Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 30 Dekapan Bryan


__ADS_3

Davina mulai sedikit takut dengan apa yang di lakukan Bryan padanya. Tak pernah ia melihat sikap Bryan seperti ini. Sikap kasar dan arogan kali ini diperlihatkan Bryan, seakan-akan ia sudah dipengaruhi setan. Sungguh Davina mulai tak mengenali sahabatnya sendiri. Davina terkaget ketika mendengar bentakkan Bryan


" Jawaabbb " teriak Bryan sambil menatap tajam ke arah Davina dan mengguncang-guncang bahu Davina


Mata Davina mulai berkaca-kaca tak percaya dengan sikap pria yang ada didekatnya sekarang ini. Davina menunduk menyesali semuanya, sebab ia tau Bryan seperti inipun karena penolakan dari dirinya.


" sudah terlambat Yan.. " jawab Davina sambil berlinang air mata lalu menatap kembali wajah Bryan yang masih terlihat bringas.


" apanya yang terlambat ?? " ucap Bryan kasar dan mendorong Davina lalu berdiri sempoyongan .


" aku mencintaimu dan aku juga tau jika dari dulu kau pun mencintai aku kan " lanjut Bryan berbalik dan menunduk ke arah Davina.


Tercium aroma minuman keras dari mulutnya


Davina menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menarik nafas panjang..


" kamu minum Yan? " tanya Davina setelah melepaskan kedua tangannya dari wajahnya, lalu berusaha untuk berdiri secara perlahan, rasa sakit mulai ia rasakan. Davina tak sadar jika jahitan di kakinya itu sedikit terbuka hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak karena tertindih drum kosong tadi, namun karena takut, panik dan khawatir membuat dirinya tak bisa merasakan apa-apa yang ada hanya rasa sesak di dada. Davina mencoba sekuat tenaga berdiri dengan sempurna namun tetap tak bisa sehingga beberapa kali Davina tersungkur ke lantai yang berdebu. Bryan yang melihat Davina segera ingin membantu tetapi beberapa kali pula kedua tangan Bryan dihempas Davina.


Ketika Davina merasa ia mampu berdiri dengan benar, Davina menatap Bryan yang saat itu terlihat jelas rona matanya yang sayup dan merah akibat minuman alkohol.


" ya aku dulu mencintaimu "


" tapi apakah kau pernah peduli itu? "


" kau mengabaikan ku Yan.."


" kau bahkan berpacaran dengan adikku sendiri ! "


" kau tau perasaanku saat itu ?! "


" hancuuurrrr !!! " teriak Davina sambil menangis dan memegang dadanya yang semakin sesak. Rasa sakit hati yang dulu ia tanam kini seakan - akan semua ingin ia keluarkan seperti Lava yang keluar saat gunung Merapi meletus.


" aku sakit Yan.. "


" sakit " ucap Davina lagi ditengah-tengah tangisannya.

__ADS_1


Bryan mendengar perkataan Davina membuat dirinya merasa bersalah dengan semua keadaan ini. Andaikan dulu ia lebih peka dengan sikap Davina, lebih berani untuk mengutarakan isi hatinya, pasti kini Davina sudah menjadi miliknya bahkan mungkin kepergiannya nanti ke Kalimantan pun bersama dengan Davina tapi kenyataan berbicara lain.


Bryan mendekati Davina dan memeluknya erat


" maafkan aku Vin.. "


" kali ini aku nggak mau kehilangan kamu lagi "


" aku janji.. aku nggak akan. ninggalin kamu " ujar Bryan ditengah-tengah tangisan Davina.


mendengar pernyataan Bryan membuat Davina menjadi dilema dengan perasaannya kali ini.. Bagaimana tidak kini hatinya sudah ia labuhkan pada sosok polisi yang bertugas di daerah Papua. Tapi perasaannya pada Bryan sekarang perlahan muncul kembali, Davina menangisi perasaannya itu.. Ia menangis dalam pelukan Bryan, sosok sahabat yang sekaligus merupakan cinta pertamanya.


" dengan melihat kamu begini Vin, aku yakin jika kamu masih mencintaiku "


" maukah kau menikah dengan ku Vin ? " tanya Bryan sambil mengelus kepala Davina yang saat itu masih berada dalam pelukannya.


Mata Davina seketika terbuka lebar dan merasa bahwa semua ini harus segera ia hentikan. Davina mulai melepaskan tubuhnya dari rangkulan Bryan..


" kita sudahi sampai di sini saja Yan "


" jawabku Ya.. aku mencintaimu "


" tapi aku nggak bisa menerima kamu lagi " ucap Davina sambil mencoba melepaskan rangkulan Bryan yang semakin erat memeluk tubuhnya.


" oohhh.. "


" aku tau sekarang "


" pasti karena Kevin kan? "


" pria yang membuatmu terjebak di Papua " ucap Bryan kesal tanpa melepaskan pelukannya.


" sakit Yan " ucap Davina yang masih berada dalam pelukan laki-laki bertubuh tegap ini. Ia berusaha melepaskan rangkulannya namun tetap tubuhnya terlalu kecil dibanding tubuh Bryan


" sakit ? " Bryan tertawa lepas dan semakin menjadi-jadi bahkan sekarang ia sudah mulai kasar bergerilya di belakang tubuh Davina

__ADS_1


Davina merasakan ada yang salah saat itu, seketika saja ingatannya muncul ketika ia digauli Bram. Davina melawan dengan sekuat tenaga tapi apa daya Bryan sudah terpengaruh minuman setan itu sehingga ia tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


" Yan.. jangan Yan.. " pinta Davina sambil menangis.


Ketika Bryan sudah merasa puas menyentuh bagian belakang Davina kini tangan kanannya mencoba meraih wajah Davina yang basah oleh air mata.


" maafkan aku Vin.. "


" aku sangat mencintaimu dan tak akan ku biarkan kau dimiliki siapapun " ucap Bryan dalam hati ketika memandang wajah Davina yang tak henti-henti meminta tolong padanya agar bisa melepaskannya.


Sekali cengkaraman Bryan mendarat di leher Davina membuat dirinya seakan-akan tak bisa bernafas. Tak berhenti disitu saja Bryan mulai mencoba untuk mendekati bibir Davina dan mulai menciumnya. Davina berusaha untuk melawan dirinya pun teringat dengan gerakan yang dulu sempat diajarkan Kevin di Papua dengan menggunakan kaki kanannya ia memberikan groin kick ke arah Bryan. Seketika saja Bryan meraung kesakitan dan tersungkur ke lantai melihat kondisi Bryan seperti itu Davina dengan segera berjalan keluar namun sayang langkah Davina pun terhenti bagaimana tidak Davina hanya bisa berjalan dengan lambat karena luka di kakinya. Bryan menahan tangan Davina dan menariknya lagi dan membawa Davina menjauhi pintu gudang.


" kau milikku Vin " ucap Bryan sambil meneteskan air mata.


" aku harus lakukan ini semua agar kau jadi milikku seutuhnya Vin "


" Dengan begitu aku tidak akan menikahi Maya, adikmu! " jawab Bryan kembali


Bryan mulai menciumi leher Davina, terlihat air mata Davina menetes dari ujung matanya. Dengan sisa tenaganya pun ia berusaha untuk menolak reaksi Bryan. Namun hal ini juga tak membuat Davina berhasil melepaskan diri, tangisan Davina semakin keras tapi tak membuat Bryan berhenti menjalankan rencananya. Bryan mulai merambah ke atas leher Davina, sungguh sikap Bryan sudah dikuasai setan hingga ia menciumi bibir mungil Davina dengan liar sementara tangannya memegang kepala Davina mengarahkan kepala Davina agar mengikut birama dirinya. Dalam hati Davina hanya bisa berdoa pada Tuhan agar Bryan bisa menyadari kesalahnnya dan Tuhan melindungi dirinya dari kegilaan Bryan. Davina sungguh menyesali kenapa ia berani membantah ucapan ibunya. Kenapa ia harus datang sendiri ke gudang ini.


" Yan.. tolong Yan.. "


" Lepaskan aku.. " tangis Davina semakin pecah dalam dekapan Bryan.


Sementara kaki Davina terus menerus mengeluarkan darah segar. Rasa nyeri dan sakit sudah tak ia rasakan yang ada hanya lah rasa kecewa yang mendalam karena sahabatnya sendiri rela melakukan ini semua padanya.


...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...


...~Novi Dhamzie~...

__ADS_1


__ADS_2