Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 14 Kau penyelamatku..


__ADS_3

Kadang orang berpikir paras yang baik bisa menjadi tanda bahwa orang itupun baik denganmu, tapi tidak menjadi masalah jika kita hendaknya selalu berhati-hati dalam berteman.


Bram sosok dewasa yang selama ini Davina kenal, sosok yang selalu menjaganya kini berbalik seakan itu semua hanya sandiwara semata. Mengingat kejadian itu membuat Davina semakin terpuruk dan takut untuk bergaul apa lagi di tempat baru.


Davina menarik nafas panjang menghirup udara pagi dan mencoba untuk memulai harinya kembali tanpa kenangan buruk itu.


" tiittt.. tittt " suara klakson mobil Kevin di depan wisma.


Davina memandang kehadiran penyelamat dirinya malam itu,


" hai " sahut Davina tersenyum


" sudah baikan Vin " jawab Kevin menghampiri Davina.


" yup.. " sahut Davina mengangguk-anggukan kepala nya


" kamu nggak kerja ? " tanya Davina sembari mengajak Kevin untuk duduk di teras wisma


" aku ijin "


" yuk jalan-jalan "


" mau ? " ucap Kevin tersenyum.


" beneran ? "


" kemana ? " jawab Davina antusias


Davina dengan segera mengganti pakaiannya sementara Kevin menikmati udara pagi dan sinar matahari.


🍂🍂 Pantai Gedo



Kurang lebih 20 menit perjalanan Kevin pun menghentikan laju mobilnya dan mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya. angin pantai berhembus kencang saat Davina dan Kevin melangkah keluar mobil.


Pohon hijau berayun-ayun ikut meramaikan susana hari itu, terlihat beberapa anak-anak berlari menikmati lingkungan pantai.


Davina berlari kecil ke arah rerumputan dan memandang sekelilingnya, terlukis senyuman di bibirnya. Sesekali Kevin mencuri pandang terlihat lesung pipit melekat di pipinya. Kevin hanya tersipu-sipu malu sendiri.


Dengan sigap Kevin meraih tangan Davina dan mengajaknya untuk berjalan sepanjang bibir pantai. Rasa canggung menyelimuti hati Davina membiarkan orang asing memegang tangannya tapi tak ada niat satupun untuk melepaskan tangan itu..


hempasan ombak nakal seringkali menyentuh mereka berdua sehingga basah kuyup pun tak bisa dielakkan..


duduk di pesisir pantai Gedo membuat mereka semakin akrab tertawa dan bercanda.


" kamu senang Vin " tanya Kevin sembari menyandarkan tubuh kekarnya di antara butiran pasir


Davina menganggukan kepala tanda dia sangat bahagia kemudian merebahkan dirinya tepat di samping Kevin. saat Davina hendak merebahkan kepalanya terasa tangan kekar milik pria di samping Davina sudah ada dibelakang kepalanya. Davina memandang ke arah Kevin penuh tanya namun Kevin tak bersuara apa lagi tersenyum, ia hanya memandang ke langit.


" apa boleh aku nanya sesuatu " tanya Davina

__ADS_1


" yup " jawab Kevin lalu bangun dari tempatnya dan menghadap Davina yang saat itu masih terbaring di pasir. dengan kedua tangan yang berada diantara lengan Davina dan tatapan mata yang begitu tajam membuat Davina enggan untuk bersuara.


Davina dan Kevin saling bertatapan hal ini membuat Kevin teringat dengan sosok Sarah yang pernah mengisi kehidupannya.


Kevin segera menarik lengannya dan kemudian duduk lalu mengarahkan pandangannya kembali ke arah pantai.


" kita makan yuuk " ajak Kevin yang kemudian meraih tangan Davina. Dan membawanya ke arah Gazebo yang terletak di bibir pantai, sesampai di sana Davina terhenti sejenak memandang ke dalam Gazebo kemudian menatap Kevin.


" kenapa kamu bawa dia ke sini Vin " ucap Davina kesal


Kevin pun terdiam, melihat Bram ada di situ


" kalian berdua sekongkol ? "


" aku kira kamu bisa dipercaya Vin ternyata kamu sama saja dengan dia " ucap Davina lagi kemudian berlari meninggalkan Kevin dan Bram


" ngapain kamu ke sini Bram ? " tanya Kevin penuh emosi


" lihat gara-gara kamu Davina pergi "


" sampai terjadi apa-apa dengannya.. orang yang pertama aku salahkan itu kamu " Ucap Kevin pada Bram kemudian berlari mengejar Davina.


Davina berlari sepanjang bibir pantai dengan perasaan bercampur aduk gak tahu mana yang harus ia percaya.


" Vin " teriak Kevin


mendengar suara Kevin, Davina semakin cepat melangkahkan kakinya masuk diantara perkampungan.


" oh saya cuma mau lewat saja mas " ucap Davina seraya permisi melewati sekumpulan pemuda.


" e.. e.. sa kas tau nona.. ko kalo mo lewat sini harus bayar e.. " sahut salah satu diantara mereka


" ato ko gabung saja deng kami to " ucap pria berambut keriting yang terlihat sedikit mabuk menarik tangan Davina. Davina menolak secara halus, namun mereka semakin bringas menarik tangan Davina.


" Stop " teriak Kevin yang ternyata sudah berada di belakang Davina. melihat Kevin berada didekatnya Davina merasa aman kemudian berusaha melepaskan tangannya.


" kamorang jang berani ganggu sapunya maitua eh.. " ucap Kevin mendekati pria yang berani menyentuh tangan Davina. menatap tajam orang tersebut sehingga membuat mereka yang berkumpul tadi lalu pamit ke rumah masing-masing.


" Vin.. aku takuttt " kata Davina yang kemudian memeluk Kevin erat-erat. Kevin membalas pelukan tersebut dan mengusap kepala Davina.


" kamu aman Vin "


" aku janji selama kamu di sini, kamu akan slalu berada dalam pengawasanku " ucap Kevin tersenyum dan mulai menghibur Davina.


" kamu lapar ? " tanya Kevin lalu membawa Davina ke arah mobil menuju rumah makan.


Setelah seharian mereka berada di pantai Gedo mereka pun kembali beristirahat, Kevin mengantar Davina kembali ke wisma . Ketika melihat Kevin hendak pergi, Davina memanggil nya..


" Vin.. " panggil Davina pelan.. Davina menghampiri Kevin dan meminta Kevin untuk menunduk sedikit sebab ada yang mau disampaikannya.


Kevin tersenyum dan menundukan kepalanya..

__ADS_1


" makasih ya Vin " ucap Davina pelan ditelinga Kevin kemudian tanpa sadar Davina memberikan kecupan tepat di pipi Kevin. ketika sadar atas perbuatannya Davina pun langsung berlari menuju wisma tanpa berbalik sedikitpun ke arah Kevin.


Kevin saat itu langsung terpana karena tak di duga ia mendapatkan kecupan manis dari sosok yang baru dikenalnya ini, senyuman manis tersirat di bibir Kevin yang kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil kemudian berlalu dari wisma.


" apa yang aku lakukan ini ? " bisik Davina dalam hati.. Davina jadi serba salah akhirnya ia memutuskan hendak menelpon Kevin. namun saat ia hendak menelpon ternyata Kevin sudah duluan menelponnya.


" kamu senang kan hari ini ?" tanya Kevin


" ia " Davina mengangguk kegirangan


" makasih ya " ucap Davina lagi sambil tersipu malu.


" malam ini ku jemput ya.. " tanya Kevin lagi mengajak Davina untuk makan malam.


Davina kebingungan dan serba salah untuk menjawab saking bahagia dan kaget mendengar ajakan Kevin membuat Davina tak dapat berkata-kata.


" oke.. tanda diammu ini menyatakan jika kamu setuju keluar bersamaku malam ini " ucap Kevin dan menghentikan percakapan mereka.


Davina tersenyum malu hendak mengiakan ajakan Kevin, namun rasa lelahnya sudah tak bisa terbendung lagi. Davina pun tertidur pulas sampai tak tau jika malam pun sudah tiba. Entah berapa lama Kevin sudah menunggunya di depan teras wisma.


Davina terbangun dan meraih ponsel miliknya


" apaaaa " teriak Davina kaget melihat sudah pukul 19.00 WIT, ia pun berdiri dan bergegas berlari ke ruang tamu. .


" Kevin ? "


" sudah lama ya "


" maaf ku ketiduran " ucap Davina memelas di depan teras.


Kevin pun kaget melihat penampakan natural Davina, rambut tergerai tak beraturan dan lingerie biru yang ia kenakan. Kevin berdiri dan membalikkan tubuh Davina untuk masuk ke dalam wisma


" lebih baik kamu mandi dan bersiap "


" nggak baik seorang gadis menggunakan lingerie berdiri di depan rumah seperti ini " jelas Kevin tak ingin ada yang melihat kondisi Davina saat ini.


Davina pun tersadar apa yang ia kenakan saat menghadapi Kevin, hal ini membuatnya mengambil kesempatan untuk melihat niat Kevin.


secara perlahan Davina menutup pintu ruang tamu dan dengan pelan mendekati Kevin yang saat itu berdiri keheranan melihat tingkah Davina.


" Jujur ini kan yang kamu inginkan " ucap Davina kemudian mendorong Kevin ke atas sofa. Dengan pelan Davina merebahkan tubuhnya mendekati Kevin terlintas lekukan tubuh Davina membuat siapa saja yang melihatnya tidak akan mudah memalingkan wajah. Davina mencium lembut bibir Kevin yang tak berdaya dan terasa lengan kekar Kevin mulai menyentuh pinggul Davina.


apa yang terjadi dengan Kevin dan Davina?


Bisakah Kevin menolak ajakan nakal Davina?


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...

__ADS_1


...~Novi Dhamzie~...


__ADS_2