Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu

Kau Cacat, Tapi Aku Mencintaimu
Bab 21


__ADS_3

Setelah kepergian Siska yang masuk tiba-tiba kedalam kamar, Sean pun melanjutkan menikmati buah dada Winda dan Winda pun hanya membiarkannya saja. Sedangkan di luar kamar, Siska turun dari lantai dua dengan sangat marah sambil menghenta-hentakan kakinya di lantai. Di ruang keluarga, Siska langsung duduk di sebelah ibunya dan menangis.


"Hiks hiks mamah... masa aku tadi diusir sama pelayan mas Sean padahal aku cuma mau ngajak mas Sean jalan-jalan aja.... hiks hiks"ucap Siska pada ibunya dengan menangis.


"Kok seenaknya dia, Sean kan calon suami kamu kenapa dia malah mengusirmu"bela ibunya Siska.


"Siska apa yang terjadi nak"tanya Nyonya Selina yang duduk agak jauh dari mereka.


"Tante... hiks hiks... tapi Siska datang ke kamar mas Sean mau ngajak jalan-jalan tapi tidak boleh sama pelayan mas Sean dia juga mengusirku... hiks hiks"jelas Siska.


Nyonya Selina yang mendengar itu pun marah, "Siska ikut Tante biar Tante kasih pelajaran sama dia"


"Iya Tante" . Siska pun mengikuti nyonya Selina menuju kamar Sean begitu juga dengan ibunya Siska.


Di kamar Sean, Winda sudah memakaikan celana Sean kembali karna takut Siska datang secara tiba-tiba lagi dan kini Sean sudah berhenti menikmati buah dada Winda dan sedang duduk bersenderan di tempat tidur.


"Badannya sakit enggak mas?"


"Sakit sayang aku juga merasa pusing"


"Yaudah kamu istirahat aja nanti pasti berkurang sakit sama pusingnya dan nanti malam baru minum obat lagi"


"Iya sayang". Sean pun ingin membaringkan tubuhnya tetapi pintu kamar mereka terbuka kembali dan memperlihatkan nyonya Selina yang masuk kedalam.


Nyonya Selina pun menatap kearah Winda, "Winda kenapa kamu mengusih Siska, dia itu calon menantuku dan dia ingin mengajak Sean jalan-jalan kenapa kamu mengusirnya memangnya siapa kamu ha sok jadi nyonya saja"ucap nyonya Selina dengan marah.


Winda pun menatap nyonya Selina lalu menatap Siska yang terlihat mengejek dari ekspresinya dan Sean pun juga melihatnya, "Maaf mah tapi aku tidak bermaksud begitu"


"Banyak alasan kamu, setelah dinasehati baru minta maaf, apa aja kata-kata yang sudah kamu ucapkan untuk menghina Siska ha"


"Mahh... "ucap Sean tegas, nyonya Selina pun diam mendapatkan balasan dari Sean dan Winda pun langsung mengisyaratkan Sean untuk Diam dan tidak marah.

__ADS_1


"Mah maaf sebelumnya, aku mengusir Siska karna dia yang langsung masuk saja dan membuat kami terkejut"


"Suka-suka dialah masuk lagian ini akan menjadi kamarnya juga!!"


"Aku paham mah, tapi mas Sean butuh istirahat yang cukup sekarang jadi Siska tidak bisa membawa mas Sean pergi mamah pasti paham kan"


Nyonya Selina pun terdiam, "Jangan memanfaatkan situasi kamu"


"Tidak mah, kondisi mas Sean saat ini sedang tidak fit seluruh badan mas Sean terasa sakit bahkan kepalanya juga pusing jadi dia butuh istirahat yang cukup jika mas Sean keluar disaat seperti ini itu akan memperburuk kondisi mas Sean mah"


"Maaf sebelumnya mah, aku mohon mengertilah"


Nyonya Selina pun menatap Winda lalu menatap Siska, "Siska, maaf ya sayang kali ini Sean tidak bisa keluar"


"Tapi Tante, aku kan ingin lebih dekat dengar mas Sean"


"Sekali lagi maaf nak, Tante tidak bisa izinin Sean keluar dengan kondisi tubuh yang tidak fit maaf ya"


"Siska, maaf ya Tante tidak bisa izinin kamu bersama Sean saat ini, lain kali saja ya Sean harus istirahat yang banyak saat ini, yaudah ayo kita keluar biarkan Sean istirahat"Jawab nyonya Selina membuat Siska bad mood dan membuat Winda tersenyum penuh kemenangan.


"Siska ayo keluar biarkan Sean istirahat". nyonya Selina pun memaksa Siska dan ibunya keluar dari kamar Sean lalu menutup pintu kamar Sean dan di dalam hanya Winda yang menemani Sean.


"Seneng ya dibela mamah"tanya Sean yang melihat Winda tersenyum penuh kemenangan.


"Iya dong, kan jadinya si cewek sombong itu kalah dari aku"jawab Winda sambil tersenyum. Sean pun membelai rambut Winda.


"Maaf sayang sudah mengecewakanmu dengan ingin menikah lagi, aku janji sayang hanya kamulah yang ada dihatiku dan aku tidak akan berdekatan dengan dia, nanti jika mamah dan papah sudah bisa aku kendalikan aku akan menceraikanya dan hanya kamu yang menjadi istriku satu-satunya"


"Iya mas aku paham kok, yaudah kamu istirahat ya katanya capek"


"Iya sayangku, sini tidur disebelahku". Winda pun tidur di sebelah Sean dan lama-kelamaan kedua mulai masuk ke dunia mimpi kembali. Di ruang keluarga, setelah dari kamar Sean Siska langsung marah dan duduk di sofa dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Kenapa Tante tidak mengizinkanku untuk menemani mas Sean sih"ucap Siska.


"Aku kan calon istrinya jadi aku ingin lebih dekat dengannya"


"Iya jeng, kalo enggak dibolehin bawa Sean keluar setidaknya Siska kan bisa menemani Sean istirahat"bela ibunya Siska.


"Maafkan Tante Siska, Tante enggak izinin kamu Karna hanya Windalah yang bisa merawat Sean saat sedang seperti itu jadi Tante biarkan Sean bersamanya untuk istirahat, tapi lain kali Siska bisa menemani Sean kok"


"Segitu percayanya Tante sama pelayan itu??"


"Sebenarnya tidak nak, tapi mau bagaimana lagi dia kan penyebab Sean kecelakaan jadi dia hanya mengurus keseharian Sean"


"Memangnya Tante enggak takut kalau dia meracuni Sean hingga Sean tidak sembuh-sembuh??"


Nyonya Selina terdiam, "Iya loh jeng, apa lagi Sean putra tunggal satu-satumu jadi dia memiliki kesempatan emas untuk menguasai seluruh harta kalian melalui sean"ucap ibunda Siska.


"Aku juga sempat berpikir seperti itu, tapi Sean selalu menentang pendapatku dan Sean terus saja membela wanita itu"


"Tante tenang aja, setelah aku menikah dengan mas Sean aku pastikan dia akan pergi dari kehidupan mas Sean untuk selamanya!!"


"Iya nak Tante percaya kok"


"Oh ya jeng jadinya kapan mau ngelamar Siska nih, dia sudah tidak sabar loh??"Tanya ibunda Siska dan membuat Siska malu.


"Wah sudah tidak sabar ya??, kalian tunggu saja kami sedang menyiapkan semuanya"


"Tante saat kalian datang kerumah untuk melamarku tolong jangan bawa wanita itu ya aku gak mau melihat wajahnya itu"


"Iya Siska, Tante pasti tidak akan membawanya hanya kami bertiga yang akan datang ke pertunangan kalian, dan 3 hari lagi kami akan datang ke rumah kalian, kalian persiapkan saja!!"


"Pastinya kami akan menyiapkan dong jeng"

__ADS_1


__ADS_2