
Bella masih belum mau membuka selimutnya, dia memilih bersembunyi disana.
Kesal, itulah yang di rasakannya saat ini, siapa yang tidak begitu kalau selalu di peringatkan malah diabaikan.
Keenan mendekatkan wajahnya ke kepala bella.
"Bella maaf yaa, jangan marah lagii.. makasih juga masakannya enak" ucap keenan tulus.
"Goodnight.." lanjutnya mencium kepala bella yang tertutup selimut.
Keenan segera merebahkan diri di samping bella, mencari posisi tidurnya dengan nyaman.
Sekilas dia menoleh kearah bella yang masih bergelung selimut dengan tatapan rasa bersalah.
Bella terlihat jengkel dan enggan berhadapan dengan keenan.
Kali ini bella tidak bisa mengontrol rasa kesalnya ketika marah, mungkin juga karena efek kedatangan tamu bulanan.
Pagi hari..
Sayup - sayup terdengar suara adzan shubuh yang langsung membangunkan bella dari tidur nyenyaknya.
Selimut masih menutupi seluruh tubuhnya, bella terlihat gerah dan pengap.
Kemudian bella langsung membuka selimut bagian atas, mengambil nafas sebanyak-banyaknya sambil memfokuskan keadaan sekeliling dengan jelas.
Setelah itu bella menggulingkan badannya ke samping dan tanpa sadar pandangannya jatuh ke wajah keenan. Bella terkejut sekali karena ternyata keenan sudah bangun.
Keenan tersenyum sembari menatap bella lekat.
Mereka berdua hanya diam, tetapi mata mereka saling terpaut satu sama lain.
Pipi bella memanas pelan-pelan, secara tidak sadar bella melihat ketampanan keenan.
Tangan keenan terulur menyingkirkan sebagian rambut yang menutupi wajah bella, dengan menyelipkannya di belakang telinga.
"Udah ya diamnya" ucap keenan dengan lembut. Tangannya bergerak menangkup sebelah pipinya bella, yang membuat hatinya menghangat.
Bella mengangguk kecil, keenan kemudian mengelus pipi bella menggunakan ibu jarinya.
"Pipinya anget gini.." ucap keenan lalu tersenyum dan itu membuat bella malu.
"Maaf.." ucap keenan cepat membuat matanya bella sedikit melebar.
Tangan keenan beralih menggapai tangannya bella yang bebas, keenan menggenggamnya erat sambil menautkan jemarinya ke dalam jemari bella.
"Bella pasti masih marah gara-gara semalem, memang kelewatan yah keenan hehe.." keenan tertawa dalam ucapannya.
"Pokoknya ini akan jadi pelajaran berharga buat gue kedepannya. Sudah sewajarnya bella marah" ucap keenan, kemudian mencium singkat jemari bella dalam genggamannya.
"Keenan.. aku gak marah, aku, aku cuma sedikit kesal aja sama kamu.." ucap bella malu.
"Yaa intinya kan sama.. hehe" sahut keenan tertawa ringan.
Senyum keenan merekah, membuat bella jadi ikut-ikutan tersenyum.
"Shalat subuh yuk?" ajak keenan kemudian. Bella sontak menggelengkan kepalanya membuat keenan menatapnya bingung.
"Aku libur.."
"Ohh.. yaudah kalau begitu, gue shalat dulu ya.." ucap keenan melepaskan tautan tangannya.
"Iya.." ucap bella mengangguk.
Mwahh..
Sebelum beranjak keenan mencium keningnya bella sembari tersenyum manis dan itu membuat hatinya bella berteriak kegirangan.
Keenan, pagi-pagi sudah membuat bella senam jantung aja..
Setelah keenan beranjak menunaikan shalat subuh, bella malah bingung ingin berbuat apa karena matanya sudah tidak bisa lagi dipejamkan.
Bella melihat tab keenan di meja nakas. Kemudian bella memainkannya dan menonton youtube.
Tapi batre dari tab keenan habis sehingga bella mengurungkan niatnya untuk menonton youtube dan meletakan kembali tab keenan itu.
Bella mengambil hp dibawah bantal. Kemudian bella membuka galeri foto. Bella melihat-lihat hingga kebawah.
Didalamnya terlihat ada foto bella dan keenan waktu akad nikah dulu yang dikasih tantenya, candid semua tidak ada yang fokus ke kamera, namun dengan melihat mereka berdua di foto seperti itu membuat bella jadi senang sendiri.
Cukup sebagai bukti kalau sekarang Bella sudah menjadi milik keenan dan sekarang hatinya bella menjadi berbunga-bunga ketika mengingatnya.
Lama bella melihat-lihat foto sambil senyam-senyum dalam hati, tiba-tiba keenan ambruk di sampingnya.
__ADS_1
"Hayoo lagi lihat apa?" kaget keenan, yang kemudian buru-buru bella menekan tombol power.
"Lohh kok dimatiin.." protes keenan.
"Bukan apa-apa.." sahut bella lalu tersenyum malu.
"Pelit.." ucap keenan sembari mencubit hidungnya bella dengan gemas, tidak sakit namun malah membuat bella tersenyum geli.
"Keenan pengen sarapan apa?" tanya bella berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Apa yaa?" keenan berpikir sejenak.
"Apa aja dehh hehe.." lanjutnya.
"Yaudah, aku masak dulu yaa sekalian nyuci baju.." pamit bella sambil menyibak selimut.
"Gue bantu deh.." sahut keenan yang juga beranjak turun dari tempat tidur.
Bella mengulas senyum lalu menganggukan kepalanya kearah keenan.
Keenan membantu bella merapikan tempat tidur sebelum bella ke dapur, keenan juga membantu mengumpulkan pakaian kotor dan membawanya ke mesin cuci.
Bella tersenyum melihatnya.
×××
Sekarang mereka berdua sedang menikmati sarapan berdua.
"Enyak.." puji keenan menyantap makanannya.
"Biasaa ajaaa.." ucap bella senormal mungkin, kaeena dia takut kegeeran.
"Hem, tetap aja enak" keenan antusias berlebihan.
Bella terlihat senang. Selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah, seperti hari-hari biasanya.
-Skip pulang sekolah-
Rencana mereka sepulang sekolah adalah belajar kelompok dan guru tidak menentukan anggotanya, jadi mereka bisa bebas memilih semaunya asalkan jumlah anggotanya ada lima atau enam orang.
Kelompok keenan terdiri dari, keenan, jovi, zakki, vira dan bella.
"Bagaimana kalau belajar kelompoknya di rumah keenan aja?" usul zakki, dia memang selalu asal dan tanpa pikir panjang dulu dan yang lain juga setuju saja.
Bella dan keenan tidak bisa menolah..
"Maen ps dulu yuk.." celetuk zakki.
"Boleh juga, ada game baru yang gue download kemarin.." sahut keenan.
"Gue nyoba dong" jovi tak kalah.
"Keenan malah ikut-ikutan, jadi belajar gak sih?" batin bella heran.
Mereka bertiga sibuk menggelar karpet laku mulai menyalakan playstation.
"Mereka ini, pasti otaknya cuma isi game" ucap vira terlihat kesal.
"Kita siapin cemilan aja yuu vir" ucap bella mengalihkan perhatian vira.
"Yaudah".
Bella dan vira ke dapur menyiapkan cemilan dan minuman.
Setelah semuanya lengkap, bella membawanya ke depan.
Keenan da yang lain asik bermain ps, bella hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"Kita belajar dulu aja Bell, abaikan saja mereka" ajak vira.
"Iya.." biarkan saja mereka, sudah mau ujian malah enak-enak.
Bella dan vira sudah sibuk dengan tumpukan materi buku yang akan diujikan di unnas nanti.
Bella memecahkan soal yang kira-kira sulit untuk dikerjakan terutama matematika, bella sadar kalau vira lebih pandai darinya kalau soal hitung-hitungan. Bella jadi meminta vira untuk mengajarkannya soal yang sulit.
Lama mereka berdua belajar.
Entah sejak kapan Keenan, jovi dan zakki menyudahi bermain ps dan sekarang mereka bergabung dengan bella dan vira yang sudah sibuk belajar sedari tadi.
"Duhh sulitnya matematika ini.." kesal zakki.
"Hehe yaa makannya belajar yang rajin.." sahut keenan cengengesan.
__ADS_1
"Gimana belajarnya, kalau gak tau cara ngerjainnya".
"Mana sini liat soalnya?" ucap vira menyahuti, zakki memberikan bukunya ke vira.
"Ohh ini dicari dulu x sama y nya.." jelas vira.
"Gimana?" zakki pun mendekat ke tempat vira.
Vira mengajari zakki mengerjakan soal tadi, ada hal baik juga mengadakan belajar kelompok seperti itu.
Jam menunjukan pukul 05.00 sore.
"Kita pulang dulu ya.." pamit zakki berada di mobil jovi.
"Bye bella, keenan" pamit vira. Mereka sudah berada di dalam mobil masing-masing.
"Iyaa hati-hati dijalan" setelah itu mobil mereka mulai melaju.
"Yuk masuk, kita beresin dulu semuanya" ajak keenan diangguki bella.
Selesai membereskan semuanya, bella duduk santai di sofa kemudian menyalakan tv.
Keenan pun ikut duduk disampingnya bella sambil bermain tab nya.
"Acara tv nya apa?" tanya keenan.
"Spongebob"
"Itu film anak kecil" cibir keenan.
"Seruu tauuu.." sahut bella tak kalah.
"Iyaa iyaa.." keenan tertawa ringan. Bella kembali fokus ke tv setelah filmnya diputar.
Saat memasuki iklan, Bella menoleh kearah keenan. Keenan fokus sekali dengan tab nya, bella penasaran.
Bella mencoba mendekat ke arah keenan ingin tau apa yang sejak tadi keenan lihat.
"Ada apa?" tanya keenan menyadari bella mendekat.
"Pengen liat juga.." ucap bella penasaran.
"Ohh, nihh.." keenan memperlihatkan tabnya pada bella.
Didalam tab nya keenan sedang membuat sketsa bangunan.
"Apa ini?" batin bella.
"Tauu?" tanya keenan seolah tau pertanyaan dalam otaknya bella. Bella menggeleng polos.
"Yaudah.." keenan menarik kembali tab nya.
"Lahh kirain mau ngasih tau.." batin bella.
"Keenan apa itu?" tanya bella sedikit menuntut. Tetapi malah didiamkan saja oleh keenan.
Mwahh..
Keenan mencium pipi bella sambil merangkulkan sebelah tangannya di leher bella, bella semakin deg-degan karena keenan mulai menguyel-nguyel pipi bella dengan hidungnya keenan.
"Belum saatnya, nanti gue tunjukin" bisik jahil keenan setelah melepaskan pipi bella lalu mencubitnya gemas.
Keenan mulai bermain rahasia-rahasiaan sekarang dan tingkahnya makin menjadi, sehingga membuat badannya bella cepat memanas dan perutnya terasa menggelitik.
Malam semakin larut, film Spongebob juga sudah berakhir.
"Keenan, belum ngantuk?" tanya bella pada keenan yang masih sibuk dengan tab.
"Betah banget.." batin bella.
"Sudah mau tidur?" tanya balik keenan, yang diangguki bella.
"Yaudah yuk" ajak keenan akan berdiri.
"Ehh kalau keenan masih pengen disini gapapa kok"
Keenan tersenyum sekilas, dia mematikan tv terlebih dahulu. Setelah itu meraih pergelangan tangan bella lalu membawanya ke kamar.
Setelah selesai ritual sebelum tidur, mereka berdua naik ke tempat tidur bersamaan dan berbaring di tempat masing-masing.
Lagi-lagi keenan masih sibuk dengan tab nya.
"Keenan.." panggil bella sambil menaikan selimut.
__ADS_1
"Tidur aja.." ucap keenan tanpa menoleh kearah bella, tapi tangan kirinya terulur mengelus kepalanya bella.
"Hmm yaudahlah, udah ngantuk juga" batin bella.