
Pagi berikutnya, tadi malam Sean sudah kembali keruangannya sambil menunggu hasil dari proses kemarin. Saat ini sedang sedang makan disuapi oleh Winda.
"Sayang bagaimana hasilnya"tanya Sean disela-sela makannya.
"Kemarin dokter bilang ada yang berhasil masuk, kita tinggal tunggu saja sekarang jika memang berhasil maka usia kandunganku akan satu hari"ucap Winda.
"Semoga saja berhasil"
"Amin... "Winda pun melanjutkan menyuapi Sean hingga makanannya habis. Selesai makan, dokter Indra datang menemui mereka.
"Selamat pagi tuan dan nona"sapa dokter Indra.
"Pagi dokter, bagaimana hasilnya"ucap Winda.
"Berhasil nona, ada dua pembuahan yang terjadi"
"Dua?? itu berarti kembar dok"tanya Winda.
"Iya nona, sekarang tinggal proses pengembalian sel telurnya apa nona sudah siap"
"Iya saya siap"
"Lakukan sekarang dok"perintah Sean. Dokter Indra pun pergi untuk menyiapkan sesuatu. Winda pun langsung menangis haru sambil memeluk Sean dan sebaliknya dengan Sean. Setelah berpelukan bersama, Sean pun mengantar Winda untuk menuju ruang operasi. Winda pun langsung masuk kedalam ruang operasi lalu memulai prosesnya dan Sean pun menunggu diluar ruang operasi.
Malam harinya, setelah Operanya selesai Winda langsung tak sadarkan diri karna pengaruh bius sampai malam hari tiba. Malamnya Winda pun terbangun lalu melihat Sean yang berada di sampingnya.
"Mas Sean.... bagaimana dengan operasinya tadi"tanya Winda dengan suara lemah.
__ADS_1
"Berhasil sayang, apa kamu mau meliaht anak kita sekarang, kata dokter kamu bisa diusg setelah bangun"
"Tentu aku mau lihat mereka"Sean pun langsung memencel tombol disampingnya dan dokter Indra pun datang bersama seorang dokter perempuan.
"Dokter istri saya ingin melihat anak kami"ucap Sean.
"Baik tuan"Dokter Indra pun menyuruh dokter perempuan yang datang bersamanya untuk mulai melakukan USG pada Winda lalu pergi meninggalkan mereka. Winda pun melihat kearah layar USG itu lalu melihat kedua anaknya yang masih sekecil biji tumbuhan.
"Kondisinya sangat baik nona, untuk kedepannya selalu konsusi sayuran dan buah-buahan dan pastikan jangan makan yang masih mentah"
"Iya dok"ucap Winda sambil menangis. Winda terus memagangi tangan Sean dan Sean pun terus berada disisinya dan menyaksika anak mereka dari layar USG bersama. Selesai itu, dokter pun pergi dan Sean pun langsung menyuruh Winda untuk istirahat. Setelah memastikan Winda tertidur Sean pun langsung naik keranjangnya sendirian tanpa bantuan orang lain, walaupun kesusahan tapi Sean tak tega membangunkannya Winda dan memilih berusaha sendiri dan hasilnya berasil naik keranjanganya lalu menyusul Winda untuk tidur.
Pagi berikutnya, Sean bangun lebih awal dan Winda pun masih tertidur pulas di ranjangnya. Malam tadi Sean meminta Winda untuk tidur di ranjangan dan tidak tidur satu ranjang dengannya karna takut Winda merasa tidak nyaman. Setelah bangun Sean pun menarik kursi roda di sampingnya lalu berusaha pindah ke kursi roda itu tanpa bantu siapapun. Setelah berhasil pindah Sean pun memutuskan untuk keluar dari ruangannya lalu mengambil sarapan dari bibi pembantu yang datang.
Di ruangan, Sean pun belum kembali dan Winda pun terbangun. Winda melihat kearah ranjang sean dan tidak menemukan Sean yang sedang tertidur.
"Mas Sean dari mana"tanya Winda yang mendekat ke Sean.
"Aku dari depan mengambil makanan, kenapa kamu keluar"jawab Sean.
"Aku tidak melihat mu di dalam jadinya aku keluar untuk mencari kamu"
"Ya sudah kembalilah masuk, kamu harus istirahat"Sean pun mengajak Winda untuk masuk kedalam ruangan lagi. Di dalam mereka pun mmeutuskan untuk sarapan setelah sarapan mereka pun bergantian untuk mandi.
Selesai mandi dan sarapan, dokter pun datang.
"Selamat pagi tuan dan nona"ucap dokter Indra.
__ADS_1
"Pagi juga dok, apa ada sesuatu dok"jawab Winda.
"Saya kemari akan memeriksa kondisi anda saja nona"ucap dokter Indra. Winda pun mengangguk lalu naik keranjanganya dan tiduran untuk di periksa, dokter Indra pun mulai memeriksa.
Selesai memeriksa, dokter indra pun mengatakan kalau hari ini Winda sudah boleh pulang dan ia juga meresepkan beberapa obat untuk Winda. Setelah mendengar kalau Winda sudah boleh pulang Sean pun membareskan pakaian-pakaian mereka dan menyuruh Winda untuk istirahat dan tidak bangkit dari ranjangnya.
Siang harinya, setelah beberes mereka mampir di apotik untuk mengambil obat yang sudah diresepkan dokter setelah itu mereka pun pulang.
Sesampainya dirumah, saat mobil mereka ingin masuk kedalam rumah, tidak ada yang membukakan gerbang itu dan terus tertutup hingga mereka tidak bisa masuk.
"Kenapa tidak ada yang membuka gerbangnya??"ucap Sean. karna tak ada yang membuka gerbangnya sang supir pun turun dari mobil lalu berlari membuka gerbang dan kembali ke mobil lalu masuk kedalam halaman rumah.
Setelah masuk, suasana dirumah itu sangatlah sunyi. tidak ada seorang penjaga atau pembantu yang menyambut ataupun sedang bekerja disana, hal itu pun membuat Sean dan Winda kebingungan. mobil pun sudah terparkir di garasi dan mereka pun turun lalu berjalan masuk kedalam rumah. Saat ingin masuk kedalam,
Dor
Suara tembakan keras terdengar dari dalam rumah, Winda dan Sean pun panik dan langsung mendobrak pintu dan masuk segera. Di dalam, tidak ada seorang pun yang berjalan di jalan, semakin mereka masuk tepatnya di bagian ruang keluarga akhirnya mereka melihat ada banyak orang disana, tetapi dengan keadaan terbaring dan berlumuran darah. Melihat banyak mayat disana Sean pun menjadi keberadaan kedua orang tuanya dengan berteriak tetapi tidak ada yang menjawabnya, hingga matanya tertuju pada dua orang tergeletak tepat didekat tangga dengan berlumuran darah.
"MAMAH PAPAH"teriak Sean, Sean pun langsung mendorong kursi rodanya sekuat tenaga untuk menghampiri mereka dan Winda pun mengikuti Sean dibelakang.
"Mamah papah kalian tidak apa-apa?"tanya Sean dengan penuh ketakutan. Tidak ada jawaban dari pertanyaan itu, Sean pun membalikan tubuh kedua orang tuanya lalu melihat mereka sudah terbujur kaku di atas lantai.
"Pah bangun pah, ada apa disini kenapa kalian berlumuran darah.... mah bangun mah jangan tidur dilantai nanti mamah sakit... mah pah bangun"ucap Sean dengan terus menepuk-nepuk tubuh kedua orang tuanya agar bangun.
"Mas sudah.... kita bawa mereka kerumah sakit dulu"ucap Winda dengan menangis.
"Tapi mereka kenapa Winda!!!"
__ADS_1
"Mah pah ayo bangun.... jangan tidur disini ayo bangun!!!"Winda pun tak tega melihat Sean yang ketakutan itu. ia pun menelepon ambulans untuk datang kerumahnya. 10 menit berlalu ambulans pun datang, Winda pun membujuk Sean untuk membawa kedua orangtuanya kerumah sakit dahulu. Para perawat pun membawa kedua orang tua Sean pergi begitu juga dengan orang-orang yang tergeletak disana setelah itu Winda pun membantu Sean untuk duduk di kursi rodanya kembali lalu pergi menyusul ambulans kerumah sakit.