
Malam harinya, makanan pesanan Winda pun sudah jadi. Sean pun menyuruh para pelayan untuk menyiapkan semua makanan itu, setelah semuanya siap Sean pun pergi ke kamar untuk membangunkan Winda.
"Selamat malam sayangku, ayo bangun makanan pesanan kamu sudah siap"ucap Sean yang membangunkan Winda dengan ciuman juga.
"Apa semua sudah jadi"jawab Winda yang baru saja bangun.
"Sudah sayang, ayo bangun mandi dulu baru makan"
"Baiklah!"Winda pun bangun lalu mandi terlebih dahulu lalu pergi ke meja makan untuk makan.
Di meja makan, Winda melihat ada banyak berbagai macam soto tersedia di atas meja, Winda pun ingin sekali memakannya.
"Mas aku boleh memakannya tidak?"tanya Winda dengan tatapan yang menatap kearah makanan itu.
"Tentu ini semua dibuat khusus untukmu, makanlah kalo dingin nanti nggak enak"Winda pun langsung duduk di sebelah Sean dan mulai memakan satu persatu. Seperti orang yang belum makan satu Minggu, Winda menghabiskan semua makanan itu hingga habis tak tersisa dan Sean hanya memakan sop ayam saja karna tak ingin makan yang terlalu berlemak.
"Sudah puas sayang"tanya Sean.
"Sudah, tapi kalau minta lagi boleh nggak"
"tadi katanya puas kok minta lagi?"
"Aku mau minta jus alpukat aja kok, mulutku terasa berat setelah memakan semua itu aku ingin yang seger-seger"
"Yaudah, mau apa lagi biar sekalian dibuatin"
"Udah itu aja"Sean pun langsung menyuruh pelayan untuk menyiapkan jus alpukat yang dingin untuk Winda.
Selesai makan dan minum, Winda nampak seperti kelelahan. Winda pun menyebarkan kepalanya kebahu Sean.
"kenapa sayang, masih laper?"tanya Sean.
__ADS_1
"enggak mas aku cuma capek aja, aku ingin tidur lagi"jawab Winda.
"Tapikan kamu baru saja makan sayang, gak baik tidur setelah makan"
"Tapi aku sangat lelah mas, aku ingin tidur sekarang"
"Yasudah kamu boleh langsung tidur, tapi jangan makan lagi tengah malam nanti"
"iya iya tapi nggak janji ya, ayo kita ke kamar sekarang aku dorong ya mas"Winda pun mendorong kursi roda Sean menuju kamar. di kamar Winda langsung membantu Sean pindah ke tempat tidur dan langsung berbaring di samping Sean dan langsung tertidur.
"Secapek itukan kamu sayang, sampai-sampai langsung tidur aja"ucap sean sambil membelai rambut Winda. Sean pun memilih untuk duduk terlebih dahulu karna baru saja makan dan takut menjadi penyakit jika langsung tidur. Sean membuka laptopnya di tempat tidur lalu mengecek bagian CCTV untuk melihat bukti-bukti yang sudah terjadi.
"Kenapa semua CCTV dirumah rusak, perasaan sudah selalu dicek setiap Minggu"
"Aku curiga disaat kejadian itu Dion tidak ada dirumah jika pun Dion bukan pelakunya maka dia juga akan mati tertembak musuh, apa jangan-jangan Dion pelakunya"
"Aku harus mencari tau dimana dia sekarang"Sean pun kembali fokus ke laptopnya lagi, hingga tengah malam tiba, Winda terbangun karna mendengar ada suara disampingnya.
"Belum Sayang, ada hal yang harus aku periksa makanya aku belum tidur"jawab Sean.
"Tidurlah mas jangan begadang nanti kamu sakit!"
"Nanti ya sayang"
"Kalau anakmu yang memintanya apa kamu mau tidur"ucap Winda lalu Sean pun menatap Winda.
"Baiklah aku tidur"
"Gitu dong, sini dong kami mau tidur meluk Daddy"ucap Winda dengan menirukan suara anak kecil. Sean pun tertawa kecil mendengar suara Winda, ia pun langsung tidur sambil memeluk Winda.
"Besok pagi bangunkan aku jam 5 sayang, aku akan ke kantor besok"
__ADS_1
"Baik Daddy"
Kecupan manis mendarat di kening Winda dan keduanya pun mulai tertidur hingga pagi datang.
Pagi harinya, Winda bangun lebih pagi seperti biasanya. ia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan Sean. setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Sean Winda pun kembali ke kamar untuk membangunkan Sean karna waktu sudah pukul 5 pagi.
"Mas ayo bangun, ini sudah jam 5"ucap Winda yang mencoba membangunkan Sean.
"Iya sayang aku bangun"Sean pun bangun dari tidurnya lalu pindah ke kursi rodanya dibantu oleh Winda. setelah itu Winda pun membantu Sean mandi dan memakai bajunya.
"Mas kamu yakin mau ke kantor?"tanya Winda.
"Iya sayang, jika aku tidak berangkat aku takut kantor menjadi tidak terkendali nanti"
"Tapi kamu nanti pasti kecapean mas"
"Nggak sayang, ada sekertarisku yang akan membantuku"
"Tapi mas"
"Sayang percayalah padaku, aku tau mungkin rekan bisnis papah yang lain pasti tidak suka padaku tapi aku akan terus berusaha mempertahankan perusahaan itu dan jika anakku sudah lahir maka semua masalah ini pasti akan berhenti"
"Tapi apa kamu yakin saat anak kamu lahir semuanya akan lebih baik?"
"Tentu sayang, saat ini semua rekan bisnis papah tidak percaya aku bisa mengurus bisnis ini lagi makanya saat aku menyerahkan perusahaan itu kepada anakku mereka semua tidak bisa melakukan apapun walaupun anakku masih sangat kecil"
"Baiklah, pokoknya kamu harus hati-hati disana ya jada diri kamu nanti saat makan siang aku akan datang membawakan makanan untukmu beserta obat untukmu"
"Iya sayangku, tapi ingat jika kamu mau ke kantor kamu harus pergi bersama bodyguard yang sudah kusiapkan"
"Iya sayang"setelah mengobrol sebentar Sean dan Winda pun memutuskan untuk sarapan bersama lalu pergi menuju perusahaan.
__ADS_1