
Brian sangat kaget dan kecewa melihat keberadaan Kevin dalam kamar Davina. Tanpa kata dan hanya pandangan kosong Brian berbalik meninggalkan Kevin yang bingung melihat sikapnya.
Hal ini membuat suasana pagi begitu dingin, Brian pergi tanpa sarapan yang lebih dulu berpamitan dengan ibu Davina.
Davina menjadi serba salah pada Brian bagaimanapun Brian lha yang selama ini menjaga ibu dan adiknya selama ia tidak berada di rumah, selain itu Brian adalah sahabat dekatnya.
Setelah semuanya pergi beraktifitas, Davina membantu ibunya di dapur, membersihkn rumah dan ketika ia berada di ruang tengah Davina melihat piano miliknya yang masih tertutup rapi yang diletakkan dibagian tengah rumah. Niatnya untuk memainkan nya pun sangat besar, perlahan ia mengibaskan kain penutup piano lalu mencoba memainkan beberapa tuts yang akhirnya membuatnya terlena. Musik mulai mengalun dan terdengar nada indah,, Davina pun mulai membuka mulutnya yang siap mengikuti nada indah musik yang ia mainkan.
...🎶 Cinta Untuk Mama 🎶...
...Hanya ini kunyanyikan...
...Senandung dari hatiku untuk mama...
...Hanya sebuah lagu sederhana...
...lagu cintaku untuk mama...
Davina menghentikan permainannya dan diam, ia menundukkan kepalanya hingga menyentuh tuts piano.
Selama Davina bermain piano ia tak sadar jika sang bunda menikmati lagu yang ia nyanyikan dengan pelan sang bunda mengangkat kepala Davina dan memeluknya erat.
" kenapa menangis "
"seharusnya Davina senang kan sudah berkumpul dengan Mami " ucap sang bunda.
Davina menghapus air matanya dan memainkan beberapa lagu yang mengiringi Davina dan ibunya bernyanyi bersama.
waktu berjalan dengan penuh canda dan ceria, tak ada lagi kata perpisahan yang ia takutkan.
Menikmati siang hari dengan sepiring puding susu buatan sang bunda menambah nikmatnya hidup, Davina bersandar di sofa tak sengaja ia melihat dompet Kevin yang tertinggal di bawah meja.
Davina meraih dompet tersebut dan selembar fotopun jatuh.
betapa kagetnya Davina ketika melihat foto yang diraihnya.
" Sarah ?? "
" jadi selama ini kau masih mengingat nya? " bisik Davina dalam hati.
" Vin.. " panggil Kevin yang tiba-tiba muncul dibelakang Davina.
Mendengar suara Kevin membuat Davina melongo dengan pelan ia membalikkan badannya dan menyodorkan dompet serta foto sarah yang baru dilihatnya.
__ADS_1
Kevin yang melihat Davina pun kaget, ia menarik nafas panjang seraya menjelaskan semuanya. Namun Davina tak mau mendengarkan apapun, setelah ia menyodorkan dompet Kevin ia langsung beranjak pergi menuju kamarnya.
" Vinn... Vinn.. " panggil Kevin
" dengar dulu penjelasanku " ucap Kevin sambil berlari mengikuti Davina.
Davina membanting pintu kamarnya dengan keras. Entah apa yang ia dirasakan sampai-sampai membuat matanya berkaca-kaca. Davina berdiri dan bersandar di balik pintu, Dadanya sesak karena menahan tangis, kedua kakinya pun tak sanggup menahan tubuhnya sehingga ia pun terduduk di balik pintu disertai tangisan.
Sementara diluar kamar, Kevin masih tetap berusaha menjelaskan pada Davina. ia mengetuk pintu kamar Davina dan memanggilnya berulang kali. Berulang kali pula Davina menolak untuk membuka pintu kamarnya.
" udaahhh..."
" aku nggak mau lihat kamu lagi "
" sebaiknya kamu pergi saja Vin "
" i hate you " teriak Davina dari dalam kamar dan melampiaskan rasa kesalnya dengan menghambur meja kerjanya, pot bunga kaca yang berada di atas meja pun jatuh berserakan di lantai.
karena rasa kesalnya membuat dirinya tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga ia pun terjatuh karena kakinya menginjak serpihan beling dan mengerang kesakitan. Davina teriak menahan sakit, darah yang keluar cukup banyak dan sudah bercampur dengan air.
" Viinnnn... "
" apa yang terjadi " teriak Kevin di balik pintu
" Kevinn ? " ucap sang bunda menegur Kevin yang berusaha membuka pintu.
" ada apa " ucap ibu Davina semakin panik melihat sikap Kevin
" Davina bu.. "
" terjadi sesuatu di dalam bu "
" Kevin dobrak pintunya ya bu " kata Kevin meminta ijin dan berusaha mendobrak kamar Davina.
ibu Davina meng'iakan dan berharap tidak terjadi apa-apa pada anaknya.
" Braaakkkk "
pintu kamar Davina berhasil di buka, Kevin melihat Davina tersungkur di lantai sudah tak berdaya.
Kevin melihat kondisi luka Davina, pecahan kaca yang cukup besar menancap tepat di bagian tengah telapak kaki Davina. Kevin tak berani menyentuh dengan sigap ia mengangkat Davina dan membawanya menuju mobil.
" ya ampun Davina " ibu Davina yang masuk pun kaget melihat anak sulungnya terlihat pucat karena menahan sakit.
__ADS_1
" bu.. Kevin bawa Davina ke RS dulu ya.. " Kevin meminta ijin lalu berjalan dengan cepat menuju mobil.
Davina tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya pasrah sekaligus malu dengan apa yang telah terjadi. Gegara ulahnya sekarang Kevin malah sibuk mengurus dirinya.
" duuuhhhh kenapa jadi begini " bisik Davina menutup matanya karena malu.
Kevin melaju dengan cepat menuju RS terdekat, sampai di depan IGD ia berlari menuju pintu samping lalu mengangkat Davina masuk. Pihak nurse yang berada di dalam dengan sigap membawa bed dorong, dengan pelan Kevin merebahkan Davina dan segera ditangani pihak medis.
beberapa menit kemudian
Dokter yang menangani Davina datang menghampiri Kevin dan menyampaikan bahwa luka Davina baik-baik saja, hanya untuk sementara ini Davina tidak diijinkan untuk berjalan apalagi kaki yang terluka digunakan untuk menumpu.
Kevin menghubungi ibu Davina mengabarkan kondisi Davina saat ini, sang bunda akhirny bisa tenang mendengar kabar jika Davina sudah ditangani dengan baik dan sebentar lagi akan pulang.
Setelah semua proses penanganan luka Davina selesai, Kevin pamit dan mendorong kursi roda tempat Davina duduk sementara menuju ke parkiran. Karena kursi roda hanya digunakan di dalam ruang RS saja maka untuk menuju parkiran Kevin harus menggendong Davina, Kevin dengan tenang mengangkat Davina dan melangkahkan kakinya menuju mobil. Aroma tubuh Kevin kembali tercium membuat Davina dengan sedikit curi pandang pada sosok tampan yang sedang menggendongnya itu. Jantungnya berdetak kencang berharap waktu ini berhenti meski sebentar.
Kevin membuka pintu mobil dan merebahkan Davina, terdengar ******* nafas Kevin yang mungkin sedikit lelah karena menggendongnya. Rasa bersalah pun menyelimuti dirinya..
Kevin kembali melajukan mobilnya sambil sedikit melirik ke arah Davina yang saat itu sempat tertidur pulas, ia meletakkan telapak tangannya tepat di pipi Davina mengelusnya pelan.
" andai saja kau dengar penjelasanku Vin "
" kejadian ini tak akan terjadi " ucap Kevin sambil mengelus pelan wajah Davina.
Davina terbangun dan perlahan membuka matanya terasa hangat sentuhan Kevin membuatnya semakin ingin dekat dengan pria tersebut. Namun rasa kesalnya kembali mencuat ketika kembali mengingat kejadian tadi siang. Melihat Davina terbangun, ia segera mengangkat tangannya kemudian mengelus kepala Davina.
" Nakal " ucap Kevin sambil mengusap kepala Davina.
Davina menoleh ke arah Kevin tanpa kata.
beberapa menit kemudian Davina tersadar bahwa jalan yang mereka lewati ini bukan jalan menuju rumahnya.
" Kita kemana Vin " tanya Davina melongo kaget
apa yang hendak dilakukan Kevin pada Davina ?
...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...
......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......
...yuk akak yang cantik dan tampan...
...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...
__ADS_1
...~Novi Dhamzie~...