
Kevin sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh wanita lain karena ia ingin memberikan keperjakaannya hanya untuk istrinya di malam pertamanya nanti, dan ia juga berharap bahwa malam pertamanya kelak adalah bersama Davina. Kevin menepis kuat naluri laki-lakinya itu, yang membuat Davina semakin terkesima dengan pria di depannya.
Davina pun mencoba untuk tidak berpikiran yang bukan-bukan
"Kevin adalah pria yang takut akan Tuhan tak mungkin ia menyentuhku jika belum halal" bisiknya dalam hati.
Dengan dorongan sedikit kuat membuat Kevin pun terjatuh dari tempat tidur yang hampir saja menghanyutkan keduanya dalam dosa.
" katanya mau bantu aku nyiapin barang " ucap Davina yang kemudian berusaha sibuk mengeluarkan barang-barang dari lemari pakaian nya.
Kevin pun berdiri dan menahan sakit di punggungnya akibat dorongan Davina.
Keduanya asik mengepakkan pakaian dan semua barang milik Davina sambil bercanda bergurau mengisi waktu.
🎶📲 ' Cause when you love someone, you open up your heart, when you love someone you may grow, if you love someone and you're not afraid to lose'em, you'll probably never love someone like i do 🎶
Suara ponsel Davina berbunyi beberapa kali, Kevin mencoba mencari asal suara tersebut ternyata terletak di bawah bantal.
Kevin meraih ponsel Davina dan tertulis Brian pada layar depan ponsel Davina.
Kevin mendekati Davina yang sedari tadi sibuk merapikan barangnya sehingga ia tak sadar bahwa ponselnya berbunyi, Kevin menyodorkan ponsel pada Davina.
Davina menatap ponselnya yang terlihat jelas siapa yang menelponnya.
" Briannn ?? " Davina mengerutkan dahinya kemudian memandang Kevin yang berlalu pergi dari hadapannya.
" Kenapa cuma di pandang "
" telponnya diangkat " ucap Kevin yang kemudian pergi keluar kamar.
Davina mengangkat telpon dari sahabatnya itu..
" Brian ? " 📱 Davina
" Vin apa kabar ? " 📱Brian
" kabar ku baik-baik saja Ian "
" kamu gimana ? "📱 Davina
" syukurlah kamu baik-baik saja, selama ini aku nggak bisa tenang "
" slalu mikirin kamu " 📱 Brian
Davina tertawa kecil..
" eitsssss yang sopan dunk kalo bicara dengan kakak iparmu ini " 📱 Davina tertawa
" Hubungan ku dan Maya sudah berakhir tepat pada saat kau akan pergi ke Manado "
" aku mau cerita semua tapi kau slalu menjauh dariku hingga sekarang " 📱Brian
Davina menghela nafas dalam-dalam dan terdiam.
Tanpa Davina sadari Kevin sudah kembali ke kamar dan mendengar semua obrolan mereka yang kebetulan memang tombol speaker sengaja diaktifkan Kevin saat ia menyerahkan ponsel pada Davina.
" aku ingin mengubah semuanya, aku ingin kita mengulang dari awal "
" maafkan aku karena tidak berani ngomong jujur ke kamu Vin, aku takut kamu menolak aku dan persahabatan kita hancur " 📱Brian
" aku mencintaimu Vin "
" aku janji nggak akan meninggalkanmu dan akan membahagiakanmu " 📱Brian
__ADS_1
Davina menangis sejadi-jadinya, menangis bukan karena ia ingat cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu tetapi yang ia ratapi adalah kenapa di saat Davina mulai membuka hati dan mulai mencintai orang lain, cinta yang dulu datang dengan membawa segala harapan.
Davina dengan pelan mematikan telponnya dan menutup wajahnya diantara kedua lututnya yang ia tekuk seperti masa kecilnya dulu ketika sedang meraju atau menangis.
Melihat Davina menangis tersedu seperti itu membuat Kevin merasa bersalah dengan semua keadaan ini. ia mendekati Davina, duduk di sampingnya kemudian mengangkat wajah Davina yang basah karena air mata nya.
" seharusnya kau bahagia kan ? "
" kenapa menangis ? " ucap Kevin lalu mengusap air mata Davina.
Davina memandang Kevin penuh cinta, ia pun langsung merangkul Kevin. Menangis sejadi-jadinya.
Kevin membiarkan Davina melampiaskan semua bebannya dan mencurahkan isi hatinya meski lewat air mata.
Setelah satu jam berlalu tidak ada yang berubah, Davina tetap berada disampingnya dan merangkul Kevin hanya saja suara tangisan Davina sudah tak terdengar lagi. Kevin mencoba melepaskan rangkulan Davina, ternyata Davina terlelap karena kelelahan.
Kevin mengangkat tubuh mungil Davina ke tempat tidur dan menyelimutinya. Ia membereskan semua barang-barang Davina yang tinggal beberapa saja ke dalam koper biru milik Davina. Lalu pergi meninggalkan Davina seorang diri...
Dikantor Kevin...
Hari ini Kevin memang sengaja untuk mampir sebentar ke kantor karena ada berkasnya yang tertinggal. Ia menapaki lorong Satreskrim kemudian masuk ke ruangan kerjanya, sebelum masuk sempat ia mendengar beberapa anggota sedang membicarakan dirinya.
" aduuhhh senangnya ya jadi perempuan itu " gumam salah satu polwan
" coba aku yang jadi gadis itu hahahahaaa " polwan lain nyeletuk..
" hussshhhh emank kalian mau jadi perempuan yang sudah di nodai teman sendiri " jawab salah satu Polki
mendengar stafnya berbicara seperti itu Kevin dengan murka masuk kemudian memukul anggotanya tersebut. Beberapa rekan kerjanya mencoba melerai akhirnya emosi Kevin dapat diatasi.
" maaf Komandan "
" maaf " ucap Polki yang sekaligus stafnya di reskrim.
" Ndan.. " panggil Bram ketika melihat sahabatnya itu keluar dari ruangan dengan wajah yang penuh amarah
" ada apa ?? " tanya Bram lagi mengikuti Kevin yang hendak menaiki Pajero Sportnya.
" Lihat saja ke dalam " Jawab Kevin singkat.
Kemudian pergi meninggalkan Bram.
Di Jalan..
🎶🎶📲🎶🎶📲🎶🎶
Ponsel Kevin berbunyi...
Kevin mengeryitkan dahinya dan segera menghentikan laju mobilnya ketika melihat nomor yang menelponnya.
" Ibu ??? " ucap Kevin kaget
" Selamat Siang bu " 📱Kevin
" S'lamat siang nak Kevin "
" nak Kevin sehat ? " 📱 ibu Davina
" ooh saya sehat bu, ibu sehat ? "
" tumben ibu nelpon " 📱Kevin
" ibu cuma mau bilang kalo ibu senang sekali jika besok kamu mau temani Davina pulang "
__ADS_1
" nanti tidur di rumah aja ya "
" jangan nyewa hotel "
" mahal wkwkkw " 📱ibu Davina
" ia bu, itupun kalo Davina mengijinkan saya tidur di rumah juga "
" saya bersedia kok "📱 Kevin
" ya sudah.. ibu tunggu kamu besok ya "
" hati-hati ya nak Kevin "
" jangan lupa makan " 📱ibu Kevin mengakhiri pembicaraannya.
Kevin tersentuh sekali, ia teringat akan kasih sayang ibunya yang sudah 3 tahun ini meninggalkannya.
Ibu yang selalu mengingatkannya jika terlalu sibuk bekerja..
ibu yang selalu memarahinya jika lupa makan..
ibu yang selalu menjadi pendengar dan penasehat terbaik..
ibu yang selalu menelponnya hanya untuk membangunkannya tiap pagi.
Kevin terdiam sejenak dan menghela nafas mengingat ibunya membuat ia larut dalam kesedihan.
🎶🎶🎶📱📲🎶🎶🎶🎶
Kevin yang hanyut akan kesedihan pun tersadar ketika ponselnya berbunyi kembali..
Ia memandang ke arah layar ponsel..
" Davina ... " gumam Kevin seraya mengangkat telponnya itu
" kenapa Vin " 📱Kevin
" Maaf aku tertidur " 📱 Davina
" maaf juga aku ninggalin kamu sendirian "
" sebentar lagi aku ke sana kok "📱Kevin
" ia.. makasih ya Vin "
" udah jadi tempat sandaran ku tadi " 📱Davina
"It's okay, I will be there for you and in every problem of your life " 📱 Kevin
" Thank's Vin " 📱 Davina
Apakah nanti Kevin akan bertemu dengan Brian ?
Bagaimana perasaan Davina ?
...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...
......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......
...yuk akak yang cantik dan tampan...
...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...
__ADS_1
...~Novi Dhamzie~...