Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 24 Kau milikku


__ADS_3

Davina kebingungan di dalam mobil, sampai-sampai ketika ia mengatur posisi duduknya supaya bisa melihat jalan dengan jelas Davina tak sadar akan luka di kakinya sehingga ia meringis kesakitan karena tanpa sengaja kaki kanannya ia jadikan tumpuan untuk mengangkat badannya.


Kevin yang melihat hal itu tiba-tiba menghentikan laju mobilnya. Sehingga membuat kepala Davina sedikit terbentur mengenai dashboard mobil.


" kamu bisa diam nggak sih Vin "


" bisa tambah parah kakimu itu " bentak Kevin dengan suara keras


Baru kali ini Davina mendengar suara keras keluar dari mulut Kevin, ia terperangah tak percaya bahwa hari ini dirinya dibentak. Sambil menahan sakit di kepala dan kakinya Davina hanya menarik nafas dalam-dalam.


Kevin menatap sebentar Davina yang saat itu sengaja memalingkan wajahnya karena kesal..


" coba kulihat kakimu Vin " kata Kevin memelankan suaranya. Ia mencoba meraih kaki Davina.


" tak usah "


" kakiku baik-baik saja " jawab Davina judes sambil menarik kakinya yang tersentuh jemari Kevin dan tetap dalam kondisi masih memalingkan wajahnya.


" maaf.. aku nggak ada maksud bentak kamu Vin " ucap Kevin memelas, dan melanjutkan perjalanan mereka.


" aku cuma pengen bawa kamu ke suatu tempat karena ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan" jawab Kevin


Meski suasana agak begitu kikuk akhirnya sampai juga ditempat tujuan.


Kevin menghela nafas panjang seakan-akan menyiapkan dirinya untuk apa yang akan terjadi di depan nanti.


Kevin membuka pintu mobil dan menikmati udara sore ditengah padang ilalang yg berbaris rapi dan terlihat sangat kompak menari mengikuti arah angin bagaikan dituntun alunan musik.


Davina hanya diam dan memandang Kevin berjalan kedepan mobil lalu duduk di atas bemper mobil.


Davina menghela nafas panjang kemudian menutup matanya


" apa yang terjadi denganku? "


" ngapain aku marah-marah segala ? "


" dia bukan siapa-siapa ku kan ? " ucap Davina kesal dalam hati sambil memandang Kevin dari dalam mobil. Matanya pun lama kelamaan beralih arah ke pemandangan sekitar yang begitu indah di tengah kota metropolitan ini, pemandangan yang tak pernah ia temui, di atas bukit dan di kelilingi ilalang membuat dirinya ingin segera menikmati panorama yang ada, dengan cepat Davina membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya keluar.


" aduuhhhhh " Davina meringis kesakitan, ia lupa bahwa kondisinya saat ini tak memungkinkan untuk cepat-cepat keluar dari mobil.


Mendengar Davina meringis membuat Kevin sadar bahwa saat ini tak mungkin bagi Davina bisa keluar sendiri dari mobil.


Kevin dengan cepat berjalan menghampiri Davina.


" Bolehkah aku menggendong mu " ijin Kevin pada Davina..


Davina mengangguk tanpa kata

__ADS_1


Kevin mulai mendekatkan tubuhnya dan kedua tangannya mulai meraih tubuh Davina, ia menggendong Davina dan dengan pelan berjalan menuju tempatnya tadi. Aroma tubuh Davina tercium jelas sehingga membuat Kevin Enggan untuk melepaskan tubuh mungil ini, Davina menggoyangkan kakinya untuk menyadarkan Kevin dari lamunannya itu.


Dengan tertawa kecil Kevin mendudukkan Davina di atas bemper mobil sementara Davina masih kebingungan apa yang terjadi pada Kevin.


Entah berapa lama sudah mereka menikmati pemandangan sekitar dengan tanpa suara atau memang tak tau bagaimana cara memulainya, hanya terdengar hembusan angin sepoi-sepoi yang sesekali menyibak rambut Davina.


" ehmmm.. " suara Davina memecah kebisuan


" apa yang ingin kau bicarakan Vin " tanya Davina memberanikan diri sambil sibuk menyibakkan rambutnya.


Kevin berdiri sejenak memandang matahari yang siap meredup dan beristirahat dari aktivitasnya yang begitu Hot.


" tugas ku di sini sudah selesai dan lusa aku harus balik ke Papua " ucap Kevin sambil berjalan mendekati Davina.


Mendengar ucapan Kevin, Davina tersadar jika kebersamaan mereka tidak lama. Davina hanya terdiam dan memandang Kevin yang saat itupun sedang memandang dirinya.


" jadi aku nggak mau meninggalkan kota ini dengan penuh penyesalan " Kevin berkata lagi dengan lembut.


" kenapa kau tak bertanya tentang foto Sarah? "


" malah bersikap seperti ini ?" ucap Kevin sambil menatap Davina


" apa kepentinganku? "


" lagian, kita tak ada hubungan apa-apa kan "


" apalagi kau dan Sarah emang sudah bersama sejak dulu " ucap Davina tanpa henti, seakan-akan tak mengijinkan Kevin untuk berbicara satu katapun.


Davina menghela nafas panjang setelah mengeluarkan unek-uneknya meskipun jujur dalam hatinya sebenarnya ia cemburu melihat foto Sarah.


Kevin mendengar ucapan Davina dan tak ada satu kata sanggahan pun yang keluar dari mulut nya hal ini membuat Davina semakin kesal dengan perasaan Kevin yang sebenarnya.


Kevin mengambil dompetnya dan menyerahkannya pada Davina tanpa satu kata yang keluar dari mulutnya.


Davina memandang Kevin keheranan, ia tak mau menyentuh apalagi mengambil dompet Kevin, tapi karena dipaksa Kevin akhirnya Davina menerima dan mengambilnya. Dengan pelan Davina membuka dompet yang kini dipegang nya itu, sontak membuat Davina terperangah ketika membuka dompet Kevin.


Satu foto yang menggambarkan sosok perempuan yang dikenalnya, ya tak lain adalah dirinya sendiri.


Davina tersenyum kecil, hal ini membuatnya sedikit bahagia dan bertanya-tanya dalam hati apakah ini suatu kesengajaan? ia mengeryitkan dahinya sambil menatap Kevin.


Kevin mengangguk..


" kenapa tak kau buka dompetku waktu itu ? "


" jujur foto Sarah saja ku tak tau.. entah kenapa ada di dekat dompet dan dokumen-dokumen ku " jelas Kevin.


Davina masih tak percaya dengan semuanya ini, ia masih menganggap jika Kevin hanya membual.

__ADS_1


" stop Vin " teriak Davina


" tak ada gunanya kau jelaskan semuanya "


" untuk apa? " teriak Davina lalu membuang muka..


" kau bilang untuk apa? "


" apa kau tak tau atau memang tidak mau tau Vin ? " Jawab Kevin membalas ucapan Davina.


" oke sekarang begini saja… "


" aku minta kau jawab dengan jujur, kenapa kau marah ketika melihat foto Sarah ? "


" apa itu artinya kau tak punya perasaan padaku ? " Kevin menegaskan kalimatnya dengan memegang bahu Davina.


" Sarah.. ? " teriak Davina dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ia tahan..


" ya.. aku cemburu dengan Sarah "


" semua tentang Sarah aku tak suka "


" kau mau tau kenapa? karena aku tau semua cerita tentang kalian " ucap Davina terbata-bata ditengah tangisannya dan memukul-mukul dada bidang Kevin..


" aku cemburu " satu kalimat yang membuat Davina menangis tak tertahankan.


Kevin tak percaya dengan apa yang didengarnya, ia pun merelakan dadanya menjadi tempat pelampiasan Davina dan memeluk erat Davina.


" kau milikku Vin " kata Kevin tegas sambil mengusap air mata Davina.


" Tuhan memberikan ku kesempatan kedua dan kesempatan itu tidak akan ku sia-siakan "


" I love you Vin, and I have sealed your name in my heart. from now on you are mine " ucap Kevin sambil memegang wajah Davina.


Davina mengangguk bahagia an tersenyum kecil membuat Kevin bersyukur untuk kesemoatyan yang diberikan Tuhan, ternyata perasaan mereka selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.


Sambil menikmati matahari terbenam, Kevin melabuhkan ciuman hangat di dahi Davina.


...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...


...~Novi Dhamzie~...

__ADS_1


__ADS_2