Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 12 Suara yang dirindukan


__ADS_3

Rasa kesal Davina pada Kevin membuatnya tak ingin bertemu sama sekali. Beberapa kali pula Kevin menjenguk Davina akan tetapi tetap Davina enggan untuk bertemu.


Ini sudah hari ke tiga mereka berada di Sinak Puncak Jaya, selama itu juga tim POLRI dan TNI mempersiapkan keberangkatan Davina ke kota Nabire lebih dulu.


Karena ada giat yang mengharuskan Kevin tiba lebih dulu di Nabire.


Kevin pun berniat untuk menyampaikan berita ini langsung pada Davina. Akan tetapi Davina enggan bertatap muka dengannya.


🍂Keberangkatan..


Davina beserta tim pun berangkat menuju Nabire di temani Bram. Sedikit menoleh ke kiri dan ke kanan seakan-akan mencari sesuatu.


" apa yang kamu cari Vin " tanya Bram mengagetkan Davina


" Kevin " jawab Davina kaget kemudian menutup mulutnya


" Kevin??"


" dia udah duluan berangkat tadi malam " jawab Bram


" oohhh " Davina menjawab pelan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.


Mobil yang mereka tumpangi pun sampai di bandara.


mereka melangkahkan kaki menuju pesawat kecil yang siap lepas landas meninggalkan Sinak. sedikit guncangan membuat Davina sontak memegang lengan Bram.


Bram dengan tenang pun menenangkan Davina dengan membalas memegang lengannya. sampai akhirnya Davina tersadar kemudian segera melepaskan kedua tangannya.


" maaf " ucap Davina


Bram tersenyum bahagia.


Davina memandang Bram dan tersipu malu karena kelakuannya.


" boleh nggak ku nanya sesuatu " ucap Davina


Bram memandang Davina dan mengisyratkan silahkan untuk bertanya


" Sarah.. "


" Siapa dia ?? " tanya Davina


" Sarah.. " Bram menjawab kemudian menarik nafas panjang


" kamu mau tau? " tanya Bram


" ya kalo mau cerita boleh "


" aku cuma penasaran aja dengan yang namanya Sarah itu " jawab Davina


" aku, Kevin dan Sarah dulu adalah teman baik.. aku menyukai Sarah tetapi ternyata perasaan ku bertepuk sebelah tangan "


" Sarah menyukai Kevin tetapi Kevin sama sekali tidak ada perasaan apapun. sampai akhirnya Kevin ditugaskan untuk menangkap perampok dan entah kenapa Sarah ada di lokasi. Melihat Kevin dalam bahaya Sarah pun mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Kevin.


" Sarah pun di bawa orang tuanya keluar negeri untuk pengobatan "


" dan sampai sekarang kami tidak pernah bertemu " jelas Bram pada Davina


" ketika kamu menolong Kevin disitulah sosok Sarah muncul di dalam dirimu " lanjut Bram lagi.


Davina terdiam mendengar cerita Bram.


" tapi kali ini aku nggak akan membiarkanmu diambil Kevin "

__ADS_1


" apapun yang terjadi " ucap Bram pelan sambil memandang Davina.


" ada apa? " tanya Davina bingung melihat tatapan Bram padanya.


" ohh nggak.. nggak ada apa-apa " jawab bram lagi.


Setelah hampir sejam di pesawat akhirnya mereka sampai juga di bandara douw aturure Nabire.


ketika Davina melangkahkan kaki menuruni tangga pesawat terlihat sosok pria berbadan tegap mengenakan hem hitam dan berkacamata hitam sedang menyambut dirinya.


" Kevin.. " ucap Davina keheranan


Kevin mendekati Davina dan meraih tas ransel yang di bawa Davina.


Namun saat mendekati Davina tiba-tiba muncul Bram yang menghalangi Kevin.


" biar aku aja " sahut Bram mengambil ransel dari pundak Davina kemudian menarik legan Davina untuk menjauhi Kevin.


Kevin menatap ulah kawannya itu dengan kebingungan dan dengan tampang coolnya ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Davina dan Bram.


Tim medis Bhayangkara sudah siap menyambut kedatangan Davina dan dengan sigap mereka membawa Davina langsung menuju RS Bhayangkara.


Kevin bernafas lega karena selama ini yang ditakutkan tidak terjadi dan ia pun lega sebentar lagi Davina akan kembali ke keluarganya.


Saat malam tiba Kevin dan Bram menjenguk Davina.


" gimana keadaanmu ? " tanya Bram ketika masuk ke dalam ruangan


" nggak pa pa kok "


" semuanya sehat " jawab Davina dengan tersenyum bahagia kemudian turun dari ranjang dan memutar-mutar badannya menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.


saat asik menari Kevin masuk ke dalam ruangan dan tanpa disengaja Davina yang sedang asik memutar badannya pun menabrak Kevin. Dengan sigap Kevin menahan tubuh mungil Davina yang saat itu hampir kehilangan keseimbangan.


" ehmmm " kode keras Bram pada Kevin


Davina pun dengan cepat berdiri dan berjalan menuju ranjang RS


" maaf jika kedatangan ku mengganggu " kata Kevin


" aku tadi baru bertemu dengan dokter "


" kamu baik-baik saja dan hari ini juga boleh keluar dari RS " Ucap Kevin sambil menatap Davina dalam


" benar kah ? " tanya Davina kegirangan kemudian memeluk Kevin yang saat itu berdiri tepat dipinggir ranjangnya.


" ehmm " suara Bram kembali menyadarkan mereka jika ia ada disitu.


Davina segera melepaskan tangannya, tidak lama kemudian seorang dokter masuk dan mengatakan hal yang sama.


" sekarang saya bisa keluar dok ? " tanya Davina.


" sebaiknya besok pagi saja ya"


" ini kan sudah malam " ucap dokter tersenyum.


🍂 keesokan hari..


dokter masuk ke dalam ruangan seperti biasa memeriksa kondisi Davina.


" gimana dok, saya sehat kan ? "


" saya boleh pulang sekarang ?" tanya Davina tidak sabar.

__ADS_1


Dokter mengangguk menandakan Davina boleh keluar sekarang juga. Kemudian permisi untuk meninggalkan ruangan.


Kevin dan Bram datang ke RS untuk membantu Davina berkemas.


untuk sementara Davina akan tinggal di wisma bhayangkara, dan ini semua sudah Kevin siapkan sebelum Davina keluar dari RS.


untuk beberapa hari Kevin meminta maaf jika kepulangan Davina ke Jakarta akan memakan waktu yang lama dikarenakan cuaca di Nabire sedang tidak mendukung.


sesampainya di wisma Kevin meminta Davina untuk beristirahat.


" yuk Bram " ajak Kevin untuk pergi meninggalkan Davina. Bram menolak karena ia ingin menemani Davina. mendengar penolakan Bram, Kevin pun menarik paksa kawannya tersebut.


Agar Davina tidak bosan Kevin berjanji akan menemaninya selama Davina berada di Nabire, hal ini membuat Bram geram.


" kamu nyuri kesempatan dariku Vin? " ucap Bram melepas tarikan Kevin.


" kesempatan apa ? " tanya Kevin bingung


" kamu mau dekatin Vina kan ? "


" atau kamu mau jadikan Davina seperti Sarah dulu " kata Bram ketus.


Kevin menghentikan langkahnya kemudian berbalik, dan mengeluarkan bugem mentahnya ke arah wajah Bram. Bram pun tersungkur tak berdaya, melihat Bram tersungkur Kevin pun meninggalkannya.


Davina yang melihat kejadian tersebut langsung lari menghampiri Bram dan membantunya untuk berdiri.


" nggak pa pa ?? "


" ada apa dengan kalian ? " tanya Davina sambil memegang pipi Bram.


tidak lama Kevin pun muncul sambil membunyikan klakson mobilnya.


" ayoo " teriak Kevin dari dalam mobil


Bram memandang Davina dan meninggalkannya tanpa sepatah kata.


Davina semakin bingung melihat sikap mereka berdua.


Davina melanjutkan istirahatnya. beberapa menit kemudian terdengar suara ponsel, awalnya Davina mencueki suara tersebut karena memang Davina tidak memiliki ponsel selama terjebak di Papua. Davina menjadi penasaran suara ponsel siapa yang berada di wisma tempatnya sekarang. ketika melangkahkan kaki ke dapur terlihat sebuah ponsel berbunyi, Davina dengan cepat meraih ponsel tersebut


" Hallooo " jawab Davina


"Kak Vin " teriak seseorang


Davina bingung kenapa orang ini memanggilnya dengan sebutan Kakak..


Davina terdiam sesaat karena merasa kenal dengan suara tersebut.


"Vin.. " suara berat nan lembut kemudian terdengar dari balik ponsel


Mendengar namanya dipanggil Davina pun tersungkur tidak percaya dengan suara yang didengarnya, suara yang ia rindukan selama ini.


" Ma...mi " ucap Davina pelan dan menangis tidak percaya apa yang baru saja terjadi.


Davina bahagia sekali mendengar suara orang-orang yang ia cintai ternyata masih mengingat dirinya. Davina berharap ia akan cepat berkumpul dengan ibu dan adiknya.


...🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺...


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...


...~Novi Dhamzie~...

__ADS_1


__ADS_2