Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 20


__ADS_3

2 jam kemudian, setelah memijat dan berbicara dengan nyonya Selina ia pun memutuskan untuk duduk dan menonton TV di samping Sean hingga 2 jam lamanya. Sean pun mulai terbangun dari tidurnya, saat bangun Sean mencari keberadaan Winda.


"Sayang kamu dimana??"teriak Sean.


"Aku disampingmu mas kenapa harus teriak sih?!?"jawab Winda.


Sean pun melihat Winda yang tengah duduk disampingnya, "Kamu disitu, aku gak liat makanya aku teriak"ucap Sean.


"Kamu tu kebiasaan, nih minum dulu"ucap Winda lalu memberikan segelas air putih pada Sean dan Sean pun meminumnya.


"Coba bangun mas!!, jangan tiduran dulu". Sean pun bangkit dari tidurnya lalu duduk disebelah Winda.


"Hahh... keram sayang"


"Bagian mana??"


"Bagian paha dan agak sakit juga"


"Aku cek dulu ya!!". Winda pun mengecek bagian yang sakit itu.


"Ini tidak apa-apa kok nanti juga sembuh, oh ya tunggu sebentar!!"


"Kamu mau ngapain?"


"Udah tunggu aja". Winda pun bangkit lalu berjalan masuk ke ruang ganti sedangkan Sean hanya diam kebingungan dengan tingkah Winda. Di dalam ruang ganti, karna ingin melakukan perintah dokter tadi pagi Winda pun mengganti pakaian yang sebelumnya menggunakan dres diganti dengan celana super pendek dan bra yang agak tertutup saja, setelah selesai berganti pakaian Winda langsung mengikat rambutnya menjulang keatas lalu menggunakan parfum agar Sean semakin tergoda, setelah selesai Winda pun keluar.


Saat Winda keluar dari ruang ganti, Sean langsung melihat kearah Winda dan terdiam melihat penampilan Winda yang tak biasa itu. Bagaimana tidak terdiam, biasanya Winda tidak pernah memakai pakaian seperti itu bahkan setelah menikah dan jika pun Sean menyuruhnya untuk memakainya pastinya Winda akan menolak dengan alasan malu dilihat Sean.


Winda pun duduk di dekat Sean dan Sean pun terus memperhatikan Winda, "Kenapa liatin aku kaya gitu??"tanya Winda.


"Bagaimana aku enggak liatin, tumben kamu pakai baju kaya gitu wangi lagi dan itu kenapa rambutnya dikucir gitu, kamu mau menggodaku??"jawab Sean panjang lebar.


"Iya aku mau menggodamu"


"Tumben biasanya takut, kalau aku keblabasan jangan marah loh kamu yang memulainya!!"


"Iya enggak papa lagian itu juga tugasku". Winda pun semakin mendekat ke Sean, tangannya pun ia letakan pada dada bidang Sean dan kakinya mulai naik dipaha Sean.

__ADS_1


"Tadi gimana tidurnya nyenyak enggak"


"Lumayan sih walaupun pengaruh obat tapi lebih nyenyak lagi kalau aku tidur karna ditidurin kamu"


"Ishh... dasar mesum"


"Biarin aku mesum lagian sama kamu yang mesumnya bukan sama yang lain". Winda pun membelai lembut dada bidang Sean sedangkan Sean, kini tangannya sudah tak bisa dikendalikan dan ternyata tangannya sudah berganti posisi memegangi dua gunung kembar Winda yang masih terbalut bra itu.


"Nakal ya tangannya"


"Biarin"ucap Sean sambil meremas tangannya.


"Mas kalau kita ulang yang kemarin tertundanya gimana??"


"Boleh saja aku siap kapanpun". Winda pun tersenyum lalu naik ke atas Sean lalu mencium bibir Sean. Mendapat ciuman dadakan tentunya tidak Sean lewatkan begitu saja, Sean pun langsung membalas ciuman itu dengan kedua tangannya yang masih bermain di bagian pegunungan.


"Kalo sakit bilang ya mas"bisik Winda ditelinga Sean dan Sean pun mulai terangsang.


"Panas ya sayang??"


"Iya dan ini karnamu"


"Coba lakukan aku ingin menikmatinya". Sean pun menutup matanya dan Winda pun mulai membuka celana Sean kembali yang tadinya sudah ia rapihkan saat Sean tidur. Winda pun melepaskan celana Sean hingga ****** ******** juga.


"Emm... masih tertidur rupanya ya"


"Coba bangunkan sayang!!"


"Oke aku akan membangunkannya". Sean pun kembali memejamkan matanya menikmati sentuhan winda yang memegangi senjatanya dan mulai mengocoknya secara perlahan-lahan. 5 menit berlalu, Winda masih mengocok senjata Sean tetapi hasilnya tetap sama saat pertama kali dibuka.


"Sepertinya percobaan pertama gagal"


"Maksud kamu apa sayang"


"Kamu masih belum bisa terangsang penuh mas, jadi kita sudah dulu ya takutnya kamu kesakitan nanti"


"Sayang nanggung loh, masa baru mulai udah langsung berhenti udahlah biarkan saja walau dia tidak bangun kan masih bisa dinikmati"

__ADS_1


"Tidak mas justru itu akan menyiksa kamu, kamu tenang aja mas aku akan menjaga kesucianku untukmu hanya kamu yang bisa menikmatinya"


"Bener ya pokoknya hanya aku yang boleh menikmati kesucianmu itu"


"Iya mas kamu kan suamiku jadi kamu yang berhak menikmatinya, yaudah aku puasin kamu tapi tidak sampai keintinya saja ya"


"Yaudahlah dari pada aku tersiksa, sini sayang aku mau ne***"


"Iya sebentar". Winda pun mendekat ke Sean dan Sean pun langsung melepaskan bra Winda dan langsung melahap habis dua gunung kembar Winda.


"Jangan digigit sakit!!". Sean pun hanya diam dan masih menikmati buah dada Winda itu. Beberapa menit kemudian saat mereka dengan bermesraan tiba-tiba pintu kamar langsung dibuka oleh seseorang dan membuat Winda dan Sean terkejut, Winda pun langsung menutupi tubuh Sean dan dirinya tetapi Sean acuh dengan orang yang sengaja masuk ke kamar mereka ia tetap menikmati buah dada Winda dan acuh saja.


"Ngapain kamu masuk tanpa izin??"tanya Winda.


"Bukan urusanmu"jawab Siska, orang yang masuk dengan sengaja itu adalah Siska dan saat masuk Siska terkejut dengan pemandangan Sean yang memegangi buah dada Winda dan syukurlah Siska tidak melihat Sean telanjang di bagian bawah karena Winda yang langsung menutupi tubuh Sean.


"Mas Sean jalan-jalan yuk, aku bawa kamu ketaman ya aku juga bawa oleh-oleh buat kamu, kamu pasti suka kan ayo kita jalan biar aku yang bantu"ucap Siska. Sean pun tak menjawab perkataan Siska dan Siska pun marah lalu ingin menarik tangan Sean yang sedang berada di bawah selimut itu tetapi Winda mencegahnya.


"Jangan menyentuh mas Sean, dia harus istirahat sekarang dan tidak bisa keluar rumah"ucap Winda.


"Kenapa sih Lo selalu menggangguku, Sean itu calon suamiku jadi ya sesukaku lah"


"Masih calon dan aku adalah istri sahnya Sean, jadi aku lebih berhak atas Sean"


"Cih Lo itu cuma pelayanannya aja dan gue yang bakal jadi istri sahnya"


"Aku tak peduli yang terpenting, aku istri sahnya Sean dan tidak akan kubiarkan Sean menikah denganmu dan ingat aku lebih tau tentang Sean jadi kamu tidak boleh membawa Sean keluar sesukamu"


"Tidak, mas Sean harus keluar bersamaku Sekarang!!". Siska pun langsung menarik tangan Sean hingga Sean terlepas dari kenikmatan buah dada Winda.


"Lepass!!!"teriak Sean dengan dingin Daan Siska maupun Winda diam dengan takut.


"Aku tak ingat pergi sekarang, dan kau pergi dari kamarku, sudah masuk tak izin sekarang memaksa orang untuk pergi"


"Tapi mas aku kan ing..."


"Pergi sekarang!!!"teriak Sean dan Siska pun hanya diam.

__ADS_1


"Nona tolong pergilah!!, mas Sean butuh istirahat saat ini jadi tolong pergilah"ucap Winda. Siska pun mulai marah lalu menatap tajam Winda sedangkan Winda ia menatap biasa saja kepada Siska. Siska pun langsung pergi keluar dari kamar Sean tanpa menutup pintu dan Winda pun langsung menutup pintu itu dengan remot.


"Mengganggu saja"ucap Sean lalu kembali kedunia kenikmatannya itu.


__ADS_2