Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
episode 9 Amarah


__ADS_3

Kevin memegang wajah Davina yang memar bekas tamparan pria asing tersebut, membersihkan darah yang keluar dari mulut Davina.


Tiba-tiba kedua pria itupun datang dan melihat Kevin bersama Davina.


" nggak usah ikut campur kamu, kami mau perempuan itu " ucap salah satu pria tersebut sambil mendekati Kevin.


Dengan sigap Kevin mendorong Davina tetap di belakangnya ketika pria asing tersebut mendekat.


" jika aku tidak mengijinkan, mau apa kalian " balas Kevin menjawab dengan tegas.


" kalian ini siapa, aku rasa kalian bukan anggota KKB atau bahkan kalian ini bukan orang sini " tanya Kevin balik bertanya pada pria asing tersebut.


mendengar pertanyaan Kevin kedua pria asing tersebut tertawa terbahak-bahak.


" kami ada di sini atau bahkan bukan orang asli sini juga bukan urusanmu kan " ucap salah satu pria asing tersebut...


" sudah le nggak usah banyak basa basi, kami mau perempuan itu sekarang " ucap temannya pada Kevin.


Kevin memegang erat tangan Davina dan meminta Davina untuk mundur beberapa langkah kebelakang dan mencari tempat yang aman.


" jika kamu menolak itu sama saja kamu cari mati sekarang " tegas salah satu pria tersebut kemudian mengarahkan tinjunya ke arah wajah Kevin. Dengan sigap Kevin menangkis dan memukul balik pria tersebut ke arah ulu hati dan membanting pria tersebut.


merasa temannya di banting pria asing yang satunya pun mengeluarkan pisau dan mencoba menusuk Kevin dari belakang akan tetapi tendangan belakang Kevin telak sasaran di wajah pria tersebut hingga tersungkur.


Davina melihat kejadian itu ia pun berlari mencari pertolongan namun sayang ia pun di cegad salah satu pria tersebut yang kemudian menyeret Davina dengan mengancam menggunakan pisau.


" berhenti atau ku bunuh perempuan ini " ucap pria asing tersebut menghentikan perkelahian antara Kevin dan rekannya.


Kevin melihat Davina dalam keadaan seperti itu membuatnya tidak berdaya sehingga ia rela di pukul dan ditendang asalkan Davina tidak terluka.


Davina hanya bisa menangis dan berteriak untuk menghentikan perlakuan pria asing tersebut pada Kevin.


" Hentikaaannn "


" Cukuuppp " teriak Davina menangis sementara pisau tetap berada di lehernya membuat Davina tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Kevin sudah tersungkur di tanah mencoba bangun dengan sekuat tenaga, Davina berharap agar Kevin baik-baik saja.


" awassss " teriak Davina dan dengan sekuat tenaga menginjak kaki pria asing yang memegang pisau tersebut kemudian menyiku perutnya sehingga pisau yang dipegangnya pun terlepas, dengan cepat Davina berlari menutup kepala Kevin yang saat itu juga pria asing tersebut mengambil kayu dan memukul belakang Davina sekuat tenaga.


Davina tersungkur ke tanah tak sadarkan diri, melihat Davina tak bergerak membuat Kevin menjadi lebih brutal ia pun berdiri dan menahan pukulan kayu pria tersebut dan melayangkan tinju bertubi-tubi membuat pria asing tersebut pun tak berdaya, salah satu pria mencoba menyerang Kevin namun tendangan putar kevin telak melekat di tengkuk leher pria tersebut. Akhirnya kedua pria asing tersebut ambruk, dengan sekuat tenaga Kevin mengangkat tubuh Davina dan membawanya menuju perkemahan mereka.


Bram panik melihat Davina tidak ada begitu juga dengan Kevin yang entah kemana, ketika sedang bingung Bram melihat Kevin yang penuh dengan darah di sekujur tubuhnya bahkan di wajahnya pun penuh dengan darah membopong seorang gadis yang tak lain adalah Davina.


Bram mendekati Kevin dan meraih Davina sesaat setelah Kevin tersungkur ke tanah.


🌷 Dalam tenda


Davina terbangun menahan sakit yang luar biasa di bagian tengkuk belakangnya, saat menoleh ke kanan terlihat Kevin terbaring lemah tak berdaya.


" apa yang terjadi " bisik Davina mencoba mengingat kejadian tadi siang...


" kamu sudah sadar Vin " tanya Bram yang saat itu ingin mengecek kondisi Davina dan Kevin.


Davina mengangguk diam, matanya menuju ke arah Kevin dengan penuh tanda tanya.


Davina hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Bram.


" huukk... hukkk.. " suara batuk Kevin dan mulai sadarkan diri.


Bram yang saat itu sedang ngobrol dengan Davina pun segera menghampiri velbed tempat Kevin terbaring.


" Kevinn... akhirnya kamu sadar juga bro " ucap Bram senang melihat sohibnya sadarkan diri..


" sudah lama aku nggak lihat kamu terbaring tak berdaya seperti ini " sindir Bram sambil tertawa kecil kesenangan.


Kevin pun tersenyum melihat kelakuan sobatnya itu, tanpa sengaja Davina mengamati keduanya yg sedang tertawa.. baru kali ini Davina melihat senyuman menghiasi wajah Kevin.


" Kau terlihat tampan jika tersenyum " gumam Davina tersipu malu ketika Kevin menatap ke arahnya, dengan cepat Davina mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" berhubung kalian berdua sudah sadarkan diri, aku akan memanggil tim medis untuk memeriksa kalian " ucap Bram kemudian melangkah kan kakinya keluar tenda.

__ADS_1


Keadaan sunyi sepi tanpa ada suatu suara pun keluar dari mulut keduanya.


Davina mencoba untuk bangun dari tidurnya...


" aduuhhh... " ucap Davina kesakitan saat menggerakkan lehernya


" stop.. jangan bergerak " teriak Kevin dengan nada tinggi kemudian bangun dari velbednya dan mendekati Davina.


" lehermu sakit kan, jadi jangan banyak bergerak " kata Kevin judes, menarik tangan Davina dan memeriksa denyut nadi serta memeriksa suhu tubuh Davina.


saat Kevin sedang memeriksa kondisi Davina Bram dan tim medis pun datang.


" apaan ini Kevin " ucap Bram keheranan melihat Kevin sudah duduk di samping velbed Davina. Davina kebingungan melihat sikap Kevin dan semakin bingung ketika Bram dan tim medis datang.


" disini agak cidera jadi rekatkan gipsum di lehernya supaya tidak terjadi apa-apa sebelum kita sampai di kota " kata Kevin pada tim medis


" siap ndan.. " jawab anggota tim medis kemudian menyiapkan segala peralatan sesuai perintah Kevin.


" masih sibuk gini sempat-sempatnya memerintah"


" lebih baik sekarang kamu baring di sana dan stop otakmu bekerja dulu " kata Bram kesal lalu menarik dan membopong Kevin kembali ke velbednya.


Kevin mengikuti petunjuk Bram tanpa ada bantahan sedikitpun.


Davina tersenyum malu melihat kedua orang yang ada didepannya ini bertingkah seperti anak kecil.


setelah gipsum terpasang setidaknya membuat Davina sekarang sedikit nyaman untuk bergerak. Davina meminta tim medis untuk mengangkatnya dan menduduki nya karena sudah lama Davina tidak duduk. mendengar permintaan Davina tim medis menoleh ke arah Kevin kemudian dengan sigap Kevin berdiri dan mengangkat Davina pelan-pelan. Bram yang melihat kejadian itu hanya bisa menggeleng.


" sebaiknya sekarang kalian istirahat saja aku akan datang sebentar lagi setelah mengecek perjalanan kita besok pagi" kata Bram kemudian meninggalkan Davina dan Kevin.


" maaf Vin.."


" gara-gara aku kamu jadi cidera gini " ucap Davina memecah kesunyian.


mendengar perkataan Davina, Kevin hanya diam dan tak menjawab apapun.

__ADS_1


Merasa Kevin tak menjawabnya membuat Davina semakin merasa bersalah ia pun turun dari velbed nya dan perlahan berjalan menuju Kevin yang saat ini sedang berbaring membelakangi Davina.


__ADS_2