
...🎶 *Cinta kita cinta surga sampai mati kan bersama....
...kau dan aku yang terbaik...
......kau dan aku selamanya......
...kau yang terbaik untukku...
...seluruh nafasku untukmu...
...ku tak bisa bila harus tanpamu...
...cinta kita cinta surga...
...sampai mati tetap bersama...
...kau dan aku...
...kau dan aku selamanya 🎶*...
lantunan lagu Cinta surga menghiasi perjalanan pulang Davina. Maya dan ibunya berusaha menghibur Davina, Davina sangat bersyukur memiliki orang tua dan saudari yang begitu mencintainya. Davina melangkahkan kakinya menuju kamar yang sudah hampir satu bulan tak ditempatinya.
kamar itu terlihat bersih dan harum, terlihat sebuah bunga yang masih segar terletak di dalam botol kaca yang sengaja di letakkan dimeja kerja Davina. Hal ini menunjukkan jika kamarnya slalu dibersihkan. Mata Davina berkaca-kaca lalu berbalik memeluk ibunya yang saat itu sedang membenahi tempat tidur Davina dengan set BC berwarna biru langit dengan motif bunga tulip.
" Mi.... " ucap Davina sambil memeluk ibunya dari belakang, ia menangis terharu
" kok nangis ? "
" iihhh malu ah dilihat adekmu gitu " jawab ibunya mengejek Davina yang masih saja memeluk ibunya dari belakang.
" sudah.. sekarang kamu istirahat "
" tempat tidurmu sudah siap " perintah sang bunda.
Davina tersenyum kecil dan melepaskan pelukannya.
" ia Mi, Davina mandi dulu baru istirahat " jawab Davina dengan lembut
ibu Davina mengusap kepala anaknya dan menepuk pelan wajah gadis sulungnya itu dengan senyum kemudian pergi meninggalkan Davina untuk mandi dan beristirahat.
" Kak Vin.. " panggil Maya yang tiba-tiba muncul depan pintu
" no... " ucap ibunya memerintah Maya untuk tidak menggangu Davina lalu menarik Maya keluar dari kamar Davina.
" Mamiiiiii " teriak Maya kesal
sementara Davina hanya tertawa kecil melihat sikap ibu dan adiknya.
Davina menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya, terasa lembut dan wangi khas parfum pelembut kain yang sangat digemari Davina. Ia pun dengan cepat hanyut dalam mimpi.
" Hey... Vin bangun.. bangun.. "
panggil seseorang yang berada disampingnya seraya menepuk pipinya dengan pelan.
Suara itu sangat akrab ditelinga Davina, terdengar semakin dekat suara itu dan wangi parfumnya pun tercium khas aroma Hugo Boss.
Davina mencoba membuka matanya tapi tidak bisa,
" ada apa ini " teriak Davina gelisah
wangi parfum itu semakin mendekati hidung Davina..
Davina panik, jantungnya berdegup lebih kencang.. apakah benar orang yang ada di depannya ini sama dengan yang ada di benaknya? pikir Davina
__ADS_1
ia berusaha membuka matanya dengan sekuat tenaga dan akhirnya ia berhasil membuka matanya..
Davina menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang tadi berada di dekatnya..
" ternyata aku cuma mimpi ? " Ucap Davina yang kemudian mengusap kedua matanya dan berbaring kembali menenangkan dirinya.
Namun tiba-tiba Davina membuka selimut yang menutupi wajahnya ketika dirinya sadar bahwa hari sudah mulai gelap.
Ia teringat ucapan ibunya jika malam ini ibunya mengundang Brian untuk makan malam di rumah sebagai rasa syukur karena dirinya sudah kembali.
dengan rasa malas ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mulai bersiap diri.
waktu sudah menunjukan pukul 18.00 wib, Davina melihat ibu dan adiknya sedang sibuk menata meja makan dengan begitu mewah dan banyak sekali menu makanannya yang terhidang.
Davina sedikit mengeryitkan jidatnya,
" waaawwwww....makan malam atau pesta ini May ? " tanya Davina pada adiknya yang sedang asik menata bunga di meja makan.
Maya kaget melihat kakaknya berdiri di sampingnya,
" malam ini kan malam spesial buat kak Vin " jawab Maya dengan senyuman bahagia. Maya memeluk kakak satu-satunya itu kemudian mulai menangis...
" May.. May.. "
" kamu nangis ? " ucap Davina kaget melihat sikap adiknya ini.
Davina menarik bahu adiknya itu dan memegang wajah Maya.
" Maya takut Kak Vin tak kembali ? " Kata Davina dengan lembut
mendengar pertanyaan Davina, Maya mengangguk kemudian memeluk erat sang kakak
ibu Davina melihat sikap kedua anaknya itu..
" kalian juga janji ke Mami bahwa kalian nggak bakalan tinggalin Mami lagi " kata Ibu Davina dengan cemberut.
Melihat Ibunya berbicara dan mimik begitu..
Davina dan Maya segera merangkul ibunya dengan penuh kasih. Tidak lama kemudian suara bel pintu terdengar, Maya kemudian bergegas lari menuju pintu ruang tamu.
Davina kaget tiba-tiba Brian datang menyodorkan buket bunga pada dirinya.
" untukku ? " tanya Davina kebingungan lalu memandang adiknya Maya
Maya tersenyum kecil kemudian mengangguk dan mengisyaratkan pada Davina untuk menerimanya.
Brian tersenyum bahagia ketika Davina menerima buket bunga yang di bawanya.
" ehhmmm istimewa sekali bu hidangannya.." ucap Brian bahagia.
" ini semua menu makanan favorit Davina "
" yang Mami yakin jika selama sebulan ini, pasti Davina tak pernah mencicipinya " jawab Ibu Davina.
" ahhh ibu... " rengek Davina manja ketika mendengar ucapan ibunya.
Kemudian semua tertawa sambil mempersiapkan acara makan malam.
" Mi... " panggil Davina yang saat itu sudah siap di tempat duduknya, begitu juga Maya dan Brian. Tapi ibunya masih saja sibuk bolak balik.
" kita nunggu siapa Mi ? "
" makanan sudah siap semua kan ? " ucap Davina.
__ADS_1
ibunya hanya diam dan gelisah memandang arah pintu ruang tamu.
Davina menoleh ke arah Maya namun Maya mengangkat kedua bahunya tanda ia pun tak tau.
Tidak lama kemudian bel pintu rumah Davina berbunyi, semua kaget. Ibu Davina dengan senyum bahagia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dan mempersilahkan tamunya tersebut untuk bergabung bersama mereka.
" Kevin ? " Ucap Davina kaget
ternyata Kevin lah tamu yang dinanti-nanti sang ibu.
Kevin menatap Davina dalam..
kemudian duduk di kursi tepat di depan Davina yang sudah disiapkan ibu Davina.
" kenapa aku canggung ya melihat Kevin? "
" padahal baru tadi pagi kami berangkat sama-sama " bisik Davina dalam hati.
Melihat kedatangan Kevin membuat Brian semakin mendekati Davina. Brian mengambil tempat duduk tepat di sebelah Davina.
Hal ini membuat Davina merasa tidak nyaman.
" apa yang harus ku lakukan ini ? " bisiknya lagi dalam hati.
tak ada suara apapun yang keluar dari mulut mereka bertiga. melihat situasi yang begitu tegang Maya mencoba mencairkan suasana..
" Kak Kevin asli orang mana sih ? " tanya Maya memecahkan kebisuan
" aku asli Manado May.. " Jawab Kevin pelan
" kakak tau namaku ? " tanya Maya heran
Kevin mengangguk tersenyum " Davina sering cerita tentang adik satu-satunya kok " jawabnya tersenyum yang kemudian menatap Davina.
" ya Tuhan senyuman itu " bisik Davina, membuat Davina jadi salah tingkah karena tersadar bahwa Kevin menatapnya balik.
" Kalau ngobrol sambil makan dunk " ucap ibu Davina mengalihkan perhatian.
" Nak Kevin "
" makasih ya sudah jagain Davina selama di Papua " ucap ibu Davina lagi
" ya ealah harus dijaga, yang dialami Davina kan semua karena perbuatannya " jawab Brian tiba-tiba.
Kevin menatap Brian yang saat itu duduk di samping Davina.
" jika kau tak tau apa-apa "
" lebih baik diam ! " jawab Kevin tegas.
Bagaimana suasana makan malamnya?
Apakah Kevin tetap bertahan atau pergi meninggalkan acara makan malamnya ?
...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...
......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......
...yuk akak yang cantik dan tampan...
...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...
...~Novi Dhamzie~...
__ADS_1