Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 35


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini Sean ingin pergi ke perusahaan. Sean bangun sendiri disaat Winda sedang di dalam kamar mandi. Sean pun bangun lalu berpindah ke kursi rodanya sendiri lalu mendorong kursi rodanya mencari Winda.


"Winda"panggil Sean karna mendengar suara air dari dalam kamar mandi.


Winda pun membuka pintu kamar mandi, "Mas Sean sudah bangun"ucap Winda yang keluar dengan pakaian santai tetapi sudah mandi.


"Sudah sayang"


"Yasudah, mas Sean mandi ya aku akan siapkan airnya"Winda pun masuk kembali kedalam kamar mandi lalu menyiapkan air untuk Sean mandi sedangkan Sean memilih untuk menunggu sambil melihat-lihat hpnya.


Setelah air sudah siap Winda pun keluar lalu memanggil Sean untuk mandi. di dalam kamar mandi Winda membantu Sean mandi walaupun sebenarnya Sean bisa mandi sendiri.


"Mas Sean yakin mau ke kantor?"


"Tentu Winda, jika aku tidak pergi siapa lagi yang akan mengurus perusahaan aku takut ada orang jahat yang mengambil perusahaan itu"


"Dari aku kecil aku sudah diberikan tanggung jawab yang besar oleh kakekku, dulu perusahaan itu langsung diberikan untukku buat papah karna kakek lebih percaya aku bisa mengurusnya dan saat aku usia 17 tahun perusahaan itu sudah resmi menjadi milikku jadi sekarang perusahaan itu adalah tanggung jawabku, kamu tenang aja sayang aku bisa menjaga diriku sendiri, aku akan menunjukkan kepada mereka kalau aku mampu dan bisa mengurus perusahaan itu"


"Ingat juga jangan pernah keluar dari rumah ini sendirian saat aku tidak berada dirumah"


"Iya mas Sean aku janji nggak akan keluar"


"Bagus kalau begitu, nanti ada 2 bodyguard perempuan dan 3 laki-laki yang khusus aku pekerjaan untuk kamu suruh sesukamu, jika kamu ngidam sesuatu kamu bisa menyuruh mereka untuk mencarinya, dan dirumah ini ada sekitar 30 bodyguard yang menjaga keamanan dan 15 pembantu yang membersihkan rumah jadi kamu tidak perlu bekerja lagi"

__ADS_1


"iya mas"


Setelah semuanya siap, Winda dan Sean pun turun kebawah untuk sarapan pagi lalu bersiap-siap untuk berangkat.


"Mas Sean hati-hati ya dijalan, nanti siang aku akan datang membawa makanan"


"Iya sayang, ayo pergi dulu ya jaga diri kamu dan anakku"


Sean pun berpamitan dengan Winda lalu masuk kedalam mobil dan mulai pergi menuju perusahaan miliknya. Sesampainya disana, ini pertama kalinya lagi Sean kembali ke perusahaan setelah ia dinyatakan lumpuh. Di hati Sean memang sedikit ragu untuk masuk, ia yakin banyak orang yang akan menentang keberadaan Sean karna kondisi fisiknya, seorang CEO perusahaan terkenal haruslah memiliki tubuh sempurna. Sean pun membuat semua pikiran negatifnya lalu turun dengan bantuan sopir dan masuk dengan bawahannya yang mendorongnya.


Saat Sean mulai masuk kedalam gedung, seluruh pandangan menuju kearah Sean. banyak karyawan yang mulai berbisik-bisik menceritakan keburukan Sean dan Sean pun berusaha untuk tidak memperdulikannya di pikirannya hanya ada satu tujuan yaitu merebut kekuasaan yang seharusnya miliknya.


Setelah berjalan dengan mendengarkan cacian dari para karyawan, Sean pun sampai di ruangan CEO. Sean pun duduk di bangku kebesarannya.


"Kakek maafkan Sean karna tidak menepati janji Sean untuk menjaga perusahaan ini, kali ini Sean berjanji Sean akan menjaga peninggalan kakek ini, tidak akan Sean biarkan perusahaan ini jatuh ketangan yang salah, doakan Sean kek semoga Sean kuat menerima hinaan mereka"Sean pun berusaha menguatkan diri dengan terus tertuju dengan tujuan awalnya. Setelah merasa tenang, Sean pun memanggil sekertaris ayahnya untuk mengirim semua berkas-berkas yang menumpuk.


Karna lama perusahaan ini tidak diurus oleh Sean dan digantikan oleh ayahnya membuat perusahaan ini sedikit menurun, banyak berkas-berkas yang harus Sean kerjakan. dengan kelincahan dan kecerdasan Sean pun mulai mengerjakan semuanya dan membuat banyak pertemuan dengan klain penting untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum selesai.


Berjam-jam berlalu, Sean masih fokus dengan pekerjaannya. saat Sean tengah fokus ada seseorang datang mengetuk pintu ruangannya dan orang itu pun masuk.


"Ada apa?"tanya Sean yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Semua jadwal pertemuannya sudah saya atur tuan, 10 menit lagi tuan ada pertemuan dengan perusahaan A di hotel milik tuan"ucap sekertaris ayah Sean.

__ADS_1


"Baiklah siapkan semuanya"Sekertaris ayah Sean pun pergi untuk menyiapkan semuanya dan Sean pun juga menyelesaikan pekerjaannya itu lalu setelah 5 menit kemudian Sean pun berpindah ke kursi rodanya dan berjalan keluar menemui sekertaris lalu pergi menemui klain.


"Selamat Siang tuan"ucap Sean yang baru datang.


"Siang"jawab klain Sean lalu berdiri menatap Sean.


"Jadi anda yang menggantikan Tuan Andree sekarang?"


"Perusahaan itu memang milik saya jadi siapa lagi memangnya?"


"Ya perusahaan itu memang milikmu tapi apa kau yakin bisa mengurusnya sekarang, jika kau tidak sanggup aku bisa membantumu"


"Terimakasih tapi saya masih bisa mengurus perusahaan saya sendiri"


"Dari pada anda terus memikirkan kehidupan saya lebih baik anda urus saja kehidupan anda"


"Dan soal proyek kerja dengan perusahaan saya, saya serahkan semuanya kepada anda, jika anda menolak anda sendiri yang rugi jika anda menerimanya itu keputusan yang tepat dan anda akan mendapat keuntungan besar, tapi Ingan jangan coba-coba untuk berusaha mengkorupsi dana proyek ini jika kau tidak ingin perusahaanmj bangkrut"Setelah berbicara panjang lebar Sean pun langsung pergi begitu saja tanpa duduk sedangkan klain Sean itu berusaha membalas ucapan Sean tetapi Sean tak peduli dan pergi begitu saja dan membuat klain itu terpaksa untuk menyetujui kerjasama dengan Sean jika tidak mau rugi.


Siang hari tepat 1 jam sebelum jam makan siang, dirumah Winda sedang bersantai di taman belakang rumah dengan mengemil beberapa buah.


"Satu jam lagi kan jam makan siang, aku yang masak atau suruh pembantu aja ya?"ucap Winda pada dirinya sendiri.


"Sebenarnya aku malas sekali untuk masak tapi disisi lain aku ingin sekali membuatkan makanan untuk mas Sean"

__ADS_1


"Yasudahlah masak saja, yang simpel-simpel saja yang penting gizinya lengkap"Winda pun mengakhiri mengemilnya itu lalu pergi kedapur untuk memasak. di dapur tentu para pembantu tidak mengizinkan Winda untuk memasak tapi Winda terus memaksa dan akhirnya Winda bisa memasak tapi dibantu orlh para pelayan. Setelah selesai memasak Winda pun menatap makanannya dan tak lupa memasukan obat-obat untuk Sean lalu pergi menuju perusahaan Sean. Winda tidak pergi sendirian, Winda pergi dengan 5 bodyguard sewaan Sean dan Winda duduk di bangku tengah sambil mengemil makanan yang ia bawa dari rumah, dimasa kehamilannya yang muda ini membuat Winda ingin sekali terus mengemil makanan ringan dan ia selalu saja membawa makanan kemanapun ia pergi.


__ADS_2