Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
episode 11 Hantu Berwajah Dingin


__ADS_3

Malam yang hening seperti biasa ditemani bintang-bintang di langit.. Davina melangkahkan kakinya menikmati pemandangan malam di sekitar area distrik.


" Area yang dihiasi dengan lampu LTHSE membuat semua penduduk terutama warga asli Papua bisa merasakan perhatian negara republik Indonesia, sangat disayangkan jika ada oknum-oknum tertentu yang ingin merusak Indonesia dengan memanfaatkan penduduk lokal " bisik Davina dalam hati.


perumahan penduduk sedikit banyak masih mengikuti tradisi lama berbentuk jamur, dinding terbuat dari kayu dan atap yang ditutupi jerami sering disebut Honai membuat Davina begitu terkesima dan penasaran apa ia bisa masuk ke sana. Davina melangkahkan kakinya dan mendekati satu perumahan penduduk yang saat itu terlihat sedang asik berkumpul di dalam Honai.



merasakan ada orang asing yang mendekat sang kepala keluarga pun menyapa Davina dan mempersilahkan Davina untuk bergabung.


awalnya terasa takut akan tetapi dengan keramahan keluarga yang bersuku Dani ini membuat Davina merasa nyaman.


" ko pu asal dari mana ade ? " tanya ibu sang pemilik Honai tersebut.


" saya dari jakarta bu " jawab Davina pelan kemudian melihat sekeliling honai.


merasa jika Davina merasa takut dan canggung si bapa yang membawanya masuk pun berkata " trapapa ade.. ko aman di sini " sambil tersenyum kecil dan meniup sebuah bambu ke arah pembakaran.


" ko pu nama siapa " tanya si bapa yang kemudian memperkenalkan istrinya dan kedua anaknya yang bernama Karel dan Regina masing-masing berusia 10 dan 7 tahun


" saya Davina pak " jawab Davina


" kaka, ko yang tadi di bawa kaka polisi itu kah " tanya karel yang sedang asik bermain jari dengan si adik..


" ooh ia de.. kok tau ? " kata Davina mulai mengakrabkan diri


" tong tadi ada main di komplek bapa pendeta kaka.." jawab Karel kemudian mengambil beberapa potong kayu dan memberikan pada bapanya.


" ado.. kamorang cerewet sekali toh" ngomel sang ibu karena kedua anaknya malah mengajak Davina ngobrol.


" ko su makan kah ? " tanya si ibu kemudian mengambil sesuatu dari dalam bara kemudian membersihkannya


" sudah.. bu makasih " jawab Davina menolak lembut.


"ah sa tra percaya deng ko bicara "


" noh " kata ibu itu seraya menyodorkan ke Davina sesuatu yang baru saja dibersihkannya.


" hati-hati masih panas e " ucap istri sang pemilik rumah


Davina pun tak menolak pemberian sang ibu, melihat pemilik rumah sedang memperhatikannya akhirnya Davina dengan pelan mencoba memakan makanan tersebut..


saat Davina hendak memakannya..


" kaka de pe kulit dibuka dulu to.." teriak Regina polos lalu tertawa. terlihat jelas giginya yang putih diantara kulitnya yang gelap.


Davina tersadar jika kelakuannya ini membuat seisi honai menjadi tertawa.


Davina pun membuka kulitnya dan mulai memakannya dengan pelan karena masih terasa panas di mulutnya membuat Davina tak bisa makan dengan mulut tertutup sedikit-sedikit mengibaskan tangannya karena terasa panas di mulut..


"ehm.. enak bu " bilang Davina pada pemilik rumah sambil mengunyah makanan tersebut


" ini ubi ?? "


" baru kali ini saya makan ubi yang dibakar dalam bara " ucap Davina sekali lagi kemudian menikmati makan malamnya dengan ubi bakar.

__ADS_1


🍂🍂 beberapa jam kemudian...


Saking asik ngobrol dengan keluarga baru tersebut membuat Davina tak sadar jika malam semakin larut.


" ade.. jang ko panggil sa deng kata ibu kah"


" panggil mama eh " ucap sang ibu tertawa kecil yang berharap punya keluarga dari luar.


" jang ko dengar sa pu nya maitua ne " ketus sang suami menegur istrinya karena tidak enak pada Davina.


dengan lembut Davina memegang tangan sang ibu " ia mama " jawab Davina tersenyum kecil.


mendengar Davina menyebut mama sang ibu kemudian mengelus lembut kepala Davina.


merasakan lembutnya tangan seorang ibu, membuat Davina tak sadar meneteskan air mata karena teringat ibunya yang sudah sebulan lebih ditinggalkannya dan belum ada komunikasi sama sekali.


" ehh.. jang nangis, ko su besar e " ucap sang ibu kemudian mengusap air mata Davina.


Davina pun tertawa kecil yang membuat kedua anak sang ibu pun tertawa terbahak-bahak.


terasa sudah waktunya Davina untuk kembali pulang, ia pun pamit dan berjanji besok akan datang kembali.


sang bapa pun mengantar kan Davina sampai depan honai dan kembali masuk untuk beristirahat.


Davina mencoba mengingat kembali jalan yang ia lalui tadi..


" ya ampun.."


" mana jalannya tadi ya.." ucap Davina gelisah


saat berjalan perasaannya mulai terganggu.. sesekali berjalan Davina menoleh ke belakang


" kok kaya ada yang ngikutin ya " bisik Davina dalam hati dan mempercepat langkah kakinya.


tiba-tiba...


ada seseorang yang menghentikan langkah Davina dengan menarik tangannya...


" aaaahhhkkkkk " teriak Davina sambil memejamkan matanya


" heiii... ini aku.. Kevin " ucap Kevin kemudian menutup mulut Davina yang sedang berteriak ketakutan.


mendengar suara Kevin, Davina pun menghentikan teriakannya dan membuka kedua matanya..


"dari mana saja sih"


" aku sudah nyari sana sini "


" kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana? " ngomel Kevin kemudian menarik tangan Davina dan membawanya kembali ke rumah pendeta.


" jangan kasar - kasar dunk "


"sakit... " jawab Davina kesakitan saat Kevin menarik tangannya selama perjalanan tadi.


melihat rumah Pendeta sudah dekat dan mendengar Davina kesakitan seperti itu, Kevin pun melepaskan tangannya.

__ADS_1


"sudah sampai, masuk lha " perintah Kevin pada Davina lalu berbalik meninggalkan Davina.


" ehh Vin, enak banget main ninggalin orang tanpa perasaan gitu "


" emank kamu siapa sampai seenaknya sama aku gitu "


" minta maaf nggak "


" merasa paling benar ya" teriak Davina kesal atas perbuatan Kevin selama ini.


entah dari mana keberanian Davina untuk bicara seperti itu yang jelas Davina sudah bersabar selama ini akibat ulah Kevin tersebut.


Kevin sudah melangkah agak jauh saat mendengar kalimat Davina, ia pun menghentikan langkahnya kemudian berbalik mendekati Davina dengan wajah serius.


merasa sudah terlanjur bicara seperti itu Davina harus menanggung resiko yang bakal terjadi, dengan sekuat tenaga Davina mengumpulkan keberanian nya untuk tetap menatap Kevin. Terlihat dengan jelas langkah kaki Kevin mendekati dirinya. Tak sadar keberanian yang sudah dikumpulkan nya berangsur-angsur menghilang bersamaan dengan langkah kaki Kevin, merasa dirinya dalam bahaya Davina pun mencoba untuk berlari tapi entah kenapa kaki serta tubuhnya terasa kaku untuk berjalan menghindari Kevin karena tak bisa berbuat apa-apa Davina pun menutup kedua matanya takut melihat apa yang bakal terjadi dan siap menerima apa pun yang akan di lakukan Kevin.


" Kenapa Vin " kata Bram tiba-tiba mengagetkan Davina yang sedang berdiri kaku.


Davina membuka kedua matanya dan melihat ke sekelilingnya merasa kebingungan


" nyari apa? "


" kaya ngeliat hantu gitu " tanya Bram yang ikutan bingung melihat ekspresi Davina.


" ya hantu.. Hantu berwajah dingin " balas Davina kesal kemudian berjalan masuk ke rumah pendeta.


" Hantu berwajah dingin " ucap Bram pelan sambil mengerutkan dahinya kebingungan kemudian mengikuti Davina dari belakang.


saat hendak masuk Davina mendengar suara orang yang sedang tertawa dari dalam rumah Pendeta.


" oh syukurlah kamu sudah datang nak " kata ibu istri pendeta tersebut dan membawa Davina masuk


" kenapa wajahmu "


" kelihatan tegang sekali " tanya pak Pendeta


Davina tak berbicara satu katapun saking kesalnya melihat Kevin sudah berada dalam rumah pak Pendeta dan asik ngobrol santai seakan-akan tak terjadi apa-apa.


Kevin dengan santai meraih segelas teh yang sudah disajikan ibu pendeta tersebut.


" ia pak.. tadi katanya Davina melihat hantu berwajah dingin mendekati dirinya " kata Bram menjawab pertanyaan pak Pendeta.


Kevin tersedak minuman setelah mendengar ucapan Bram tersebut dan membuat sebagian bajunya menjadi basah.


Kevin memandang Davina yang saat itu sedang memandangnya sinis dan bergumam " hantu berwajah dingin ?"


Davina dan Kevin saling beradu pandangan sementara Bram masih penasaran dengan Hantu Berwajah Dingin tersebut..


...🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺...


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...


...~Novi Dhamzie~...

__ADS_1


......🌼🌼🌼......


__ADS_2