
Malam semakin larut, Kevin meminta ijin untuk berbaring di sofa depan TV saja karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Davina meminjamkan Labtop, bantal dan selimut untuk Kevin.
waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 Davina gelisah tak bisa tidur, ia memutuskan hendak membuat secangkir teh herbal chamomile hangat sekiranya ia bisa cepat memejamkan matanya. ketika melangkahkan kakinya menuju dapur tak sengaja ia melirik ke arah ruang TV yang masih terang, tidak bermaksud untuk mengganggu Davina berjalan dengan pelan namun langkahnya diketahui oleh Kevin.
" Ngapain berdiri disitu " ucap Kevin yang sedang sibuk mengetik
" oh anu.. aku tadi cuma lewat dan penasaran apa yang sedang dikerjakan " jawab Davin lembut
" kamu mau aku buatkan Cappucino Vin " tanya Davina salah tingkah.
" boleh jika nggak merepotkan mu Vin " jawab Kevin dengan senyuman.
Davina mengangguk dan berjalan pelan untuk membuatkan segelas Cappucino dan teh herbal miliknya.
" Sambil di minum ya " ucap Davina menegur Kevin..
" aku boleh duduk di sini ? "
" nggak ganggu kok cm duduk doank " pinta Davina sembari duduk di sofa panjang miliknya. sementara Kevin duduk melantai membelakangi Davina.
Davina mencoba membuka pembicaraan saat mereka berdua terdiam, dan akhirnya suara Davina sudah tak terdengar lagi.
" belum ngantuk Vin ?" tanya Kevin yang sedang merapikan labtop dan beberapa dokumen miliknya.
" pantes aja nggak ad suara ternyata kamu sudah tertidur " bisik Kevin takut membangunkan Davina. Ia merapikan tempat tidur Davina dan meluruskan kaki Davina di atas sofa sekiranya Davina bisa tidur dengan nyaman.
Karena rasa kantuk sudah menyelimutinya, Kevin pun tertidur meskipun hanya melantai dan bersandar di sofa tempat Davina sekarang tertidur pulas.
Keesokan paginya...
Davina terbangun kaget melihat waktu sudah pukul 03.00 pagi, ia bergegas masuk ke kamarnya tak lupa ia menutupi Kevin dengan selimut. Ia tak mau ibu dan yang lain berprangsangka buruk dengan mereka berdua.
Dan seperti biasa sang ibu bangun lebih awal menyiapkan sarapan dan berbenah diri.
Tak berapa lama menyusul semua penghuni rumah yang sibuk mencari kamar mandi, 2 kamar mandi ternyata lebih dulu di huni Maya dan Brian. Kevin akhirnya melangkahkan kakinya ke dapur menemani ibu Davina menyiapkan sarapan.
" Kalo mau mandi nak Kevin, ke kamar Davina saja "
" mereka berdua kalau sudah masuk kamar mandi lama banget " ucap ibu Davina
" tapi Davina bu ? " tanya Kevin
" Davina jika jam segini sudah ada di taman samping " jawab ibu Davina
Kevin segera menuju kamar Davina yang kebetulan sang pemilik sedang sibuk mengurus taman.
Kevin menatap sekelilingnya, khas kamar perempuan yang sangat tergila-gila pada bunga asal negeri Belanda dan penyuka warna biru. Meja kerja yang berada di pojok dekat jendela serta lemari pakaian yang berwarna putih menjadi benda yang sedikit memberi warna dalam kamar Davina, jika tidak hampir semua isi kamar Davina berwarna biru.
__ADS_1
Kevin tertawa kecil melihat sebuah tulisan...
......*Jika kau suka padaku......
...ingin melamar ku ?...
......cukup bawakan aku sekuntum bunga tulip segar* ......
Tulisan pada secarik kertas yang tertempel di meja kerja Davina.
Kevin tertawa kecil..
" meja kerja yang tertata dengan rapi dan bunga segar berada di dalam botol " bisik Kevin.
Kevin melangkah ke arah jendela tepat disamping meja kerja Davina..
" uuhmmmm udara pagi yang segar " ucap Kevin seraya merenggangkan seluruh tubuhnya.
" astagaaa " ucap Kevin sambil menepuk jidatnya
" kok malah ngayal sih " bisiknya kesal, Kevin lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi Davina.
...***...
Davina sedang asik dengan kebun-kebun mininya disamping rumah.
Tak sadar jika Brian sudah datang menghampiri..
" ohh nggak ko "
" cuma cari keringat aja " jawab Davina sambil terus menata bunga-bunga di pot yang masih kosong.
" kamu emank nggak berminat ke kantor lagi Vin ? " tanya Brian
" mau dunk.. cuma mungkin beberapa hari ini aku rest dulu ya.. "
" lusa aku turun deh " jawab Brian tertawa kecil
Ibu Davina melangkahkan kaki menuju taman samping rumah..
" walah.. walah ternyata kalian disini "
" ayo sarapan " ajak Mami
" ia Mami sayangg " ucap Davina sambil mengecup dahi sang ibu..
Sementara Brian dan ibu Davina menuju ruang makan, Davina permisi sebentar masuk ke kamarnya. Ia melangkahkan kakinya menuju jendela dan menghirup udara segar yang masuk di kamarnya.
Kemudian Davina menuju kamar mandi dengan setengah melepaskan kancing bajunya seperti biasa.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan muncul Kevin dari balik pintu yang hanya menggunakan handuk.
Sontak saja kejadian itu membuat Davina kaget dan berteriak, dengan cepat Kevin pun membungkam mulut Davina. Tak ada maksud apa-apa, Kevin membungkam mulut Davina karena takut teriakannya terdengar oleh orang rumah dan mencurigai yang bukan-bukan tentang mereka.
Bungkaman tangan Kevin membuat Davina kehilangan keseimbangan akibat tenaga yang dikeluarkan Kevin sehingga Davina dan Kevin pun terjatuh ke lantai. Dengan sigap Kevin menahan tubuh mungil Davina dengan lengannya. Kini Davina berada tepat di dekapan Kevin, dada bidang milik Kevin lantas membuat detak jantung Davina berdegub kencang.
Aroma tubuh Kevin tercium sangat segar ditambah udara pagi yang masuk ke kamar.
Davina menatap Kevin sejenak, wajah tampan Kevin membuat Davina terpana dan tak bisa berkata apa-apa sampai terdengar suara ketukan pintu kamar.
" Kak Vin, yuk sarapan " panggil Maya depan pintu.
" ia.. ia.. " jawab Davina yang kemudian segera berdiri dari pelukan Kevin.
" Maaf aku pakai kamar mandimu Vin "
" tadi kamar mandi di luar banyak yang antri " jawab Kevin salah tingkah yang kemudian mengambil bajunya yang berada di ranjang Davina dan dengan segera masuk ke dalam kamar mandi lagi.
Davina tertawa kecil mengingat kejadian tadi..
Masih terasa sentuhan tangan Davina pada dada bidang milik Kevin.
" aishhh siapa yang nggak tergoda sama laki-laki berdada bidang gini " bisik Davina dalam hati sambil menunggu Kevin keluar dari kamar mandinya.
tak berapa lama sosok tampan itupun keluar dengan menggunakan hem berwarna abu-abu dan jeans hitam. Membuat Davina tak bisa mengalihkan pandangannya dari Kevin.
" hey... " sahut Kevin mendekati Davina lalu meniup pelan rambut Davina yang beberapa helai menutup matanya.
Davina melongo dan kaget bukan main ketika sadar wajah Kevin sudah berada tepat di depan wajahnya. Seketika itu wajah Davina berubah menjadi merah karena menahan malu.
Davina langsung berdiri saat Kevin sedikit membungkuk alhasil satu kecupan manis tepat di jidat Kevin.
Davina semakin salah tingkah lalu segera meraih handuk yang berada di samping pintu kamar mandinya.
Kevin tertawa kecil dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Davina, Kevin membuka pintu kamar dan saat yang bersamaan pula tepat di depan pintu Brian hendak mengetok.
Kevin dan Brian saling bertatapan, Davina yang saat itu hendak masuk kamar mandipun terlihat oleh Brian.
Brian berbalik lalu pergi meninggalkan Kevin.
apa yang ada di benak Brian saat itu ?
...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...
......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......
...yuk akak yang cantik dan tampan...
...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...
__ADS_1
...~Novi Dhamzie~...