Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 18


__ADS_3

Keesokan harinya, Winda bangun lebih awal. Ia pun langsung bergegas bersiap-siap lalu menyiapkan semua keperluan Sean. Setelah selesai,


"Mas ayo bangun ini sudah pagi kita harus ke dokter Sekarang"ucap Winda membangunkan Sean.


Sean pun mulai terbangun, "Apa harus sekarang sayang"ucap Sean dengan suara khas bangun tidur.


"Iya mas aku takut terjadi sesuatu nantinya, ayo bangun aku akan memandikanmu". Winda pun membantu Sean duduk di kursi roda lalu membawanya ke kamar mandi dan memandikannya.


Selesai mandi dan bersiap-siap, Winda pun langsung mengambil tasnya dan beberapa surat-surat untuk identitas Sean di rumah sakit nantinya. Setelah semua siap Winda pun keluar bersama Sean. Di lantai bawah saat lif sudah berhenti, Winda pun ragu untuk keluar.


"Kenapa sayang??"tanya Sean yang menatap wajah Winda.


"Aku takut minta izin ke orang tuamu"jawab Winda.


"Tenanglah sayang aku yang akan meminta izin, kamu jangan takut ya"


"Tapi... "


"Sudah jangan takut, ayo kita ke meja makan dulu". meskipun ragu tetapi Winda pun akhirnya mendorong kursi roda Sean menuju meja makan dan di meja makan sudah ada kedua orang tua Sean yang sedang sarapan, mereka pun menatap kearah Sean dan Winda.


Winda pun mendorong kursi roda Sean mendekat ke mereka, "Mah pah, kami..... "


"Sean sini sayang makan mamah sudah membuatkan makanan kesukaanmu!!"ucap nyonya Selina memotong perkataan Sean.


"Tidak mah kami akan sarapan diluar saja"


"Kenapa harus diluar, apa wanita dibelakangmu yang memintanya"


"Tidak mah bukan begitu.... "


"Sean sudah berulangkali mamah bilang jangan terlalu membelanya apalagi sekarang kamu malah menyetujui kemauannya untuk makan diluar, mamah udah masak banyak Lo kalau dia mau makan diluar ya silakang tapi kamu harus makan dirumah"


"Mah bukan begitu, Winda tidak mengajaku makan diluar tapi aku yang mengajaknya"


"Untuk apa makan di luar di rumah banyak makanan"


"Iya mah Sean tau, tapi Sean minta izin untuk pergi ke dokter bersama Winda"


"Ke dokter?, kamu sakit lagi mana yang sakit pasti karna ulahnya kan"

__ADS_1


"Hey kamu, kamu apakan Sean sampai sakitnya kembali"


"Ta...di malam mas Sean merasa sakit di bagian bawah"ucap Winda dengan gemetaran.


"Sean kamu kamu sakit sayang?"


"Bukan kakiku yang sakit mah tapi Kel****ku"


Nyonya Selina pun langsung menatap Winda, "Pasti gara-gara kamu kan, dengar ini baik-baik jika sampai Sean kenapa-kenapa atau pun tidak bisa memiliki keturunan maka kamulah yang harus bertanggung jawab"bentak nyonya Selina dan Winda pun ketakutan dan ia hanya bisa menunduk sambil menangis.


"Mah sudahlah mah winda enggak salah, aku akan periksa ke dokter semoga saja tidak kenapa-kenapa, kamu pergi dulu mah pah"


"Sayang ayo". Winda pun langsung mendorong kursi roda Sean tanpa melihat nyonya Selina, sedangkan nyonya Selina ia langsung kembali ke suaminya.


"Sayang apa Sean masih bisa memiliki anak"tanya tuan Andree.


"Entahlah mas semoga saja masih bisa"jawab nyonya Selina lalu duduk di samping tuan Andree.


Sampai di rumah sakit, Winda pun langsung menuju bagian resepsionis lalu mengisi data Sean dan masuk ke ruangan dokter. Di dalam ruangan, Sean langsung berbaring di ranjang rumah sakit.


"Jadi apa keluhannya Winda"tanya dokter.


"Begini dokter, tadi malam suami saya merasa sakit pada bagian Kel****nya, bisa tolong dicek dokter"


Winda dan Sean pun dsakit bertatapan, "Iya dok tapi tidak sampe intinya"jawab Winda.


"Baiklah saya akan memeriksanya, silakan duduk dulu Winda"


"Iya"jawab Winda lalu duduk agak jauh dari Sean. Dokter yang sama saat menyembuhkan kelumpuhan Sean itu pun mulai membuka celana Sean lalu memeriksa bagian sensitif Sean. Selang beberapa menit kemudian, dokter itu pun sudah selesai memeriksa, ia pun duduk di depan Winda sedangkan Sean masih disuruh untuk berbaring disana.


"Gimana dok?"tanya Winda.


"Winda, kejantanan suamimu sudah hampir tidak berfungsi sekarang bahkan tidak akan terangsa sama sekali"ucap dokter Indra.


"La...lalu apakah suami saya masih bisa memiliki anak"tanya Winda.


"Kalau soal itu sudah dipastikan jika suamimu tidak bisa memiliki anak"


Winda pun terdiam lalu melirik Sean yang tidak mendengarkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Dokter tolong buat suami saya untuk bisa memiliki anak lagi dok saya mohon"ucap Winda lalu menyatukan kedua tangan di dada untuk memohon.


"Jangan begitu Winda, Winda kamu ini putri dari dokter paling hebat dinegara ini kami sendiri pasti bisa menyembuhkannya"


"Saya tidak yakin dok"


"Saya akan membantumu, saya akan memberikan obat untuk penyembuhan dalam dan ingat selalu bawa suamimu kemari 3 hari sekali, kali ini untuk penyembuhan suamimu sangat membutuhkanmu Winda"


"Aku siap melakukan apapun dokter, apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu harus melakukan menyembuhkan bagian luar, caranya teruslah berikan rangsangan padanya agar menjadi cepat pulih, kita tubuh suamimu bisa terangsang mana bisa dipastikan dia masih bisa memiliki anak dan setelah tubuh suamimu bisa terangsang kembali cara satu-satunya untuk memiliki anak adalah dengan bayi tabung hanya cara itu satu-satunya, gimana kamu bersedia??"


"Saya bersedia dok!!!"


"Baiklah, ini resep obatnya kamu tebus dulu sana biarkan suamimu disini dia harus diperiksa lebih lanjut"


"Iya dok, permisi". Winda pun keluar dari ruangan itu lalu pergi menuju apotik untuk menebus obat sedangkan Sean ia masih diperiksa lebih lanjut oleh dokter. 5 menit kemudian, Winda belum kembali dari apotik tetapi Sean sudah selesai diperiksa. Dokter Indra pun merapihkan celana Sean lalu membantu Sean duduk di kursi rodanya.


"Dokter sebenarnya saya kenapa?"tanya Sean.


"Anda mengalami kesulitan terangsa pada bagian kejantanan anda tuan muda"jawab dokter Indra.


"Lalu apa saya masih bisa memiliki anak??"


"Kesulitan terangsa pastinya akan mengakibatkan kualitas ****** anda yg terganggu dan pastinya akan mengakibatkan kesulitan memiliki anak"


Deg


Hati Sean seakan berhenti mendengar perkataan dokter Indra. "Apa aku bisa memiliki anak kembali"


"Kami akan berusaha menyembuhkan anda tuan muda tetapi cara kami melalui istri anda, Winda akan memberikan obat untuk rangsangan dari dalam dan dari luar Winda juga akan memberikan rangsangan dan ingat tetap ikuti perkataan Winda jika ingin memiliki anak dan jika kejantanan anda suidah pulih mana kalian bisa melakukan program bayi tabung untuk memiliki anak, teruslah disebelah istri anda untuk pemulihannya tuan Winda tau segalanya"


"Baik dok terimakasih, oh ya dimana Winda?"


"Dia sedang menembus obat untuk anda tuan muda sebentar lagi juga kembali". Sean pun terdiam lalu menatap kearah pintu berharap Winda kembali cepat dan benar saja pintu itupun langsung kebuka dan masuklah Winda dengan tangan memegang kantong plastik berisi obat.


"Sayang sudah selesai menebus obatnya"


"Sudah mas, ayo pulang dokter kami pulang dulu"

__ADS_1


"Iya, jangan lupa berikan obat itu dengan teratur Winda"


"Iya dokter". Winda pun mendorong kursi roda Sean keluar ruangan itu.


__ADS_2