
Setelah kelelahan Keenan, kini Bella menutupi tubuh keenan dengan selimut baru yang di ambilnya dari dalam lemari.
Tiba-tiba hp keenan berbunyi, terlihat nama jovial tertera disana.
Bella mengangkat telpon tersebut.
Jovial# Hallo nan.. nann lu dimana sekarang?
Bella# Ini bella, keenan udah tidur sekarang kita udah dirumah.
Jovial# Ohh ini bella, itu gimana.. keenan baik² aja kan?
Bella# Iyaa.. tadi udah aku bawa ke puskesmas dan sekarang dia lagi istirahat.
Jovial# Syukurlah.. tapi bell, sepertinya semuanya sudah tau karena gue denger sendiri percakapan mereka.. Kita telat gak sempet nolong kalian
Bella# Aku takut.. tapi mau bagaimana lagi mungkin memang sudah waktunya...
Jovial# Jangan takut bell selagi ada keenan disamping lu, gue yakinn masalah ini akan beres.. sekarang ini si amar lagi di sidang guru..
Bella# Iyaaa jovii.. makasi yaa udah hawatirin keenan.
Bella melirik Keenan teduh.
Dia sudah membuat keenan seperti ini dan akuoun tak terima, amar mesti di beri pelajaran yang setimpal! batin Bella.
Jovial# Mungkin besok kalian juga bakalan disidang, ini masalah serius apapun bisa terjadi.
Bella# Iyaa jovi, aku gaakan lari.. apapun masalahnya harus kita hadapi.
Jovial# Baiklah gue mau kasih tau zakki dulu.. salam yaa buat keenan kalo dia udah bangun.
Bella# Oke, thanks jovi.
Jovial# *Yoii..
Tuttt*.... Telpon terputus.
Bella meletakan kembali hpnya keenan, saat itu juga giliran hpnya yang berbunyi. Bella membaca nama yang tertera di layar. Vira,
Bella# Hallo vir..
Vira# Halooo.. Bella, keenan baik baik aja kan?
Bella# Alhamdulillah membaik vir, sekarang dia lagi tidur.
Vira# Alhamdulillah gue bener bener khawatirin kalian.
Bella# Makasih sudah khawatirin keenan, sekarang bagaimana keadaan sekolah?
Vira# Itu yang sekarang ingin gue bicarain sama keenan, tapi karena keenan tidur jadi sama aja lah ke lu juga bell.
Bella mulai menyimak pembicaraan Vira.
Vira# Besok kalian akan di sidang oleh komite sekolah tentang masalah tadi, kalian juga harus membawa kedua orangtua atau wali untuk menyatakan hal yang sebenarnya.. Syarat syarat lain akan gue kirim lewat pesan, intinya lu besok harus masuk, jangan lari seperti tadi.
__ADS_1
Bella# Iyaaa lagian tadi gak lari.. gue akan selesain semuanya bareng keenan dan makasih udah kasih tau infonya.
Vira# Iyaa sama sama, guru bk tadi yang minta gue buat nyampein info ini ke kalian.
Bella# Makasiii sekali lagi virr:(
Vira# Gue takut dengan hasil keputusan sidang besok, gue gak mau pisah sama luu bell.. Gue gak mau hal buruk terjadi sama kalian.
Bella# Kita cuman bisa berdoa, berharap semua akan sama seperti yang diharapkan.
Vira# Iyaaa.. yaudah itu aja bell, bentar lagi masuk.
Bella# Iyaa, makasih yaa vir...
Vira# Iyaa, Bye.. salam buat keenan kalau udah bangun.
Bella# Oke..
Tutt.. Telpon dari vira terputus, Bella meletakan hpnya di meja.
Bella sudah mengetahui semuanya.. seperti dugaan bella sebelumnya. Yang pasti bella tidak akan lari menghadapi masalah ini.
Setelah mendapat telpon dari jovi dan vira, bella bisa sedikit lega setidaknya bisa tau sedikit informasi di sekolahan.
Huhh, bella menghembuskan nafas panjang.
Masalah besok dia akan menghadapinya, lebih baik tidak terlalu banyak berpikir karena apapun hasilnya mereka berdua harus menerimanya.
Yang terpenting keadaan Keenan sekarang. Pasti setelah bangun, akan banyak hal yang ingin keenan sampaikan begitupun bella.
Bella menatap sedih tangan keenan yang terbungkus perban, lalu sudut bibirnya yang terdapat sedikit luka.
Bella memperkecil jarak wajahnya dengan wajah keenan.
Mwah..
Bella mencium singkat ujung bibirnya keenan yang terluka lalu mengusapnya hati-hati dengan ibu jari.
Ups. Wajah keenan merintih. Sedikit sentuhan saja membuatnya seperti ini.
Bella lalu kembali mengusap puncak kepalanya keenan agar tidurnya kembali tenang, setelah tenang bella beranjak menuju rak buku untuk mengambil beberapa novel yang belum pernah dia baca sebelumnya, laku bella membawanya dan duduk di tempat tidur lalu mulai membaca.
Setelah lama bella membaca, bella melihat ke arah jam, sudah lewat jam makan siang.
Bella memandang keenan yang masih tertidur, keenan masih lelap jadi bisa ditinggal keluar sebentar membeli makanan.
Tapi bella berpikir sejenak, daripada harus keluar rumah mending go-food.
Bella mulai memesan makanan yang diinginkan. Tak membutuhkan waktu lama, makanan sudah sampai di depan rumah.
Bella beranjak mengambil pesanan setelah itu meletakkan di dapur lalu kembali lagi ke kamar untuk melanjutkan membaca novel yang belum selesai.
"Bella"
Mendengar sebuah panggilan, bella menoleh dan ternyata keenan sudah bangun.
__ADS_1
"Sudah enakan?" tanya bella, diangguki keenan sekali.
Bella segera menyimpan buku novelnya di meja, saatnya dia fokus ke keenan dulu.
"Makan dulu yaa, setelah itu diminum obatnya.." pinta bella.
"Kamu masakk?" tanya keenan, bella langsung menggeleng.
"Tadi nge go-food"
"Ohh yaudah, nanti gue ambil sendiri aja.."
"Tidak ada nanti, tetap disini jangan kemana mana, aku ambil dulu makanannya" ucap bella sedikit memaksa, yaa memang harus dipaksa.
Bella kemudian beranjak ke dapur mengambil makanan tadi dan obat untuk keenan.
Bella memesan bubur ayam untuk keenan, tidak mungkin bella memesan makanan yang aneh-aneh gusinya keenan kan masih luka.
"Ayoo makan pelan-pelan aku suapin yaa" bella menyuapi keenan, tapi sepertinya bella malu sendiri.
"Ayoo, pegal ini tangan aku.." akhirnya keenan memakannya, sesuap dua suap, sampai habis tidak tersisa.
"Sekarang diminum obatnya.." keenan mengangguk, saat bella mulai memberinya obat dan segelas air putih.
"Mau istirahat lagi?" tanya bella, keenan menggeleng.
"Okee aku beresin ini dulu yah, nanti aku kesini lagi setelah makan" keenan mengangguk.
Bella langsung menuju dapur sekalian makan siang dengan cepat, setelah selesai kembali lagi ke kamar.
Keenan berbaring di tempat tidur, tetapi matanya tidak terpejam malah seperti memikirkan sesuatu.
Saat melihat kedatangan bella, keenan langsung duduk. Bella mengambil tempat duduk disebelahnya.
"Tiduran saja gapapa" ucap bella
"Sepertinya akan banyak hal yang mesti kita bicarakan.." ucap keenan tiba-tiba sambil merapikan rambutnya dengan tangan kananya yang sedikit berantakan.
"Apapun itu, jangan khawatir.."
"Kita akan melewati semuanya bersama-sama" keenan menatap dalam mata bella sambil menggenggam tangannya.
Bella mengangguk membuat senyumnya mengembang.
"Sebentar.." ucap keenan kemudian mengambil hp di meja laku mengetik sesuatu.
'Yah, keenan minta Ayah sama bunda kerumah kita.. ada hal yang ingin kita sampaikan, penting.. terimakasi yah'
"Bell terimkasih ya.." ucap keenan.
Bella tidak tau maksud terimkasihnya ditunjukan untuk apa, yang pasti bella senang mendengarnya.
Bella lalu berbaring disamping keenan, dan sekarang tubuh keenan meraih tubuhnya bella ke dalam dekapan, menyalurkan rasa nyaman yang keenan rasakan saat pertama kali menyayanginya. Hati keenan berbunga bunga melupakan sejenak masalah yang datang.
I'm Fall..
__ADS_1