Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 51 (Marah Lagi?)


__ADS_3

"Assalamuallaikum" ucap bella sesampainya dirumah bunda.


"Waalaikumsalam sayaang.. sini sinii" balas bunda yang menyuruh bella masuk.


Bella pun masuk dan menyalami bunda.


"Kok sendiri mana keenan?" Tanya bunda melirik kanan kiri mencari keberadaan keenan.


"Keenan masih dijalan bunda.. tadi aku kesini naik taksi.." ucap bella ragu.


"Lohh kok bisa? Emangnya keenan kemana dulu?" Tanya bunda.


"Gatau bunda, mungkin bentar lagi juga sampe.."


"Dasar anak itu, yaudah dehh yuu siap siap buat surprise aja" ajak bunda pada bella.


Bunda dan bella pun pergi ke dapur membawa kue buatan bunda yang diatasnya sudah tertulis selamat ulangtahun keenan.


Namun bella masih sedikit kesal ketika mengingat hal yang di bahas di sekolah tadi, mengingat keenan yang gak bilang kalau dia diantar greysha.


"Bundaaaa... ada bella gakk?" Tiba tiba teriak keenan yang sudah berada didalam rumah.


"Masuk tuh ucapin salam bukannya teriak teriak kaya dihutan aja.." marah bunda pada keenan.


Keenan pun menyalami bunda, dan bertanya jembali mengenai bella sudah ada dirumah atau belum.


"Hehe maap nda, ehh nda bella ada gak?" Tanya keenan.


"Ada tuh lagi di dapur.."


Ketika keenan ingin beranjak ke dapur tiba tiba di hadang isal yang sudah berlari dari kamarnya menghadap keenan.


"Eitsss happy birthday abangku yang cakep hehe.." serengeh isal lalu menyodorkan tangannya untuk salam mengucapkan selamat.


"Bikin kaget ajaa.. makasihh dee" senyum keenan.


"Kadonya manaa?" Goda keenan pada isal.


"Bentar aku bawa dulu di kamar.." isalpun berlari kembali kekamarnya untuk membawa kado buat keenan.


Sesudahnya isal memberikan kado ulangtahun pada keenan, keenan pun menerima kado itu sesaat mau disimpan di atas meja, tiba tiba bunda dan bella datang dari arah dapur sudah membawa kue ulangtahun keenan. Namun masih terlihat dari raut wajah bella yang masih cemberut marah pada keenan.


"Tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga.." ucap bunda dengan logat bernyanyi.


Keenan pun make a wish lalu meniup lilin bersamaan dengan bunda.


"Selamat ulangtahun yaa sayang panjang umur sehat selalu, semoga semua yang abang inginkan segera tercapai aminnn" ucap bunda lalu memeluk keenan.


"Makasihhh bundaa.. aminnn" keenan pun membalas pelukan bundanya.


"Selamat ulangtahun bang.." ucap ayah yang baru saja datang, lalu memeluk keenan.


"Makasihhh yahhh" peluk kembali keenan.


Dan yang terakhir keenan menyuapi semuanya dengan kue itu, orang pertama yang ia suapi yaitu bunda lalu ayah lalu istrinya dan yang terakhir isal.


Keenan kemudian memeluk bella dan mencium keningnya, sebenarnya bella masih marah dipelukpun dia enggan dan karena terpaksa takut malu jika ketahuan bunda kalai dia lagi bete pada keenan, maka bella pun diam saja ketika di peluk dan di cium keenan.


Keenan sadar kalau istrinya begitu terlihat terpaksa.


Aduhhh masih marah aja, gue harus bener bener klarifikasi nih -batin keenan.


Semuanya pun memakan kue ulangtahun keenan dan saling mengobrol di ruang tengah, lalu tak lama kemudian bunda memberi keenan kado.

__ADS_1


"Nihh kado buat kalian berdua semoga kalian senang dengan kado yang bunda kasih yaa.." ucap bunda lalu memberikan kadonya pada keenan.


"Ihh repot repot nda.." ucap keenan malu malu padahal dia nunggu kadonya.


"Udahh gapapa terima aja setahun sekali kok.." lanjut bunda.


Lalu ayah tak mau kalah, kado yang tidak berbungkus ayah langsung memberikan itu pada keenan, yaa sebuah kunci mobil honda jazz keluaran baru, ayah memberikan hadiah mobil itu karna ayah begitu sangat peduli dan mendukung keenan disaat keenan bilang dia akan menjual mobilnya.


Keenan diam tanpa kata, kaget, sedih, senang semuanya bercampur aduk di dalam hatinya keenan, "Ihhh ayaaahhh ini seriuss...." kaget keenan.


"Iyaa tuh mobilnya udah di garasi.." ucap ayah tersenyum.


"Yahhhh makasih banyakk, ayah emang ayah terbaikkkk.. the best pokoknya, yeayyy sayaang aku dikasihh mobil.." ucap keenan gembira lalu memeluk ayah setelahnya memeluk bella kembali.


"Ayaahhh aku juga mauu.." sirik isal yang kemudian cemberut.


"Ade kan masii kecil nanti kalo udah sma baru ayah kasih yaa.." ucap ayah mengobati.


"Ahh ayah mah.." cemberut isal.


"Hihhh sirik aja huuee" ledek keenan pada isal.


Isal pun bete dan mengadu pada bundanya, bunda hanya tersenyum melihat tingkah kefua anaknya yang ternyata masih sama kalau mereka berdua disatukan pasti ada aja masalah.


"Ehh kamu kok diem terus dari tadi sayaang, sakit?" Tanya bunda pada bella yang terdiam di kursi pojok.


"Ehh engga kok bunda hehe" jawab bella.


Keenan pun melirik bella dengan penuh rasa bersalah, "bunda aku ajak bella ke halaman belakang yaa bentar". Tiba tiba ajak keenan.


Keenan langsung memegang tangan bella dan mengajaknya ke halaman belakang.


Sesampainya di halaman belakang,


"Sayaang dengerin dulu penjelasan aku.." ucap keenan yang sudah bersimpuh di depan belka yang sedang duduk di kursi taman.


"Aku semoet mau bilang.. cuma yaa kamu yang langsung masuk kamar, trus waktu pagi aku mau cerita aku lupa ehh terus kamunya sakit perut gara gara makan pedes jadi kelupaan aku mau ceritanya.. maapin sayaang lain kali gaakan diulangi lagi, janji!" Ucap keenan memelas.


"Alasann aja terus.."


"Sayaang udah dong, aku udah jujur lohh.."


"Tapi aku masih gak percaya."


"Jadi kamu lebih percaya omongan orang lain daripada aku?"


Bella terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Hari ini hari ulangtahunku loh sayaang, masa di hari bahagia ini kamu malah gini buat aku jadi sedih:(" memelas keenan yang menundukan kepalanya.


Tak ada jawaban dari bella, bella pun merasa bersalah tapi dia juga merasa sakit hati bercampur aduk hingga bella pun memaapkan keenan.


"Lain kali kalo ada kaya gitu lagii bilang di hari itu jangan di nanti nanti, aku gasuka!" Ucap bella.


"Iyaa sayang janji!" Ucap keenan lalu mengacungkan jari kelingkingnya pada bella.


Bella pun menyambut acungan itu.


"Pengen pelukkk donggg.." manja keenan.


"Ihhh dasar bayi gede.." ucap bella yang langsung di peluk keenan, mengusel ngusel di perutnya bella.


"Yangg kadonya bikin dede bayi disini yaa hihi" tiba tiba ucap keenan yang bercanda namun membuat bella panik.

__ADS_1


"Hahhh apaaa? Keenan kan kit..." panik bella namun sebelum menuntaskan omongannya tiba tiba keenan sudah mencium bibirnya bella begitu sangat lama.


Mereka pun berciuman dengan penuh keromantisan, hingga tak sadar isal muncul dibalik pintu taman.


Isal kaget melihat kedua kakaknya yang sedang bercumbu di kursi taman.


"Ehhh......" panik isal yang membuat keenan dan bella kaget.


Bella buru buru mendorong tubuh keenan agak sedikit menjauh, dan keenan pun panik mereka berdua langsung memfokuskan pandangannya pada isal yang tiba tiba muncul.


"Ade....." teriak keenan panik, sedangkan bella menahan malunya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Tak berbicara isall langsung kabur dan mengadu pada bunda dan ayah.


"Woyyy jangan kabur!" Teriak keenan melihat isal yang sudah berlari kedalam.


"Ihhh keenan aku maluuu...." ucap bella malu.


"Gapapa lahh, untung cuman isal aja yang liat bukan bunda dan ayah.." ucap keenan menenangkan.


"Kamuu siii ada ada aja ahhh!" Ucap bella masih menahan malunya.


Keenan hanya tersenyum dan dia malah kembali menyodorkan bibirnya, namun bella menahannya dengan tangan agar keenan tidak berhasil menciumnya.


"Ihh sayanggg.." goda keenan.


"Udahh ahh jangan disini, nanti aja di rumah.." keceplosan bella yang langsung membuat keenan begitu antusias.


"Janji yaaa kalo gitu ayooo kita pulanggg hihi" ucap keenan.


×××


Isal yang berlari sudah sampai di ruang tengah, dia langsung menghampiri bunda dan ayahnya.


"Bundaa, ayaahh..." teriak ngos ngosan isal.


"Kenapa dee?" Tanya bunda.


"Bang kenan mesum disana!" Ucap polos isal pada bunda dan ayah.


"Hah mesum? Mesum gimana de?" Tanya ayah dengan bunda.


"Ituu bang keenan, jadi tadi ade tuh mau ke belakang yaa mau main sama kak bella ehh tiba tiba pas nyampe disana bang keenan lagi berciuman sama kak bella, mana ade liatnya begitu jelas di depan mata ade ihh!" Ucap isal berbicara begitu cepat hingga seoerti tak ada spasi dalam bicaranya.


Bunda dan ayah hanya tersenyum karna memaklumi keenan dan bella, "gapapa ade orang mereka udah suami istri kann, trus harusnya ade tuh bilang dulu kalo mai nemuin abang tuh, jadi abang dan kak bella gaakan melakukan itu jika tau ade bakalan dateng mah". Ucap bunda.


Tiba tiba keenan dan bella datang, bella terlihat mukanya begitu memerah karna malu dia berada di belakang punggung keenan tidak mau memperlihatkan wajahnya pada bunda dan ayah.


"Kalian tuh kalo mau kaya gitu kenapa gak di kamar aja? Jadi keganggu kan sama isal haha" tertawa bunda yang di barengi tertawa ayah juga.


"Apaan sihh nda, orang kita gak ngapa ngapain yaa yang yaa" ucap keenan yang diangguki malu bella.


"Bohong ndaa tadi ade liat sendiri bang keenan berciuman sama kak bella!" Ucap isal meyakinkan.


Semuanya kemudian tertawa, bella yang masih malu pun ikut tertawa.


Hingga tak terasa waktu pun cepat berlalu, jam sudah menunjukan jam 4 sore, keenan dan bella pun pamit untuk pulang.


"Yahh mobil yang ini disimpen dulu disini yaa, kan kata ayah ada temen ayah yang mau beli, jadi sekarang keenan pake yang jazz baru itu yaaa hihi boleh kan yahh" ucap keenan pada ayah.


"Iyaa iyaa sok pake aja kan sekarang udah milik kamu, atas nama kendaraanya juga udah atas nama kamu kok nih stnk sama bpkb nya bang" ayah langsung menyodorkan stnk dan bpkb pada keenan.


Keenan pun mengambilnya lalu memeluk kembali ayah dan tak henti hentinya mengucapkan terimakasih. Pada bunda pun sama.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka berdua pamit,



__ADS_2