
Kedua mata mereka saling menatap begitu cukup lama..
Setelah beberapa saat mereka berdua pun sedikit canggung dengan adegan yang baru saja terjadi.
Hingga, "Keenan..." panggil bella yang membuyarkan lamunan keenan.
"Ehhh sudah oke ko, ehh maksudnya sudah bersih" ucap keenan yang sedikit gugup.
Kemudian bella menganggukan kepalanya setelah itu mulai beranjak, Keenan mengikuti bella dari belakang hingga lumayan jauh mereka berjalan dan bella berhenti di salah satu stand aneka aksesoris.
Keenan memperhatikan bella saat dia memilih milih gelang etnik yang sepertinya bella tertarik dengan itu, tapi ternyata bella malah beranjak pergi begitu saja.
"Kenapa?" tanya keenan heran.
"Gak jadi.." jawab bella yang sembari terus berjalan.
Dan kali ini bella berhenti di stand aneka cendramata. Seperti sebelumnya keenan memperhatikan bella yang mulai berbicara dengan penjaga stand.
"Keenan, apa ini bagus?" tanya bella, dia mengambil sebuah lampu ukir yang terbuat dari kayu.
"Bagus".
"Boleh beli?" lanjut bella.
"Boleh" jawab keenan dengan senang hati
Bella tersenyum senang.
Setelah itu mereka berdua mampir di stand makanan untuk mengisi perut.
"Mau makan apa?" tanya keenan sebelum duduk.
"Pengen bakso.. keenan mau apa?" tanya bella balik.
"Oh, samain aja kalau gitu".
"Minumnya?"
"Es jeruk"
"Oke sebentar" bella beranjak memesan makanan.
Dari tempat duduk, keenan memandang bella yang sedang memesan dan berbicara dengan penjualnya, sesekali bella menatap balik kearah keenan dengan senyuman.
"Ahhh senyumannya itu!" batin keenan tersenyum.
×××
Kenyang sudah mereka berduapun melanjutkan perjalanan tapi kali ini mereka jalan beriringan tidak seperti sebelumnya.
Hingga keenan tersadar, dia melupakan sesuatu kalau dia kesana gak cuman berdua dengan bella saja.
"Ehh kita lupa sama yang lain" tanya keenan, bella langsung menoleh.
"Ehh iyaa aku juga lupa" kata bella.
"Yukk kembali" lanjut bella.
Mungkin karena baru kali ini mereka jalan berdua hingga benar² melupakan teman yang lainnya
"Bentar aku telpon mereka dulu" ucap keenan yang diangguki bella.
Keenan pun menelpon salah satu dari mereka.
Tuttt.. tutt.. tut..
Yaa haloo..
Suara dari jovial.
"*Hallo jov.."
"Iyaa kenapa nan?"
"Kalian dimana sekarang?"
"Ohh kita udah keluar dari sana, ini lagi berhenti di restoran"
__ADS_1
"HAH? kalian ninggalin gue"
"Ninggal gimana?"
"Yaa itu apa.. gak kasih kabar dulu malah udah kekuar aja"
"Kita gak niat ninggalin kok, cuman gak mau ganggu aja kalian berdua hihi"
"Ganggu apaan*?"
Kemudian bella menatap keenan.
"Hadeuhh gak konek, udahlah kita mau makan dulu nih laper, kalau balik hati² ntar, macet soalnya banyak kendaraan" ucap jovial dari telpon.
Tut.
Telpon terputus, bella terlihat menunggu penjelasan dari keenan.
"Mereka sudah pulang" ucap keenan.
"Hah? kok pulang?" bella terkejut, yang membuat keenan menghela nafas.
"Yaudah gapapa.. masih mau jalan² atau pulang?" tanya keenan.
"Pulang aja.."
"Oke" keenan langsung mengajak keluar.
Semakin banyak pengunjung yang begitu datang jalan pun macet, yang memang waktu itu hari libur.
Didalam kemacetan keenan menoleh kearah bella yang sudah tertidur pulas, lalu mengubah posisi kursinya agak miring dan memasang sabuk pengamannya, setelah itu keenan kembali fokus memperhatikan tidurnya sambil menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah bella.
Sesekali dia berucap. "Manis.."
Entah apa yang sekarang ada dipikirannya keenan, dengan senyuman begitu jelas sesaat memandang wajah lelapnya bella yang kemudian keenan bergerak mengelus keningnya bella beberapa kali.
Dan mobil dijalan pun sudah mulai melaju kembali, menandakan saatnya mereka untuk pulang. Keenan tak berniat membangunkan bella sebelum sampai rumah.
×××
Keenan dan bella tiba di rumah saat matahari sudah tenggelam.
Keenan melihat bella yang masih tertidur, dia membuka pintu mobil lalu berjalan menuju gerbang kemudian menuju pintu rumahnya dan dibuka, lalu kembali dia menuju mobil.
"Bella.. bangun.." keenan membangunkan bella dengan menepuk nepuk pipinya pelan.
"Hey.."
"Bella.."
Karena tidak ada sahutan, akhirnya keenan mengangkut tubuh bella dengan sisa² tenaganya. Keenan langsung menuju kamar lalu merebahkan tubuh bella di tempat tidur.
"Heran gue, secapek itu kah? Sampe gak bangun" batin keenan sambil melepaskan sepatu bella satu persatu.
Setelah selesai keenan memperhatikan wajah bella dengan jarak yang begitu dekat, pandangan matanya meneliti semua bagian di wajahnya bella. Mata yang tertutup rapat, alis tipis, hidung mancung, bibirnya terkatup rapat, pipi yang selalu merona.
Cantik, satu kata yang terus berputar di kepala keenan.
Cukup lama keenan memperhatikan bella, sampai akhirnya dia tersenyum dan tidak bisa menahan gemuruh hatinya.
Mwah..
Keenan mengecup kening bella singkat
Mwahhh..
Kemudian beralih mencium di kedua pipinya bella.
Mwahh..
Dan yang terakhir keenan mencium kening bella cukup lama, entah mengapa dia sangat menyukai itu.
Akhirnya keenan merebahkan tubuhnya di samping bella menyusulnya ke alam mimpi. Tentu saja dengan senyuman yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
×××
Pagi pun tiba,
__ADS_1
Bella mengerjapkan mata perlahan yang kemudian terheran karena dia sudah berada di tempat tidur.
"Lah kok disini? Lagi² keenan" batin bella, yang kemudian menoleh kesamping dan langsung saja berhadapan dengan wajah keenan yang jaraknya cukup dekat
Bella memperhatikan wajah keenan saat tidur, mata yang tertutup rapat, hidung yang sedikit mancung, bibir yang lembut.
Perlahan bella menelan ludahnya, saat keenan refleks menggerakan kepalanya ke depan dan itu membuat jarak wajah mereka semakin mendekat.
Jantungnya bella berdetak dua kali lebih cepat. Bella malah mengingat kecupan keenan saat itu, walaupun hanya sebatas kening, yang tidak terbayang rasanya.
"Kapan yah bisa dapat kaya gitu lagi? Aihh ngaco pikiran" runtuk batin bella, kemudian langsung segera bangun menuju kamar mandi.
Didepan cermin, bella melihat betapa merah pipinya saat itu.
Bella kemudian melakukan rutinitas pagi hari seperti biasa, melakukan tugas sebagai seorang istri yang menyiapkan kebutuhan suaminya.
Selesai menyiapkan sarapan, kemudian bella beranjak menuju kamar untuk mengajak keenan sarapan.
"Sudah rapih banget tumben" batin bella melihat kearah keenan.
"Keenan sarapan.." panggil bella di ambang pintu kamar yang membuat keenan menoleh.
"Okee bentar.."
Melihat keenan yang nampak kesusahan menggunakan dasi sekolah yang sudah kekecilan, bella pun mendekat untuk membantunya.
"Sini.." ucap bella. Keenan tidak menolak saat bella membantunya.
Terlihat bella hanya fokus membantu keenan, yang sama sekali tidak berani menatap wajah keenan karena jarak mereka yang sangat dekat ditambah detak jantungnya yang sudah tidak normal.
Dan tiba²..
Mwah..
Jantung bella pun seperti melonjak keluar, dia terkejut karena tiba² saja keenan mencium keningnya.
"Ahh ini pasti mimpi" batin bella.
Bella menggelengkan kepalanya sambil memejamkan mata, yang dia anggap seperti mimpi.
"Heyy kenapa?" tanya keenan panik melihatnya.
Perlahan bella membuka mata dan langsung menatap keenan yang sedang memegang kedua pundak bella dengan raut wajah khawatir.
"Maaf keceplosan cium hehe"
Kata² dari keenan membuat nafas bella tertahan.
"Ehmmmmmm akuu.. ituuu" ucap bella membeku.
"Maaf.." ucap keenan melepaskan tangannya dari pundak bella kemudian mengalihkan pandangannya ke samping.
"Engga apa² kok" ucap bella sedikit kikuk.
"Beneran?"
Bella masih terdiam sedikit ragu, tapi akhirnya mengangguk walaupun malu sekali.
Keenan tersenyum kegirangan.
"Lagian kita sudah menikah, rasanya ingin lebih dekat diawal kehidupan baru kita.." ucap serengeh keenan.
"Mau kan?" lanjut keenan menatap bella penuh arti.
Bella yang melihat tatapan keenan seperti itu langsung memerah pipinya lalu dianggukinya.
"Pipinya merah² nih hehe" keenan langsung mencubit gemas kedua pipi bella.
"Keenan juga yang bikin aku begini!" batin bella agak kesal.
Keenan bergerak semakin merapatkan tubuhnya dengan bella. Bella kembali membeku saat keenan mengalungkan kedua tangannya di leher bella yang sembari mengucapkan terimakasih.
*Cup..
Cup*..
Keenan mencium pipi bella secara bergantian dengan posisi memeluknya.
__ADS_1
"Yaudah sarapan yuu.." ajak keenan sambil menarik tangan bella yang sudah pasrah. Bella sendiri masih diam seperti patung karena perlakuannya keenan tadi, yang ditambah hatinya yang terus deg² an terus menerus.
"Wajah malunya sangat menggemaskan" batin keenan yang menatap bella.