Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
episode 7 masih mencekam


__ADS_3

Davina tidak dapat menahan dirinya lagi, dia syok dengan apa yang terjadi.


teriakan Davina membuat Kevin yang saat itu sedang berjaga cepat masuk ke tenda tempat Davina berada.


Kevin merasa bersalah dan kemudian menghampiri Davina yang saat itu terbangun tetapi pandangannya kosong, bajunya basah penuh keringat.


" Vin.. " ucap Kevin menyentuh wajah Davina seraya menyadarkan Davina. Kevin mengibaskan selimut yang menutup tubuh Davina yang saat itu entah mengapa suhu tubuh Davina terasa panas.


" Kamu demam ? " ucap Brian bertanya pada Davina yang saat itu tersadar dengan tatapan yang kosong.


terlihat jelas lekukan tubuh Davina yang saat itu menggunakan kaos cream, tatapan Kevin pun terhenti di area pribadi milik Davina. Kevin mencoba menguasai diri dan memandang Davina serta memeluk gadis itu.


" tubuhmu basah sekali Vin.. " ucap Kevin meminta Davina mengganti bajunya


Davina menatap Kevin dan air mata pun mengalir deras, bagaimana tidak semua baju Davina ada di dalam pesawat jadi tidak ada satupun baju yang tersisa. Bahkan baju yang dikenakan Davina pun adalah baju yang basah dan kering ditubuhnya selama sebulan ini.


" maafkan aku Vin,. " kata Kevin kemudian memeluk erat tubuh Davina.


" sebentar.. aku akan mengambil baju untukmu " ucap Kevin meninggalkan Davina.


sesaat setelah Kevin pergi Davina sudah tidak sanggup menahan panas tubuhnya sehingga membuat Davina kehilangan kesadaran dan akhirnya terjatuh dari tempatnya berbaring.


" astaga Vin " ucap Kevin kaget melihat Davina tergeletak di tanah..


Kevin meraih Davina dan mengangkat Davina kemudian meletakkannya di velbed.


" apa yang harus aku lakukan ini.. " ucap Kevin bingung melihat kondisi Davina dengan baju yang basah.


" kalo nggak diganti kamu bisa sakit Vin.. " ucap Kevin lagi sambil menepuk pipi Davina membangunkan. Tetapi Davina tidak sadarkan diri juga.


" sekarang sudah pukul 00.45 "


" aku nggak bisa biarin kamu dengan baju begini " bisik Kevin kemudian memadamkan lampu tenda dan mengganti baju Davina dengan baju yang dibawanya.


Berharap ia tidak lepas kendali dan mencoba untuk tidak memanfaatkan situasi saat terhenti di area pribadi Davina, hal ini semakin membuat Kevin beradu psikis, melawan sikap ke laki-lakian nya


Beberapa menit kemudian..


Baju Davina sudah terpasang, kemudian Kevin membaringkan Davina dan mencoba mengompres kepala Davina dengan harapan panas Davina bisa segera turun.


sesekali Davina mengigau tak jelas membuat Kevin tidak berani meninggalkan Davina seorang diri di tenda medis.


Perasaan bersalah membuat Kevin bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan Davina.

__ADS_1


malam pun berlalu dengan cepat dan digantikan dengan sinar matahari pagi yang menembus tenda dan terdengar suara burung liar asik bermain di atas tenda membuat Davina terbangun dan merasakan genggaman hangat seorang pria yang tertidur pulas di samping Davina sambil memegang erat tangannya.


Bram masuk ke dalam tenda dan melihat kejadian tersebut membuatnya salah tingkah.


Davina memberi kode pada Bram untuk tetap diam karena Kevin sedang tertidur pulas. Melihat kode Davina, Bram pun mundur perlahan-lahan dan keluar dari tenda.


Davina mencoba melepaskan genggaman tangannya dengan hati-hati, terasa tangannya bergerak Kevin pun terbangun dari tidurnya


" gimana keadaanmu? "


" sudah baikan ? " tanya Kevin


Davina mengangguk dengan senyuman dan mencoba untuk bangun dari tidurnya..


tiba - tiba..


Davina tersadar bahwa baju yang dikenakannya ini bukan miliknya..


" baju ku.. " ucap Davina menoleh ke kiri dan ke kanan mencari bajunya


" baju ku mana " ucap Davina lagi sambil memegang baju yang dikenakannya.


" terus... " kata Davina sambil menoleh ke Kevin yang duduk disebelahnya dan memegang bajunya..


Kevin terdiam dan tidak berkata-kata di setiap pertanyaan Davina dan tertunduk.


" kamu.. " ucap Davina meninggikan nada suaranya dan memukul bahu Kevin sambil menangis menyadari bahwa Kevin lha yang melakukan ini semua.


mendengar suara Davina berteriak dan menangis Bram pun masuk ke dalam tenda


"apa yang kamu lakukan Vin " tanya Bram pada Kevin yang saat itu terlihat tak berdaya dipukul Davina.


"aku nggak ada maksud apa-apa Vin" ucap Kevin menjelaskan


" kamu tadi malam mengigau dan bajumu semua basah"


" jika aku tak mengganti bajumu, mungkin kamu sudah tidak bisa diselamatkan hari ini" kata Kevin menjelaskannya.


Davina mendengar penjelasan dan menangis karena dia yakin bahwa tubuhnya sudah tidak perawan lagi.


" kamu tenang saja, iman ku masih kuat dan tidak semudah itu aku digoyahkan "


" aku memang mengganti bajumu tapi aku tidak melihat semuanya karena lampu aku matikan dan menyelimutimu dengan jaket ku..

__ADS_1


merasa sudah menjelaskan dengan baik, Kevin pun meninggalkan Davina dan Bram..


Davina merasa bersalah karena sudah menuduh Kevin yang nggak-nggak.


sesekali mereka bertemu sesekali itu juga Kevin menjauh dari Davina, hal ini membuat Davina tidak enak hati dibuatnya...


" hari ini aku harus bicara dengannya " ucap Davina pelan meyakinkan dirinya supaya masalah ini cepat selesai, ditempat asing dan satu-satunya perempuan saat ini, Davina tak mau mencari musuh.


waktu sudah menunjukan pukul 19.00 Davina tidak tenang berdiam diri di dalam tenda dan memutuskan untuk bertemu dengan Kevin. Saat Davina hendak beranjak keluar tenda terdengar suara letupan senjata membabi buta ke arah camp mereka, dengan sigap juga para keamanan pertahanan yang berada di tanah papua ini membalas.


Bram berlari menuju tenda dan membawa Davina menjauhi camp.. Davina kebingungan dan dari jauh melihat Kevin dengan sekuat tenaga menyelamatkan teamnya. sesaat terbersit doa untuk Kevin " Tuhan tolong jaga Kevin" ucap Davina menjauhi camp mengikuti Bram.


Berjalan menyusuri hutan dan menuruni pegunungan yang terjal menjadi hal yang harus ia lalui..


" berapa jauh lagi kita harus berjalan Bram " tanya Davina menarik nafas berulang kali..


" kita harus tetap berjalan sampai kamu aman Vin.. " ucap Bram


" aku..?? " tanya Davina keheranan kemudian berhenti sesaat


" ya.. misi kami kali ini adalah menyelamatkanmu sampai kamu kembali dengan selamat "


" dari awal memang sudah salah dan ini semua kesalahan Kevin" ucap Bram seraya memegang Davina dan mengajaknya untuk terus berjalan. Sesekali juga mereka berhenti untuk istirahat sejenak apalagi melihat kondisi Davina saat ini.


" Kesalahan ??"


" maksudnya ?? " tanya Davina kebingungan...


" ya.. kamu terjebak di sini itu karena kecerobohan Kevin"


" tiket mu tertukar waktu di bandara " kata Bram menjelaskan


Davina terdiam dan mengingat kejadian sewaktu di bandara, ternyata pria yang ia temui di bandara bulan lalu tidak lain adalah Kevin.


" sekarang Kevin diminta untuk menyelamatkanmu "


" jika gagal maka ia akan di berhentikan dari kesatuan " ucap Bram lagi.


" jadi aku minta.. kamu harus tetap selamat apapun itu " kata Bram sembari menyerahkan air mineral pada Davina dan terus berjalan.


matahari mulai memancarkan sinarnya di ufuk timur terlihat jelas hutan belantara di antara pegunungan papua ini. Angin berhembus kencang membuat Davina mengancing jaketnya erat-erat, tercium aroma parfum pemilik jaket yang dikenakan Davina.


Davina, Bram dan rekan-rekannya yang lain mencoba beristirahat di bebatuan, entah berapa lama lagi mereka harus terus berjalan menyelamatkan diri dan sampai di perkotaan.

__ADS_1


__ADS_2