Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 21 Tamu Istimewa 2


__ADS_3

Suasana makan malam di rumah Davina semakin tidak nyaman, kehadiran Kevin ternyata membuat Brian semakin merasa tersaingi. Tersaingi mendapat kan hati Davina.


Setelah beberapa jam menikmati makan malam kini mereka beralih ke taman menikmati hidangan penutup. Taman samping yang rindang dihiasi dengan beberapa bunga kesukaan bunda Davina, dan di bagian tengah nya ada kolam renang yang setiap minggu slalu dijaga kebersihannya.


Kevin menatap kolam renang dengan meneguk segelas Cappucino hangat, sampai-sampai ia tak sadar jika Davina sudah berada di sampingnya.


" Kevin.. " panggil Davina memudarkan lamunan Kevin


Kevin tersenyum melihat Davina sudah berkumpul bersama keluarganya.


" aku minta maaf Vin " ucap Kevin


" aku minta maaf karena sudah mengganggu hubunganmu dengan Brian " ucap Kevin lagi


" kamu ngomong apa sih "


" aku dan Brian tak ada hubungan apapun " jelas Davina


" kamu ada hubungan pun sebenarnya bukan urusan ku kan ? "


" karena kita tak ada hubungan apapun juga " balas Kevin santai


" apaaaa ??? "


" jadi selama ini? hubungan kita? biasa saja ? " tanya Davina tidak percaya mendengar jawaban Kevin.


" aku menyesal sudah mengenalmu " teriak Davina kesal.


Brian yang melihat Davina berteriak seperti itu langsung mendekati Kevin lalu memukulnya.


" jika kau jantan tidak seharusnya kau menyakiti hati Davina ! " bentak Brian yang kemudian menggenggam kerah baju Kevin.


Davina yang menyaksikan kejadian tersebut mencoba untuk melerai namun sayang tenaga Davina kurang kuat untuk melerai mereka berdua, sekali senggolan membuat Davina pun akhirnya terjatuh ke dalam kolam renang.


Kevin melihat Davina terjatuh dengan penuh kesal ia melepaskan genggaman Brian kemudian mendorongnya menjauh.


" Kak Vin nggak bisa berenang " teriak Maya dari taman samping kolam


Tak ayal hal ini membuat Kevin panik kemudian dengan segera melompat ke dalam kolam renang dan menyelamatkan Davina.


Davina memang tidak bisa berenang, karena suatu kejadian yang hampir saja merenggut nyawanya semasa kecil itulah yang membuat dirinya tak punya niat satupun untuk belajar renang.


Kevin dengan gesit menangkap Davina yang sudah kehabisan nafas, dan membawanya naik dari kolam.


Dengan keahliannya dalam menyelamatkan korban tenggelam, ia terapkan pada Davina, yang akhirnya tersadar. Memuntahkan semua air yang masuk. Melihat Davina sadar, Kevin merangkulnya erat.


Maya yang pada awalnya sudah menaruh hati pada Kevin kaget melihat adegan itu, ibu Davina meminta Kevin untuk membawa Davina ke kamarnya.


Karena sudah larut malam ibu Davina meminta Kevin dan Brian untuk bermalam di rumah. Awalnya Kevin menolak karena tidak nyaman dengan Brian namun akhirnya ia menerima tawaran ibunya Davina karena permintaan Davina.


" Nak Kevin ini handuk kamu ganti baju dulu "


" Nanti sakit " ucap Ibu Davina


" tapi bu.. " jawab Kevin kebingungan karena ia tak membawa baju ganti.

__ADS_1


" ada bajumu di tas kok " ucap Davina pelan


Maya yang berada di kamar Davina pun terkejut.


" sedekat apa sih mereka ? " bisik Maya dalam hatinya.


" May.. " panggil Davina mengagetkan Maya


" ia kak Vin " jawabnya kaget


" tolong buka koper ka Vin, May "


" terus ambil kaos yang terbungkus plastik putih di dalamnya" pinta Davina pada Maya


Maya kemudian bergegas mengambil kaos sesuai petunjuk kakaknya.


" ini ka ? " Maya memperlihatkan kaos yang ada di dalam koper


Davina menganggukan kepalanya


Kevin mengambil kaos dari tangan Maya kemudian bergegas keluar dari kamar Davina.


Maya dan ibunya pun keluar sambil menyiapkan kamar untuk Kevin bermalam. Kebetulan di rumah Davina ada 2 kamar kosong yang memang sengaja di siapkan untuk keluarga atau tamu yang mau bermalam di rumah.


Brian mengetok kamar Davina lalu masuk..


" ne Vin, ku bawakan teh hangat " kata Brian masuk membawa secangkir teh hangat


Davina tersenyum, kemudian mengatur posisi agar bisa duduk. Kevin meletakkan cangkir tehnya di samping meja, kemudian duduk dipinggir ranjang dan memberikan teh tadi pada Davina.


" gimana sudah agak mendingan ? " tanya Brian


" Habiskan ya.. "


" ku buatkan teh itu khusus untukmu " ucap Brian sambil bercanda.


" Vin.. aku boleh nanya sesuatu nggak ? " tanya Brian lagi..


Davina hanya menatap diam,


" apa hubunganmu dengan Kevin ? " Brian menghela nafas.


" kamu tau kan perasaan ku sekarang "


" dan nggak akan ku biarkan kesempatan yang ada terbuang sia-sia " tegas Brian


tidak berapa lama Kevin mencoba menghampiri Davina, namun ketika melangkahkan kaki menuju kamar Davina ia dihentikan Maya.


" Kak Kevin.. kita ngopi yuk " ajak Maya sembari menarik lengan Kevin menuju ruang nonton.


" eh.. tapi aku.. " ucap Kevin berusaha menolak ajakan Maya.


Namun Maya lebih agresif dan Kevin tak enak jika menolak ajakan adik Davina.


ia mengikuti langkah Maya dengan diam,

__ADS_1


" kakak duduk di sini dulu, Maya ambil kopinya ya " ucap Maya kemudian pergi


" kamu di sini nak " ibu Davina mengagetkan Kevin,


" ia bu.. tadi Maya yang membawa saya ke sini " jawab Kevin tertawa kecil lalu mempersilahkan ibu Davina untuk duduk.


" gimana kamu nyaman tinggal di sini " ujar ibu Davina


Kevin mengangguk.. kemudian tanpa sengaja melihat jaket Brian yang terletak di samping sofa.


" oh itu milik Brian "


" Brian dan Davina.. mereka sudah bersahabat sejak kecil "


" ibu sudah menganggap Brian seperti anak sendiri " jelas ibu Davina.


" nak Kevin berapa lama rencana tinggal di jakarta " tanya ibu Davina


" saya cuma ijin seminggu bu.. kebetulan ada pekerjaan juga di jakarta " jawab Kevin sambil melihat foto yang ada disamping sofanya.


" heeee itu foto Davina waktu kuliah, dia senang sekali memanjat dan berkelana " ucap ibu Davina.


" eh ibu disini juga ya " kata Maya yang baru saja datang membawa dua gelas kopi dan sepiring cemilan.


" moga kak Kevin betah ya di sini " ucap Maya sambil meletakkan nampan di meja.


" Maya buatin susu untuk mami ya " maya kemudian berbalik lagi ke dapur.


" Maya dan Davina jarak mereka 4 tahun "


" Davina sangat sayang dengan adiknya itu, bahkan ia dulu rela kerja malam hari saat masih SMA supaya adiknya bisa makan dengan enak " jelas sang bunda


"Ayah Davina meninggalkan kami ketika kami tidak punya apa-apa "


" Dan sekarang, semua ini karena usaha dan kerja keras Davina " ucap ibu Davina


" Davina sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan seingat ibu sampai sekarang Davina tak pernah bilang ke ibu kalo dia punya pacar "


" waktu di Papua Davina sering cerita tentang nak Kevin "


" ibu jadi penasaran sama nak Kevin " cerita ibu Davina


" makanya ibu berharap nak Kevin bisa ke jakarta dan ternyata sekarang berada di depan ibu " ibu Davina tertawa kecil sembari menyuruh Kevin untuk diminum kopinya.


" aduuh bu.. saya jadi nggak enak "


" terima kasih atas sambutan ibu dan keluarga buat saya bu " jawab Kevin yang semakin hormat pada ibu Davina, kelembutan sosok ibu yang dulu pernah ia rasakan kini secara tiba-tiba itu terjadi.


Kevin sangat terkesan dengan apa yang diceritakan ibu Davina, rasa kekaguman nya pada Davina pun semakin bertambah.


...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...

__ADS_1


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...


...~Novi Dhamzie~...


__ADS_2