
Selesai makan, Winda pun langsung membereskan piring-piring sisa makan mereka sementara Sean ia langsung kembali ke tempat tidur dengan sendiri.
"Sayang kemarilah biarkan saja piring itu"panggil Sean dari tempat tidur.
"Iya sebentar"jawab Winda dari dalam kamar mandi . Setelah selesai dengan piring kotor Winda pun keluar lalu meletakan piring yang sudah ia cuci di meja dekat pintu kamar.
"Kemarilah sayang temani aku tidur"ucap Sean yang sudah berbaring di tempat tidur.
Winda pun mendekat ke Sean lalu duduk disebelah Sean, "Kenapa sih kok manja banget?"ucap Winda sambil membelai rambut Sean.
Sean pun memeluk Winda yang sedang duduk, "Aku hanya mau dekat denganmu saja"
Winda pun membelai Sean dan Sean pun bangun lalu duduk di sebelah Winda.
"Sayang kemarilah!"perintah Sean.
"kenapa?"
"Kemari saja nanti juga tau!"
Winda pun mendekat ke Sean dan Sean pun,
Cup
Sean mencium bibir Winda, awalnya Winda kaget dengan perilaku Sean tetapi lama-kelamaan ciuman untu berubah menjadi lum@tan dan Winda pun membalasnya.
"Nakal!"ucap Winda yang terlepas dari ciuman itu.
"Nakal sama istri sendiri kan tidak apa-apa"jawab Sean dengan tersenyum manis.
Sean menatap mata Winda dalam-dalam, "Kenapa kamu menatapku seperti itu??"
"Sayang ....?!?"
"Kenapa.... ??"
"Aku boleh memintanya Sekarang tidak?!?"
Winda pun terdiam .... Maksud mas Sean apa, jangan-jangan.... "Minta apa ...?"
Sean pun tersenyum lalu mendekat ke Winda, "Apa boleh aku meminta hak ku sebagai suamimu?!?"bisik Sean ditelinga Winda.
Mendengar hal itu, Winda pun langsung terkejut lalu menatap Sean yang tengah tersenyum kearahnya.
"Gimana sayang, boleh enggak??"
__ADS_1
Winda pun menatap Sean lalu mengangguk, "Itu tandanya boleh kan?"tanya Sean.
"Iya....!!"jawab Winda lirih.
Sean pun langsung mendekat ke Winda lalu naik dan menindih tubuh Winda.
"Tapi janji dulu!!!"
"Janji apa sayang, nanggung Lo aku udah pengin sekarang?"
"Jangan terlalu kasar dan jika kamu tidak sanggup jangan dipaksa"
"Kenapa memangnya sayang"
Winda pun membelai wajah Sean, "Mas, kamu kan belum sembuh total dan aku takut jika kamu memaksanya maka akan berpengaruh pada kesehatan kamu"
Sean pun terdiam, "Lalu apa aku masih bisa memiliki anak??"
"Kalau soal itu aku tidak yakin mas, besok kita periksa ke dokter aja ya"
"Baiklah tapi aku tetap mau kamu sekarang"
"Lakukan saja asal jangan dipaksa jika sakit". Sena pun mengangguk lalu langsung mencium bibir Winda dan tangannya mulai membukan pakaian Winda.
10 menit berlalu, Sean masih bergulat pada bagian bibir Winda tetapi tangan Sean sudah berhasil melepaskan baju bagian atas Winda. Setelah pakaian Winda terlepas, tangan Sean pun langsung merem@s kedua gunung kembar Winda.
"Keluarkan saja Sayang aku suka suaramu". Ciuman Sean pun berpindah ke leher jenjang nan putih milik Winda. di leher Winda Sean membuat banyak tanda merah disana.
"Mas.... geli... ahhhh .. emmm". Sean pun makin tergila-gila mendengar suara desakan dari Winda, setelah puas membuat tanda di leher jenjang Winda, Sean pun berpindah ke gunung kembar Winda lalu melahap habis milik Winda itu dan Winda semakin merasa geli akibat ulah Sean lalu meremas rambut Sean untuk menahan rasa geli yang dibuat oleh Sean.
Bermenit-menit pun berlalu dan di seluruh kamar Sean dan Winda pun terdengar suara desahkan dari kedua pasangan pasutri yang melakukan malam pertama itu ya walau mereka melakukan bukan pada malam pertama. Winda pun meremas rambut Sean, Sean pun masih ******* dua gunung kembar Winda itu dan tangan Sean pun mulai turun ke bagian inti Winda, ia pun mulai membuka celana yang dikenakan Winda.
"Mas... emmm.. pelan-pelan"
Sean pun tak peduli dengan keluhan Winda, tangan Sean pun mulai berpindah ke area inti Winda. Tangan Sean mulai mengelus area inti Winda dan lama kelamaan tangan Sean pun masuk kedalam inti Winda.
Jleb
"Ahhh... mas sakit... emm"
"Tahan sayang... ". Sean pun masih bermain di dua gunung kembar tetapi tangan Sean sudah bergerak maju mundur di area inti Winda. Beberapa saat kemudian Sean mulai melepaskan semua pakaian yang ia kenapa, setelah terlepas,"Aku mulai sekarang ya sayang"bisik Sean dan Winda pun mengangguk.
Sean pun membukan kedua paha Winda lebar-lebar lalu menarik kakinya untuk semakin mendekat lalu,
"Arrggghh... "teriak Sean kesakitan.
__ADS_1
"Mas kamu kenapa??"ucap Winda panik. Saat Sean ingin menyatukan miliknya dengan milik Winda tiba-tiba ia merasa sakit yang luas biasa.
"mana yang sakit mas... "ucap Winda pasnik, winda pun langsung bangun lalu membantu Sean.
"Sayang.... kenapa sakit sekali"ucap Sean menahan rasa sakit itu.
Winda pun langsung memeriksa bagian Sean yang sakit, "Aku akan memeriksanya kamu tahan dulu ya"
Winda pun bangkit lalu mengambil sebuah alat dari lemari lalu memeriksa bagian sakit di tubuh Sean.
"Mas sepertinya kita tunda dulu saja melakukan itu, aku takut terjadi apa-apa denganmu"
"Tidak sayang aku mau melakukannya sekarang"ucap Sean sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Mas mengertilah, kita tunda dulu saja ya besok aku akan membawamu ke dokter aku takut terjadi hal yang lebih buruk jika dipaksa... "jelas Winda sambil menangis.
"Tapi sayang.. "
"Mas please, aku sangat takut mas, saat kita melakukannya tadi tubuhmu saja tidak bisa terangsang dengan baik mas dan itu menyebabkan punyamu tidak bisa bangun itu akan sangat berbahaya mas, kita tunda dulu ya aku akan ambil kompres lalu mengompresnya supaya tidak sakit lagi ya"
"Aku ambil es batu dulu ya kamu tahan dulu"
"Cepat sayang!!". Winda pun langsung bangkit lalu memakai semua bajunya kembali lalu langsung pergi keluar kamar.
Di luar kamar, Winda langsung berlari menuju dapur. Saat Winda berlari menuju dapur tidak ada siapa-siapa yang melihat Winda, ia pun langsung masuk ke dapur lalu membuka kulkas lalu mengambil es sebanyak mungkin dan membungkusnya ke sebuah kalian lali bergegas pergi.
"Nona kenapa"tanya salah satu kamar.
"Tidak apa-apa bik saya cuma ngambil es batu"jawab Winda dan langsung berlari masuk ke lif.
Di lantai atas, setelah lifnya berhenti Winda pun langsung berjalan cepat karna ia tak ingin kedua orang tua Sean mengetahui ia sedang berlari dan takutnya ia akan kena marah lagi.
Ceklek
Winda pun langsung membukan pintu lalu masuk dan menguncinya kembali.
Winda pun langsung naik ke atas kasur, "Tahan ya mas aku kompres dulu". Winda pun langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Sean lalu mengompresnya.
"Sayang apa ini akan sakit terus"Ucap Sean sambil menahan rasa sakit.
"Tidak mas, sebentar lagi pasti sembuh kamu tahan ya besok aku akan mengbawamu kerumah sakit untuk diperiksa". Winda pun mengompres area sakit Sean dengan hati-hati dan lama kelamaan rasa sakit itu pun mulai hilang.
"Mas masih sakit enggak??"
"Enggak sayang udah mendingan"
__ADS_1
"Yaudah kamu istirahat sekarang ya, aku akan memakaikan kamu baju". Setelah Sean tidak merasa sakit lagi Winda pun langsung memakaikan baju Sean lalu menyelimuti Sean dan menyuruh Sean untuk istirahat dan tidur.