
Perjalanan demi perjalanan hingga akhirnya mereka semua tiba ditempat yang dituju saat matahari tepat sejajar diatas kepala, yang artinya belum terlalu sore.
Setelah melalui jalan kecil, Bunda menyuruh berhenti dan tepat didepan mereka ada sebuah rumah besar.
"Ini rumah siapa?" tanya keenan.
"Ini Villa kali bang, gitu aja gak tau" sahut isal
"Ngetes doang.." sewot keenan dibalas pelototan isal.
"Kita menginap disini?" ucap ayah.
"Yaudah ayoo semua masuk" ajak bunda.
Setelah masuk kedalam villa. Bunda membagi kamar mereka masing masing.
"Ndaa, isal sama Abang yaa" ucap isal memohon.
Bunda menoleh kearah isal heran.
"Yaa bang boleh ya? kita sekamar bang" isal merengek kepada keenan.
"Adekk, kamu taukan kalau abangmu itu sudah menikah" tanya ayah.
"Iyaa sayang, suami istri itu harus sekamar" ujar Bunda dengan lembut.
"Isal tau yahh ndaa.. tapi kapan lagi bisa tidur sama bang keenan kalau gak sekarang" isal terlihat sedih.
Bella menatap keenan kemudian seperti memberikan kode kalau keenan harus bagaimana.
"Hadeuhh kenapa Abang yang harus mengalah? Adeknya kapan?" batin keenan.
"Yaudah. Kita sekamar, kurang baik apa coba?" ujar keenan, yang tidak tega membiarkan isal sedih padahal sedang liburan.
"Beneran bang?" tanya isal dengan wajah berbinar.
"Iyaaa iyaa.."
"Yee.. kak bella ngijinin kan?" ucap isal ke bella.
"Iyaa gapapa dek hehe" ucap bella.
Setelah itu mereka membereskan barang masing masing, Bella sekarang sendirian karena keenan beda kamar.
Villa nya begitu sangat bagus, disetiap kamar pemandangannya langsung menghadap laut. Interiornya juga tak kalah mewah, tempatnya pun strategis di bibir pantai dan juga fasilitas didalamnya tak kalah mewah.
Selesai beres-beres, keenan berniat pergi untuk melihat sekeliling. Namanya juga penasaran di tempat baru.
Bella pun sama setelah selesai membereskan kamar, dia beranjak keluar.
Udara disana panas namun hembusan angin yang membuatnya menjadi sejuk, dan sekarang bella sedang duduk di ayunan yang terbuat dari rotan tepat disamping kolam renang halaman depan Villa, darisana dia bisa melihat hamparan laut biru yang luas.
"Gak cape?" tanya keenan yang datang menghampiri bella.
"Enggak" sahut bella lalu tersenyum sekilah kearah keenan.
Keenan kemudian duduk diayunan disamping bella. "Mau jalan-jalan?" ajak jeenan membuat bella menoleh kearahnya.
"Kemanaa?"
"Yaaa jalan-jalan aja daripada disini bosan" ucap keenan.
"Yaudah.."
"Oke tapi beneran kan gak cape?"
"Enggak keenan.. capeknya udah ilang" ucap bella sambil tersenyum.
"Oke, yuk.." keenan ikut tersenyum kemudian meraih tangan bella, lalu membawanya pergi.
Mereka jalan-jalan menuju kearah pantai, jaraknya lumayan dekat dengan villa yang ditempati.
__ADS_1
Pengunjung yang datang cukup banyak, disekitar jalan menuju pantai terdapat sebuah pasar yang menjual berbagai pernak pernik khas pantai.
Sungguh menggiurkan, bella rasanya ingin membeli sesuatu soalnya banyak barang lucu dan menarik hatinya.
Keenan juga sama tertarik dengan barang lucu, diapun berbelok ke toko penjual aksesoris.
"Keenan mau beli apa?" tanya bella tetapi keenan diam saja.
Keenan lalu menghadap kearah bella.
Tiba-tiba dia memakaikan sesuatu di kepalanya bella, sebuah topi khas pantai berwarna coklat dengan pita berwarna merah.
Keenan memperhatikan bella, "Cocok" ucap keenan dengan senyuman simpul.
"Keenan.." panggil bella ingin bertanya.
"Dipakai yaa, biar enggak kepanasan" ucap keenan masih dengan senyuman.
Bella hanya mengangguk saja, Keenan begitu sangat perhatian padanya.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan, tapi belum lama berjalan tiba² keenan berhenti lalu mengecek ponselnya.
"Sepertinya kita mesti balik, Bunda nyariin nih" ucap keenan.
"Yaudah balik aja".
Mereka kemudian kembali ke villa.
"Kalian kemana aja? baru juga datang udah ngilang gitu aja" tanya bunda.
"Kita kepantai nanti sore" sahut ayah.
"Kirain ada apa.." ucap keenan datar.
Isal datang dari kamar, dia sudah berganti pakaian.
"Adekk ditinggalin" ucap isal ngambek.
"Kak bella renang yuu!" ajak isal penuh harapan.
"Ayolah kak, yaa?" lanjut isall memohon.
Bella menatap keenan sekilas, dia malah tersenyum aneh.
"Yaudah tapi bentar yaa.." kemudian bella pamit ke isal untuk berganti pakaian.
"Iyaa cepet kak.. adek tunggu di kolam renang" ucap isal tidak sabaran.
Belka berganti pakaian, menggunakan legging renang warna putih selutut dan kaos pendek warna hitam sepaha punya keenan, karena bella lupa tak membawa kaos.
Sampai di kolam renang ternyata isal sudah asik berenang kesana kemari.
"Ayoo kak, seger banget airnya hehe" ajak isal begitu melihat kedatangan bella.
"Iyaaa.." bella mengangguk.
Bella kemudian langsung berjalan ke bibir kolam. Lalu turun ke air pelan² sambil memegang pinggiran kolam renang karena takut tergelincir.
Mereka berdua berenang begitu asik nya kesana kemari yang sesekali bermain air mereka terlihat tertawa bahagia. Sedangkan keenan dia hanya melihat istri dan adiknya yang begitu akur dan juga bahagia.
×××
Malam pun tiba, semuanya sudah siap pergi kepantai, sesuai janji bunda tadi kalau nanti malam akan pergi ke pantai.
Mereka berjalan ke pusat kuliner yang berada di pinggir pantai, lalu bunda mengajak semuanya mampir sebentar ke toko yang menjual barang unik homemade.
Mereka berpencar untuk melihat lihat, bella melirik kalung liontin panda yang begitu lucu, namun dia malu malu saat mau mengambilnya.
"Kamu mau beli apa sayang?" tanya bunda tiba² disamping bella.
"Ahh.. enggak nda.." jawab bella sungkan.
__ADS_1
"Gak perlu malu, kamu anak bunda juga. Mau kalung itu?" tanya bunda.
"Engga usah nda" sahut bella menggeleng cepat.
Hingga akhirnya setelah selesai di toko itu mereka keluar dan langsung menuju restoran yang dipilih bunda.
Mereka mendapat tempat disebuah gazebo, bunda yang memilihnya karena unik dan langsung menghadap ke pantai dengan ombak yang menggulung.
Selanjutnya menikmati hidangan dengan suasana kekeluargaan yang hangat, hal yang begitu diharapkan sedari dulu oleh bella. Akhirnya sekarang bella bisa merasakannya kembali.
Bella terkejut, tiba² saja keenan sudah di sampingnya dan memakaikan sebuah kalung terpasang cantik di lehernya bella.
"Ini kan kalung panda tadi.. kenapa bisa.." batin bella.
"Lain kali kalau mau sesuatu jangan cuma diam bilang aja" bisik keenan setelah dia memasangkan kalung pada bella.
Bella terlihat sangat senang sekali.
"Terimakasih keenan" batin bella sambil menatap keenan yang sudah kembali menyantap makanannya.
Setelah selesai makan, bella ikut bergabung dengan bunda dan isal yang asik berfoto ria. Sedangkan keenan dia pergi bersama Ayah.
×××
"Ada apa keenan?" tanya ayah
"Yahh.. keenan sadar sekarang sudah ada bella"
Ayah menyimak..
"Keenan juga sudah tau apa yang harus keenan lakukan sekarang. Dulu ayah menyuruh keenan untuk mengambil kuliah jurusan manajemen kan? Supaya bisa meneruskan perusahaan ayah" ucap keenan diangguki ayah.
"Maaf yah, sepertinya keenan berubah fikiran.."
"Terus?" tanya ayah.
"Keenan ingin melanjutkan kuliah teknik informatika, keenan berharap ayah bisa mengerti"
Ayah berpikir sejenak. "Apa sudah yakin?".
Keenan pun mengangguk pasti.
"Baiklah, lanjutkan apa yang sudah kamu rencanakan" ucap ayah.
"Benar?" tanya keenan bahagia.
"Iyaa, lagian ayah sudah tidak bisa memaksa kamu lagi"
"Tapi janji kamu harus bersungguh sungguh dengan apa yang menjadi pilihanmu, ayah ingin kamu serius mulai sekarang, apalagi kamu sudah memiliki seorang istri di usia muda, kamu juga masih memiliki masa depan yang lebih panjang dibandingkan ayah"
"Ayah akan selaku mensupport, selama itu baik untuk kamu"
"Makasih yah.." ucap keenan terharu.
"Terus bella?" tanya ayah melanjutkan yang tadi.
Keenan berpikir sejenak, memikirkan apa yang nanti akan dia lakukan kedepannya agar mereka bisa hidup mandiri. Membangun keluarga sendiri, mulai mencukupi kebutuhan bella dan kehidupannya sehari hari.
Keenan tidak bisa egois,
"Apa ayah mau bantu keenan? keenan ingin belajar menafkahi bella, bukan dari ayah seperti sekarang.."
"Hmmm sepertinya kamu sudah benar² dewasa yaa setelah menikah"
"Ayah akan bantu. Tapi ingat, jangan cepat mengambil keputusan, pikirkan semuanya dengan matang, jangan sampai kamu menyesal nanti karena semua resiko ada di tangan kamu".
"Keenan akan selalu mengingat ucapan ayah"
"Anak hebat ayah sudah besar"
Keenan bangga melihat ayah, yang dulu selalu memarahinya ketika nakal, menasehatinya ketika berbuat salah, ayah bekerja siang sampai malam demi keluarga, mengorbankan apapun demi kebahagiaan keluarga.
__ADS_1
Dan mungkin sekarang waktu yang tepat untuk keenan, membalas semua kebaikan ayah dengan caranya.