
Seseorang yang melihat bella mengusapkan tisu ke dahi keenan adalah Vira..
Bella dan keenan sudah tidak ada ketika Vira mencoba mengejar mereka.
Keenan? Bella? ada hubungan apa mereka kok kelihatannya mereka dekat sekali, batin vira.
Di perjalanan menuju rumah.
"Keenan.."
"Kenapa lagi.."
"Pengen eskrimm bolehh?" pinta bella.
"Kok gak sekalian tadi waktu belanja?" ucap keenan sedikit mengeluh rasa lelah juga mempengaruhi emosinya.
"Lupa... yaudah gausah, gajadi!" balas bella datar.
Keenan mendengar nada kecewa yang keluar dari mulutnya bella.
Setelah itu tidak ada obrolan dari keduanya, hening dan suasana itu tidak lama berubah saat keenan berhenti di deoan mini market.
"Kalau mau eskrim ayo sekalian isi kulkas biar gak kosong.." keenan membuka pintu mobil kemudian turun.
Mendengar ajakan dari keenan membuat mood bella menjadi naik. Dengan cepat dia menyusul keenan yang sudah berjalan.
"Makasiiii keenan.." ucap bella senang sekali membuat keenan tertawa dalam hati.
Setelah membeli eskrim dan minuman dingin mereka kembali ke mobil.
Keenan dan bella terlihat bahagia sampai tidak sadar kalau mereka berjalan dengan bahu hampir menempel saking dekatnya.
Saat bersamaan seseorang datang bersama adiknya, itu zakki yang kebetulan dia melihat mereka berdua yang baru saja masuk mobil.
"Keenan sama bella ngapain? keenan tadi bilang ada acara keluarga.. gue di bohongin kah?" batin zakki bertanya tanya.
"Jadi itu alesannya" gumam zakki menahan emosi.
×××
"Aku harus lebih awal, mulai sekarang aku harus selalu masak sendiri, gak mungkin kita beli di luar terus menerus". batin bella
"Yeayy jadi hari ini untuk sarapan akhirnya beres meski cuman nasi goreng sih hehe" gumam bella di dapur.
Selesai memasak di dapur bella langsung mandi, sebelumnya bella membangunkan keenan dahulu sambil menyiapkan baju sekolahnya.
"Pinter banget masak.." ucap keenan.
Bella langsung menoleh kearah keenan yang sudah mandi dan memakai seragam sekolah.
"Iyaa hehe.."
Mereka pun sarapan bersama, hingga keenan berbicara "Selalu enak masakannya".
"Makasih.." balas bella menahan senyum.
Selesai sarapan mereka pun berangkat, seperti biasanya bella meminta turun di depan gerbang sekolah.
Keenan melangkah menuju kelas diikuti bella dari belakang.
"Bella.." panggil vira membuat bella menoleh.
"Haiii.. pagi vir" sapa bella.
"Pagi jugaa.. wah rajin pagi² udah sampai"
"Yeee.. sudah biasa kali vir" ucap bella tersenyum.
Pelajaran pun dimulai dengan datangnya guru dari balik pintu kelas.
Tak lama, bell istirahat berbunyi.
"Aku ke perpus sama vira" pamit bella pelan kepada keenan.
Keenan mengangguk mengiyakan karena vira sudah menunggu bella di depan kelas.
__ADS_1
"Belm duduk disitu yuu.." tunjuk vira di sebuah kursi taman dekat perpus.
Bella sedikit bingung yang katanya mau ke perpus malah duduk di taman.
"Bell.."
"Iya..."
"Kemarin.. gue liat lu belanja di supermarket sama keenan, kalian sangat dekat ya hehe"
Bella langsung kaget, hingga dia tidak bisa mengucapkan apa².
"Euh.. anu.. itu" hendak bella mencari alasan.
"Kalian berdua ada hubungan apa?"
"Eh.."
Vira masih setia menunggu jawaban dari bella.
"Padahal bell gue pikir lu memang sahabat terbaik gue walaupun belum lama kita kenal satu sama lain, tapi gue udah nyambung sama lu bell" ucap vira sedih.
Bella pun bingung, dia juga sedih dan memang berat baginya harus menutupi semuanya apalagi dari sahabatnya.
"Maaf yaa, gue gak bermaksud ikut campur. Hehe lupain aja bell" ucap vira lalu berdiri.
"Maaf, gue minta maaf keenan, gue gak mau kehilangan sahabat gue" batin bella sembari menutup matanya.
Hingga bella memberanikan diri.
"Vir.." panggil bella, dan vira pun menoleh.
"Nanti pulang sekolah mampir dulu kerumah gue yaa, gue bakal jelasin semuanya" ucap bella dengan nada sedikit menyesal.
Vira kemudian duduk kembali sambil menatap bella penuh tanda tanya..
"Semuanya.. Maksudnya bell?"
"Nanti viraa" sahut bella membuat vira berpikir.
"iyaa janji!" jawab bella seketika membuat vira tersenyum manis.
Bagi bella, vira adalah sahabat sekaligus teman pertamanya di sekolah ini, dan bella begitu tidak mau kehilangan vira bagaimana pun itu.
Hingga mereka berdua melanjutkan pergi masuk ke perpus. Mereka mengambil beberapa buku untuk di baca dan di pelajari, lalu..
"Aku cari² ke kelas taunya malah disini hehe" ucap Amar yang menghampiri bella dan vira.
"Ehh, ada apa yaa?" jawab bella sedikit kaget dengan kedatangan amar.
"Kamu kemana aja sih? aku chat kok gak di balas? kamu sakit?" ucap amar yang kemudian menempelkan telapak tangannya ke dahi bella.
Bella dan vira terkejut ketika Amar berbuat seperti itu.
"Ehhh aku jarang pegang Hp soalnya"
"Ohh pantesan"
"Iyaaa.."
"Bella sore ini jalan yuk" ajak amar tersenyum.
"Maaf, sore ini aku mau pergi sama vira, yakan vir" jawab bella yang diangguki vira.
"Yahh kalo gitu malam minggu nanti aja oke, dadah bella aku duluan. Balas yaa chat dari aku, terus itu follback juga intagram ku yahh" ucap amar yang kemudian pergi meninggalkan bella dan vira.
"Kayaknya si amar suka deh sama lu bell" sahut vira.
"Hushh jangan gitu ahh haha" jawab bella.
Di tempat lain,
Tiba² zakki berdiri meninggalkan keenan dan jovi.
"Zakki kenapa jov?" tanya keenan.
__ADS_1
"Gatau juga gue.. matung terus tuh anak dari tadi, gue juga heran" jawab jovi.
Setelah selesai makan, keenan dan jovi mencari keberadaan zakki.
Keenan mencatinya ke lapangan belakang sekolah tidak ada.
"Bro, liat zakki?" tanya jovi ke salah satu teman kelas yang kebetulan lewat.
"Zakki? kayaknya tadi dia jalan ke lantai atas sekolah deh"
"Oke thanks bro" ucap jovi.
Akhirnya mereka berdua menuju tempat tersebut, setelah berjalan melewati beberapa kelas dan akhirnya mereka sampai di lantai atas rooftop sekolah. Dan benar saja disana zakki sendirian, sambil merokok.
"Woii ngapain sih kemari, lu mau bunuh diri hah hahahah" ketawa keenan dan jovi.
Zakki membuang puntung rokoknya lalu berdiri beranjak menuju kearah keenan dan jovi.
Zakki berdiri tepat di depan keenan.
"Lu punya masalah?" tanya keenan dengan nada bersahabat.
"Jadi gini lu sekarang?!" zakki memalingkan wajahnya.
Keenan kebingungan dengan apa maksud perkataan zakki.
"Maksudnya apaan?"
"Lu bilang kemarin ada acara keluarga tapi kenyataanya?"
"Hahhh..?"
"Emang gue buta? kemarin ku jalan kan sama bella"
Keenan kaget, mengapa zakki bisa tau.
"Kenapa? Kaget?" tanya zakki meremehkan.
"Gue kemarin ngajak lu baik² supaya kita bisa kumpul kaya dulu, tapi apa?"
"Kemana ucapan lu yang kemarin? Acara keluarga bullshit.." ucap zakki yang menyulut emosi keenan.
"Jadi lu pacaran sama bella dengan seenaknya lu ninggalin kita, lu anggap kita apa selama ini hah? pertemanan kita mau hancur gara gara cewe?" lanjut zakki dengan suara meninggi.
Sekejap keenan menundukan kepala, kemudian "Gue akan jelasin, datang ke rumah gue sepulang sekolah" ucap keenan.
Zakki pergi diikuti jovi.
"Lu yakin?" tanya jovi sebelum dia pergi.
"Zakki juga sahabat gue jov, gue gak mau semuanya rusak gara² masalah ini".
Jovial tersenyum menepuk pundak keenan.
Keenan memasuki kelas ketika bel sudah berbunyi. saat mereka masuk, ternyata zakki sudah duduk disana dan keenan datang. Tidak ada sahutan darinya.
Keenan masih memikirkan, hal tadi dan tanpa sadar ternyata bella sudah duduk di sampingnya.
"Keenan.." bisik bella
"Kenapa?"
"Ehh gajadi, nanti aja dirumah"
"Ehh dasar.."
Pelajaran pun kembali dimulai menguras seluruh tenaga dan pikiran, apalagi setelah ini mereka akan menghadapi ujian nasional.
Bel pulang pun berbunyi, vira menghampiri bella.
"Bell nanti gue kerumah lu yahh, sekarang gue mau anter mama dulu, bentaran kok" ucap vira.
"Iyaa virr, itu alamat rumah gue udh gue kirim yaa di wa" sahut bella tersenyum.
Lalu seperti biasanya keenan dan bella pun pulang bersama.
__ADS_1