Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 47 (Desain Cafè)


__ADS_3

"Lagi liatin apa sihh serius amat" tanya keenan yang melihat bella sibuk memainkan ponselnya.


"Ihh kepo wleee" jawab bella dengan mengulurkan lidahnya.


"Kamu beneran mau ikut futsal nanti? Gimana kalo bolanya kena tangan?" Lanjut tanya bella mengalihkan perhatian.


"Engga bakalan kok sayang, orang tangan aku juga udah hampir sembuh tuhh hehe" tertawa keenan sembari menggerakan tangan kirinya yang patah.


"Iyaa aku gak ngelarang juga kok aku cuman ngingetin aja.."


"Ihh perhatian banget sihh istrinya keenan hihi" senyum keenan.


Bella blushing tersenyum mendengar perkataan keenan yang seperti itu.


×××


Sampai di rumah bunda,


"Assalamuallaikum.." ucap keenan dan bella setelah masuk.


"Waalaikumsallam.." balas orang rumah.


"Ehh kalian, sini sini bunda lagi mgebuat kue lohh nanti cicipin yaa" ucap bunda mengajak.


"Mauu dong ndaa.." jawab bella yang langsung menghampiri bunda setelah menyalami tangannya.


"Ndaaa ayah belum pulang?" Tanya keenan sesudah menyalami tangan bunda.


"Udah tuh lagi di ruangannya kali nan" jawab bunda.


Keenan pun pergi menuju ruangan pribadi ayahnya.


Tok.. tok.. tok..


"Yahh didalam? Ini keenan" ucap keenan. Setelah mengetuk pintu ruangan ayah.


"Sinii masukk.." balas ayah dari dalam.


Kemudian keenan pun masuk.


"Ada apa nih tumben mampir.."


"Ini yahh mau bahas soal cafè" ucap keenan yang sudah duduk.


"Ohh iyaa terus gimana? Udah sampe mana?" Tanya ayah mulai serius.


"Kalo untuk desain sih udah beres yahh tinggal di kerjakan aja membangun cafè nya.."


"Bagus coba ayah lihat design nya.."


Keenan pun memberikan harddisk yang didalamnya sudah terisi full desain cafè nya yang keenan buat sendiri.


Ayah pun melihatnya kurang lebih 15 menit.


"Mhhhh bagus sihh, udahh sipp oke nih tinggal di bangun" ucap ayah setelah melihat desain cafè di laptopnya.


"Beneran yahh.." antusias keenan.


"Iyaa bener udah rapih ini, jadi tempatmya udah fix kan yang di pusat kota yang dulu ayah beli itu?" Tanya ayah.


"Iyaa yahh hehe, nanti kalau udah balik modal keenan bayarim deh tanahnya hehe" serengeh keenan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hushhh gapapa, itu ayah beri buat kamu juga kan" ucap ayah.


"Iyaa sih yahh hehe tapi tetep aja malu keenan"


"Gausah malu kan abang juga masiii tetep jadi anaknya ayahh toh" ucap ayah tersenyum.

__ADS_1


Keenan hanya senyum senyum malu di hadapan sang ayahnya.


"Minggu depan biar ayah cari pegawai bangunan langganan ayah yaa untuk bangun cafè nya."


"Kira kira bakalan habis berapa yaa yahh?" Tanya keenan.


"Gausah mikirin itu, anggap aja ini kado ulangtahun kamu bang dari ayah" ucap ayah tersenyum.


"Ihh gamau yahhh, keenan udah gamau ngerepotin ayah terus" ucap keenan sedikit tegas.


"Bang selagi ayah mampu selagi ayah masih ada uang ayah bakalan selalu kasih buat keluarga ayah buat anak anak ayah, karna ayah bekerja juga bukan keluarga buat adek buat abang juga kan, jadi udah gausah sungkan ayah ridho kok ayah ikhlas ngasihnya juga kan" ucap ayah yang membuat keenan tertunduk karna bingung harus mengekspresikan semuanya bagaimana.


Tiba tiba keenan meneteskan air matanya di hadapan ayah, "yahh makasi yaa ayah emang ayah terbaik!" Ucap keenan lalu memeluk ayahnya.


"Iyaaa bang" ayah membalas pelukan anak paling besarnya itu dengan sangat penuh kasih sayang.


Terlihat dari mata keenan yang begitu sedih dicampur bahagia mendengar semua perkataan ayahnya.


"Tapi dengan syarat yahh.. semua furniture dan juga kebutuhan cafè biar keenan aja yang tanggung!" Ucap keenan setelah melepaskan pelukannya.


"Beneran? Kamu punya uangnya?" Tanya ayah.


"Ada yahh.. keenan mau jual mobil keenan yang itu terus mai di beliin ke yang lebih murah yah dan keenan sama bella juga masih punya tabungan yahh.. jadi kami mau pake tabungan itu" lanjut bicara keenan.


"Biar keenan bisa bertanggung jawab atas semua yang keenan lakuin, dan bella juga sangat mendukung apa yang keenan perbuat yahh" lanjut keenan.


"Hmmm iyaa selagi itu sudah di bicarakan sama istri kamu ayah setuju, tapi inget jika kurang jangan sampai kamu meminjam uang pada orang lain yaa, bilang aja ke ayah, ayah pasti akan bantu sebisanya" ucap ayah.


"Iyaa yahh pasti!"


"Anak ayah bener bener udah dewasa sekarang" ucap ayah tersenyum manis pada keenan.


Keenan hanya membalas senyuman ayahnya lalu memeluknya kembali sembari tak luput mengucapkan banyak banyak terimakasih pada ayahnya.


Keenan dan ayah keluar ruangan.


"Enakk gak sayang?" Ucap bunda setelah menawarkan kuenya pada bella.


"Mhhhh enakk dong bundaa, wanhi lagii bella suka.." ucap bella sesudah memakan sedikit potongan kue dari bunda.


"Yaudah nanti bawa aja kerumah yaa buat dimakan disana bareng keenan.." suruh bunda.


"Makasih bundaaaa.."


"Ohh iyaa bunda isal ada dirumah gak?" Lanjut tanya bella.


"Ada tuh palingan lagi main game dia di kamarnya" ucap bunda yang menunjuk kearah atas kamar isal.


"Kalo gitu aku ke isal dulu yah nda, ada yang mau di bicarain.." pamit bella.


"Iyaa sok keatas aja.." ucap bunda.


Bella pun kemudian beranjak pergi keatas ke kamar isal. Tibanya disana bella kemudian mengetuk pintu kamar.


Tok.. tok.. tok..


"Dee..." ucap bella dari luar kamar.


Cklek..


"Ehh kak bella, dari tadi kak?" Ucap isal yang sudah membukakan pintu kamar.


"Lumayanahh, kirain kakak isal lagi main diluar" jawab bella.


"Engga kok kak sepulang sekolah langsung pulang isal mah"


"Kakak sama bang keenan kesininya?" Lanjut tanya isal.

__ADS_1


"Iyaa tuh keenan lagi ngobrol sama ayah.." jawab bella.


"Ohhh iyaiya, ada acara apa kak nih tumbenan main kesini" tanya isal.


"Kakak mau ngomong ihh ke ade.." ucap bella mulai serius dan suaranya memelan.


"Hah ngomongin apaan nih kak?" Tanya penasaran isal.


"Jadi kakak mau nge surprise in keenan dek, trus kakak mau minta bantuan adek.." bisik bella


"Oalahh yaudah masuk kak kita ngobrol dikamar aja" ajak isal setelah mendengar ucapan bella.


Bella pun masuk kekamarnya isal, dan mereka berdua mulai berbincang mengenai ulangtahun keenan.


"Jadi gimana nih rencananya kak?" Tanya isal.


"Nahh itu masih kakak pikirin sih dee, sekarang kaka mau beli kado dulu aja buat keenan, menurut ade kado apa yaa yang keenan suka?" Tanya bella.


"Hmmm akhir akhir ini pas sama kakak, bang keenan sering ngobrolin apa?" Tanya isal.


"Kalo itu sihh keenan lagi maksa pengen beli vape dee, tapi kakak gasuka kalo keenan ngerokok" ucap bella sedikit melas.


"Yaudah kasih vape aja kak pasti bang keenan seneng dehh, vape mah beda kak sama rokok vape mah gaada nikotinnya gak berbahaya juga buat paru² adek pernah baca, trus temen sekolah adek juga udah ada yang punya vape" lanjut isal menerangkan.


"Hmmm beneran dek gak berbahaya?"


"Iyaaa kak nanti coba kakak baca baca lagi dinternet mengenai vape coba" ucap isal.


"Iyaa deh dee, tapi belinya dimana yaa ade mau anter kakak gak?"


"Ade tau kak belinya dimana, bolehh yuu mau kapan? Sekarang juga bisa adek mah hehe" serengeh isal.


"Iyaa sekarang dee kan dua hari lagi keenan ulangtahun takut gak keburu kalau di nanti nanti".


"Yaudah kalo gitu kakak tunggu dibawah aja, adek ganti baju dulu nanti adek nyusul kebawah" ucap isal.


"Okee dee sippp" ucap bella yang langsung pergi dari kamar isal, di balas isal dengan membuat tanda ok dengan jari tangannya.


Isal pun segera berganti pakaian, dan bella sudah menunggu di bawah.


"Ayoo kak.." ajak keenan yang sudah di depan bella.


"Bentar dee bilang dulu ke keenan.." ucap bella.


Keenan yang datang menghampiri bella dan isal. Isal pun menyalami tangan abangnya.


"Keenan aku sama isal mau keluar yaa mau kerumah temen.." minta ijin bella.


"Kenapa sama isal? Udah sama aku aja.." balas keenan heran.


"Ihh aku udah janji sama isal tuhh isal nya juga udah siap" tunjuk bella.


"Isshhh kamu mah ada ada aja ahh pake motor lagi, gaboleh ahh takut kenapa kenapa.." tegas keenan.


"Bentar doang ihhh keenan.." mohon memelas bella.


"Iyaa bang orang bentaran doang kok" bantu isal agar bella dapat ijin.


"Yaudah pake mobil abang aja, biar nanti abang minta jemput ke si zakki buat futsal mah" ucap keenan terpaksa.


"Jadi sekarang kita kerumah abang dulu?" Tanya isal.


"Iyaa kerumah dulu biar bella ganti baju dulu, masa mau keluar masih pake seragam udah sore gini.." lanjut keenan.


Mereka bertiga pun pamitan pada bunda dan ayah untuk pergi. Setelah menyalami tangan bunda dan ayah mereka pun berangkat pergi kerumah keenan.


Jangan lupa vote like nya yaa..

__ADS_1


>Salll<


__ADS_2