
Jam makan siang, Sean memutuskan untuk berhenti bekerja sejenak untuk istirahat. sambil menunggu Winda datang Sean memanggil sekertaris ayahnya untuk menanyakan sesuatu.
"Oh ya om aku lupa bertanya bagaimana kondisi keuangan dikantor ini"tanya Sean.
"Kondisi keuangan dikantor belakang ini cukup memburuk tuan muda, selain karna banyaknya proyek yang gagal ada juga pemasukan uang dari hasil pasar berkurang dengan sangat dasyat"jawab sekertaris ayah Sean.
"Om sudah mencari tahu penyebabnya?"
"Kemarin saya sudah mencari tau tetapi saya tidak berhasil mencari tau penyebabnya, dugaan sementara saya sih ada karyawan yang mengkorupsi tetapi saya belum mencari taunya tuan"
"Korupsi, tapikan untuk kegiatan pasar ini seharusnya para karyawan tidak bisa mengkorupsinya, baiklah aku akan mencari tau penyebabnya"Setelah mengobrol dengan sekertaris ayahnya tak lama kemudian Winda pun datang dengan para bodyguard yang membukakan pintu untuk Winda lalu menunggu diluar.
"Tuan muda saya permisi dulu, selamat menikmati jam istirahat"ucap sekertaris ayah Sean lalu pergi meninggalkan Sean dengan Winda.
"Kok pergi? aku ganggu ya?"tanya Winda yang melihat sekertaris itu pergi.
"Tidak sayang, diakan juga butuh istirahat makanya pergi"jawab Sean.
"Oh begitu, tapi bener kan nggak ganggu"
"Iya sayang, masih nggak percaya lagi kamu"
"Iya iya deh aku percaya, ini aku bawain makanan buat kamu ayo dimakan aku suapin"Winda pun berjalan mendekati Sean lalu duduk di sofa dan menyiapkan makanan yang ia bawa dan kemudian menyuapi Sean.
Winda pun mulai menyiapi Sean. hari ini Winda memasakan 2 menu saja dengan ditambah ada puding dan buah sebagai makanan penutup. Winda menyuapi Sean sekitar 10 menitan lalu menyuapi buah dan puding juga. Setelah semuanya dimakan Winda pun membukakan obat lalu memberikannya kepada Sean.
__ADS_1
"Minumlah!"perintah Winda dan Sean pun meminumnya.
"Bagaimana hari ini apakah lancar"tanya Winda.
"Tentu sayang, tadi pagi aku sempat bertemu dengan klain, dan saat bertemu denganku tentu saja dia menghinaku tetapi aku tak peduli yang memberinya dua pilihan, menerima proyek atau menolaknya Yang akan membuatnya bangkrut"
"Wah sepertinya suamiku ini sangat ditakuti di dunia bisnis"
"Tentu, makanya banyak yang berusaha mengambil alih perusahaan ini disaat aku lemah dan sekarang aku akan berusaha mempertahankan lagi"
"Hmm.. ternyata suamiku ini pekerja keras juga setauku dulu waktu masih muda sangatlah manja dan pembuat onar"
"Itukan dulu sayang, saat aku lulus kuliah aku dipantau langsung oleh kakekku jadinya aku ubah denga sikapku itu"
"Wah kakek memang hebat bisa merubahmu"
"Gitu aja cemburu sih, suamiku tetap paling terbaik"ucap Winda sambil mencubit kedua pipi Sean.
"Oh ya mas, selain masalah klain apa semuanya lancar?"
"Kalau masalah lainnya sih lancar, tapi tadi aku tanya pada sekertaris papah ada masalah pada keuangan proses pasar, katanya banyak dana yang hilang dengan drastis dan aku akan menyelesaikan masalah ini hari ini juga"
"Baiklah tapi ingat mas Sean harus pulang tepat jam 5 sore karna jika lebih akan sangat bahaya untuk kesehatan mas Sean"
"Iya sayangku aku akan pulang tepat waktu"
__ADS_1
"Yaudah aku pulang dulu ya mas, pungguku sakit kalau duduk terus aku nggak sabar buat rebahan dirumah"
"Iya hati-hati ya, jaga dirimu dan anakku"
"Iya sayang"Winda pun berpamitan dengan Sean lalu pergi meninggalkan Sean. Setelah kepergian Winda, Sean pun mulai melanjutkan pekerjaannya untuk mencari tau penyebab masalah menurunkan hasil pasar.
30 menit sudah Sean bergulat dengan laptopnya dan belum menemukan sesuatu yang janggal. karna tidak menemukan sesuatu Sean pun memanggil sekertaris ayahnya untuk datang.
"Permisi tuan, tuan muda memanggil saya"ucap sekertaris ayah Sean yang baru datang.
"Iya om, duduklah"Sekertaris ayah Sean pun duduk di depan Sean.
"Om aku baru saja memeriksa keadaan pasar dari CCTV dan sepertinya tidak ada yang mencurigakan, menurutku penurunan hasil disebabkan bukan karna karyawan yang mengkorupsinya, apa ada pihak lain yang ikut serta dalam kegiatan pasar ini om"
"Tidak tuan, hanya karyawan saja yang menjalankan pasar ini, bahkan para klain yang terlibat proyek pasar ini tidak ikut campur sama sekali"
"Jika tidak ada yang terlibat selain karyawan itu berarti penyebabnya muncul dari luar"
"Om aku akan kesana sekarang, om urusan pekerjaan dikantor aku akan pergi sekarang"
"Baik tuan muda"
Sean pun memutuskan untuk langsung ke lokasi terjadinya pasar karna tidak mendapatkan sesuatu dari melihat CCTV. Butuh waktu sekitar 10 menitan untuk sampai di lokasi. sesampainya disana, ada banyak orang di sana yang sedang melakukan proses jual beli. Sean pun masuk kedalam sebuah gedung dengan dua orang penjaga yang berpakaian sederhana dan tidak seperti sekarang penjaga.
Banyak sekali orang-orang yang berada disana dan membuat Sean kesulitan untuk jalan. Sean pun menyuruh penjaganya untuk lewat jalan samping lalu berjalan menuju belakang. Di jalan samping sangatlah sepi bahkan tidak ada satu orang sama sekali selain Sean dan kedua penjaganya. Sean pun semakin berjalan masuk hingga sampai di sebuah ruangan tepat didalamnya yang berfungsi sebagai pusat pasarnya. di dalamnya biasanya terdapat banyak uang hasil dari proses pasar itu dan kondisi disana sangat sepi.
__ADS_1
Sean pun ingin masuk kedalam ruangan itu, tetapi langkahnya terhenti saat melihat segerombolan orang memasuki ruangan itu. Sean pun menyuruh penjaganya untuk bersembunyi. Saat segerombolan orang itu masuk kedalam ruangan itu, Sean pun membuka CCTV disana dan melihat kalau orang-orang itu mengambil uang-uang disana lalu menyimpannya disebuah koper. Sean pun tau penyebab dari masalah itu. Orang-orang itupun bukanlah salah satu dari karyawan yang bekerja dengan Sean, Sean juga tau jika dia tidak menemukan kejanggalan dari CCTV karna CCTV itu dihapus oleh mereka dan tepat saat itu juga CCTV yang baru saja dilihat Sean juga dihapus dan segerombolan orang itu keluar dari ruangan itu lalu pergi.
Sean pun menyuruh penjaganya untuk mengikuti mereka pergi. Segerombolan orang itu pergi melalui belakang gedung itu. Sean beserta para penjaganya mengikuti mereka dari belakang. Segerombolan orang itu masuk kedalam sebuah bangunan tua yang terlihat menyeramkan lalu menghilang tak terlihat lagi. Saat segerombolan orang itu akan masuk Sean melihat tato yang berada di belakang leher orang-orang itu yang membentuk gambar kepala tengkorak yang berarti mereka adalah sekelompok mafia.