
Pagi berikutnya, Winda bangun lebih awal lalu pergi keluar ruangan untuk mengambil makanan yang sudah diantar oleh bibi pembantu dirumahnya. Sementara di dalam ruangan, setelah Winda pergi Sean pun terbangun karna merasa di sampingnya tidak ada Winda yang bisa ia peluk.
"Sayang kamu kemana"teriak Sean dengan mata sedikit terbuka.
Ceklek, seseorang masuk kedalam ruang itu. Sean pun melihat dokter Indra masuk kedalam lalu mendekat kearahnya....Yang kucari winda kenapa dia yang datang...batin Sean.
"Selamat pagi tuan muda, saya akan memeriksa sebentar bisa kembali berbaring"ucap dokter Indra.
"Dimana istriku"tanya Sean sambil merapihkan posisinya untuk berbaring.
"Nona Winda keluar sebentar untuk mengambil makanan tuan, sebentar lagi pasti kembali"ucap dokter Indra dan Sean pun hanya diam. dokter Indra pun mulai memeriksa. Di luar ruangan, Winda berjalan menuju ruangan Sean sambil membawa makanan di tangannya, sampai di depan pintu....Tunggu, sepertinya aku belum mengecek keadaan mamah dan papah mas Sean, aku harus mengeceknya...batin Winda. Winda pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam ruangan Sean dan duduk di kursi depan dan membuka hpnya. Winda melihat kondisi dirumah Sean melalui CCTV yang iya pasang, kondisi di rumah itu nampak baik-baik saja, Winda tidak melihat keberadaan Tuan Andree dan nyonya Selina dimana pun itu berarti mereka sudah berangkat ke kantor, tetapi di bagian dapur Winda melihat salah satu pembantu memberantaki lemari dapur seperti sedang mencari sesuatu...Siapa pembantu ini, sepertinya aku kenal apa yang dia lakukan aku harus mencari taunya...Winda pun terus mengamati pembantu itu. Pembantu itu memegang sebuah botol yang sangat tidak asing bagi Winda, pembantu itu pun langsung mengambil botol itu dan menyimpannya kedalam sakunya lalu pergi begitu saja tanpa merapihkan dapur yang berantakan karna ulahnya.
"Apa yang dia lakukan, sepertinya botol itu berisi racun tikus, astaga jangan sampai dia berencana membunuh mamah dan papah mas Sean"ucap Winda.
Ceklek
Pintu ruangan Sean pun terbuka, dokter Indra pun keluar dari ruangan itu lalu melihat Winda yang sedang memainkan hpnya sambil duduk.
"Nona selamat pagi, saya baru saja memeriksa tuan Sean tadi"ucap Dokter Indra.
"Selamat pagi dokter, bagaimana keadaan suami saya"ucap Winda lalu berdiri.
"Tadi saya sudah menyuntikan obat ketubuh tuan Sean, dan 1 jam lagi saya akan membawa tuan muda untuk diambil sel spermanya dan sebelum saya datang tolong berikan tuan Sean makanan yang cukup dan bergizi dan jangan lupa untuk memberinya obat juga"
"Baik dokter, terimakasih"dokter Indra pun pergi meninggalkan Winda sendirian dan Winda pun masuk kedalam ruangan Sean. Di dalam Sean sedang memejamkan matanya dan tak menyadari kehadiran winda.
"Selamat pagi mas Sean"ucap Winda mendekati Sean.
__ADS_1
"Kenapa nggak panggil sayang"jawab Sean sambil membuka matanya lalu menatap Winda.
"Yaudah deh, sayangku mau makan sekarang nggak"ucap Winda sambil tersenyum manis.
Bukannya menjawab pertanyaan Winda, Sean pun langsung menarik Winda mendekatinya lalu menyuruh Winda untuk duduk di pahanya.
"Tidak mas nanti kamu kesakitan kalau duduk disitu"
"Gak papa sini aja, aku maunya kamu duduk disini"
"No no, lebih baik kamu mandi sekarang ya bau tau badan kamu"
"Mana ada aku baru, wangi gini kok"bela Sean mencium tubuhnya.
"Hanya orang-orang disekitar kamu yang mencium tubuhmu bau, ayo mandi aku mandikan kok"
"Ayok!!!"
"Bisa diam gak sih tangannya"
"Tidak bisa, mereka yang menginginkannya"Winda pun membiarkan Sean bermain di bagian tubuh tertentunya dan segera menyelesaikan mandi Sean agar tidak kedinginan. Setelah selesai mandi, Winda langsung memakaikan pakaian untuk Sean lalu menyuapi makanan dan memberinya obat.
"Sayang kapan progam ini akan berhasil?"tanya Sean.
"Sebentar lagi kamu akan dibawa dokter Indra untuk dicek punyamu, jika kali ini berhasil maka aku bisa hamil"
"Benarkah, bawa aku kesana sekarang"
__ADS_1
"Nanti dulu, minum obat saja belum, setelah kamu habisakan makanan ini dan minum obatmu Dokter Indra akan datang nanti"
"Oke-oke aku habiskan sekarang"Sean pun langsung menghabiskan makanannya dengan cepat lalu meminum obat yang sudah Winda sediakan itu. Setelah selesai makan dan minum obat Sean pun beristirahat di ranjangnya sebentar sambil menunggu dokter Indra datang.
"Sayang kapan dokter itu datang"tanya Sean tidak sabar.
"Sebentar lagi mas kamu sabar aja"Sean pun cemberut dengan jawaban Winda. beberapa menit setelah itu dokter Indra pun datang bersama beberapa suster laki-laki.
"Bisa dibawa sekarang dokter"tanya Winda.
"Bisa nona"jawab dokter Indra. Perawat-perawat laki-laki itu pun membantu Sean pindah ke kursi roda lalu membawanya keruangan khusus program bayi tabung. Sean pun berada di dalam ruangan itu dan Winda memutuskan untuk menunggu di depan ruangan itu walaupun ia diizinkan untuk berada di dalam bersama Sean, Winda memilik tetap diluar karna ia ingin memantau kondisi rumah kedua orang tua Sean tanpa ketahuan oleh Sean.
1 Jam berlalu, Winda masih terus menunggu Sean sambil memantau dari hpnya, sementara didalam percobaan pertama yang dokter Indra lakukan untuk proses pembuahan gagal karna sel ****** Sean yang belum tertalu aktif. Proses itu pun terus berlanjut dengan percobaan-percobaan berikutnya, Sean harus tetap berada di dalam ruangan dan Winda masih menunggu dengan sabar di luar ruangan itu.
5 jam berlalu, Winda mulai penasaran dengan hasilnya. Ia pun mutuskan untuk masuk kedalam ruangan. Di dalam, ia melihat Sean yang terbaring di ranjang tetapi tidak tertidur dan terus membuka matanya sambil melihat dokter Indra dan beberapa perawat laki-laki yang sedang melakukan sesuatu di bagian miliknya. Winda pun mendekat ke Sean, Sean melihat kedatangan Winda dan langsung menarik tangan Winda dan menciumnya.
"Belum berhasil ya"tanya Winda.
"Belum Sayang, bahkan sampai tubuhku lemas tapi setelah kamu datang aku tidak lemas lagi"jawab Sean.
"Dasar kamu itu"Winda pun membelai rambut Sean untuk membuat Sean rilex.
20 Menit kemudian, dokter Indra sudah mengambil sel ****** Sean yang ke 10 kali dan sedang menunggu proses pembuahan terjadi.
"Dokter bagaimana "tanya Winda.
"Sepertinya berhasil nona, ada yang berhasil masuk kedalam"jawab dokter Indra
__ADS_1
"Benarkah dok??"
"Iya nona, tinggal menunggu proses selanjutnya lagi"