
Mobil yang ditumpangi oleh Dion dan Luna pergi menuju suatu hotel yang tak jauh dari pusat perbelanjaan tadi. Winda pun terus mengikuti mereka tanpa terlewatkan sedikit pun. Mobil Dion dan Luna pun berhenti di hotel itu dan mereka berdua pun masuk kedalam hotel lalu berhenti di resepsionis dan sepertinya memesan satu kamar untuk mereka.
Winda pun mengikuti mereka, saat Winda melihat mereka berada diruang resepsionis Winda memilih untuk duduk di sofa hotel itu.
"Nyonya untuk apa kita mengikuti mereka"tanya salah satu bodyguard perempuan.
"Kalian tau tidak siapa mereka"jawab Winda.
"Ya kami tau nyonya, dia tuan Dion yang masih satu saudara dengan Tuan Sean"
"Lalu kalian tau tidak ini hotel siapa?"
"Ini hotel milik tuan Sean nyonya"
"Benarkah?"
"Iya nyonya, hotel ini milik Tuan Sean tetapi banyak orang yang tidak tau tentang pemilik hotel ini jadinya tidak ada yang tau jika hotel ini milik Tuan Sean"
"Baiklah kalau begitu, kalian bisa membuatku masuk kedalam hotel ini dengan mudah"
"Nyonya tinggal menunjukkan kartu pengenal anda, Tuan Sean pasti sudah memberikannya bukan nyonya?"ucap salah satu bodyguard.
__ADS_1
"Ya aku punya"
Dion dan Luna pun masuk kedalam lif dan naik kelantai atas, setelah mereka pergi Winda pun langsung menuju ruang resepsionis dan meminta izin untuk masuk kedalam bagian kamar dengan menunjukkan kartu pengenal yang diberikan Sean dulu. Resepsionis pun mengizinkan Winda untuk masuk, Winda pun bertanya kamar nomer berada yang Dion dan Luna pesan lalu pergi.
Winda masuk kedalam lif lalu naik kelantai 4 dan berjalan menuju kamar nomor 45. di kamar itu, Winda melihat Dion dan Luna yang baru masuk kedalam kamar itu, Winda pun memutuskan untuk tidak mengecek langsung ke kamar itu, Winda pun kembali ke lantai bawah dan bertanya kepada resepsionis dimana ruang CCTV hotel ini.
Di ruang CCTV, Winda langsung menunjukkan kartu pengenalnya kepada petugas lalu menyuruh petugas untuk mengecek CCTV kamar nomor 45. Di CCTV itu Winda melihat Dion dan Luna yang sedang melakukan hubungan haram yang seharusnya tidak mereka lakukan karna Luna yang sudah berstatus sebagai istri seseorang. Winda berfikir sesuatu tentang Luna, Winda mengingat bagaimana dulu Luna menyakiti hati Sean saat Sean sedang dalam keadaan sedih, Winda pun berniat untuk membalaskan kesedihan Sean dulu. Winda pun mengambil hpnya lalu memvideo CCTV itu untuk bukti yang siapa tau akan berguna nantinya.
Setelah selesai melihat apa yang terjadi, Winda pun memutuskan untuk kembali kerumah jika tidak Sean akan mengetahui apa yang ia lakukan saat ini.
Sesampainya dirumah, Winda pun langsung pergi kedapur untuk memasak makan siang Sean. setelah selesai Winda pun bergegas pergi ke kantor Sean dengan para bodyguardnya. Di kantor, Winda masuk kedalam ruangan Sean dan tidak melihat Sean, Winda pun memilih untuk duduk menunggu Sean datang.
10 menit kemudian...
"Sayang, sudah lama kamu menungguku?"ucap Sean.
"Sekitar 10 menitan, kamu kemana"ucap Winda.
"Ada meeting tadi dan baru selesai sekarang, maaf yang sudah membuatmu menunggu"Ucap Sean dan Winda pun hanya tersenyum.
"Tuan saya permisi untuk pergi"Sekertaris Sean pun meminta izin untuk pergi lalu Sean pun mengizinkannya dan pergi.
__ADS_1
"Mas Sean ayo makan aku sudah memasakkan makanan kesukaan mas Sean"
"Ayo akupun juga sudah lapar"
Winda pun membantu Sean untuk duduk disebelahnya lalu menyiapkan makanan untuk Sean.
"Mas Sean, tadi aku belanja pakaian untukku tidak apa-apa kan?"ucap Winda.
"Kenapa kamu harus ngomong padaku, kamu kan bisa memakai uang pemberianku sesukamu"ucap Sean.
"Tapikan tetap saja itukan uang kamu mas jadinya aku harus bilang kepadamu, tadi aku juga belanja bulanan untuk dapur lalu belanja pakaian untukku, karna semua bajuku sudah tidak muat semua, aku juga beli sepatu dan sandal"
"Baiklah tidak apa-apa, jika perlu kamu beli lagi saja pakaian untukmu, sebentar lagi pakaian yang kamu beli itu tidak akan muat lagi pastinya "
"Iya mas, nanti-nanti sajalah aku sedang malas untuk pergi lagi"
"Yaudah terserah kamu saja"
Sean pun kembali melanjutkan makan siangnya, dan Winda pun tidak menyuapi Sean kali ini karna Sean ingin makan sendiri. Setelah selesai makan, Winda pun pamit pada Sean untuk langsung pulang karna punggungnya sakit dan ingin segera istirahat dirumah. Setelah Winda pergi Sean pun kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Jika kubiarkan mafia itu melakukan sesukanya pastinya akan membuatku rugi, tapi mereka mafia akan sangat susah untuk melawan mereka"
__ADS_1
"Aku harus mencaru cara agar bisa mengembalikan dana pasar seperti dulu tanpa para mafia itu ketahui, aku harus membuat para mafia itu berurusan dengan polisi dan tidak membuat mereka curiga padaku, ya aku harus mencari cara"Sean pun terus berfikir tentang cara untuk melawan kelompok mafia itu tanpa membuat mereka tau tentang Sean. Sore harinya Sean tetap duduk di kursi kebesarannya dengan terus memikirkan cara untuk memulihkan dana pasar.