Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Season 2 Episode 65 (Tragedi)


__ADS_3

"Nan ayoo" teriak jovi dan zaki yang sudah berada di depan gerbang rumah keenan


Keenan yang sedari tadi sudah menunggu kemudian menghampiri mereka berdua.


"Lu bawa mobil siapa ini jov?" Tanya keenan keheranan karna baru pertama kali liat jovi memakai mobil yg berbeda


"Mobil sodara gue nan lagi dirumah, karna genting udah gue pinjem aja dulu" jawab jovi


"Nan lu jangan gegabah oke!" Pinta zakki pada keenan


"Pokoknya gue turun gue habisin tuh anak!" Ucap keenan


"Hehhh gaboleh gitu lah tanya baik baik dulu kan bisa nan" ucap jovi


"Udah gaada baik baiknya itu orang jov,zakk udah sering gue diemin malah ngelunjak si anj*" kesal keenan


Sepuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di cafe tempat bella dan yang lainnya berada. Disana keenan tidak langsung turun karna ditahan oleh zakki dan jovi.


"Lu diem duluu, tanya dulu bini loo" usut zakki


"Tanya gimana gue udah gasabar kii lepasin gue"


"Coba lu chat bini loo sekarang, tanya dia lagi sama siapa aja" ucap jovi


Keenan pun mengikuti apa yang disuruh jovi, keenan kemudian membuka hp nya dan kemudian mengirim pesan kepada bella


Pesan dari:


Keenan : sayang masih lama disana?


Bella : sebentar lagi kok pulang sayang


Keenan : ngomong ngomong sama siapa aja itu kamu? Cuman bertiga doang?


Bella : iyaa kita bertiga doang sayang ini lagi ngobrol kerawa ketawa


Keenan sejenak diam setelah melihat sendiri isi pesan dari istrinya yang sudah berbohong.


"Jov, kii ini udah keterlaluan! Gue di bohongin bella jov, tega banget. Apa selama ini bella selalu bohong ke gue?" Melas keenan


"Berpikir positif nan, bella bilang gitu mungkin karna gamau lu khawatir." Ucap jovi


"Iyaaa bener nan" lanjut zakki


Untunglah keenan ditemani kedua sahabatnya yang selalu bisa berpikir positif membuat suasana genting menjadi normal kembali.


Namun keenan yang sudah dimakan oleh hawa nafsunya, keenan kemudian keluar dari mobil dan berjalan sedikit cepat kearah bella dan yang lainnya.


Disana terlihat amar yang sedang bercerita dan ketiga perempuan itu tertawa mendengar cerita dari amar.


Disisi lain keenan sembari berjalan dia mengambil kursi kayu tempat duduk di cafe itu, keenan menyeret kursi kayu itu hingga tepat dibelakang amar.


"Keee.. keeenannnn" panik bella yang melihat keenan berada dihadapannya.


"Lu emang anak anj*" dengan nafsu nya keenan mengangkat kursi kayu itu dan memukulkannya ke kepala amar tepat di bagian atas kepala nya amar.


Amar pun langsung terjatuh dan berlumuran darah di kepalanya, tidak lama dari itu teman teman amar kemudian berlari kearah keenan dan langsung memukul keenan.


"Woyyyu anj*" teriak seorang pria yang memakai topi temannya amar


Di ujung parkiran zakki dan jovi kemudian berlari sekencang kenangnya pada keenan.


Keenan tetap memukul amar bahkan ketika amar sudah berada dibawahnya keenan, keenan culup kuat dan hanya fokus pada pulilan pululannya meskipun dia sedang dipikuli teman temannya amar.


"Udah udah udahhh berenti" teriak bella histeris


Greysha dan vira tidak bisa berkata kata mereka berdu menangis karna melihat darah yang berserakan di lantai.


"Keenan udahhh!! Lamu mau bunuh amar hahh?!" Teriak bella yang memegang tangan keenan


Tanpa berkata keenan pun menghentikan pukulannya pada amar.

__ADS_1


"Apa khawatir kamu sama dia?" Ucap keenan pada bella


"Keenann!" Bella tentu saja marah karna itu semua hanyalah kesalah pahaman


"Cepat bawa ke rumah sakit, ayo angkat" ucap zakki dan kemudian diangkat oleh temannya amar.


"Biar aku yang antar ayo naik ke mobilku" ucap vira yang ternyata merasa kasihan melihat amar yang sudah berdarah darah.


Bella masih saja menangis di hadapan keenan yang kini sedang duduk sambil menyenderkan punggunya pada tembok. Dikdua tangan keenan pun berlumuran darah yang menetes.


"Kamu itu keterlaluan tau gakkk!!!" Ucap bella dengan nada rintih nya


"Oke bagus aku yang keterlaluan, alu yang sibuk dirumah membuat desain cafe membangun cafe untuk kelangsungan hidup kita berdua, dan kamu disini malah asik asikan bareng cowo yang suka sama kamu? Apa jangan jangan kalian saling suka?!" Ucap keenan


Bella terdiam, kemudian *Plakk tamparan bella pada pipi keenan. "Keterlaluan kamu!! Bolang begitu" setelahnya bella langsung berlari menyusul vira dan greysha ke mobil untuk mengantar amar ke rumah sakit.


Keenan hanya terdiam membisu melihat kepergian bella dihadapannya itu.


Jovi dan zakki pun hanya bisa menennangkan keenan saat itu.


"Sudah ayoo kita susul mereka, malu disini diliat banyak orang" ucap jovi pada keenan yang kini sudah meneteskan air mata nya, meskipun selalu di seka oleh keenan.


Keenan pun akhirnya dibawa kedalam mobil oleb zakki dan jovi. "Udah sekarang tenangin dulu diri lu nan"


Keenan hanya terdiam dan merenung memikirkan apa yang sudah bella perbuat pada keenan hingga baru kali ini keenan mendapat tamparan dari istrinya itu.


Tidak begitu keras namun tamparan itu membuat hatinya keenan menangis. Karna yang ada di dalam pikirannya keenan, bella seri ng berhubungan dengan amar.


"Kitaa ke rumah sakit yaa" ucap zakki


"Gausah!" Tegas keenan


Zakki dan jovi tidak berani berkata kata lagi, karna mereka tau kalau keenan sedang di selimuti hawa nafsu nya. Keenan bukanlah keenan seperti biasanya, dia bakalan murka ketika keinginannya tidak dilaksanakan dengan bakk.


"Berenti jovv" ucap keenan pada jovi yang sedang menyerir


"Hahh kenapa nan?"


Jovi pun berhenti seperti ala yang disuruh keenan. "Lu mau ngapain nan?" Ucap zakki penasaran


"Udah gue turun disini aja, sok aja klo kalian mau kerumah sakit sekarang." Keenan langsung turun dari mobil dan berjalan kearah warung yang dekat dengan halte disana.


Jovi kemudian menerima telpon dari vira untuk segera menyusul kerumah sakit karna kondisi amar yang cukup parah masuk ke ruangan UGD.


Tanpa lama jovi pun menancapkan gas, dan meninggalkan keenan yang masih kuat dengan egonya.


"Ayoo kita berangkat berdua aja jov, biarin dia nengain diri sendiri nya dulu" ucap zakki sembari melihat keenan yang sudah menyalakan rokok.


Jovi dan zakki pun melaju intuk pergi ke rumah sakit. Meninggalkan keenan disana.


"Bu rokoknya sebungkus" ucap keenan pada ibu warung


"Sebentar kak" ucap ibu warung


Ibu warung nampak kaget setelah memberikan rokoknya kepada keenan, karna baju dan tangan keenan begitu banyak berlumuran darah yang sudah mengering.


"Aduhh kenapa itu kak?" Tanya panik ibu warung


"Gapapa bu cuman berkelahi doang kok, makasih bu" jawab keenan yang kemudian berjalan menuju halte.


***


Disisi lain, Rumah sakit.


Bella, greysha dan vira beserta kedua temannya amar sedang menunggu hasil dari pemeriksaan dokter.


Tidak ada yang berani memulai sebuah obrolan, karna kecamggungN ditambah rasa panik dan takut yang masih menyelimuti pikiran mereka.


"Gimanaa hasilnya?" Ucap jovi dan zakki yang kini sudah berada di rumah sakit


"Dokter nya belum keluar" ucap bella dengan nada sedih

__ADS_1


"Mana keenan?" Lanjut bella setelah melihat kanan kiri


"Dia gamau ikut, dia minta berenti di persimpangan jalan bell" ucap jovi hati hati karna takut bella marah


Bella tidak menjawab dia malah menangis sejadi jadinya ketika mengingat kejadian tAdi di cafe.


Bella memegang erat tangan jovi dalam tangisannya kemudian.. "jovii aku tau aku salah, tapi itu semua hanya kesalah pahaman dan gaada rencana buat ketemu sama amar. Hanya saja kita bertemu di cafe tersebjt tanpa sengaja. Bahkan maksud dari amar pun baik dia meminta maap dengan tulus." Ucap bella di sebelah jovi


"Iyaa udah udahgue ngerti kok, udah jangannangis terus tenangin dulu diri lu bell, nih minum air dulu" ucap jovi pada bella sembari menyodorkan air minum pada bella


"Udah bell bener kata jovi tenangin dulu diri kamu, biar kuta setelah dati sini cari keenan" ucap vira penuh arti


"Aku benci keenan!!!" Ucap bella membuat zakki jovi dan yg lainnya terdiam.


Mereka semua pun duduk menunggu kedatangan dokter yang memeriksa keadaan amar.


Hingga dokter pun keluar dari ruang UGD dan kemudian di hampiri oleh semuanya.


"Gimana dok" tanya semuanya


"Pasien cukup parah karna dibagian pelipis korban terdaoat sobekan yang cukup dalam, hingga dijahit 17 jahitan. Dan sekarang mungkin korban belum sadarkan diri.." ucap dokter yang membuat semuanya terdiam.


"Terimakasih dok.. apa amar bakalan cepat sembuh dok?" Ucap greysha


"Kayaknya besok pagi pasien baru bangun.. dan untuk mengurus administrasi nya boleh dari sekarang agar proses pemindahan ruangan intuk pasien bisa di percepat" ucap dokter


"Baik dok.." jawab bella


"Mari mba saya antar.." ucap seorang suster yang akan mengantar bella untuk menyelesaikan administrasi


Bella dan susterpun kemudian berjalan menuju tempat pembayaran.


Didalam pikiran bella sekarang sungguh campur aduk, dia bahkan tidak tau selanjutnya dia harus bagaimana.


Setelah melakukan pembayaran bella kemudian kembali kepada teman temannya.


Dan akhirnya amar pun di pindahkan ke ruangan inap pasien. Setelah dipindahkan satu persatu teman temannya memitiskan untuk oulang karna sudah larut malam.


Hingga menyisakan bella jovi dan zakki. Dan sebelum yang lainnya pulang temannya amar berpesan kalau orangtua amar sedang berada diluar kota dan susah untuk dihibungi.


"Bella yuu pulang udah malem juga" ucap zakki


"Iyaa bell sekalian kita cari keenan"


"Engga zakki gapapa kalian berdua duluan aja, biar aku sendiri disini nunggu amar sadar, karna ini semua terjadi karna salah aku." Ucap bella menundukkan kepalannya.


Beneran bella mau disini dulu? Tanya jovi


Bella pun mengangguk menandakan mnegiyakan pertanyaan dari jovi. Kemudian jovi dan zakki pun pamita pada bella.


"Kii ayo cari keenan dulu, dia di telpon hp mya mati" ucap jovi sembari berjalan kearah parkiran.


"Ayooo.. ehh jov apa tidak akan apa apa kita ngebiarin bella ada disini sendjrian? Gue takut aja kalo sampe si keenan bodok itu malah marah sama kita.


"Emgga lah gaakan, orang itu tanggung jawabnya dia seharusnya tapi malah digantiin sama istrinya"


Jovi dan zakki pun sedikit kecewa dengan tingkah laku keenan yang masih saja agak sedikit kekanak kanakan dalam menyelesaikan sebuah masalah.


"Bella.. bella mmmmm" rangah amar ketika tau disampingnya kini ada bella.


"Iyaa kenapa mar?


"Kenapa belum pulang?" Tanya amar


Bella hanya terdiam tanpa menjawab.


Kemudian "makasih yaa bell.." lanjut amar


***


Di sebuah halte, bertepatan jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Keenan masih merenungkan kejadian demi kejadian.

__ADS_1


__ADS_2