
Mereka semua kemudian melanjutkan malam itu dengan asik bermain dan berfoto ria.
"Nah sekarang, ayo cepet kalian berdua di foto" ucap bunda menyuruh pada keenan dan bella.
"Malesss ahh.." sahut keenan yang kemudian menoleh kearah bella.
"Ehhh cepet ayoo, kenang kenangan. Kapan lagi, ayoo cepet keenan!" tegas bunda pada keenan yang akhirnya mau untuk berfoto.
Keenan dan bella pun serasa canggung karena hanya mereka berdua yang harus siap untuk berfoto.
Sudah banyak berfoto kemudian keenan kembali duduk dan membuka ponselnya untuk bermain game.
Disisi lain bella melanjutkan berfoto bersama bunda dan juga isal, mereka seperti anak kecil sembari tertawa bahagia dengan tingkah konyol sewaktu isal di foto bersama bella.
×××
Setelah semuanya selesai akhirnya mereka semua kembali menuju villa.
"Jangan pada begadang yaaa.. pagi² kita main di oantai oke!" ucap bunda yang kemudian diangguki isal, bella dan keenan.
Sekarang semuanya sudah berada di kamar masing masing.
"Dek gimana sekolah?" ucap keenan tiba tiba kepada isal.
Isal menoleh kearah abangnya, "Tumben amat nanyain soal sekolah?"
"Yaa kali aja kamu di palakin lagi haha" ucap keenan tertawa.
Dulu pernah kejadian sewaktu isal baru masuk SMP, isal pernah dipalak oleh kaka kelasnya dan isal kemudian mengadu pada abangnya yaitu keenan. Keenan membereskan kaka kelasnya isal agar tidak memalak adiknya lagi. lalu hingga sekarang isal aman disekolah berkat keenan.
"Siapa sih bang yang berani malakin adeknya bang keenan haha" balas isal tertawa.
"Itu kaka kelas mu yang dulu oernah malah dia sekarang gimana? dia masih kelas 3 kan?" tanya keenan.
"Dia sekarang baik banget bang ke adek, malahan dia pernah ngasih jajan ke adek pas uang adek ketinggalan dirumah"
"Yehhh itumah malah balik malak kamu dee"
"Engga kok bang, dia sendiri yang ngasih. Terus katanya salam ke bang keenan"
"Ngapain di salamain anak cowo haha males banget"
"Iyaa jugaa, mangkanya adek gak ngasih tau abang"
"Ohh iyaa bang ada juga kaka kelas adek cewe namanya putri, dia sering nanyain abang mulu katanya abang keren" lanjut isal.
"Hahh siapa Putri? gak kenal abang" balas keenan yang kemudian merubah posisi nya menjadi duduk dan mendekati isal yang sama duduk di dekat meja sembari memainkan laptopnya.
"Ituuu kakak kelas adek, katanya dia sering liat bang keenan dulu kalo nganterin ade, terus katanya dia juga pernah ngobrol sama abang"
"Bentat abang inget inget dulu"
"Katanya pernah ngobrol di fotocopyan deket sekolah bang"
"Ohh iyaa abang inget, yang lucu itu yaa. Iyaa abang unget dia dulu mau beli pulpen ehh pulpen nya jatoh terus keinjek sama abang sampe patah haha, tapi abang beliin dia yang baru haha" lanjut keenan setelah mengingat cewe itu.
"Elahhh udah punya istri aja masih ganjen bang bang.." ucap isal yang kemudian melirik abangnya.
"Kasihhh salam balik dee dari abang buat putri hihi" serengeh keenan yang kemudian di pelototi isal.
"Bilangin kak bella baru tau rasa lohh!" balas isal mengancam.
"Hahaha becanda lah dekk"
__ADS_1
×××
Disisi lain bella yang sedang duduk sendirian di kamarnya, dia membuka ponselnya yang sedari tadi dia simpan untuk di charger.
"Kalau aku posting foto sama keenan di instagram bakalan marah gak dia yahh?" gumam bella.
Setelah berpikir lama akhirnya bella memutuskan untuk mempoating fotonya bersama keenan di instagram nya.
Didalam foto itu terlihat bella yang sedang tersenyum, dengan di belakang pundaknya ada tangan keenan yang merangkul bella, keenan pun terlihat tersenyum di dalam foto itu.
Setelah memposting, begitu banyak like dan juga komentar di postingan foto bella itu, dipostingan itu bella sengaja men tag keenan agar keenan daoat melihatnya.
"Keenan sedang apa yang saat ini?" batin bella.
Tiba² ponsel bella bergetar, dan sewaktu dilihat itu telpon dari Amar.
Bella tidak mengangkatnya karena takut ketahuan sama keenan. Namun telpon itu terus berbunyi, hingga akhirnya bella memberanikan untuk mengangkatnya.
Suara dari.
#Amar Bella kamu lagi dimana sama si brengsek itu?
#Bella hahhh!! siapa yang kamu sebut brengsek?
#Amar Itu si brengsek keenan, kamu lagi deket sama dia bell?!
#Bella Jaga yahh ucapan kamu! iyaaa aku pacarnya dia! sudah kamu jangan menelpon aku lagi.
#Amar Ngapain sihh bell kamu mesti pacaran sama si keenan!
#Bella Bukan urusan kamu!
Kemudian bella menutup telpon dari amar itu.
"Aduh mungkin gara² postingan itu yahh amar bisa tau, tapi gapapa yang terpenting sekarang dia sudah tau kalau aku sama keenan berpacaran" batin bella sedikit cemas.
"Aku haous aja kali yaa, mungkin bukan waktu yang pas buat postingan itu" lanjut batin bella setelah menghaous postingannya di instagram.
×××
Pagi hari pun tiba,
Bella yang sudah bangun kemudian bergegas untuk mandi, setelahnya dia beranjak pergi keluar kamar untuk menemui bunda.
Tibanya di dekat dapur, bella melihat bunda yang sedang membuat kopi untuk ayah.
"Pagi bunda.." ucap bella setelah berada didekat bunda.
"Ehh udah bangun kama sayang, pagi juga cantik" balas bunda yang kemudian menoleh kearah bella.
"Bunda lagi ngebuat apa bun?" tanya bella
"Inii ngebuat teh sama kopi, kopinya buat ayah sih. Kamu mau teh juga? atau kopi?" tanya bunda yang sedang mengaduk teh dan kopinya.
"Ehh gak usah bunda biar bella ngebuat sendiri aja bunda"
"Yaudah atuh sok, bunda juga udah beres ini"
"Iyaa bunda.."
Kemudian bella membuat teh, dan melihat bunda yang sedang menghampiri ayah di ruang tengah yang sembari menonton TV.
Setelah membuat teh nya, kemudian bunda memanggil bella untuk bergabung bersama bunda dan ayah yang sedang menonton TV.
__ADS_1
Bella pun menghampiri mereka.
"Sini duduk disini sayang" ucap bunda yang sembari mengarahkan bella untuk duduk di sampingnya.
"Iyaaa bunda.."
"Kamu pagi² gini udah cantik aja, jadi merasa ada saingan nih bunda sekarang hihi" goda bunda pada bella.
"Engga kok bunda biasa aja ahh hehe" malu bella.
"Bella suami mu sudah bangun apa belum?" tanya ayah yang sedang menyeruput kopinya.
"Kayanya belum deh, soalnnya tadi pas lewat kamar keenan belum ada suara kalau keenan dan isal udah bangun" balas bella yang kemudian menatap ayah yang mulai menyalakan rokoknya.
"Abang adek itu keduanya pasti begadamg semaleman yahh" ucap bunda.
"Iyaa kayanya susah dibilangin kalau anak cowo itu, tapi tumben mereka akur nda" tanya ayah pada bunda.
"Iyaaa mungkin udah lama juga adenya gak tidur bareng abangnya yahh, yaa jadi mereka akur deh, tapi gapapa sihh mending akur tuh anak"
Kemudian mereka bertiga mengobrol santai, yang sesekali bunda menceritakan masa kecil keenan dan juga isal yang sering beradu argumen bahkan berantem, namun keenan selaku mengalah karena dia yang sering dimarahi bunda dan juga ayahnya.
Bella tertawa, namun sedikit ada rasa kasihan juga mendengar cerita bunda.
Lamanya bercerita, tiba² Keenan menampakan batang hidung nya di depan mereka bertiga.
"Udah ngumpul aja nih pagi² hehe" ucap keenan yang melihat mereka bertiga sedang mengobrol.
"Tumben bangun jam segini kamu" ucap bunda yang melirik jam dinding menandakan jam 07.00 pagi.
"Udah lah gakuat tuh si adek ngorok nya kenceng banget" ucap keeenan yang kemudian asal menyeruput teh yang ada di meja.
"Ehh ehh ehh itu punya bella main seruput aja!" ucap bunda yang menoleh kearah keenan yang sedang menyeruput teh milik bella.
"Ehh gapapa ko bunda, bella ngebuat lagi aja" sahut bella memotong pembicaraan bunda.
"Tuhh kata bella juga gakpapa kok bunda, iyaa kan bell" ucap keenan yang kemudian menoleh kearah bella.
"Hehe iyaa gapapa kok nan"
"Dasar ini anak yaa, liat coba yahh kelakuannya" ucap bunda mengadu pada ayah.
"Lain kali kamu gaboleh gitu jangan disamain sama dirumah nan, sekarang kamu udah jadi suami. ngerti kan" tegas ayah pada keenan.
"Iyaaaiyaaa yahh, orang kirain tadi teh nya buat keenan hehe"
×××
Jam pun menandakan jam 09.00 pagi,
Setelah mereka semua sarapan pagi, kemudian mereka melanjutkan untuk pergi ke pantai untuk bermain sebelum pulang.
Setelah asik bermain, hingga lupa waktu kemudian mereka kembali ke villa untuk beres beres dan pergi pulang.
Diperjalanan pulang semuanya hening tidak ada yang mengobrol, karena mungkin capek mereka tidur terkecuali keenan dan ayahnya yg sedang menyetir.
"Nan gimana kamu udah sayang sama bella kan" ucap ayah tiba² memulai pembicaraan.
"Hehe dia manis yahh, dia perlakuin keenan baik banget udah kaya bunda aja" sedikit pelan keenan berbicara karena malu.
"Jadi udah sayang dong?"
"Bangett yahh hehe, udah ahh jangan bahas itu jadi malu keenan" serengeh keenan.
__ADS_1
"Dasar nih anak awalnya aja gak mau haha" ucap ayah.
Tak terasa akhirnya mereka pun sampai dirumah bunda.