermain, mereka pun pergi ke tempat parkir. Delfina menggendong Alex menunggu di depan pintu parkir untuk menunggu kakaknya keluar. Sosok tinggi dan ramping itu menarik perhatian pemilik mobil Maserati, pemilik mobil itu juga menekan klakson padanya beberapa kali, "Wanita cantik, maukah ikut kuantar pulang?"


Delfina tersenyum pada pria ganteng yang di dalam mobil, tapi sebelum dia berbicara, Alex yang di dalam pelukannya duluan berkata, "Nggak usah, ada yang mengantar ibuku pulang kok."


Bocah ini memang nakal!


John baru saja ingin mengatakan sayang sekali wanita cantik sepertinya sudah menikah dan punya anak. Tetapi, ketika melihat wajah Alex, dia pun tercengang!


Dia menjulurkan kepalanya keluar dari jendela mobil, lalu melototi Alex itu, "Bocah, apa yang kamu katakan?"


Kok anak ini mirip sekali dengan Mark!!!

__ADS_1


Apa aku tidak salah lihat?! Kok tiba-tiba muncul anak yang begitu mirip dengannya?! Mungkinkah ini hasil cinta dulu Mark?!


John pun melihat ke wajah Delfina, kali ini, dia sudah ingat siapa wanita itu!


Lima tahun lalu, sebelum dia datang ke Kota Bench, dia pernah mendengar peristiwa besar, Tuan Besar Mark kota Bench memasukkan istri sendiri ke penjara tanpa memedulikan kebenaran.


Siapa istrinya? Nona Besar Keluarga Caresta, si Delfina yang berbakat dan angkuh itu!


Ketika John masih melamun, mobil Bryan yang di belakang sudah melaju ke tempatnya, lalu dia menekan klakson ketika melihat John mengadang jalan. Kali ini, dia baru tersadar, lalu memelototi Alex dengan marah.


Oleh karena itu, John pun memotret satu foto, kemudian segera pergi. Melalui kaca spion, dia melihat Delfina masuk ke mobil di belakangnya, jadi dia mengingat nomor BK mobil itu, lalu dia mengirim pesan untuk teman baiknya.


John: Mark, Mark! Apa kamu ada anak yang terlantar di luar sana?

__ADS_1


Mark: Apa kamu mabuk, ya?


John langsung mengirim foto Delfina menggendong Alex di tengah jalan. Delfina sangat tinggi, ramping, rambut juga ditiup angin malam dan berdiri di bawah cahaya matahari terbenam. Sedangkan anak yang digendongnya sangat ganteng dan tampaknya sangat tenang.


Beberapa detik kemudian, Mark pun menelepon, lalu John langsung mendengar suara marahnya begitu mengangkat telepon, "Di mana kamu melihatnya?"


"Taman Bermain Ans!" John pun memberitahunya nomor BK mobil tadi agar Mark bisa menemukan informasi melalui nomor BK itu. Kemudian, John berkata, "Mereka sudah naik ke mobil! Setelah melihat, aku merasa tercengang, kemudian baru teringat dengan hal itu. Aku bilang padamu ya, bocah itu benar-benar mirip dengan ibunya, jadi aku nggak percaya itu bukan putramu."


Mark langsung menutup teleponnya, lalu mengutus orang untuk memeriksa lokasi BK mobil itu. Tangan Mark menggenggam erat ponselnya, ekspresi pun berubah menjadi sangat mengerikan, tidak tahu itu karena antusias atau marah.


Delfina! Beraninya kamu diam-diam melahirkan anakku!


Sudah lima tahun, tapu dia tidak tahu kalau dia ada anak dengan Delfina! Selama ini, dia hanya menginginkan anak dengan Bella, tapi anak itu tidak bisa kembali lagi ... bahkan Bella juga tidak bisa kembali lagi ....

__ADS_1


Sebenarnya kapan Delfina melahirkan anak itu? Apa saat di dalam penjara?


Saat terpikir dengan penjara, tatapan Mark pun menjadi dingin. Sudah lima tahun ... Delfina sudah dipenjara selama lima tahun.


__ADS_2