Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 33


__ADS_3

Sampai dirumah sakit, kedua orangtua Sean dan yang lainnya pun dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa lebih lanjut. Selama pemeriksaan Sean terus berusaha memaksa untuk masuk dan bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi Winda terus menahan Sean agar tidak masuk supaya dokter bisa memeriksa lebih dalam tanpa gangguan.


"Winda mamah dan papah pasti baik-baik saja kan... "ucap Sean dipelukan Winda.


"Mereka pasti baik-baik saja mas, kamu jangan khawatir lebih baik kita berdoa jangan seperti ini"jawab Winda. Sean pun hanya bisa menangis di pelukan Winda dan Winda terus berusaha untuk menenangkan Sean.


20 menit kemudian, dokter pun keluar dari ruangan itu.


"Dokter bagaimana"tanya Winda sambil membantu Sean untuk membenarkan posisinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka nona dan tuan"ucap dokter itu.


"Kami tidak tau dokter, kami baru saja datang dan kami mendengar ada suara tembakan lalu kami melihat mereka sudah seperti itu"jelas Winda.


"Nona, banyak sekali peluru yang bersarang di tubuh mereka. karna terlalu banyak peluru dan mengeluarkan darah banyak, mereka tidak bisa diselamatkan nona"


"Bagaimana dengan kedua mertua saya??"


Dokter pun terdiam, "Jawab dokter jangan diam saja"ucap Winda.


"JIKA KAU TIDAK MAU MENJAWAB MAKA KAU AKAN KEHILANGAN PEKERJAANMU!!!"ucap Sean dengan keras.


"Tolong jangan tuan, saya minta maaf kedua orangtua anda mengalami pendarahan yang hebat di bagian otat hingga mengakibatkan gagar otak, selain itu luka tusuka dan tembakan juga banyak bersarang di dalam tubuh mereka dan mengakibatkan keduanya tidak terselamatkan... "


Deg


Lemah dan tak berdaya mendengar kabar itu. Sean langsung saja tak bisa untuk menopang tubuhnya agar tetap seimbang hingga dirinya hanya bisa bersandar di kursi roda ini.


"Dokter, yang dokter bilang tidak benar kan kedua mertua saya baik-baik saja bukan... "ucap Winda dengan menangis keras.


"Dokter katakan!!!.... "

__ADS_1


"Maaf nona, jika pun mereka bisa terselamatkan dengan darah pengganti itu pasti tetapi pendarahannya sudah terlalu lama terjadi hingga mengakibatkan kehilangan darah besar-besaran"Winda pun tak kuasa lagi untuk berbicara, dokter pun pergi untuk mengurus kedua orangtua Sean dan yang lainnya agar bisa dikebumikan segera. Winda yang masih diam ditempatpun langsung memeluk Sean yang hanya diam dan menangis tanpa suara.


"Mas... "Winda memeluk Sean dengan erat lalu menangis di pelukan itu begitu juga dengan Sean yang tidak bisa menahan air matanya lagi untuk menangis lebih derat lagi.


"Winda... kenapa mereka pergi, kenapa mereka pergi sebelum mereka melihat cucunya, apa salah mereka hingga mereka pergi secepat ini"


"Kamu yang sabar ya mas, walaupun mereka tidak bisa melihat cucu mereka disini tapi mereka masih bisa bermain dengan cucunya di sana"


"Tapi aku bisa apa sekarang Winda, aku tidak bisa mengurus peninggalan mereka dengan kondisiku seperti ini aku takut perusahaan akan diambil alih oleh orang yang tidak bertanggung jawab... "


"Mas... kondisimu begitu tidak akan pernah menghalangimu untuk melakukan apapun yang kamu mau, kamu bisa mengurus perusahaan jika kamu yakin dan jika pun ada yang berani mengambil perusahaanmu dengan paksa dengan alasan kondisi fisikmu kamu kan bisa langsung mengatasnamakan anakmu, kamu jangan selemah itu mah kamu kuat kok aku akan terus berada disisimu aku akan terus bersamamu"


"Terimakasih sayang... aku mohon teruslah bersamaku hanya kamulah teman hidupku sekarang, jangan pernah tinggalkan aku aku mohon"


"Iya mas... aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sekarang kita urus pemakaman mamah dan papah ya keburu sore nanti"


"Iya sayang"Sean pun terus berusaha menguatkan diri agar tidak menangis lagi dan membuat tubuhnya lemas. Setelah selesai dibersihkan dan lainnya kedua orang tua Sean pun siap dimakamkan. Mereka pun pergi ke tempat pemakaman dimana kedua orang tua Winda juga dimakamkan disana. Sore harinya, setelah pamakaman itu Sean dan Winda pun duduk sebentar disana untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir kalinya. Di pemakaman itu hanya Winda dan Sean beserta keluarga dari para pelayan yang ditinggalkan saja yang datang dan Sean pun tidak mengundang yang lainnya termasuk rekan bisnis karna takut hal itu akan menimbulkan masalah dikemudian harinya.


"Mah pah, Winda sedang hamil saat ini Winda hamil anakku mah pah dan itu cucu kalian, kalian pasti sudah bertemu dengan cucu kalian disana"


"Mamah dan papah jaga cucu kalian disana ya supaya mereka bisa terlahir kedunia ini untuk menggantikanku agar tidak ada oarang lain yang akan mengambil perusahaan kita"


"Sean minta maaf jika Sean punya salah dengan kalian, Sean minta doanya semoga Sean bisa menjaga perusahaan dengan baik dan Winda akan baik-baik saja sampai dia melahirkan cucu kalian"


"Kami pergi mah pah, Winda tidak bisa disini terlalu lama, kalian yang tenang disana ya Sean pasti akan menjaga peninggalan kalian dan akan membalas dendam siapa yang telah membunuh kalian, selamat tinggal mah pah... "


Sean dan Winda pun pergi dari pemakaman itu. Sesampainya dirumah, rumah sudah bersih seperti semula dan sudah ada penjaga dan pembantu pengganti yang menjaga rumah, kali ini Sean memberikan pembantu tambahan untuk menjaga Winda agar tidak kecapean dan menambah pengawasan dirumah agar tidak terjadi apa-apa. Setelah sampai mereka pun langsung masuk kedalam kamar, di kamar Sean langsung tiduran di ranjangnya karna terlalu capek dengan kondisinya dan pikirannya.


"Mas Sean mau minum biar aku buatin"ucap Winda


"Tidak usah, kamu istirahat saja kamu sedang hamil Winda, biar para pelayan yang menyiapkannya"

__ADS_1


"Iya mas"Winda pun tak bisa menolak perintah Sean, ia pun langsung naik keatas ranjang lalu merebahkan diri di sebelah Sean.


Sean tak melirik Winda sama sekali, Winda pun mendekat posisinya dengan Sean lalu memeluk Sean. Sean pun tersadar, "Kenapa kamu tidak seperti ini, perutmu akan sakit nanti"ucap Sean dengan cemas.


"Aku hanya ingin memelukmu mas"jawab Winda lalu melepaskan pelukan itu.


"Jika ingin memelukku jangan dengan posisi itu, ingat itu!!"


"Iya mas, maaf ya aku janji enggak akan seperti itu"Sean pun mencium kening Winda lalu memeluk Winda.


"Tidurlah kamu pasti capek"ucap Sean.


"Enggak kok aku enggak capek"


"Bohong, liat aja wajah kamu yang sudah pucat ini"


"Benarkah, tapi aku tidak merasa lelah tu"


"Tetap saja sayang"


"Iya-iya aku minta maaf, aku akan tidur sekarang tetapi apa aku boleh meminta sesuatu?"


"Tentu, apa itu"


"Aku ingin sekali makan soto ayam, kambing, dan sapi malam ini apa aku boleh"


"Iya, nanti akan aku suruh para pelayan untuk memasaknya"


"Terimakasih suamiku, tapi ingat ya aku tidak boleh makan yang mentah-mentah jadi semua makananku harus matang sempurna"


"Oh begitu ya, baiklah aku akan bilang kepada para pelayan nanti dan sepertinya aku akan menyewa chef khusus yang tau makanan ibu hamil supaya tidak repot"

__ADS_1


"Terserah kamu mas, tapi itu bagus"Sean pun mencium kening Winda dan Winda pun mulai tertidur. Setelah Winda tertidur Sean pun bangkit lalu pergi ke dapur untuk menyuruh para pelayan menyiapkan permintaan Winda.


__ADS_2