
Malam harinya, Sean dan Winda tengah berada di kamar mereka. Dan saat ini Winda tengah memijat kaki Sean dan Sean tengah tiduran di ranjang sambil menikmati pijatan Winda. Saat keduanya tengah sibuk dengan aktivitas mereka, pintu kamar pun langsung terbuka dan terlihatlah nyonya Selina yang datang sambil memegangi satu set pakaian pengantin pria.
Nyonya Selina pun mendekat ke Sean, "Sean, malam kita akan pergi ke rumah Siska untuk melamarnya, mamah sudah menyiapkan semuanya dan sekarang waktunya kamu pakai pakaian ini dan kita pergi acaranya jam 10 malam, ayo mamah bantu kamu"ucap nyonya Selina.
Sean pun terkejut begitu juga dengan Winda yang seketika menghentikan memijat kaki Sean.
"Mah sudah aku katakan berkali-kali aku gak mau menikah lagi!!"
"Mamah gak mau mendengar penolakan kamu, cepat pakai ini!!"
"Tidak!!, gak Sudi aku memakainya"
"Sean pakai sekarang!!!, atau... "
"Atau apa mah???, ancaman apa lagi yang akan mamah berikan ha?"
"Sean, jika kamu menolak permintaan mamah, maka mamah akan menyiksa perempuan ini"ucap nyonya Selina lalu menarik tangan Winda.
"Aargg.. mah sakit"teriak Winda kesakitan.
"Mah lepaskan Winda!!"
"Jika kamu mau mamah melepasnya maka kamu harus menikah tepat di hari pertunangan kamu juga"
"Mamah apa-apa sih, aku gak mau menikah lagi dan jangan siksa Winda mah!!!"
Nyonya Selina pun tak peduli ucap Sean, ia pun menarik Winda keluar dari kamar Sean dan Sean pun berusaha bangkit lalu naik ke kursi roda sendiri dan mengejar ibunya. Di sebuah gudang, nyonya Selina membawa Winda masuk kedalam gudang. Di dalam nyonya Selina pun langsung mengikat tangan Winda dengan sangat kuat.
"Mamah lepaskan Winda, kenapa mamah menyiksanya?!?!"
"Karna kamu gak mau matuhi permintaan mamah, liat ini sebagai akibatnya!!". Nyonya Selina pun menarik Winda lalu mendorong Winda untuk duduk dan menjatuhkan barang-barang berat ke tubuh Winda.
"Aaaahhhhgggrrr... "
"MAMAH JANGAN LAKUKAN ITU!"
__ADS_1
Nyonya Selina pun hanya melihat kearah Sean dan terus menjatuhkan barang-barang ke Winda.
"Mah aku mohon jangan lakukan itu ke Winda aku mohon mah!!!"
"Mamah akan berhenti jika kamu mau menikah malam ini juga"
"Tapi mah ..... "
"Yasudah kalau gak mah"
"Baik baik aku mau tapi tolong jangan siksa Winda, aku mohon mah". Nyonya Selina pun tersenyum lalu berhenti menyiksa Winda.
"Ayo kita kerumah siska Sekarang!"
"Aku mau pergi bersama Winda"
"Tidak bisa!!"
"Mah ...". Tak menjawab penolakan Sean, nyonya Selina pun langsung mendorong Sean keluar gudang lalu mengunci gudang itu.
"Karna mamah gak mau perempuan itu datang dan merusak semuanya". Sean pun terus memberontak tetapi nyonya Selina pun mendorong paksa kursi roda Sean. Kembali ke kamar Sean, nyonya Selina membawa Sean masuk.
"Pakai jas ini sekarang, acaranya akan segera mulai kita tidak boleh terlambat!".
Sean pun terdiam, "Kamu mau menolak lagi, jika kamu berani menolak lagi maka mamah akan menyiksa perempuan itu hingga mati"ucap nyonya Selina.
"Tidak, Winda tidak bersalah kenapa mamah tidak menyukai Winda lagi dulu mamah tidak begitu"
"Jangan pernah menyiksa Winda apa lagi sampai dia meninggalkanku, jika mamah berani melakukannya maka aku tak segan-segan membalasnya"ucap Sean dengan tatapan tajam.
Nyonya Selina pun terkejut dengan ucapan Sean, "Berani kamu ngomong seperti itu dengan mamahmu sendiri"
"Aku tak peduli, walau mamah mengancam ku dengan tidak memberikanku warisan aku tidak peduli aku hanya ingin Winda, jika mamah melakukan sesuatu kepadanya hingga kenapa-kenapa aku akan membalasnya berkali-kali!!"
Sean pun masih menatap nyonya Selina dengan tajam, "Pakai jas kamu sekarang!!". Nyonya Selina pun pergi meninggalkan Sean sendirian dan Sean pun dengan terpaksa memakai jas itu. Setelah selesai Sean pun keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju lif. Saat berjalan menuju lif, ia menatap ke arah gudang tempat Winda di kurung ....Maafkan aku sayang, aku janji hanya kamu istriku bukan yang lain dan aku akan menyiksa Siska hingga dia tak betah denganku dan berakhir, maafkan aku sayang.... batin Sean. Sean pun masuk kedalam lif lalu menuju lantai bawah.
__ADS_1
Di ruang keluarga, nyonya Selina dan Tuan Andree sudah menunggu kedatangan Sean. Sean pun keluar dari lif lalu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan dingin dan tajam.
Nyonya Selina pun mendekati Sean, "Kan jadi lebih cepat jika kamu tidak memberontak"
"Mamah akan melepaskan wanita itu jika kamu dan Siska sudah menikah, dan ya setelah menikah wanita itu akan tidur di kamar pembantu bukan kamarmu lagi". Mendengar hal itu Sean pun menjadi marah kembali tetapi kali ini ia menahan amarahnya agar tidak memperburuk kondisi.
"Ayo kita berangkat, acaranya akan dimulai sebentar lagi"nyonya Selina pun mendorong Sean keluar rumah lalu pergi menggunakannya mobil.
Setelah kepergian Sean, di gudang Winda bangun dari pingsan karna syok dengan kejadian tadi lalu melihat sekeliling.
"Aku dimana?"Winda melihat sekeliling dan tidak menemukan siapapun dan hanya melihat barang-barang yang berantakan.
"Ini gudang"setelah menyadari keberadaannya Winda pun langsung bangkit lalu berjalan mendekati pintu dengan sempoyongan.
"Mas Sean buka pintunya, mas aku didalam sini buka pintunya... "
"Mas Sean tolong buka... "Winda terus berteriak memanggil siapapun untuk membukakan pintunya tetapi tidak ada yang membukanya.
"Kenapa tidak ada yang mendengar teriakkanku"
"Jangan-jangan mas Sean sudah pergi bersama mamah kerumah siska"
"Aku harus apa sekarang apa aku harus rela membagi mas Sean"tak kuasa menahan sedih dan lemas Winda pun terduduk lalu menangis tanpa suara di dalam gudang sendirian.
Di tempat lain, setelah perjalanan 20 menit mobil Sean pun sampai di pesta itu. Sean menatap kearah luar dan melihat banyak orang yang hadir di pesta itu dan suasana meriah dan megah di dalamnya.
"Ayo turun"perintah nyonya Selina. Sean pun tak menjawab lalu memilih pindah duduk ke kursi Rodanya sendiri. Setelah duduk di kursi roda nyonya Selina pun membawa Sean masuk ke dalam pesta itu. Di dalam nyonya Selina membawa Sean mendekat ke panggung yang sudah disediakan.
"Jeng sudah datang"tanya ibunya siska
"Sudah dong masa harus telat"jawab nyonya Selina. Nyonya Selina dan ibunya Siska pun mengobrol dan Sean pun hanya diam dengan tatapan dingin, di sisi lain Siska baru saja datang dengan gaun pernikahannya dan melihat Sean lalu tersenyum manis, Sean pun hanya cuek saja ..... Cih lumpuh saja sok jual mahal....
"Siska sudah datang apa acaranya bisa langsung dimulai?"tanya ibunya siska.
"Bisa kok, setelah tunangan kalian bisa langsung menikah"ucap nyonya Selina, Siska pun tersenyum lalu berjalan mendekati Sean.
__ADS_1