
Setelah berbicara tentang tempat tinggal bersama ayah dan bunda kini keenan dan bella berada di kamar. Lebih tepatnya sekarang mereka berdua ada di kamar keenan.
"Keenan makasih.." ucap bella sedikit malu.
"Iyaa.." jawab keenan canggung.
Didalam kamar tak banyak bicara keenan seperti biasa dia terlihat kalem di hadapan bella, yang padahal hatinya sedang ber bunga².
"Gue mulai besok tinggal berdua sama dia duhhh gak kebayang" batin keenan sesaat melihat kearah bella yang hendak ingin pergi ke kamar mandi.
"Aku mau mandi dulu.." ucap bella yang bergegas keluar dari kamar keenan dan lebih memilih mandi di kamar mandi kamarnya.
"Iyaa.."
Tiba², Drttt.. drttt.. drttt..
Suara getaran ponsel bella yang tertinggal di kasur sebelah keenan, dan tanpa sadar keenan pun menolehnya.
Pesan dari
Amar: kamu kok udah dua hari gak sekolah bell :(
Amar: Bella, aku tadi nyari² kamu loh bahkan sampe ke kelas kamu.
Amar: Lagi sibuk yahh.. Maaf ganggu bell.
Keenan yang melihat itu merasa geram secara bella sekarang sudah jadi istrinya. Perasaanya bilang untuk membalasnya, tapi keenan mengurungkan niatnya dia berpikir panjang akan akibatnya. Bisa² sekolah tau nanti.
"Udah di kasih nama Amar lagi kontaknya, kemarin masih belum hmmm, apa bella juga suka dia?" batin keenan.
Kemudian keenan hanya menghiraukan saja, keenan malah mengeluarkan ponselnya lalu bermain game.
Dan tanpa terasa karena cape dia malah tidur dan bella yang selesai mandi saat kembali lagi ke kamar keenan, dia sudah melihat seorang lelaki yang terkapar begitu lentang di atas kasur.
Hingga dia mau tidak mau menggelarkan kasur lipat dibawah kasurnya keenan dan ikut tertidur.
×××
Di pagi hari.
"Keenan bangun bukannya kita mau lihat rumah yang di lembang" bisik bella sambil menggoyahkan bahu nya keenan.
"Eghhh masiii ngantuk ahh" ucap keenan dengan nada seperti orang mengantuk.
"Ihh ayoo cepet mandi" balas bella sedikit lebih kencang menggoyahkan bahunya keenan.
"Iyaa ahh iyaa.." jawab keenan hingga dia duduk bersila diatas kasur.
Keenan sedikit kaget melihat bella sudah ada di depan matanya dengan tatapan matanya yang begitu manis, serta wangi parfume khas bella yang langsung tercium baunya oleh keenan.
"Njirr lama² menggoda harumnya" batin keenan di sela² dia mengumpulkan kesadarannya setelah bangun tidur.
"Udah rapih amat hehe.." Keenan sedikit tertawa.
"Kann kita mau pergi liat rumah" jawab bella.
"Iyaa² aku mandi dulu bentar" ucap keenan yang langsung dia berdiri.
Setelah selesai ritual di kamar mandinya, kemudian mereka berdua berpamitan kepada ayah dan bunda untuk pergi melihat rumah yang di lembang.
Keenan kemudian mengeluarkan mobilnya di dalam garasi dan merekapun berangkat.
40 menit perjalanan akhirnya sudah sampai dirumah yang ada di daerah lembang, disinilah keenan dan bella. Di depan sebuah rumah minimalis bercat putih dan genteng berwarna merah. Rumahnya terlihat masih bagus.
Sebenarnya rumah itu ada penjaganya yaitu anak buah ayah yang setiap minggu selalu membersihkan rumah itu. Tapi mungkin setelah mereka berdua tinggal disana, anak buah ayah tidak akan disuruh lagi untuk membersihkan rumahnya.
Keenan yang terlalu fokus melihat setiap bagian rumah yang dulu pernah dia tempati semasa kecilnya ada di depan mata, sampai lupa dengan bella.
"Keenan makasih udah percaya aku" ucap bella dengan sedikit matanya berkaca kaca.
"Iyaaa tapi gak harus nangus juga dong hehe" jawab keenan lalu menyeka air mata bella dengan tangannya.
Setelah kejadian bis entah kenapa keenan jadi lebih berani melakukan hal² yang menurutnya tidak diinginkan sebelumnya kepada bella.
Keenan mendekap tubuhnya bella sambil mencium kening dan pelipisnya bergantian.
Dan mulai detik ini mungkin akan menjadi hobi baru bagi keenan melakukannya karena dia merasa tenang dan nyaman, yang mungkin dia inginkan lebih lama.
Karena yang dulunya awal bertemu, keenan benar² tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi, tidak ada sama sekali di otak pikirannya bakal begini.
Tetapi kenyataanya sudah terjadi dan begitu cepat, entah ada dorongan darimana. Hingga keenan melakukannya.
Cup..
Keenan mencium lagi kening bella sedikit agak lama, bella memejamkan mata dengan nafas tidak stabil.
Bella pun tidak menyangka sikap manisnya keenan yang dapat membuat hatinya meleleh karenanya.
__ADS_1
Berkali kali keenan mendaratkan kecupannya di kening bella dengan lembut membuat bella sedikit malu dibuatnya. Tetapi tetap bella hanya bisa tediam dan pasrah.
Hingga sejenak dia bisa melupakan rasa rindu pada mama nya.
"Maaf" Keenan meminta maaf dan anehnya bella malah reflek menggelengkan kepala.
Keenan memalingkan wajahnya.
Dan mereka berdua lanjut melihat lihat rumahnya yang baru. Hingga tak terasa bunda menyuruh mereka berdua pulang karena harus packing barang apa saja yang akan mereka bawa kerumah itu.
Tak lama dari panggilan bunda mereka berdua kembali menaiki mobil untuk pulang kerumah. Setelah sesampainya dirumah mereka berdua packing barang apa saja yang akan mereka bawa nanti.
Hingga di sela² packing keenan bertanya.
"Itu si amar tampaknya suka sama kamu" ucap keenan yang tidak memalingkan pandangannya.
"E..ehhh engga kok" jawab bella seperti tergesa.
"Sorry sebelumnya gak sengaja liat notif chat dia di Hp Bella"
"Maaf.. aku gak suka dia, cuman dia chat aju terus aku jadi gak enak kalo gak di balas, secara aku murid baru.. aku takut dibilang sombong atau gimana sama dia, tapi aku balas sewajarnya kok.." jawab bella jujur yang dibalas anggukan keenan.
"Bang makan malam dulu..." ucap isal, dia datang menyusul ke kamar.
Bella pun menoleh kearah isal.
"Kak bella yakin mau pindah?" lanjutnya.
"Iyaaa isaaal" jawab bella.
"Yah.. Isal gak ada temennya" ucap isal dengan raut wajah sedih.
Adiknya keenan itu begitu sayang sama bella, dan bella pun sebaliknya anggapnya sudah seperti adik kandungnya sendiri. Bella juga sedikit kasihan untuk meninggalkan Isal, tapi mau bagaimana lagi mereka berdua sudah memilih jalan kehidupan mereka.
"Isaaal sering² main kesana"
"Jauhh kakk.." isal berbicara dengan nada sedikit ngambek dengan bibir yang mengerucut seperti anak kecil.
"Nggak jauh² banget kok sall" jawab bella sedikit menghibur isall.
"Pokoknya nanti seminggu sekali kakak main sama aku yaa kak?"
"Hmm.. iyaa insyaAllah isall".
"Pokoknya harus" isal ini keras kepala seperti Abangnya dan akhirnya bella pun mengangguk, karena yang penting bisa melegakan hatinya.
"Isall duluan aja bentar lagi kok"
"Iyaa deh.."
Akhirnya pekerjaan mereka selesai, bella hanya membawa satu koper dan tas kesukaanya. Bella menoleh kearah keenan, dia? dari tadi diam saja melakukan aktivitasnya.
Begitu banyak yang keenan bawa dari mulai koleksi mainannya, dan juga alat² pribadinya.
komputer, laptop, iPad, Playstation dia bawa semua dan sisanya pakaian dan juga pernak pernik hobinya.
"Keenan.." panggil bella.
"Hmmm"
"Makan malam dulu"
Keenan menoleh kearahnya, ternyata dia sudah selesai.
"Yaudah ayok.."
Akhirnya mereka berdua makan malam bersama keluarga, mungkin itu makan malam terakhir keenan dan bella sebelum nanti mereka pindah.
Setelah selesai makan mereka kemudian, nonton TV bersama di ruang utama. Waktu itu filmnya THE AVENGERS.
Semuanya fokus melihat film itu, sedangkan keenan hanya duduk kalem dan menikmati.
Keenan melihat bella dengan jelas disampingnya.
Terenyuh dalam hatinya, apa bisa dua membuat bella selalu tersenyum setiap hari nanti?
Beberapa saat kemudian keenan pamit duluan ke kamar.
Dan setelah tayangan selesai, semua beranjak menuju kamar masih² bella juga, karena bunda yang menyuruh.
Saat membuka pintu kamar, bella melihat keenan yang sudah tidur duluan, bella berjalan mendekatinya, tidurnya begitu terlelap dengan bella yang melihatnya dari dekat.
Rona pipinya mulai memerah "Gue sadar keenan memiliki wajah yang begitu tampan apalagi sekarang dengan wajah lelapnya membuatnya tambah manis, menggemaskan". Batin bella tersenyum.
Karena takut mengganggu tidurnya keenan, bella langsung mencari kasur lipat untuk tempat tidurnya.
Tiba² keenan terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk, dia bangkit dan duduk meregangkan tubuhnya. Tak sengaja pandangannya tertuju kesamping atau lebih tepatnya bawah lantai.
__ADS_1
"Bella?" gumam keenan, dia turun lalu sedikit merapikan tempat tidur, setelah itu menuju tempat bella.
Keenan menyikapi selimutnya bella, dan berniat membangunkannya, "Kasian juga kalau dibangunin" batin keenan.
Gak ada cara lain lagi, keenan berniat memindahkan bella ke tempat tidur dengan menggendongnya.
Keenan megakkan badannya dengan hati² agar bella tidak bangun, keenan mengangkat bella menuju ranjang, mungkin karena lelap hingga bella tidak bangun, lalu keenan menyelimutinya.
Keenan menguap terus, akhirnya dia tidur kembali di sebelah bella karena kantuknya lagi² menyerang.
"Hmm, masih tercium bau badan bella. Kok enak yaa?" batin keenan, otak sudah cape jadi ya begitu pikirannya, dan tak butuh waktu lama buat keenan kembali tertidur.
Pagi pun menyapa,
Bella membuka matanya perlahan, ditatap langit² kamar sambil mengumpulkan kesadarannya.
Blushh.
"Keenan pindahin gue?" batin bella bersemu merah di pipinya. Pasalnya dia membayangkan susahnya keenan menggendongnya ke tempat tidur tanpa mengusik tidurnya.
Bella beranjak kekamar mandi untuk mencuci mukanya yang sudah berbunga bunga.
Setelah selesai dia berniat membangunkan keenan karena hari ini mereka akan pindah.
"Keenan.. Bangun.." bella menghoyahkan badan keenan.
"Keenan.."
Keenan membuka matanya perlahan.
Dilihatnya bella dengan setengah sadar, setelah itu dia merubah posisi menjadi duduk sambil mengucek matanya.
Yaaa, mereka berdua bangun lebih awal untuk memastikan semua barang sudah siap untuk dibawa.
Setelah sarapan bersama, keenan dan bella bersiap berangkat menggunakan mobil keenan. Bunda dan ayah sudah mengatur semua keperluan dirumah baru keenan, jadi nanti tinggal keenan dan bella yang menyusun bagaimana enaknya.
Semua sudah, tinggal berangkat aja.
"Kita berangkat yaa bunda, ayah" pamit keenan.
"Kalau ada apa² hubungi ayah yaa.." keenan mencium kedua tangan orangtuanya yang diikuti bella.
Giliran bunda, "Hati² kalau sudah hidup berdua, sekarang keenan sudah punya tanggung jawab, jangan seperti keenan yang dulu.. Bunda cuma bisa berdoa yang terbaik untuk kalian" Bunda memeluk keenan dengan erat. Matanya berkaca kaca, lalu keenan membalas pelukan bunda sambil mengucapkan terimakasih.
"Jagain istrinya.." ucap Bunda melepas pelukannya dan diangguki keenan.
Bunda pun menangis karena masih belum rela keenan dan bella pindah, keenan pun mencium kembali tangan bunda.
"Abang berangkat yakk dek" pamit keenan ke isal.
Isal langsung memeluk erat Abangnya itu, meski mereka berdua sering tidak akur mungkin nanti isal akan merasa kehilangan sosok Abang satu² nya itu.
"Abang hati² yahh, kak bella juga sama"
"Iyaaa.."
Keenan pun memasuki mobil, diikuti bella. Semua melambaikan tangan kearah mereka, bella melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Mereka pun berangkat, mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Tak ada obrolan sama sekali.
Sejak berangkat dari rumah hingga di perjalanan bella menatap kearah jendela mobil tak tau apa yang dia pikirkan.
Hingga akhirnya mereka sampai.
×
×
×
×
×
×
×
×
***Hallo semuanya.. hallo para readers. Salam hangat dari Sall. untuk kalian semua,
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini, maaf bila ada salah salah penulisan, maklum author magang nih hehe.
Agar Sall makin semangat buat lanjut nulisnya, kasih share dong tambak komen juga like nya, semua dedikasi buat sall kalo kalian melakukannya🥺
Pokoknya bakalan makin seru nih ceritanya jangan terlewatkan yahh🖤***
__ADS_1