
awalnya cuma ingin menguji ternyata kini Davina hanyut dalam permainannya sendiri. Dekapan hangat tubuh bidang milik Kevin membuat Davina tak berdaya. Kevin pun sempat terbawa suasana namun akhirnya Kevin menyadari bahwa yang ia lakukan ini salah. Dengan tegas Kevin melepas rangkulan Davina.
" jangan sampai terjadi Vin "
" aku bukan Bram " ucap Kevin kemudian melangkahkan kakinya keluar wisma.
Davina terdiam terpaku, malu dengan apa yang sudah ia lakukan.
Dengan langkah pelan ia mendekati Kevin
" Vin.. aku minta maaf "
" aku tadi.. cuma.. " ucap Davina pelan
" hushh... tak usah dilanjutkan "
" kamu sudah siap? "
" ayoo " jawab Kevin menghentikan pembicaraan Davina.
Davina mengangguk tak percaya dengan sikap laki-laki yang berdiri di depannya ini.
malam semakin larut tetapi niat Kevin ingin menghibur Davina tidak pernah pudar, segala penjuru kota Nabire ia perkenalkan kepada Davina meskipun di ujung pulau timur, ternyata ada kota seindah ini.
Sampai akhirnya Davina pun diajak ke sudut kota yang letaknya di pinggir bandara kota Nabire. Sangatlah heran apa yang diamati Davina tempat tongkrongan masyarakat ditengah kota ini ternyata berada di samping pantai dan lebih uniknya lagi para pengunjung pun bisa duduk bersantai sambil melihat pesawat terbang yang berada tepat di kepala mereka.
memandang sekelilingnya penuh dengan anak-anak yang sedang asik bermain.
Kevin mengajak Davina untuk duduk sebentar memandang indahnya laut ditengah kota Nabire.
" penerbanganmu Lusa, siapin aja semua barang-barangmu " ucap Kevin
" oh ya.. " Davina tertegun tak percaya akhirnya ia bisa pulang juga bertemu dengan ibu dan adiknya.
" Vin.. makasih ya " kata Davina kemudian ia berdiri dan memandang laut malam, aku nggak akan lupa semua yang sudah kamu lakukan untukku.
"ehhmmm..."
" kamu nggak mau nemenin aku sampai jakarta " rayu Davina sambil berjalan mendekati Kevin yang saat itu hanya duduk terpaku memandang laut dan memandang gadis di depannya ini.
Kevin menoleh dan menatap hangat wajah gadis yang baru dikenalnya sebulan ini tapi sungguh membuat hatinya bergejolak setiap memandang wajahnya. Kevin tersenyum hangat dan memegang wajah kecil Davina..
" ku harap kau tak melupakan ku " ucap Kevin kemudian tangannya mulai meraih sesuatu di kantong celananya.
" aku ingin kau memiliki ini Vin " kata Kevin seraya memperlihatkan sebuah Rosario miliknya yang dulu pernah dikembalikan Davina.
" untuk ku ? " jawab Davina tak percaya..
" tapi ini kan.. " ucap Davina yang kemudian terputus karena Kevin tiba-tiba mengecup hangat bibir mungil Davina.
__ADS_1
beberapa saat suasana menjadi hening kemudian Kevin tersadar dengan apa yang sedang diperbuatnya.
" maaf.. maaf Vin "
" aku.. aku terbawa suasana " ujar Kevin dan mulai berdiri menjauh setelah memberikan rosario ditelapak tangan Davina.
Davina tak percaya bahwa sosok dingin didepannya kini salah tingkah.
melihat Kevin berjalan menyusuri tepi pantai, Davina kemudian berlari menghampiri Kevin dan memeluk erat pria berbadan kekar tersebut.
seketika Kevin tersentak kemudian terdiam setelah apa yang dilakukan Davina padanya.
" jujur.. aku nggak bisa jauh darimu Kevin "
" aku nggak tau juga kenapa "
" maaf kalo aku ngomong gini " ucap Davina kemudian menangis di punggung Kevin. Kevin mencoba melepaskan pelukan Davina tapi pelukan Davina semakin erat.
" ijinkan aku untuk memelukmu walau hanya semenit Vin "
" aku janji setelah ini aku nggak kan mengganggumu lagi "
" aku tau kamu nggak suka wanita yang agresif tapi jika aku nggak jujur… aku akan menyesal seumur hidup ku " ucap Davina lagi
Kevin yang dari tadi berusaha melepaskan pelukan Davina kini hanya terdiam dan mengijinkan Davina memeluknya dari belakang.
Merasa kehangatan pelukan Kevin, membuat Davina tak bisa menghentikan tangisnya.
Tangisan perpisahan...
Entah mengapa air mata Davina tak bisa di hentikan, air mata yang mengalir deras saat kehilangan sosok Ayah sewaktu kecil dan air mata yang mengalir saat mendapat telepon dari sang ibu. kini air mata itupun mengalir saat ia akan meninggalkan kota Nabire terutama sosok yang saat ini sedang memeluknya erat.
Davina tidak berpikir apa yang terjadi saat ini, mumpung ini saatnya kenapa ia harus membuang waktu ?
ya ia mengambil kesempatan untuk mencurahkan isi hatinya.
Kevin mulai melepaskan rangkulannya kemudian mengangkat wajah Davina yang basah saat itu, ia mengusap air mata Davina dengan lembut dan memegang wajah Davina dengan kedua telapak tangannya.
" Aku selalu ada untukmu "
" Di mana pun kau berada, aku akan ada untukmu "
" andaikan kau tak bisa melihat ku, kau harus yakin aku ada dihatimu " ucap Kevin tersenyum, yang saat itupun tak mau menyia-nyiakan kesempatan.
Malam yang larut tak membuat mereka mengakhiri kebersamaan, Kevin menarik tangan Davina menuju tempat duduk yang ada di taman tepat di pinggir pantai tersebut.
" aku akan menemanimu sampai ke Jakarta " kata Kevin sambil memegang lembut tangan Davina.
__ADS_1
mendengar perkataan Kevin, Davina sontak kegirangan lalu berdiri melompat-lompat seperti anak kecil. Kevin yang melihat sikap Davina hanya bisa tertawa kecil, senang dan bahagia melihat kelakuan gadis di depannya ini.
beberapa orang yang berada di taman Pantai Nabire pun ikut tertawa melihat sikap Davina, entah bagaimana caranya akhirnya Davina tersadar bahwa ia sudah menjadi tontonan saat itu. ia memandang sekelilingnya dan kemudian berlari menghampiri Kevin sambil menutup wajahnya karena malu dengan apa yang ia lakukan.
Kevin memeluk hangat Davina kemudian tertawa kecil..
buuukkkk pukulan tepat di bahu Kevin
" kenapa ketawa "
" maluuuu " ucap Davina kesal karena Kevin membiarkannya jadi tontonan dan bahkan menertawakan dirinya.
" ngapain malu.. "
" kamu kan nggak berbuat hal yang aneh " jelas Kevin menenangkan Davina.
" aku senang ko melihat sikapmu tadi "
" itu artinya, aku ada di hatimu " ejek Kevin sedikit besar kepala
" idiiihhh yang bilang kamu ada di hatiku siapa?" jawab Davina kesal
" kalo bukan aku, siapa yang sekarang ada di hatimu ?! " tanya Kevin serius sembari memegang bahu Davina.
Davina yang awalnya merasa menang karena jawabannya tersebut sontak berubah menjadi lebih serius karena melihat sikap Kevin yang menanyakan hal tersebut.
Davina terdiam.
" apa kah ada yang sudah mengisi hatimu ? " ucap Kevin yang kemudian melepaskan kedua tangannya tanda ia sudah tak berharap banyak.
Kevin terdiam menatap langit malam yang penuh dengan bintang-bintang.
" kau mau terus memandang bintang-bintang di langit atau mau memandang aku yang sekarang berada di sampingmu ? " jawab Davina serius.
Kevin menoleh ke arah Davina yang saat itu memandang dirinya... terlihat butiran air mata menetes di wajahnya.
" apa-apaan ini Vin " ucap Kevin kaget kemudian dengan sigap ia mengusap air mata Davina, Davina merasakan sentuhan hangat lelaki di sampingnya. Davina menghentikan tangan Kevin tepat berada di pipinya.
" aku tak tau hatiku ini ada siapa, tapi yang aku tau ketika kau mempertanyakan hatiku, hatiku sakit karena orang yang ada dihatiku meragukan hatiku " jawab Davina lirih.
bagaimana kelanjutan hubungan Davina dan Kevin setelah, Davina pulang ke Jakarta ?
......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......
...yuk akak yang cantik dan tampan...
...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...
...~Novi Dhamzie~...
__ADS_1