
"Keenan bangun.." ucap bella sembari mengusap kepala keenan.
"Hmmmmm iyaaa..."
Terlihat Bella yang sudah siap untuk berangkat sekolah, sudah rapih dengan seragamnya. Sedangkan keenan dia baru saja terbangun dari tidurnya.
"Cepett katanya mau sekolah" ucap bella.
"Iyaa ini udah bangun kok bell.." balas keenan sembari menguap.
"Yaudah sanaa siap-siap, aku beli sarapan dulu yaa kedepan komplek, ituu seragamnya udah aku siapin di meja komputer" ucap bella kemudian beranjak pergi.
Keenan hanya mengangguk terlihat lemas, kemudian dia segera siap-siap.
Tak lama kemudian kini mereka berdua tengah menyantap bubur di meja makan.
"Tangannya gak kena air kan?" tanya bella.
"Engga kok aku mandi cuman setengah badan hihi" serengeh keenan sembari menyantap buburnya.
"Hihhh jorok dasar, tapi gapapa sih daripada tangannya malah kenapa-kenapa yakann"
Selesainya sarapan mereka berdua kemudian berangkat pergi ke sekolah, seperti apa yang dikatakan bella semalam kalau dia yang akan menyetir.
Tiba di sekolah,
Bella memarkirkan mobil kemudian mereka berdua turun barengan untuk kali ini setelah sekian lama akhrinya mereka berjalan kearah kelas secara beriringan berdua.
Setibanya di kelas, semua teman-teman keenan dan bella kemudian mengerumuni kedatangan mereka, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sangat membingungkan, hingga keenan dan bella banyak menjawab sesingkat mungkin, namun semua temannya percaya.
"Pada akhirnya lord paduka kita kembali ke kelas, sembahh dong hehhh" teriak zakki pada semua teman-teman di kelasmya ketika melihat keenan sudah duduk di mejanya.
"Apaan siih lu bego!" ucap keenan yang baru saja duduk.
"Hahaha udah jangan dianggap dia nan. ngomong-ngomong gimana tuh tangan udah mendingan?" tanya jovi pada keenan.
"Udahh jov santai gue gk kenapa-kenapa kok segini mah kecil bagi gue haha" jawab keenan tertawa.
"Katanya si zakki kemarin malem kerumah lu nan? dasar gk ngajak gue dia" ucap jovi kembali.
"Iyaa tuh anak udah kaya tuyul aja tiba tiba dateng" balas keenan yang kemudian melirik zakki.
Disisi lain bella dan vira sedang mengobrol, terlihat begitu antusias bella dan vira dalam obrolannya, sepertinya menggosip.
Pelajaran pun dimulai,
Kring....
Bel istirahat berbunyi semua siswa berhamburan pergi kekantin, sedangkan keenan cs masih berada di dalam kelas, sementara itu bella pamit pada keenan dia ke kantin duluan bersama vira.
"Nann aku ke kantin yaa sama vira.." bisik bella di sebelah keenan.
"Iyaaa sok"
Kemudian bella pergi disusul vira dari belakang.
"Jadi sekarang rencana kita gimana nih?" ucap zakki tiba²
"Rencanaa apaan?" tanya keenan bingung.
"Soal si amar? biar kita berdua aja yang urus tangan lu kan masih sakit" lanjut jovi menerangkan.
"Sebenernya gue juga kesel sih, inginnya gitu gue juga habisin dia.. cuman yaa lu pada tau sendiri kan soal gue masih bisa tetep sekolah disini, kalo gue bertingkah lagi gue pasti keluar" ucap keenan.
"Iyaa juga sih, taoi gue udah memperhitungkan itu nan" ucap zakki.
"Jadi kita sikat dia sepulang sekolah aja, jangan di lingkungan sekolah, bener kan jov" lanjut zakki.
"Boleh juga kii, tapi gue gimana intruksi si keenan aja lahh" balas jovi.
"Udah udahh untuk sekarang biarin dulu aja, kalo tangan gur udah sembuh, kedepannya gue pikirin lagi" ucap keenan.
"Bukannya gue takut cuman ya lu pada tau sendiri kan sekarang gue udh punya istri tinggal berdua lagi, kalo kita sikat si amar sekarang.. gimana kalo dia sama geng nya nyerang rumah gue, gue sih gamasalah cuman bella.." lanjut keenan.
Zakki dan jovi spontan melihat keenan yang sudah begitu berubah banyak setelah menikah, keenan terlihat begitu dewasa dan berpikir panjang untuk melakukan sesuatu, zakki dan jovi hanya bisa terdiam ketika mendengar itu.
"Sudah lahh mending kita ke kantin aja" ajak keenan pada dua sahabatnya.
"Ayoo gassss" ucap zakki diangguki jovi.
Keenan cs pun beranjak pergi ke kantin, hingga akhirnya mereka sudah sampai di tempat biasa.
__ADS_1
Jovi pergi memesan Mie Ayam langganan, sedangkan zakki dan keenan sudah duduk di meja mereka.
×××
Jovi datang dengan membawa nampan diatasnya ada 3 mangkuk mie ayam beserta kerupuk, dan juga minuman dingin.
"Nihh cepet makan" ucap jovi setelah menurunkan semua makanannya.
"Okeee makasi jovv" ucap keenan dan zakki.
Mereka pun melanjutkan makan diselingi obrolan obrolan aneh seperti biasanya.
Setelah makan zakki mengeluarkan bungkus rokok di saku belakangnya.
"Rokok rokok nihh nan jov" tawar zakki menyodorkan rokok pada keenan dan jovi.
"Siappp" jovi langsung membawa bungkus rokok itu dan mengambil satu batang rokok.
"Gue skip yaa" ucap keenan.
"Lahhh kenapa? tumben amat nihh" ucap jovi sembari menyalakan rokoknya.
"Hihihi Suami takut istri biasa jov hahah" ledek zakki pada keenan.
"Maksudnya gimana kii? gaboleh ngerokok dia sama bella atau gimana?" tanya penasaran jovi.
"Iyaaa jadi si bella tuh gasuka ngeliat si keenan ngerokok, jadi yaa gitu takut sama istri" jawab zakki sedikit cengengesan.
"Teruss kii ayoo terus ejekin gue aja terus, mau gue sentil lu" ucap keenan sedikit emosi.
"Lahh hahahaha seorang keenan akhirnya bisa takluk dan tunduk juga haha" tertawa jovi di barengi zakki.
"Kata siapa hahh? gue berani kok ngerokok cuman lagi gak mood aja" ngeles keenan.
"Kalo berani, nihh cepet rokoknya nyalain dong" ucap zakki menyodorkan.
"Siniii siniiii"
Keenan pun mengambil satu batang rokok dan menyalakannya.
Disisi lain, bella dan vira sedang makan bakso di kantin. Bella pun bercerita kepada vira persoalan sekolah, dan juga masalah keenan.
"Ohh jadi gitu, gapapa lah yang penting kalian berdua masih ada disini hehe" ucap vira setelah mendengarkan bella bercerita.
"Ohh iyaa vir keenan kemana yaa tumben gak kekantin?" tanya bella sembari melihat sekeliling kantin.
"Udah pasti di tempat biasa mereka bell, mau kesana?" ajak vira.
"Abisin dulu deh makannya baru kita kesana" lanjut vira.
"Iyaa vir"
Mereka berdua pun selesai menghabiskan makanannya, bella kemudian memesan minuman lalu pergi bersama vira untuk menemui keenan dan yang lainnya.
Di perjalanan bella berpapasan dengan seorang siswi perempuan yang baru pertama kali dia lihat. Perempuan itu senyum terhadap bella dan juga vira.
"Virr siapa itu?" tanya bella.
"Gatau gue juga bell berasa baru kali ini gue liat dia"
"Murid baru kali yaa?"
"Iyaa kayaknya murid baru dehh, soalnya dia pergi ke kantor tuhh" ucap vira sembari menunjuk kearah kantor guru.
Sebelum sampai ke tempat keenan, dari kejauhan bella menerawang.
"Virrr virr liat itu keenan ngerokok yaa?" tanya bella pada vira.
"Manaa? Ohh iyaa mereka pasti lagi pada ngerokok"
"Dasarrr itu anakk!!!" gerutu bella, lalu berjalan lebih cepat.
"Lahh kenapa?" tanyaa vira yang diabaikan bella.
Vira dan bella pun akhirnya sampai ditempat keenan, mereka berdua memergoki keenan dan yang lainnya sedang asik merokok.
"Bagusss yaaa..!" ucap bella diarah belakang keenan.
"Ehhhh bellaaaa" sontak keenan kaget lalu memberikan rokok nya pada zakki.
"Udah abis berapa rokok kamu?!" tegas bella.
__ADS_1
"Aku gak ngerokok itumah punya si zakki, bener kan kii?" panik keenan padahal zakki sedang merokok juga.
"Euhhh iyaiyaa ini punya gue kok bell" ucap zakki sembari mengacungkan dua batang rokok yang masih menyala di kedua lengannya.
"Sejak kapan zakki ngerokok sampe dua gitu!" tegas bella.
"Sejakk barusan tadi ehh kemarin ehh dari duluu" gelagapan zakki sembari melirik keenan dan jovi.
"Akuuu gasuka yaaa kamu ngerokok lagi!" tegas bella pada keenan.
Semuanya terdiam mendengar ucapan dari bella tak ada yang bersuara. Zakki terlihat panik melihat bella yang sedang marah, sedangkan jovi dia langsung membuang rokok nya dan keenan hanya tertunduk di depan bella.
"Ayooo jujur kamu!" tegas bella pada keenan.
"Nann udahlah jujur aja takut gue" bisik zakki di samping keenan.
"Iyaaa jujur aja nan daripada luu tidur diluar nanti" bisik jovi juga.
"Iyaaa iyaaa aku tadi ngerokok cuman satu batang kok, abisnya sepet aja udah makan mie ayam jadi ngerokok" ucap pelan keenan.
"Ini yang terakhir kalinya yaa! kalo masih gini terus aku gabakalan mau lagi bilangin kamu!" tegas bella yang diangguki keenan.
"Kalian jugaa terutama kamu zakki, kan semalem udah aku bilangin kalau keenan gaboleh ngerokok" ucap bella pada zakki.
"Euhh iyaaa bell, gue juga udah memperingatin keenan supaya dia gak ngerokok tapi malah ngeyel.." balas zakki.
"Ehh ehhh luu tadi yang maksa gue supaya ngeroko, bener kan jov?" pembelaan keenan.
"Iyaaa gue juga sama tadi..." lemas jovi.
"Habisnya kasian bell masa kita berdua ngerokok terus keenan enggak" lanjut jovi.
"Pokoknya keenan gaboleh ngerokok, kalo kalian mau ngerokok yaa jangan ajak keenan" ucap bella.
"Iyaaa deh iyaa kami minta maap, lain kali gaakan nawarin keenan ngerokok lagi dehh.." ucap zakki dan jovi.
Keenan hanya menunduk lesu seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya.
"Udah ahh yuu kekelas bell bentar lagi masuk" ucap vira pada bella.
"Iyaa ayoo, kalo gitu kita duluan kekelas kamu cuci tangan duku sebelum masuk biar gak bau rokok" ucap bella lalu pergi dengan vira untuk ke kelas.
Takkk...
"Kann apa gue bilang" ucap keenan lalu menjitak kepala zakki.
"Anjirrr sakit bego" keluh zakki.
"Pantes luu bener bener berenti ngerokok nan, takut gue liat si bella marah" ucap jovi.
"Lu malah mojokin gue bego" ucap keenan pada zakki.
"Iyaa jovv mangkanya gue takut kalo dia udah marah.." lanjut keenan pada jovi.
"Udahh ahh yuu masuk.." ajak zakki.
Zakki dan jovi pun beranjak pergi ke kelas, sedangkan keenan berbelok dulu ke toilet untuk membersihkan tangannya agar tidak bau rokok.
"Kalian duluan yaa, gue ke toilet dulu" ucap keenan diangguki kedua sahabatnya itu.
Setelah membersihkan tangannya keenan melanjutkan untuk pergi ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Di tengah perjalanan ke kelas secara tidak sengaja keenan menabrak seseorang.
"Aduhh.." ucap perempuan itu yang terjatuh.
"Ehhhh maap maap" keenan langsung membantu perempuan itu untuk berdiri.
Siapa dia? perasaan baru liat.. Cantik lagi -batin keenan.
"Iyaa gapapa.. makasih yaa"
"Beneran gak kenapa kenapa? maap yaa soalnya tadi rusuh mau masuk kelas.." ucap keenan setelah membangunkan perempuan itu.
"Ohh iyaa kamu murid baru?" lanjut keenan bertanya.
"Iyaa aku murid pindahan.."
"Pantesan baru kali ini ngeliat kamu"
"Kenalin gue keenan.." lanjut keenan sembari menyodorkan tangannya.
Belum sempat menjabat tangan keenan perempuan itu dipanggil oleh ibu sinta diarah kantor.
__ADS_1
"Aku pergi dulu yaa.." ucap perempuan itu.
Lahhh belum juga ngejawab udah pergi aja, dia masuk ke kelas mana yaa? tanya keenan dalam hatinya. Keenan pun pergi berlari ke kelas karna sudah telat untuk masuk.