
Setibanya dirumah, mereka berdua kemudian melanjutkan aktivitas seperti biasanya, keenan yang langsung duduk di meja komputer, dan bella yang rebahan di kasur sambil memainkan ponselnya.
"Yang.., ehh bell" goda keenan melirik bella.
"Apaaaaa hihi lucu.." menahan tawa bella mendengar keenan memanggil namanya dengan kata yang.
"Ihh sayaaang deh hahah" balas tawa keenan.
"Menurut kamu kalo desain halaman untuk cafè kaya gini bagus gak?" lanjut keenan sembari memperlihatkan gambar desain halaman cafè di komputernya pada bella.
"Mana coba aku liat.." bella kemudian beranjak dan berdiri di belakang kursi keenan.
"Baguss kok, tapi menurut aku bagusan kalau decor nya kaya ada bunga gitu sih keliatannya lebih adem gitu" ucap bella sembari memainkan rambut keenan.
Mereka berdua kemudian melihat lihat desain dan juga mereka menentukan decor nya sendiri.
Tak lama dari itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.
Tokk.. tokk.. tokk..
Bella kemudian beranjak membukakan pintu rumah, dan ternyata itu zakki. Kemudian bella mempersilahkan zakki untuk masuk dan bella selanjutnya memanggil keenan.
"Keenan, siniii ada zakkii.." panggil bella dirunag tengah.
"Iyaaa bentarr.." keenan kemudian beranjak menemui mereka berdua.
"Nann gimana itu tangan luu udah agak baikan?" ucap zakki yang melihat tangan keenan masih di bungkus perban.
"Alhamdulillah, agak mendingan lah besok gue checkup lagi sih sepulang sekolah" balas keenan.
"Ohh besok lu mulai masuk lagi? jadi lu gk jadi dikeluarin kann?!" tanya zakki antusias.
"Iyaa dong berkat bunda hahaha, ohh iyaa lu abis darimana kii? tumben sendirian jovi mana?"
"Tadi kebetulan abis dari rumah tante nganterin ade gue, jalannya lewat rumah luu jadi mampir dulu lah sekalian nengok"
"Nengok orang sakit kok gk bawa apa-apa" sindir keenan tertawa kecil.
"Hahaha gue lupa nan, tapi tenang sampoe**a mild kesukaan lo gue bawa nih" ucap zakki langsung melemparkan satu bungkus rokok pada keenan.
Keenan menangkap bungkus rokok itu, kemudian keenan saling menatap dengan bella, dia melihat raut wajah bella yang mulai berubah, mata nya membulat bibirnya rapat.
Aduhhhh si bego ini malah ngasih rokok segala didepan bella lagi.. batin keenan.
"Keenan udah gak ngerokok, jangan kasih dia rokok! ambil lagi aja kii" tegas bella yang langsung memberikan kembali rokok ditangan keenan pada zakki.
"Lahh sejak kapan dia berenti ngerokok bell? tumben kali dia bisa berenti" tanya zakki pada bella.
"Sejak aku gabolehin dia!" tegas kembali bella.
Tadinya bella ingin tetap menahan untuk tidak mengatakan itu, namun sudah terlanjur dan juga agar keenan tidak berbohong jika di belakang bella dia diam diam merokok lagi.
"Yahhh gak asing dong nan, tapi bener juga sih ngirit pengeluaran hihi" ucap zakki cengengesan.
"Jadi jangan tawarin keenan rokok yaa, bilangin juga ke jovi" ucap bella.
"Zakki mau minum apa?" lanjut bella.
"Siap bu bosss hehe, minum air putih aja tapi kalo ada yang manis boleh lah marjan hehe"
"Yehhh nawar lagii" ucap keenan tibatiba.
"Gapapa dong sekali kali"
Mereka kemudian melanjutkan mengobrol, hingga bella kemudian memberikan secangkir gelas pada zakki dan keenan yang di isi minuman segar.
__ADS_1
"Makasiii bell" ucap zakki.
"Iyaaa.."
"Ohh iyaa aku kekamar dulu yaa, gapapa kan ditinggal?" lanjut bella.
"Iyaaa gih kekamar" balas keenan yang diangguki zakki.
Kemudian bella pergi kekamar nya meninggalkan zakki dan keenan yang sedang mengobrol.
"Nan lu terintimidasi yaa, jujur aja sama gue bella galak yaa" bisik zakki sembari melirik kamar takut bella menguping.
"Enggak lahh, cuman yaa gitu banyak aturan kii" balas keenan.
"Halahhh gua juga tau, mana mungkin luu bisa segampang itu berenti ngerokok"
"Gue takut dia ngambek kii, duhh kalo dia udah ngambek bisa seharian gue didiemin kii"
"Yahhh mangkanya pergi ke tongkrongan dong, ngerokok nya disana jangan lupa bawa parfume"
"Begoo mana mungkin gue ninggalin bella sendirian dirumah"
"Iyaa juga sihh, ohh gue punya ide mending belli vape aja kalo gitu, kan itu asap nya berasa gak bau gitu nan" tawar zakki.
"Gue juga kepikiran untuk beli vape sih kii, cuman yaa masih mikir mikir dulu"
"Yaudahh kalo giti, nihh sebat aja gabakalan ketauan kok pintunya ditutup juga tuhh"
"Takut gue, gimana kalo si bella tiba tiba kesini lagi"
"Bilang aja rokoknya punya gue, terus lu kasihin ke tangan gue"
"Yaudahh lu diem dulu jangan ngerokok, jadi biar nanti kalo bella keluar gue bisa oper rokok ini ke lu"
Keenan pun mulai menyalakan rokoknya, sembari melirik kiri kanan dan juga kearah kamar bella agar tidak ketahuan jika bella tiba-tiba keluar.
Hingga hampir habis satu batang rokok tiba-tiba ointu kamar terbuka, Cklek.. Keenan dengan spontan memberikan rokok itu pada zakki.
Bella kemudian melirik kearah keenan dan zakki, bella hanya melihatnya kemudian pergi kedapur dan setelahnya pergi lagi ke kamar.
Zakki pun pamit untuk pulang karna sudah terlalu larut, gak enak juga sama keenan dan bella.
"Belll... zakki mau pulang" teriak keenan.
"Iyaaa sebentar..."
"Gue pamit dulu yaa Nann belll babay"
"Iyaaa hati-hati kiii" ucap keenan yang diangguki bella.
"Siappp, cepet sembuh juga itu tangan"
"Iyaaaa sipp makasiii"
Zakki pun beranjak pergi dari rumah keenan dengan menaiki motor nya, diikuti keenan yang mengunci gerbang.
"Nannn aku laper...." ucap bella ketika keenan sudah masuk kedalam rumah.
"Yaa makan atuhh, masih ada makanan kan di kulkas"
"Abisss tinggal snack-snack doang.."
"Ini udah jam 9 malem lohh, mau keluar?"
"Engga mauu.. Gofood aja boleh kan..." pinta bella.
__ADS_1
"Yaudah sok gofood aja"
"Yeayyy, keenan mau makan juga?" tanya bella.
"Engga deh aku kenyang"
Bella pun kemudian memesan burger dan juga kentang goreng serta minumannya dua yang satunya untuk keenan.
Setibanya gofood, bella yang beranjak keluar karna tau keenan tangannya masih sakit mana mungkin bisa membawa makanan.
Keenan yang sedang duduk di meja komputernya, sembari melihat lihat kembali hasil desainnya tadi.
"Kokk makannya di kasur sihh nanti pada jatoh lohh" ucap keenan melihat kedatangan bella yang langsung menaiki kasur dan mulai membuka makanan pesanannya.
"Disini aja nihh sebelah aku, bawa kursi tuhh" lanjut keenan sembari menunjuk kursi di samping kasur.
"Iyaaa..."
Bella kemudian duduk di sebelah keenan, dan mulai memakan burgernya sembari melihat desain keenan.
"Nihhh minumannya satu buat keenan" ucap bella.
"Makasihh sayang.." keenan langsung membawa minuman itu dan menyimpannya di meja.
"Besokk aku yang bawa mobil yahh" ucap bella tiba-tiba.
"Iyaaaa, tapi aku juga masih bisa kok orang yang sakitnya juga tangan yang kiri kan"
"Ihh mau yang kiri mau yang kanan tetep aja gaboleh, jadi biar aku aja yang bawa"
"Iyaaa sayaaaang... Mwahh" Ucap keenan yang kemudian mencium pipinya bella.
"Aihhhh dasar genit..." ucap bella yang sembari mengunyah makanannya.
"Kalo gak lagi makan daa udah aku hihhhhh" greget keenan kemudian mengacak rambutnya bella.
"Apaaa ihhh, dasar genit" goda bella.
×××
Setelah melakukan rutinitas sebelum tidur, mereka berdua kemudian berbaring di kasur. Bella masih memainkan ponselnya dia melihat-lihat isi instagramnya, sedangkan keenan hanya melirik istrinya ituu dari samping.
"Lagi liat apa sihh.." tanya keenan.
"Ini instagram.. ada yang mau endorse makanan hihi tapi aku malu.."
"Lahh bagus dong, ohiyaa orang instagram kamu pengikutnya ribuan gitu jadi untung dong kalo di pake endorse sayang.."
"Iyaa sihh tapi aku maluu, dulu juga pernah sekali aku di endorse makanan waktu masih di garut, cuman yaa sekali doang itu juga cuman di snap aja"
"Iyaa tuh kenapa mesti malu, gakusah malu dong kalo udah pernah mah"
"Iyaa juga sihh, tapi aku pilih-pilih deh kalo endorse"
"Tapi kalo menurut aku sih mending ambil dulu yang ada, jadi nanti ledepannya pasti banyak peminat yang nge endorse kamu gitu...."
"Iniii sih ada yang endorse makanan instan gitu dia jual belinya online, kayaknya bagus dehh trus aku juga pengen cobain makanannya"
"Yaudah sok ambil aja, percaya dehh pasti nanti makin banyak yang minta di endorse kamu"
"Yaudahh aku ambill aja yaaaa"
"Iyaaa sayaaaanggg"
Tak lama dari itu kemudian mereka tertidur pulas, Bella tidur di dadanya keenan yang dijadikan bantal, sedangkan keenan merangkulnya dengan tangan kananan, tangan kirinya ia jauhkan agak kesamojng karna takut tersenggol oleh bella.
__ADS_1