Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 41 (Kabar Gembira)


__ADS_3

Pagi hari,


Bella bangun lebih dulu, perlahan bella merubah posisinya menjadi duduk, melirik kearah jam dinding menunjukan jam 05.00 pagi.


Bella segera bergegas pergi menjalankan ritual paginya, karena hari ini dia akan diam dirumah tidak pergi ke sekolah.


×××


Bella sedang membuat bubur untuk keenan di dapur, selagi memasak tiba tiba terdengar panggilan dari keenan.


"Bellaaaaa..." teriak keenan yang masih di dalam kamar.


"Iyaaaa sebentar.."


Setelah bubur nya jadi bella langsung membawanya pergi kekamar untuk keenan sarapan.


Terlihat keenan yang sudah bersandar di kasur memposisikan duduk sembari memainkan tab nya.


"Makan dulu yaa, biar cepet sembuh" ucap bella yang kemudian duduk disamping keenan.


"Mauu disuapinn" balas keenan tak memalingkan wajahnya yang masih fokus menatap layar tab nya.


Tidak menjawab bella hanya mengangguk, kemudian menyuapi keenan yang masih asik dengan tab nya.


"Aaaaaaa..." ucap bella sembari menyodorkan sendok ke mulut keenan.


Kemudian keenan makan bubur yang di suapi bella hingga habis tak tersisa.


"Yeayyy udah abiss, enak gak?" Tanya bella setelah buburnya habis dimakan keenan.


"Selalu enak dong kalo buatan kamu mahh" balas keenan tersenyum.


"Kamuu udah sarapan?" Lanjut keenan bertanya.


"Inii baru mau, kan tadi suapin bayi gede dulu hihi" ucap bella cekikikan.


"Bolehhh mimi cucu dong dede bayi nya" ucap keenan manja.


"Hihhhh dasar ahh, udah ahh aku sarapan dulu yah"


"Iyaa sarapan dulu gih"


×××


Di ruang tamu,


Bella yang sedang menonton tv dengan keenan.


"Gimana yahh kabar ayah disekolah?" Tanya bella yang memulai pembicaraan.


"Iyaa kita berdoa aja, semoga hasilnya baik baik aja yaa"


"Tapi aku agak sedikit takut keenan, takut kita dikeluarin kalau pihak sekolah gak memberi keringanan"


"Yaa gapapa kan masih bisa homescooling" ucap keenan menenangkan.


"Heuuuu tapi aku udah nyaman... apalagi ada viraa"


"Iyaa aku juga sama lahh, tapi kita berdoa saja semoga baik baik yaaa"


Bella mengangguk mendengar ucapan keenan yang dapat menenangkan, mereka saling tersenyum.


"Bolehhh sun gak.." tanya keenan yang langsung merangkul bella.


"Ihhhh keenan!"


Mwah.. mwah.. mwah...


Keenan mencium pipi kiri, kanan dan juga kening bella.

__ADS_1


Lalu tiba tiba terdengar suara ponsel keenan berbunyi.


Kringgg...


"Ituu ada telpon, tolong ambilin sayang hp aku di kamar di meja komputer" suruh keenan pada bella.


"Iyaa sebentar" bella langsung beranjak untuk mengambil ponsel keenan.


Setelahnya memberikan ponsel pada keenan, "Siapa yang telpon.... hallo?" Keenan langsung mengangkat telponnya.


Bunda# sayang sekarang bisa kesini gak? Ini bunda udah dirumah sama ayah baru pulang dari sekolahmu.


Keenan# ohh bunda.. iyaa bunda ini siap siap dulu.


Bunda# pakai taksi aja yah atau gak pakai grabcar kan tangannya masih sakit.


Keenan# iyaaa bundaaa.


Bunda# yaudah babay sampai ketemu disini, assalamualaikum.


Keenan# waalaikumsallam.


Telpon ditutup oleh keenan, lalu keenan menceritakan pada bella tentang telpon dari bunda tersebut.


"Jadi sekarang kita kerumah bunda?" Tanya bella.


"Iyaaa, yuu siap siap. Kita naik grab aja yaa"


"Aku aja yang nyetir yahh" ucap bella menawarkan.


"Nantii capee lohh" balas keenan.


"Gaakan orang deket ini kerumah bunda mah kan" terkekeh bella.


"Yaudah dehh kalo kamu maksa.."


Mereka pun segera bergegas untuk pergi kerumah bunda.


Sesampainya dirumah bunda, mereka berdua langsung masuk dan mengucapkan salam.


Mereka langsung disambut bunda yang saat itu sedang duduk bersama ayah diruang tamu.


"Sini sayang.." ucap bunda sembari melambaikan tangannya kepada bella.


"Iyaa bunda.." bella langsung duduk disamping bunda.


"Jadi gimana nda yah?" to the point keenan langsung bertanya pada ayah.


"Kabar gembira buat kalian berdua pokoknya" balas ayah tersenyum.


Keenan dan bella saling melirik ketika mendengar kabar dari ayahh.


"Kalian gak dikeluarin, ayah sama bunda sudah berusaha keras dari tadi di sekolah. Untung saja kalian belum pernah melakukan hubungan suami istri jadi dari pihak sekolah ada keringanan untuk kalian, tanggung juga bulan depan kan kalian unnas, jadi sekolah memperbolehkan kalian menyelesaikan pendidikan sma disana" ucap ayah.


"Alhamdulillah, keenan tadinya bingung kalo keenan dikeluarin pasti bakalan susah cari sma yang mau menerima kyk keenan hehe, alhamdulillah sekali lagi yaa bell" balas keenan lalu menatap bella.


"Iyaa alhamdulillah, doa kita terijabah" ikut bella.


"Nahh jadi sekarang karna kalian gak jadi dikeluarin, kalian harus bisa dapet nilai tinggi buat unnas nanti jangan ngecewain pihak sekolah yang udah membantu kalian yaa!" tegas bunda.


"Siap komandan laksanakan" balas keenan cengengesan sembari tangannya menghormat kepada bunda.


Semuanya tertawa melihat tingkah laku keenan.


"Tapi orang yang mukukin kamu sebagai konsekuensi kamu masih boleh sekolah disana, jadi si amar amar itu juga diperbolehkan sekolah dengan syarat dia akan minta maap ke keenan" ucap ayah tiba tiba.


"Hahhhh!!!" kaget keenan.


"Gak akan pernah keenan maapin yahh orang seperti itu, biar dia sujud di kaki keenan gaakan pernah keenan maapin!" lanjut keenan dengan nada seperti orang yang sedang emosi.

__ADS_1


"Iyaaa yahh ndaa, aku liat sendirii waktu keenan berdarah darah, dan sekarang itu tangannya ayah sama bunda juga liat kan patah" ucap bella sedih.


"Iyaaa bunda ngerti kalian pasti emosi dan geram juga, tapi itu semua demi kebaikan kalian, kalo kalian gak saling memaapkan kalian juga harus keluar dari sekolah. Bukannya bunda gak sayang sama anak bunda, apalagi kondisi keenan sekarang kaya gitu.. bunda juga sebenernya kesel dan geram juga sama anak itu, tapi yaa mau bagaimana lagi itu satu satunya jalan agar kalian masih bisa sekolah. Bunda juga percaya kok si amar itu pasti akan kena karma juga balasan yang setimpal seperti apa yang dia lakuin ke keenan" ucap bunda.


"Tapiii ndaa...." melas keenan.


"Untuk kali ini aja abang, untuk bella untuk kalian juga" lanjut bunda.


Keenan hanya menunduk karena dia tau dia tidak bisa memaapkan perlakuan amar terhadapnya, namun dia juga harus berpikir dewasa sekaramg, dia harus memilih antara dikeluarkan dari sekolah dan tetap menetap disana.


"Iyaaa ndaa..." tiba-tiba bella berkata.


Keenan langsung melirik bella, bella pun sama namun dalam pandangan mereka berdua. Keenan seperti merasakan apa yang bella sarakan juga, mereka sebenernya tidak bisa segampang itu untuk memaapkan amar, namun tidak ada jalan lain lagi.


"Anak-anak ayah udah pada dewasa sekarang yaa pemikirannya" ucap ayah dibalas senyuman keenan dan bella.


"Yaudah kalo gituu, besok kalian juga sudah bisa mulai sekolah lagi, tapi tak terkecuali kamu keenan kalo masih sakit itu tangannya mending diam aja dirumah, biar nanti bella yang ngasih tau kamu tentang pembelajaran nanti buat unnas" ucap bunda.


"Udahh mendingan kok bunda, keenan besok sekolah lagi sekalian checkup ke dokter sepulang dari sekolah, yakannn bell" balas keenan.


"Beneran mau sekolah? iyaa sih besok harus checkup" ucap bella bertanya.


"Iyaaa udah gapapa kok, kan keenan kuat hehe" serengeh keenan.


Kemudian ayah, bunda, keenan dan bella pun melanjutkan berbincang seputar rumah tangganya, terlihat seru dan asik ketika bunda menceritakan sewaktu ayah mau melamarnya, keenan dan bella tertawa.


Hingga tak terasa waktu pun menunjukan jam 5 sore, Keenan dan bella bergegas pamit untuk pulang setelah makan dirumah bunda.


"Nda, udah sore kita pulang dulu yaa"


"Iyaa hati-hati kalo gitu.."


"Iyaa bundaa dadah, assalamualaikum"


"Waalaikum sallam"


Di perjalanan,


Ditengah perjalanan bella yang sedang menyetir, sesekali melirik kearah keenan yang melamun pandangannya kosong melihat kearah jendela disampingnya.


"Keenan.." panggil bella.


"Hmmm iyaaa kenapa?" balas keenan.


"Kok ngelamun sihh, lagi mikirin apa.."


"Gak mikirin apa-apa kok hehe"


"Kalo masih mikirin soal amar yang tadi.. jangan terlalu dijadiin pikiran yaa nanti malah ***** kamu menjadi jadi.." ucap bella seperti menenangkan.


"Engga kok gak mikirim itu bell" balas keenan.


"Trus mikirin apa? aku tau kamu pasti lagi mikirin sesuatu kan.." tanya bella penasaran.


"Sebenernya gak mau kasih tau kamu sekarang sih.. tapi gapapa lah sekarang aja aku kasih tau kamu"


"Kasih tau apaa?" penasaran bella.


"Jadii sebenernya uang untuk pembangunan cafè itu cukup mahal dan aset yang keenan punya hanya mobil dan juga tabungan yang mungkin masih gaakan cukup, tadinya mau minjem uang ke ayah dan bunda.. namun setelah dipikirin kembali, aku udah gamau ngerepotin mereka, aku ingin uang dari hasil aku sendiri"


Terdiam bella mendengar itu, tak lama "Kalo kurang, aku masih punya tabungan kok pakai aja tabungan punya aku keenan" tawar bella.


"Ehh gausah jangan itu hak kamu itu uang kamu"


"Kita kan sudah suami istri, uang kamu uang akupun sama sekarang jadi milik kita berdua.. aku gak keberatan kok aku juga malah seneng kalo aku bisa ngebantu untuk usahanya kamu biar cepet berjalan" senyum bella.


Keenan memandang bella tersipu melihat istrinya yang begitu baik hati.. "Beneran sayang gakpapa?"


"Iyaa gapapa kok, nanti dirumah kita kumpulin yahh terus kita catet juga untuk semua kebutuhan yang perlu untuk di cafè nanti"

__ADS_1


Bella tau kalau keenan itu mempunyai sifat yang begitu ambisius, jika dia menginginkan sesuatu, sesuatu itu harus tercapai mau bagaimana pun caranya. Bella sadar dan dia berusaha melengkapi baik dari kekurangan keenan maupun kelebihannya keenan.


Mereka berdua pun sampai dirumah..


__ADS_2