
Hari minggu adalah hari yang paling di nanti oleh semua orang karena sebagian orang akan terbebas dari padatnya kesibukan bekerja dan bagi pelajar atau mahasiswa juga terbebas dari kesibukan mereka menuntut ilmu yang tidak pernah ada habisnya.
Sebagian orang memilih refreshing atau travelling di hari minggu untuk menyegarkan otak atau sekedar senang-senang.
Sendiri, bersama sahabat, teman, keluarga, atau dengan orang yang disayang. Maksimal hari minggu untuk melakukan hal-hal yang positif dan menyenangkan.
"Keenan bangun.."
"Keenan"
Bella berusaha membangunkan keenan yang masih tertidur pulas dengan mengguncang-guncang bahunya.
Tapi, ternyata keenan tidak bangun juga. Bella pun kesal dan gemas melihat keenan yang tidak bergerak sama sekali dari posisinya.
Bella menghela nafas karena kehabisan akal.
"Aku cubit nih.."
Ckitttt..
"Awww..." keenan terkejut mendapat satu cubitan dari bella yang tepat mendarat di pinggangnya.
Dia langsung terduduk sambil mengusap pinggangnya yang baru saja merasakan pedasnya cubitan bella.
"Jahat banget si.." kesal keenan dengan suara khas bangun tidur.
"Susah banget dibangunin.." bella langsung meninggalkan keenan, dia sudah terlanjur kesal dengannya.
lah? batin keenan bingung. Setelah mencuci muka, dia beranjak keluar dari kamarnya.
Woh gila, sudah jam 10 pantesan bella kesal begitu - batin keenan terkejut menyadarinya.
Keenan mencari keberadaan bella. Di dapur, tidak ada namun di meja makan sudah tersaji sarapan. Bella benar-benar baik ya.
Tapai dimana dia yahh? tanya keenan dalam hatinya.
"Aku udah sarapan" seru bella tiba-tiba.
Keenan menoleh ke belakang melihat bella yang melenggang begitu saja, keenan yakin kalau bella masih kesal padanya.
Bella sudah pergi ke depan, tinggalah keenan. Dia menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal, lalu segera sarapan karena dia juga sudah kelaparan.
Selesai sarapan, keenan juga yang membereskannya, selanjutnya dia kembali mencari keberadaan bella.
Tadi bella berjalan kedepan, keenan menuju halaman depan, benar saja bella sedang merawat tanaman hias disana.
Keenan menghampirinya lalu ikut berjongkok di sebelah bella yang sibuk memangkas ranting kering tanaman hias rumah mereka.
Bella sebenarnya sadar akan kehadiran keenan, tetaoi dia tetap diam.
"Marah? kesel?" tanya keenan.
"Enggak..." jawab bella dengan suara biasa-biasa saja.
"Hmmmm" gumam keenan.
Bella masih fokus dengan apa yang dikerjakannya.
"Gue dari dulu kalau minggu pengennya bangun siang.." ucap keenan datar.
Bella menoleh sekilas, "Aku tidak masalah kalau dulu seperti itu, tapi sekarang kan sudah beda keenan.." ucap bella penuh pengertian.
"Maaf.." sahut keenan salah tingkah.
"..." bella tidak menanggapi lalu kembali fokus ke tanamannya.
Bella sudah benar-benar berbeda sekarang- batin keenan.
Keenan ikut membantu bella, walaupun tidak ada obrolan sama sekali tapi tidak ada kecanggungan diantara keduanya.
Beneran kesal ini? diem aja dia- batin keenan bertanya-tanya.
Mereka membersihkan tanaman dari pot satu ke yang lainnya, baru kali ini setelah pindah rumah mereka membersihkan tanaman hias.
Melihat wajah bella yang bercucuran keringat di pelipisnya, bahkan di kerah kaosnya juga sudah basah keringat membuat keenan tidak tega.
Keenan refleks mengusap pelipis bella menggunakan ujung kaosnya, sontak saja membuat kedua mata bella membukat terkejut.
"Udahann yaa, capek, panas.." ajak keenan memohon. Bella pun menuruti kemauan keenan.
Mereka masuk ke dalam rumah bersamaan.
__ADS_1
"Diam saja.. udahan yaa ngambeknya" celetuk keenan sekaligus memohon, membuat bella menoleh bingung.
"Aku gak ngambek.." sahut bella.
"Lahh terus kenapa dari tadi diam saja?"
"Keenan juga diam, aku kan bingung" kini bella mengerenyitkan dahinya.
"Kirain tadi ngambek" ucap keenan heran.
"Ternyata keenan berpikiran seperti itu yaa? Aku gak ngambek keenan" jujur bella.
"Hadehhh langsung suudzon aja gue" bella langsung tertawa kecil mendengarnya, keenan pun sama.
Mereka meletakan peralatan di gudang.
"Yaudah, sekarang mandi yaa terus siap-siap?" perintah keenan.
Bella menoleh penasaran, "Mau kemana?"
Keenan menyebutkan sebuah alamat, entah ada keperluan apa disana bella tidak tahu.
"Tapi kita pergi ke rumah Bunda dulu.."
"Iyaa.."
Keenan membawa bella ke suatu tempat, yang sebelumnya mampir ke rumah Bunda dulu, bella kangen keluarga barunya, kangen kue buatan bunda juga.
Bella bingung, dia tidak tau nanti akan pergi kemana ke tempat seperti apa dan cocoknya dia memakai baju apa.
Akhirnya bella memutuskan untuk mengenakan tunic bergaris hitam putih dengan kerudung abu-abu dan celana panjang warna putih.
Setelah lama berkutat di kamar akhirnya bella selesai dan siap untuk berangkat, keenan sudah menunggu diruang tengah.
Keenan untuk ganti baju tidak memerlukan begitu banyak waktu yang lama dan pakaianya pun seadanya, walaupun begitu dia tetap terlihat keren.
Saat keluar kamar keenan sedang duduk santai di sofa sambil memainkan hpnya.
"Keenan.." panggil bella sembari menghampirinya.
Keenan langsung mendongak ke arah bella.
"Yuk.." ajak bella saat sudah berdiri di depannya tetapi keenan malah diam saja sambil menatap bella.
Keenan langsung berdiri dan sedikit merapikan pakaiannya. Kemudian dia mulai beranjak, bella pun mengikutinya dari belakang.
Bella membuat keenan tidak fokus saat menyetir, bella terlihat manis hanya dengan mengenakan pakaian hijab kasualnya
Keenan terus menerus curi-curi pandang ke bella yang notabene adalah istinya. salfok..
"Keenan dari tadi ngelirik aku mulu.." ucap bella tiba-tiba
Mati lu keenan- batin keenan merutuki.
"Eh.. enggak" jawab keenan sebisa mungkin membuat bella menghela nafas.
"Bilang saja kalau pakaianku tidak cocok.." ucap bella lalu membuang muka menghadap keluar.
Gawat, bisa suudzon lagi nih bella.
"Bella manis banget hari ini makannya gue perhatiin terus dan tambah manis karena pakai-pakaian itu" ucap keenan tanpa menoleh ke arah bella.
Akhirnya mereka sampai dirumah bunda.
"Assalamualaikum.." salam mereka berdua saat membuka pintu.
"Waalaikumsallam.." Bunda menyambutnya.
"Ehh sayang, kok gak bilang-bilang kalau mau kesini?" Bunda langsung menghampiri mereka kemudian memeluk bella.
"Cuma mampir bundaa" sahut keenan.
"Hmm kirain mau nginep.." sahut bunda terlihat sedih.
"Yah..." keenan berjalan menghampiri ayah.
"Ohh iya sayang, bunda buat kue enak banget.. ayo sini cobain deh" bunda menyeret bella ke dapur meninggalkan keenan yang sedang berbicara dengan ayah.
Bunda memberi bella kue buatannya yang sudah di kemas dalam toples untuk dibawa pulang, hmm jujur kue buatan bunda itu rasanya enak sekali, kalau ada waktu mungkin bella akan belajar sama hunda cara membuat kue.
Bunda mengajak bella kembali ke depan, tetapi keenan dan ayah sudah tidak ada.
__ADS_1
"Keenan sama ayah kemana yaa nda?" tanya bella penasaran.
Bunda berpikir sebentar, "Bunda juga tidak tau sayang, biarin itu urusan laki-laki hehe"
"Oiyah bunda, isal kok enggak keliatan?" tanya bella memperhatikan sekeliling rumah.
"Isal setelah kamu tidak ada disini jadi sering keluar sama temen-temennya, paling kerumah Marcel temennya, ataugak main warnet" jelas bunda.
Bella pun hanya ber oh ria, kasihan isal pasti dia kesepian karena tidak ada teman dirumah.
Setelah itu, bella menghabiskan waktu bersama bunda sambil menunggu keenan.
Tetapi itu tidak lama karena keenan dan ayah muncul dari arah tangga.
"Hati-hati.." ucap ayah, pada keenan membuat bella penasaran.
"Bunda kita pamit pulang dulu yaa, lain kali pasti nginep kok" pamit keenan.
Kita pulang? kok aku jadi bingung gini? batin bella.
"Hmm, iyaa hati-hati". sahut bunda.
Keenan mencium tangan bunda dan ayah bergantian, bella pun mebgikutinya.
"Dah, baik-baik sayang.." bunda mengantar sampai gerbang.
Di perjalana, bella merasa kalau jalan yang dilaluinya terlewat, bella penasaran tapi tidak berani bertanya pada keenan.
Sampai mereka tiba di sebuah pusat kota, disana begitu ramai orang-orang yang berjalan.
"Keenan kita ngapain disini?" tanya bella, rasa penasaran masih ada.
"Sebentar lagi juga tau.." ucap keenan diangguki bella.
Tak berselang lama mereka berhenti di sebuah rumah yang belum jadi, lebih tepatnya tidak terlihat seperti rumah namun bella enggan bertanya, dia menunggu keenan yang berbicara.
Keenan mengajak bella turun dari mobil, dia berjalan mendahului bella.
Mereka duduk di salah satu kursi taman, keenan tepat berada di samping bella.
"Bella..." panggilnya.
"Iya.."
"Gue mau buka usaha cafè.. dan bangunan didepan kita ini nantinya yang akan menjadi cafè kita nanti"
Mata bella sukses melebar, apa yang diucapkan keenan membuatnya kaget.
Bella melihat mimik wajah keenan kalau dia benar-benar serius mengatakan itu.
"Cafè? keenan kan masih muda, masih sekolah juga nanti bagaimana? apa tidak terlalu berat untuk keenan?" ucap bella tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya.
"Itu gue udah pikirin lama, jadi tenang aja.."
"Bunda ayah sudah memberi ijin, dan sekarang tinggal ijin ke bella karena sekarang kita hidup bersama" keenan menatap bella lekat, dia mengharapkan sesuatu.
Duh kok jadi deg-degan gini. Mau jawab apa? batin bella.
"Aku mengijinkan apapun yang keenan lakukan selama itu adalah hal baik" entah dapat angin darimana bella bisa berkata seperti itu.
"Tapi kita harus menjual mobilnya untuk menambah modal, nanti bisa ganti mobil lain yang lebih murah dan mungkin tidak sebagus mobil kita yang sekarang, apa bella keberatan?" ucap keenan terlihat tenang.
Bella tersenyum, "Keenan.. itukan mobil kamu, kamu berhak atas hal itu.."
"Benar..?" Bella mengangguk, keenan terlihat bahagia.
Tetapi sedikit hal yang mengganjal di hatinya bella.
"Keenan.."
"Iya..."
"Aku khawatir.." ucap bella lirih lalu menunduk.
Keenan langsung merangkul lehernya bella dan perapatkan duduknya, lalu membawa bella bersandar di bahunya.
"Cukup yakin dan berdoa, semuanya pasti baik baik saja" ucap keenan dengan tenang sambil mengelus lengan bella.
Bella sedikit menoleh menatap ke arah keenan, dia langsung tersenyum.
"Gue akan belajar cari uang untuk mencukupi kehidupan kita, juga menafkahi istri lucu gue ini.." lanjut keenan kemudian mendaratkan bibirnya di kening bella dengan lembut.
__ADS_1
Keenan...