Kau Dan Doa Ku

Kau Dan Doa Ku
Episode 28 Terjebak Permainan Sendiri


__ADS_3

Pernyataan Brian hari ini sungguh sangat menggangu Davina, padahal baru kemarin Davina merasakan kebahagiaan. Brian adalah masa lalunya meskipun tak bisa ia bohongi bahwa sampai saat inipun rasa cintanya pada Brian belum sepenuhnya hilang. Namun, pria yang saat ini berada di sampingnya pun sudah menjadi bagian hidupnya.


" apa yang harus aku lakukan ini ? " ucap Davina pada dirinya sendiri.


Beberapa kali ibu Brian selalu meneror dengan pertanyaan yang sama.


Membuat Davina semakin tak bisa berkata-kata.


Kevin yang sedari tadi berada dalam kondisi tersebut merasa tidak nyaman.


" permisi.. "


" maaf saya memotong pembicaraan kalian "


" saya rasa sebaiknya pernyataan ini lain kali saja, karena jujur Davina sekarang dalam kondisi tidak sehat " ucap Kevin menyela pembicaraan ibunya Brian.


" nak Kevin, bisa kan bawa Davina ke kamarnya dulu " ucap ibu Davina sambil menghela nafas


" siapa dia jeng ? " tanya ibu Brian ketika melihat Kevin apalagi dengan kedekatan Kevin dan Davina.


" itu.. pacar Davina ?? " ucap ibu Brian sambil melihat ke arah Brian dan ibunya Davina.


" Davina, baru pulang kok sudah deket - deket sama cowok ya " ocehan ibu Brian yang sedikit menyindir.


" Dia Kevin, yang selama ini menjaga Davina di Papua "


" Kevin anak yang bertanggung jawab "


" buktinya sampai rela menemani Davina ke jakarta " jelas sang bunda membela anak sulungnya.


Brian tak enak hati dan mencoba membawa ibunya untuk keluar dari rumah Davina. Namun ibunya tetap kekeh ingin meminta jawaban dari Davina.


" tolong jeng Aini mengerti "


" Davina baru saja pulang dan berkumpul dengan kami "


" dan sekarang jeng mau mengambil Davina dari kami ? " ucap ibu Davina sedikit tidak menyetujui lamaran ibu dan anak ini.


Mendengar jawaban ibu Davina sontak membuat ibu Brian menjadi lebih panas.


" brarti jeng Sinta menolak lamaran saya ? " jawab ibu Brian sedikit kasar karena merasa mengalami penolakan. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari rumah ibu Davina. Ibu Davina mencoba menenangkannya sambil membuntuti ibunya Brian.


" aku nggak menyangka ya jeng kamu menolak anak ku.. " ucap Ibu Brian kesal sambil menarik lengan Brian keluar dari rumah Davina. Kebetulan memang Brian berdiri tepat searah jalan keluar.


Dengan raut wajah kesal ibu Brian beberapa kali menghempaskan lengan ibu Davina yang berusaha menahannya untuk meninggalkan rumah Davina.

__ADS_1


Melihat sikap ibunya yang begitu kasar, Brian mencoba menenangkan ibunya kembali.


" Ma dengar dulu.. " kata Brian berdiri di depan sang bunda dengan maksud menghalangi langkah sang bunda.


Melihat anaknya berdiri di depannya, ia pun menghentikan langkahnya. Diam dan menarik nafas panjang, ibu Brian kemudian menatap anaknya kembali..


" apalagi yang ingin di dengar Brian ?? "


" kamu mau di tolak mentah-mentah sama Davina "


" udah kamu berangkat ke Kalimantan sendiri saja !! " Teriak sang ibu di depan ibu Davina dan Maya yang saat itu tampak merasa bersalah.


Ya.. Maya merasa bersalah sebab semua ini terjadi karena ulahnya sendiri. Niat hendak memiliki Kevin malah menjerumuskan ibunya dalam kebencian ibu Brian.


Maya mendekati sang ibu dan memeluk ibunya, wajah tegang dan rasa takut terlihat jelas di wajahnya setelah melihat sikap dari orang tua Brian. Rasanya ia ingin sekali berkata jujur tapi mulut dan lidahnya tak sanggup berkata-kata.


Beberapa menit Brian mencoba menenangkan ibunya, dan membawa ibunya duduk di sofa putih di ruang tamu Davina.


Maya pun ikut mencoba menenangkan ibu Brian dengan membawa segelas air hangat.


" tante.. minum dulu ya ? " ucap Maya sembari sedikit berjongkok agar ibu Brian bisa langsung menatap wajahnya. Karena sejak kecil ibu Brian lha yang ikut menjaga dan mengasuh Maya di kala ibu Davina dan Davina mencari nafkah. Maya mengarahkan gelas tersebut dengan senyuman, dengan tujuan kemarahan dan rasa kesal ibu Brian bisa sirna dalam sekejap.


ibu Brian menatap Maya dengan lembut, sedikit senyuman mulai tertoreh di wajah ibunya Brian. Brian yang saat itu berada di samping sang ibupun merasa lega ketika melihat wajah cantik sang ibu mulai terpancar kembali.


" Maya?? " ucap ibu Brian kaget, ia baru tersadar bahwa selain Davina di rumah ini ternyata masih ada Maya.


Maya mengangguk membenarkan ucapan ibu Brian lalu berdiri dan berjalan mendekati ibunya.


" Nak.. " panggil ibu Brian pada Brian yang berada di sampingnya.


" ya Ma.. "


" Mama baik-baik saja kan " ucap Brian sedikit panik ketika mendengar ibunya memanggil


" ya.. ya.. Mama baik-baik saja " jawab sang bunda yang membuat Brian kebingungan. Dengan sedikit menepuk wajah Brian dan memandang ke arah Maya.


" Maya.. " panggil ibu Brian dengan sedikit kode tangan kirinya yang sedikit menepuk-nepuk sofa.


Maya mendekati ibu Brian dan duduk di sebelahnya. Ibu Davina menatap curiga apa yang hendak di lakukan.


ibu Brian menggenggam jemari mungil Maya..


" kamu mau kan menikah dengan Brian ? " ucap Ibu Brian spontan.


pertanyaan ibu Brian membuat Brian, Maya dan Ibu Davina pun semakin kaget dan tak percaya apa yang barusan di dengar.

__ADS_1


" Mama ?!! " ucap Brian sedikit keras


" aku... " ucapan Brian terhenti saat ibunya menutup mulut anaknya itu


Maya menelan ludah tak percaya permainan yang dibuatnya kini menyerang balik padanya.


Maya tersenyum kecut mendengar perkataan ibu Brian.


" jeng Sinta setuju kan kalau Brian menikah dengan Maya " ibu Brian berdiri dan mendekati ibu Davina yang saat itu masih terdiam terpaku.


" jika Maya setuju, saya bisa apa jeng " jawab ibu Davina dengan pelan.


Maya menatap kosong ke arah Brian yang sedari tadi menatapnya tajam. Ketakutan tiba-tiba muncul dalam dirinya.


Maya menutup matanya menarik nafas dalam-dalam.


" Tante.. " panggil Maya sambil berdiri.


Sudah ia putuskan untuk tidak terlarut dalam permainannya ini.


ibu Brian berbalik dan mendekati Maya.


" gimana kamu setuju kan ?" tanya ibu Brian sambil memegang kedua lengan Maya.


" aku.. aku.. " jawab Maya sambil sedikit menoleh ke arah Brian.


" ada apa? " tanya ibu Brian sedikit mendesak


" kamu sudah punya pacar ? " ibu Brian bertanya


" nggak.. nggakk.. tante "


" Maya nggak punya pacar kok " jawab Maya spontan.


" kamu bagaimana Brian ? "


" mau menunggu Davina yang tak menyukai mu atau menikahi Maya? " pertanyaan yang begitu menyesakkan dada Brian.


" Mama nggak mau kamu pergi ke Kalimantan sendirian "


" tapi Mama juga nggak bisa nemenin kamu karena Mama harus berobat " ucap Ibu Brian sedikit terengah-engah dan memegang dad sebelah kanannya.


" Ma.. Ma.. udah cukup.. "


" Mama nggak usah khawatir "

__ADS_1


" aku akan menikahi Maya " jawab Brian tegas tanpa ekspresi sambil membuat pikiran sang bunda tenang.


Maya yang mendengar jawaban Brian sontak membuat dadanya tiba-tiba terasa sesak.


__ADS_2