Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 27 Pernyataan Brian


__ADS_3

Terdengar suara sang bunda membuat mereka tersadar meski sempat terbuai beberapa detik, bunda memanggil Davina dan Kevin untuk sarapan melalui kehadiran Maya yang masuk nyelonong begitu saja ke dalam kamar Davina.


" Kak Kevin.. kita sarapan yuukk " ajak Maya manja sambil mendekati dan menarik tangan Kevin.


Davina tertawa melihat sikap jahil adiknya itu


" kakakmu gimana " ucap Kevin sambil menahan langkahnya..


" udah biarin saja, nanti mami yang antar sarapan untuk kak Vina ke kamar " jawab Maya jutek sambil tetap berusaha menarik tangan Kevin.


Kevin berusaha menahan tarikan Maya, dan akhirnya Mayapun melepaskan kedua tangannya itu. Kevin berjalan menghampiri Davina dan dalam hitungan detik saja Davina sudah berada dalam gendongan Kevin.


" Davina akan sarapan dengan kita di meja makan " kata Kevin tegas sambil berjalan keluar kamar dan menuju meja makan.


melihat sikap Kevin seperti itu membuat Maya tampak kesal karena dirinya dibiarkan dan dicueki begitu saja. Ia kemudian meraih ponsel yang ada di tangannya kemudian dengan cepat menelpon seseorang..


" Kak Brian dimana ? "


" nggak ke rumah ? " 📱ucap Maya mulai ngerecokin Brian dipagi hari


" lagi di jalan ne "


" mau ke kantor " 📱 Jawab Brian


" oh ya udah kalo gitu, berarti kak Brian udah kalah set tuh dengan kak Kevin "


" Hahahaahahaaaa " 📱 balas Maya kemudian mematikan ponselnya dan menuju ruang makan.


Saat tiba di meja makan rasa kesalnya semakin bertambah karena melihat Kevin duduk tepat bersebalahan dengan Davina. Sang bunda yang melihat sikap anak bungsunya itu menatap tajam ke arah Maya, tak biasanya si bungsu berperilaku seperti ini.


" ada apa, May ? " tanya sang bunda membuat Davina dan Kevin menghentikan percakapan mereka dan menatap ke arah maya, akhirnya Maya jadi salah tingkah dibuatnya.


Suasana sarapan pagi saat itu terasa berbeda seperti biasanya, mereka semua makan dengan hening tanpa suara. Maya yang paling sering ribut pun kini makan tanpa ekspresi.


Maya dengan cepat mengakhiri sarapannya dan bergegas untuk berdiri.


" May.. masuk kamar dulu ya Mi mau bersiap kuliah " ucap Maya pamit.


" ia nak.. " jawab sang bunda.


tak berapa lama muncul Brian yang sedikit mengagetkan suasana sarapan pagi itu.


" Vin.. ada yang mau aku bicarakan " ucap Brian dengan nada tergesa-gesa kemudian duduk tepat searah dengan Davina


" makan lha dulu.. " jawab Davina dengan lembut lalu menyodorkan sepiring nasi goreng pada Brian.


" wah kak Brian datang ya.. "


" cie.. cie.. yang gak mau jauh dari kak Vina " ejek Maya pada Brian uang kemudian fengan sengaja duduk di sebelah Brian.


Davina mengernyitkan dahinya dan sedikit menatap tajam kearah Maya. Maya dengan sengaja tak mau membalas tatapan kakaknya itu.


Brian pun tak mau ambil kesempatan yang sudah ada di depan matanya.

__ADS_1


" makasih Vin " jawan Brian menerima sepiring nasi goreng buatan sang bunda.


" mumpung semua berkumpul di sini dan ada beberapa kabar yang ingin ku sampaikan " Ucap Brian


" kenapa nak " tanya ibu Davina yang kebetulan memang sudah selesai sarapan dan bersiap mengumpulkan beberapa piring kotor yang berserakan di atas meja.


" kebetulan aku dapat promosi naik jabatan tapi aku harus ke Kalimantan " ucap Brian


" berapa lama ka " tanya Maya kaget


" s'lamat ya ka " ucap Maya kegirangan


" selamat ya.. "


" dulu aku juga pernah bertugas di kalimantan " Jawab Kevin memberi semangat pada Brian.


" dan dari kalimantan kemudian dilempar ke Papua " ucap Kevin lagi sambil menertawakan dirinya sendiri.


" untung aja nggak kecantol gadis papua ya " jawab ibu Davina sembari meneguk segelas teh hangat.


Kevin tertawa kecil kemudian menatap Davina yang berada di sebelahnya yang sedang menikmati sepotong roti.


" untungnya sekarang sudah dapat bu " jawab Kevin sambil ikutan meneguk segelas teh.


Mendengar ucapan Kevin membuat Davina tersedak tak percaya jika Kevin berani mengucapkan hal itu.


Bukan hanya Davina yang kaget dengan ucapan Kevin, Maya dan Brian pun kaget bahkan ibu Davina sempat terdiam dan memandang ke arah Kevin.


"Pasti dia gadis yang beruntung mendapatkan hatimu nak " ucap ibu Davina tersenyum bahagia.


Maya yang sedari tadi sudah merencanakan kehadiran Brian pun tak mau tinggal diam.


" oia.. kapan kak Brian rencana ke Kalimantan ? "


tanya Maya mencoba memutar alur percakapan mereka.


" Minggu depan " jawab Brian singkat, kemudian menghela nafas


" untuk itu hari ini aku memberanikan diri di depan ibu "


" aku ingin melamar Davina bu " kata Brian dengan tegas.


Mendengar pernyataan Brian suasana menjadi terasa begitu menegangkan, terlebih Davina yang saat itu menjadi topik utama.


" aku menyukaimu Vin "


" dulu ia, aku yang salah karena mengabaikan perasaanmu "


" tapi sekarang tidak "


" apa kau masih menyukai ku Vin ?" jawab Brian tegas dan menunggu jawaban Davina.


" aku.... " Davina menjawab namun kemudian terhenti karena kedatangan ibunya Brian.

__ADS_1


" Mama ?? " tanya Brian keheranan tak percaya karena ibunya datang tiba-tiba.


" oalah.. jeng kok datang nggak beri kabar dulu " ucap ibu Davina menyambut kehadiran ibu Brian.


" nggak pa pa.. jeng, aku datang ke sini karena mendengar niat baik Brian yang katanya ingin melamar Davina " ucap ibu Brian yang kemudian duduk di sebelah Brian.


" aku senang sekali jika Davina bersedia, apalagi mereka sudah lama kenal "


" gimana Vin ? " tanya ibu Brian pada Davina yang saat itu kebingungan harus menjawab apa.


Sang bunda pun ikut kebingungan karena tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Brian dan ibunya datang ingin melamar.


" maaf jeng saya kaget dengarnya.. "


" bisa beri waktu buat Davina jeng untung menjawabnya " ucap ibu Davina mencoba menenangkan suasana rumahnya. Sang bunda menoleh sebentar ke arah Davina yang masih terlihat shock.


" minum dulu tante " sahut Maya datang kemudian menyodorkan secangkir teh.


Terlihat jelas raut wajah Maya yang sangat bahagia dengan semua situasi yang terjadi.


" rencanaku berhasil " ucap Maya berbisik sembari berjalan menuju dapur.


" apa yang kau lakukan May ? " tanya Brian yang tiba-tiba muncul di belakang Maya.


" Kak Bri tau.. ini semua rencanamu kan ? " tanya Brian lagi


Maya terjebak dengan ulahnya sendiri,


" ng.. ng.. gak kok " jawab Maya terbata-bata dan mencoba mengelabui Brian


" May.. Kaka sudah kenal kamu lama "


" dan kak Bri juga tau bahwa ini semua rencana kamu " ucap Brian tegas meminta kejujuran Maya.


Maya menggangguk dan membenarkan bahwa kehadiran ibunya Brian adalah ulahnya.


" sekarang bagaimana ini " Brian sedikit kesal dan mencoba menenangkan dirinya sendiri.


" tapi.. maksud Maya baik kok kak.."


" Maya ingin Kak Brian cepat menikahi kak Davina " jawab Maya membela diri


" ya.. supaya kamu bisa mendekati Kevin kan ?? " teriak Brian sambil menahan emosi dan menghentak telapak tangannya ke dinding dapur kemudian meninggalkan Maya sendiri.


Brian berjalan menuju meja makan dengan perasaan bersalah.


...Pantau terus ya ceritanya, biar thornya semangat 😁😁...


......🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺✳️🌺......


...yuk akak yang cantik dan tampan...


...Like, coment, favorit dan Vote ya.. biar AUTHOR semakin semangat up nya 🤗☺️...

__ADS_1


...~Novi Dhamzie~...


__ADS_2