Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 37


__ADS_3

Sore harinya setelah dari pasar Sean pun memutuskan untuk kembali kerumahnya karna waktu yang hampir menunjukkan pukul 5 sore. sesampainya di rumah Sean pun masuk kedalam rumah dengan kursi rodanya yang didorong oleh penjaganya.


"Mas Sean, sudah pulang"ucap Winda yang berlari kecil kearah Sean yang baru saja datang.


"Winda jangan lari!!"ucap Sean.


"Iya iya maaf"Winda pun mendorong kursi roda Sean dan penjaga itupun pergi.


"Mas Sean pasti capek, ayo mandi aku sudah menyiapkan air hangat untuk suamiku ini dan makanan yang enak"dengan semangat Winda pun mendorong kursi roda Sean menuju kamarnya.


di kamar mereka, Winda pun membantu Sean untuk melepaskan pakaiannya dan memandikan Sean juga. selesai mandi Sean pun memakai pakaiannya sendiri dan Winda membantu Sean untuk menyisir rambutnya.


"Mas Sean mau makan sekarang?"tanya Winda.


"Iya sayang aku juga sudah lapar sekarang"jawab Sean.


Di meja makan, seperti biasa winda pasti akan mengambilkan makanan untuk Sean lalu Sean memakannya sendiri, setelah itu Winda pun mengambil makanannya sendiri dan ikut makan disamping Sean.


"Tadi bagaimana?"tanya Winda.


"Aku sudah menyelidiki tadi dan sekarang aku sudah tau penyebabnya"


"Apa penyebabnya?"


"Mafia"

__ADS_1


"Mafia?? kok bisa memangnya perusahaan kamu pernah mengganggu mereka hingga mafia melakukan itu"


"Saat aku yang mengurusnya aku tidak pernah berurusan dengan mafia, mungkin karna waktu itu papah yang menggantikan posisiku dan kondisi perusahaan menjadi sedikit lemah makanya mereka bisa melakukan sesuka mereka"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan mas?"


"Entahlah sayang, saat ini aku tidak tau harus berbuat apa"


Selesai makan, Sean pun bilang kepada Winda kalau dirinya sangat lelah dan meminta Winda pun membantunya kembali ke kamar.


Pagi berikutnya, kali ini Sean berangkat lebih pagi dari kemarin, sedangkan Winda ia saat ini duduk santai dengan menulis sesuatu di buku.


"Hari ini bahan-bahan dapur sudah habis, baju-bajuku juga sudah mengecil semua aku harus membeli baju lagi kalau tidak aku tidak akan punya baju lagi dengan kondisi perutku yang mulai membesar ini"


Winda pun mencatat semua yang akan dibeli untuk kebutuhan dapur, setelah selesai mencatat semuanya Winda pun bergegas untuk pergi, tetapi tentu saja Winda tidak pergi sendirian Winda pergi bersama 2 bodyguard laki-laki dan 2 bodyguard perempuan.


Sesampainya di pusat perbelanjaan, Winda menyuruh 2 bodyguard laki-laki untuk mengambil troli belanja dan mulai mengambil barang-barang yang ia butuhkan, Winda juga menyuruh 2 bodyguard perempuan untuk membantunya juga.


"Nyonya apa semuanya sudah siap"tanya bodyguard perempuan.


"Sudah, kita ke kasih sekarang setelah itu kita akan ke toko baju"jawab Winda.


"Baik nyonya"Setelah selesai dengan bahan-bahan dapur, Winda pun pergi ke kasir dengan para bodyguard untuk membayar belanjanya. Setelah selesai membayar, bodyguard laki-laki pun kembali ke mobil untuk meletakan belanjanya ke dalam mobil dan Winda serta bodyguard perempuan pergi ketoko baju untuk membeli baju.


"Aku akan beli baju apa ya, sepertinya aku tidak akan bisa memakai celana aku akan memberi dress saja dan membeli celana khusus ibu hamil juga"

__ADS_1


Winda pun melihat-lihat seisi toko itu, Winda mengambil beberapa baju di sana lalu lanjut melihat bagian celana lalu mengambil celana khusus ibu hamil juga. setelah itu Winda memutuskan untuk membeli sepatu dan sandal karna sepatu dan sandal yang Winda miliki sudah sebagian tidak bisa digunakan lagi bahkan Winda pernah memakai sandal milik Sean karna memang semua sendal dan sepatu sudah tidak muat lagi, walaupun ada yang muat jika dipakai akan menimbulkan rasa sakit di kaki karna sempit.


Setelah memilih sepatu dan sandal, Winda berjalan menuju bagian pakaian bayi. Winda melihat-lihat pakaian bayi yang lucu dan imut disana. saat Winda sedang melihat sebuah sepatu bayi laki-laki, Winda tak sengaja melihat kearah luar dari toko dan melihat seseorang yang Winda kenali.


"Itukan om Dion dan Luna, kenapa mereka bisa disini"ucap Winda yang melihat Dion dan Luna diluar toko.


Winda terus mengamati Dion dan Luna dari dalam toko, Winda melihat Luna yang sedang berbicara dengan Dion lalu memeluk Dion didepan umum.


"Kenapa Luna memeluk om Dion bukanya Luna sudah menikah ya"


"Aku harus menyelidikinya"Winda pun menyerahkan semua barang-barang yang sudah ia pilih lalu menyuruh bodyguard itu untuk pergi ke kasir dan membayarnya.


"Nyonya mau kemana"tanya salah satu bodyguard perempuan.


"Aku ingin mengejar seseorang kalian bayar saja barang-barang itu"


"Nyonya tidak bisa pergi sendirian, saya akan ikut dengan anda"


"Dan saya yang akan membayar barang-barang nyonya"


"Baiklah kalau begitu, ayo cepat"


Winda pun untuk melihat Dion dan Luna lebih dekat, salah satu bodyguard perempuan pun ikut denganya dan yang satunya pergi untuk membayar belanjanya.


Winda pun duduk disalah satu bangku yang cukup jauh dengan Dion dan Luna berada. Winda terus melihat kearah Dion dan Luna berada. Dion dan Luna sedang duduk berdua dan membicarakan sesuatu. setelah beberapa saat Dion dan Luna pun pergi dari tempat itu lalu menaiki mobil dan pergi, Winda yang melihatnya pun langsung menyuruh para bodyguard untuk segera mengejar mereka.

__ADS_1


__ADS_2