
Setelah keberangkatan Davina, ibu Davina terlihat murung sepanjang perjalanan pulang. Maya mencoba menghibur ibunya dengan menceritakan hal - hal yang lucu dan menggembirakan, tapi itu semua tidak dapat mengembalikan senyuman ibunya.
🌷Di rumah 🌷
" udah dunk Mi, Kak Vin ke sana kan kerja bukan kemana - mana " kata Maya sambil memeluk ibunya yang duduk termenung sambil memeluk foto mereka bertiga.
" Maya di sini mi, kenapa Mami lupa dengan Maya " ucap Maya kesal melihat sikap ibunya..
Menyadari bahwa sikapnya terlalu berlebihan kemudian ibu Davina memandang Maya dan meminta maaf kepada Maya
" maafin mami ya sayang.. " ucap ibu Davina kepada Maya yang saat itu sedang kesal.
" Mami bersyukur sekali punya anak perempuan seperti kalian berdua " ucap ibunya sambil memeluk Maya.
" emank kenapa Mi " ucap Maya
" karena kalo punya anak perempuan meskipun jauh pasti selalu ingat dengan keluarga " jelas ibu Davina dan tersenyum bahagia
" nah gitu dunk.. "
" sekarang mami tunggu di sini ya, Maya mau buatin es jeruk untuk mami " kata Maya sembari tersenyum dan berlalu meninggalkan ibunya di ruang keluarga.
saat Maya sedang sibuk di dapur, terdengar suara ponsel milik Maya berbunyi...
" May.. ponselnya bunyi ne " teriak ibunya
" ia mi.. " sahut Maya kemudian membawa segelas es jeruk segar dan memberikannya pada ibunya..
Maya meraih ponsel miliknya " kak Brian ?? " gumam Maya sambil menerima panggilan telpon Brian dan berjalan ke arah taman samping rumah.
" halloooo... " jawab Maya duduk di kursi taman
" May sudah dapat info belum dari Davina ? " tanya Brian
" ini sudah 6 jam lebih lho masa telpon Davina nggak bisa masuk- masuk" ucap Brian lagi di sebrang telpon sana
Maya tertawa malu " Rindu ya kak " jawab Maya mengejek Brian
" ehm tapi benar juga kata kak Bri ini sudah 6 jam lebih, kok kak Vin nggak nelpon ya.." ucap Maya keheranan.
" ya nant coba Maya nelpon kak Vin " kata maya menenangkan Brian dan mengakhiri telpon mereka.
Maya mencoba menelpon Davina yang sampai saat ini belum tau kabarnya bagaimana..
" duh kak Vin.. di mana sih kok nggak diangkat telpon ku.. " ucap Maya kesal
" May nelpon Vina dunk.. "
" Davina pasti sudah sampai ne di manado " kata ibu Davina meminta Maya menghubungi Davina
" sudah mi.. ini dari tadi Maya nelpon nggak aktif - aktif juga Telpon kak Vina mi.." jawab Maya sembari terus mencoba menelpon ponsel Davina.
" perasaan ibu kok nggak enak ya May.. " ucap ibu Davina sambil berjalan mendekati Maya dan duduk di kursi.
__ADS_1
Maya memandang ibunya...
" apa terjadi sesuatu ya dengan kak Vin ? " ucap Maya sambil berbisik agar tidak terdengar ibunya.
Tidak lama kemudian ponsel Maya berbunyi...
" ya kak.. " sahut Maya
" kak Brian dapat info May dari bos kakak " ucap Brian
" info apaan " jawab Maya sedikit gugup
" Bentar lagi kak Bri nyampe rumah Maya ne.. " ucap Brian dalam perjalanan menuju rumah Davina.
" apa sih kak? " tanya Maya
" jangan buat panik dunk ka, Maya nggak suka deh.. " jawab Maya kesal lalu mengakhiri telponnya.
Tidak berapa lama Brian pun datang kemudian setengah berlari menuju rumah Davina yang saat itu Maya sudah siap menunggu Brian di teras rumah.
" ada apa sih ka.. " tanya Maya sesaat Brian sampai didepannya.
" tadi kakak ditanya pak Leo boss kakak, apa Davina sudah ke Manado belum jadi jawab kak Bri sudah berangkat tadi pagi ambil penerbangan yang pertama " jelas Brian pada Maya.
" lalu kata pak Leo pihak perusahaan di Manado tadi pagi juga mengirim supir untuk menjemput Vina tapi Davina nggak ada " ucap Brian panik tidak percaya apa yang terjadi.
Mendengar penjelasan Brian, Maya kaget dan berusaha menelpon Davina kembali.
" ayo dunk ka.. ayo diangkat telponnya " ucap Maya kesal karena Davina tidak tersambung sama sekali.
" Ponsel kak vin dari tadi juga nggak aktif ka " gumam Maya pada Brian yang sedang bingung.
" sampai berita yang kita dengar ini jelas " ucap Brian lagi.
sekarang sudah menunjukkan pukul 15.00 kabar tentang Davina pun sampai saat ini belum diketahui.
Brian kemudian pamit kembali ke kantor " nanti kalo ada kabar dari Davina kak Brian langsung telpon Maya " kata Brian menuju mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah Davina.
🕘 pukul 21.00
Maya mencoba untuk memejamkan matanya berulang kali tapi ternyata tetap tidak bisa membuat Maya hanyut dalam tidurnya.
" apaan ini ko heboh banget sih beritanya.." gumam Maya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan melihat info melalui ponselnya.
" pesawat hilang lagi... " ucap Maya geleng - geleng kepala.
tiba - tiba...
Ponsel Maya berdering
" Kak Vin... " teriak Maya kegirangan karena yang menelponnya adalah Davina
" May.. May.. jaga ibu baik - baik ya, kak Vin nggak tau apa yang terjadi nanti tapi saat ini kak vin baik- saja " ucap Davina berbisik sambil menangis di Balik telpon.
" kak Vin di mana sekarang" tanya Maya panik
__ADS_1
" Kakak juga nggak tau di mana ini " ucap Davina menangis.
" Papua.. ya kakak di papua sekarang " jawab Davina sesegukan
" Papua ???? " teriak Maya lagi memastikan
" Bug !! ( suara pukulan)"
" erghhh... " suara Davina merintih kesakitan kemudian telponnya berakhir.
" Kak vin.. Kak Vin " teriak Maya sambil menangis.
Mendengar teriakan Maya ibunya terbangun dan berjalan menuju kamar Maya yang berada tepat di samping kamar Davina.
" kenapa May.. " tanya ibu Davina panik lalu membuka pintu kamar Maya.
Maya panik dan nggak tau harus berbuat apa karena bingung sebenarnya apa yang terjadi.
" Mi.. Mami.. " ucap Maya memeluk ibunya
" ka Vin mi.. Kak Vina " ucap Maya terbata bata kemudian menangis karena syokk...
" Mami jadi bingung May " jawab ibu Davina
" sebenarnya apa yang terjadi ? "
" Davina nelpon Maya? "
" apa kata Vina, kok nggak ngomong dengan mami sih " ucap ibu Davina kebingungan dan meminta penjelasan dengan Maya.
ketika Maya mencoba menjawab pertanyaan ibunya, suara ponsel Maya pun berbunyi..
" ya ka.. " jawab Maya
" putar TV sekarang May " ucap Brian
Mendengar ucapan Brian Maya kemudian berlari ke ruang tengah dan meraih remote TV dan melihat apa yang sebenarnya di siarkan.
Maya syok karena diberitakan bahwa pesawat penerbangan ke papua lenyap tadi pagi dan di beritahukan bahwa pesawat tersebut diduga telah di bajak oknum KKP.
semakin tidak percaya lagi ketika pihak TV menyiarkan biodata penumpang yang sebagian besar merupakan anggota POLRI yang sedang melaksanakan tugas dan 1 wanita bernama Davina. Yang sampai saat ini pihak TNI dan POLRI masih mencari tahu keberadaan mereka.
" Kak Vin.. " teriak Maya menangis sejadi - jadinya kemudian tersungkur di depan TV.
Tanpa Maya sadari ibunya pun mendengar semua berita di TV
" Vina... " ibu Davina menjerit syok
Maya kaget dan terlambat karena ibunya sudah melihat dan mendengar semua berita yang saat ini lagi ramai diperbincangkan.
" Mi.. Mi.. " ucap Maya menghampiri ibunya
" Vina.. anak ku " suara lirih ibu Davina yang kemudian lemas dan ambruk dipelukan Maya.
" Mami.. Mami... "
__ADS_1
" bangun Mi.. "
" tolooongg.... tolonnggg " teriak Maya mencari pertolongan