Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 19


__ADS_3

Setelah selesai dari dokter, di dalam mobil Sean duduk dibagian depan bersama Winda yang menyetir mobil. Sean pun menatap kearah Winda, "Sayang aku mandul ya??"tanya sean.


Winda pun melihat kearah Sean, "Tidak mas kamu tidak mandul kenapa ngomong gitu?!?"


"Lalu apa aku masih bisa memiliki anak??"


"Pastinya bisa mas aku akan membantumu"ucap Winda sambil menyetir mobil dan Sean pun tersenyum.


"Kita makan dulu ya mas kamu pasti lapar"ucap Winda dan dibalas anggukan oleh Sean. Winda pun fokus menyetir dan Sean pun hanya terdiam dengan melamun sambil menunggu sampai di restoran terdekat.


10 Menit berlalu, mobil mereka pun berhenti di sebuah restoran kecil dipinggir jalan.


"Mas kita makan disini aja ya"ucap Winda.


Sean pun melihat kearah Restoran itu, "Bukannya ini tempat yang biasa kita singgahi dulu??"


"Iya mas, aku lagi pengin kesini jadi kamu mau enggak makan disini"


"Iya enggak papa aku juga kangen tempat ini". Winda pun membantu Sean turun lalu masuk kedalam restoran itu bersama Sean.


Di dalam restoran, mereka berdua masuk lalu duduk di salah satu meja yang berisi dua kursi saja.


"Mas mau pesan apa biar aku yang pesanin??"


"Pesan seperti dulu aja aku kangen makanan itu apa masih sama rasanya ya??"


"Baik mas aku pesenin dulu". Winda pun pergi untuk memesan makanan dan Sean pun duduk sambil melihat-lihat keadaan restoran itu sambil menunggu Winda kembali. Beberapa menit kemudian, Winda pun datang membawa makanan pesanan mereka.


"Wah baunya masih sama seperti dulu pasti rasanya masih enak kaya dulu"ucap Sean dan langsung mengambil makanan itu.


"Ini aku juga pesan nasi goreng kesukaan kamu dulu"


"Wah makan bakso aja pasti enggak ngenyangin untung kamu pesan nasi goreng kesukaanku dulu". Sean pun langsung memakan makanan yang dipesan Winda dan Winda pun duduk di sebelah Sean lalu ikut makan juga.


"Gimana mas masih sama rasanya??"


"Iya masih sama, enak seperti dulu"


Winda pun tersenyum mendengar ucapan Sean, "Oh ya sayang, kamu masih ingat enggak dulu waktu SMA aku pernah nembak kamu disini tapi kamu nolak aku"tanya Sean.


"Iya aku masih ingat??"


"Kalau kamu ingat kenapa dulu kamu tolak aku sayang?"


"Ya itu karna mamah dan papah enggak izinin aku buat pacaran dulu, mereka menyuruh ku untuk fokus dengan belajar dulu makanya aku tolak kamu"jawab Winda.

__ADS_1


"Yah padalah dulu aku menanti hal itu loh"


"Tapi enggak papalah lagian kamu udah jadi istriku sekarang"


"Makanlah mas nanti baksonya dingin enggak enak Lo"


"Iya sayangku aku makan ini kok". Sean pun memakan makanannya kembali.


Selesai makan, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang. Perjalanan sekitar 20 menit mereka pun sampai dirumah. Di rumah, saat mereka masuk kedua orang tua Sean berdiri menghadap mereka.


Nyonya Selina pun mendekat ke Sean, "Sayang gimana hasilnya kamu enggak kenapa-kenapa kan?"


Sean pun menatap ibunya dan Winda pun hanya diam saja.


"Winda bawa aku ke kamar!!"


"Iya mas". Winda pun mendorong kursi roda Sean masuk kedalam lif.


"Loh Sean mamah sedang bertanya padamu nak kenapa kamu malah pergi"


"Sean jawab nak.. ". Sean pun hanya terdiam dan mereka berdua pun masuk kedalam kamar mereka.


Di dalam kamar, Winda langsung membantu Sean duduk di tempat tidur.


"Mas, mamah sedang berbicara tadi kenapa kamu tidak menjawabnya??"


"Iya mas sebentar". Winda pun langsung mengambil minum untuk Sean tak lupa ia juga mengambil obat untuk diminum Sean.


"Mas, ini minumnya dan sekalian minum obatnya ya lalu tidur"


"Apa efek sampingnya bakal tertidur??"


"Iya mas, nanti kalo kamu tidur aku bakal pijet kamu buat terapi"


"Iya sayang sini aku minum obatnya". Sean pun langsung meminta obat itu.


"Sini gelasnya dan sekarang kamu berbaringlah aku akan memijatmu sambil menunggu obatnya bereaksi!!"


"Berapa lama aku akan tertidur sayang"tanya Sean sambil memberikan gelas kosong kepada Winda.


"Sekitar 2 jam mas, nanti setelah bangun aku akan mengobatimu dari luar"jawab Winda.


"Dari luar gimana maksudnya??"


"Sudahlah nanti kamu juga tau, udah ayo cepetan berbaring". Sean pun berbaring di tempat tidur dan Winda pun duduk lebih dekat dengan Sean.

__ADS_1


Setelah Sean berbaring Winda pun membuka celana Sean, "Kok dibuka, memangnya harus gitu ya?"tanya Sean.


"Iya mas, biar lebih bekerja aja ayo mulai pijit ya"jawab Winda dan Sean pun mengangguk. Winda pun membuka celana Sean hingga tersisa ****** ******** saja, setelah terbuka Winda pun mulai memijat pelan dibagian atas lutut hingga keatas sampai menyentuh bagian inti Sean.


"Kamu mau pijit aku apa mau menggodaku sayang??"


"Pijit kamu lah supaya lebih terangsang aja makanya aku pijit area sini"


"Langsung keintinya aja gak papa Lo sayang"


"Nanti setelah kamu bangun"ucap Winda dengan suara lirih tetapi masih bisa didengar Sean.


"Apa sayang aku enggak dengar??"ucap Sean.


"Ishh udahlah nikmati aja pijitanku, bentar lagi kamu tidur itu jadi jangan banyak tanya dan bergerak!!"


"Iya sayangku". Sean pun memutuskan untuk diam dan menikmati pijitan Winda walau iya tidak bisa merasakan sentuhan itu, beberapa menit kemudian Sean pun mulai mengantuk itu berarti obat yang Sean minum sudah mulai bekerja.


Winda pun masih terus memijit Sean hingga lama-kelamaan Sean pun mulai tertidur...Sudah tidur... Winda pun menyudahi pijatan itu lalu menyelimuti Sean dan pergi ke kamar mandi.


Ceklek


Seseorang masuk kedalam kamar mereka dan Winda masih berada didalam kamar mandi. Seseorang itu adalah nyonya Selina ibunya Sean.


"Sean tidur, dimana wanita itu??"ucap nyonya Selina lalu berjalan mencari keberadaan Winda di kamar itu. Setelah puas dikamar mandi Winda pun keluar dan melihat nyonya Selina yang masuk kedalam ruang ganti yang sedang mencarinya.


"Mamah ngapain?"tanya Winda.


Nyonya Selina pun melihat kearah Winda, "Nyari kamulah ngapain lagi"


"Ada apa mamah mencariku?"


"Bagaimana hasil periksa Sean semuanya baik-baik saja kan, Sean masih bisa punya anak kan?"


Winda pun diam sesaat, "Jawab kenapa kamu malah diam aja"tanya nyonya Selina.


"Maaf mah.. "


"Udahlah aku gak mau dengar kata maafmu lagi, cepat katakan gimana hasilnya!!"


"Iya mah, tapi saat diperiksa dokter bilang kalau mas Sean mengalami kesulitan terangsang tubuhnya jadinya mas Sean tidak bisa memproduksi ****** dengan baik"


"Jadi maksud kamu Sean tidak bisa memiliki anak?"


"Iya mah, tapi mamah tenang aja dokter bisa menyembuhkannya kok dokter sudah memberikan obat untuk mas Sean"

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu"


"Kamu ingat ya!!!, Sean tidak bisa memiliki anak itu gara-gara kamu jika dulu Sean tidak menemuimu Sean tidak akan kecelakaan dan dia pasti bahagia dengan pernikahannya itu jadi kamu jangan sok tenang-tenang aja deh, jika nantinya Sean masih tetap tidak bisa mempunyai anak kamu yang saya salahkan ingat itu!!!"Ucap nyonya Selina dengan penuh emosi lalu pergi meninggalkan Winda yang hanya diam ditempanya.


__ADS_2