Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 17 Buku Agenda Mawar Merah


__ADS_3

Setelah menerima foto dari Davina, Kevin meletakkannya di meja kemudian dengan pelan ia meraih cangkir yang berisi teh di depannya.


Seteguk.. dua teguk.. Kevin meneguk tehnya kemudian meletakkan kembali cangkir di meja, ia lalu menghela nafas panjang.


Hening dan sepi terasa tanpa suara, Davina enggan untuk bersuara karena bingung mau memulai dari mana sementara Kevin pun juga bingung untuk mengeluarkan apa yang ada di hatinya.


Davina mulai paham karena terlihat jelas Kevin tak berucap apapun. Ia kemudian berdiri dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam wisma. Kevin memandang nya heran..


" Vin.. " panggil Kevin kemudian menarik lengan Davina.


Davina menoleh dengan senyum namun terus masuk ke dalam kamar


" mau kemana ? " tanya Kevin lalu membuntuti Davina


" mau merapikan barang-barang ku Vin " jawab Davina pelan lalu mulai meraih barang-barang yang mau di masukannya ke dalam koper biru dongker yang di beli Kevin beberapa hari yang lalu.


Kevin merasa ada yang salah dengan situasi ini, ia menghentikan langkah Davina.


" Kenapa ? " tanya Kevin lembut


" apanya ???? " jawab Davina


" kenapa kamu nggak bertanya tentang foto itu ? " ucap Kevin yang lalu kembali menarik lengan Davina.


Davina terdiam dan memandang Kevin.


" aku nggak punya hak untuk bertanya Vin " jawab Davina lalu menoleh ke kanan dan ke kiri sembari menghindari pertanyaan Kevin.


Kevin kembali tidak puas menerima jawaban Davina.


dengan kedua telapak tangannya ia kembali menghentikan pergerakan kepala Davina.


" aku serius Vin " ucap Kevin dengan nada sedikit meninggi.


" kamu benar-benar nggak mau tau ? " tanya Kevin.


Davina memegang kedua tangan Kevin lalu dengan pelan melepaskannya. ia melangkahkan kakinya ke arah ranjang kemudian duduk, menghela nafas


" apa yang ingin kamu ceritakan Vin ? " tanya Davina


Kevin mendekati Davina dan mengeluarkan foto yang diberikan Davina


" Itu Sarah kan ? " ucap Davina pelan


Kevin mengangguk


" ia.. ini Sarah "


" Dapat dari mana foto ini ? " tanya Kevin


Davina memandang sekeliling kamar yang ia tempati sekarang.


" ini dulu kamar yang di tempati Sarah kan ? " Davina bertanya lagi tanpa menjawab pertanyaan Kevin.


Kevin kaget dan bingung apa yang harus ia katakan.

__ADS_1


Davina tertawa kecil,,


" Kamu nggak harus jawab kok.. "


" dengan diam mu ini aku tau bahwa kamar ini milik Sarah dan foto itu pun adalah Sarah " jawab Davina


Davina berjalan menuju meja rias yang ada di sudut kamar itu, membuka laci dan meraih sebuah buku agenda berwarna merah. Saat Davina menemukan buku agenda itu ia sadar bahwa itu pasti pemiliknya adalah seorang perempuan terlihat gambar mawar merah yg berada di depan sampul tersebut.


Davina mengambil buku agenda itu lalu menyerahkannya pada Kevin,


" ini milik Sarah "


" dan foto Sarah aku temukan tak sengaja dari dalam agenda ini "


Kevin menerima agenda itu..


" dan maaf tanpa seijin Sarah atau kamu, aku sudah membaca semuanya " ucap Davina pelan..


Kevin membuka agenda tersebut, halaman per halaman yang ternyata semua adalah goresan hati Sarah selama ini sebelum ia pergi meninggalkan Kevin ke negara yang Kevin sendiri tak mengetahui nya.


Melihat Kevin membaca buku agenda itu Davina berniat meninggalkan Kevin sendiri di kamar itu. Namun saat Davina hendak berdiri, Kevin dengan sigap meraih tangannya, Kevin menarik tangan Davina dan memegang jemari Davina di atas ranjang. Davina berusaha keras melepaskan tangan Kevin namun kevin dengan sekuat tenaga memegang nya seakan-akan tak mau Davina pergi dari sisinya.


Masih dalam keadaan serius membaca setiap halaman yang ada membuat Davina merasa hendak menangis.


karena ia sudah membaca semuanya, tanpa ia sadari air matanya mulai membasahi wajahnya.


Davina takut perasaan Kevin yang dulu kini kembali lagi. perasaan yang sama terhadap Sarah, Cinta pertamanya.


" aku apa? "


Kevin masih saja serius membaca agenda milik sarah tetapi ia juga enggan melepaskan tangan Davina.


Davina hanya bisa diam dan gelisah, beberapa kali pula Davina mengusap air matanya.


Beberapa menit kemudian...


Kevin menghela nafas panjang dan menutup buku agenda itu. Matanya menatap tong sampah yang berada tepat di depannya, ia melemparkan buku agenda itu hanya dengan satu tangan.


buuukkkk...


tepat buku agenda itu masuk ke tempat sampah. Davina melihat Kevin..


" why.. ?! " Ucap Davina heran..


Kevin memegang tangan Davina erat dan merebahkan badannya di ranjang. Davina masih duduk di pinggir ranjang berusaha keras melepaskan tangannya.


kemudian ia duduk kembali dan melepaskan cengkraman tangannya, ia tau Davina pasti kesakitan karena ulahnya.


" sakittt ??? " tanya Kevin yang melihat Davina sedikit merintih kesakitan saat Kevin melepaskan genggaman nya.


Davina mengangguk sambil memegang tangannya..


"Sakit itulah yang kurasakan jika kau tiba-tiba pergi menjauh dariku " ucap Kevin tertunduk lesu...


" tapiiii.... agenda itu ? " tanya Davina kemudian berlari kecil mengambil buku agenda yang sudah dibuang Kevin.

__ADS_1


" itu sudah tak berarti lagi untuk ku " ucap Kevin dingin


" sekarang yang terpenting itu kau Davina " kata Kevin sedikit meninggi, menekankan bahwa masa lalu biarlah berlalu yang ia harapkan dan jalani adalah masa depannya.


Davina terpukau mendengar ucapan Kevin yang sedikit membuatnya bahagia tapi " benarkah ini ? " bisik hati kecil Davina.


Hal yang sama dulu juga pernah diucapkan Bryan sahabatnya tetapi malah berpaling ke adik satu-satunya.


" masa hatimu tak terketuk sama sekali setelah membaca tulisan Sarah.. Vin ?? "


" Sarah masih mencintaimu "


" dan dalam doanya pun ia ingin hidup selamanya denganmu " teriak Davina kesal melihat sikap Kevin yang dingin.


" trus kamu maunya apa ? "


" kamu yang putuskan, maka aku akan menurutinya " jawab Kevin ketus lalu merebahkan dirinya di ranjang.


Davina berdiri tak berani berkata-kata, ia sendiri bingung mesti berkata apa..


Davina mendekati Kevin yang sedari tadi tidak bergerak atau bahkan bersuara.


Davina menepuk jidatnya sendiri setelah melihat Kevin yang ternyata sudah hanyut tertidur..


" amppuunnn "


" ternyata ini orang tidur,.. "


Davina mendekati Kevin dengan pelan takut mengganggu tidur nya..


" kalau dari dekat, cakep juga ne cowok " ucap Davina pelan tepat di atas wajah Kevin yang tertidur pulas.


" Wajahnya tampan, pantes aja Sarah tergila-gila dengannya "


" kalau dibandingin Sarah dengan ku, ya aku sudah pasti kalah jauh " ucap Davina yang tidak beranjak sekalipun dari atas Kevin.


" Kata siapa ?? " Jawab Kevin tanpa membuka matanya.


Davina kaget luar biasa ternyata pria yang berada di bawahnya ini tidak tidur ?? gumamnya dalam hati..


Kevin membuka matanya dan menarik pinggul Davina mendekati tubuhnya yang bidang. Davina mencoba melawan dan memejamkan matanya.


Kevin tertawa kecil melihat perempuan di atasnya ini, akhirnya ia merebahkan Davina di atas ranjang dan bergantian kini posisi Kevin tepat di atas Davina. Nafas Davina naik turun tak beraturan ketika melihat wajah Kevin.


apakah Kevin akan mengikuti naluri lelakinya ?


apakah Davina akan melawan atau bahkan pasrah dengan apa yang akan di lakukan Kevin ??


pantau terus ya ceritanya... 🤗


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...

__ADS_1


...~Novi Dhamzie~...


__ADS_2